Sinopsis Faith episode 24 - Final

 On Thursday, November 1, 2012  

Whet Dragon-Spring and Snowy-Blade to be sharp and shining,
Lift it to my shoulder when I start.
Let me be a strong man
to live and die for my country.
---Choe Yeong---

 
(Poetry and Music of the Classic Age - Tae Hung Ha, Yonsei university Press - 1960 page 5)

Gongmin menunggu Ki Cheol. Ki Cheol sampai di depan Raja. Gongmin langsung membacakan tuduhan untuk Ki Cheol, Bangsawan Deok Seong Ki Cheol, kau sudah terlibat kejahatan besar.

Ki Cheol memotongnya dan berkata ia hanya ingin mendapatkan miliknya kembali. Ki Cheol berhasil menelan obat dari Yang Gak dan menghancurkan borgol bajanya. Ki Cheol menjatuhkan para Woodalchi.
Ki Cheol bahkan berani melarang Gongmin pergi, ia ingin Gongmin tetap di ruangan itu.

Choi Young memasuki balairung istana. Ia melihat Woodalchinya sudah bergelimpangan di lantai. Raja berkata ke Young kalau Ki Cheol sudah gila.
Young tanya apa yang diinginkan Ki Cheol. Ki Cheol menjawab, ia ingin membawa Eui Seon. Young melihat ke arah tangannya yang gemetaran. Deol Bae menyadari itu dan menarik perhatian Ki Cheol.

Young sudah melarang Deol Bae, Jangan..
Tapi Deol Bae justru menyerang Ki Cheol. Young teriak ngeri, Jangan !! Ki Cheol dengan mudah menghindari tombak Deol Bae lalu mencekik leher Deol Bae dengan energi dinginnya. (Aku penasaran dengan ilmu tenaga dalam Ki Cheol ini, aneh sekali.)

Deol Bae berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa. Ki Cheol melempar tubuh Deol Bae yang sekarat ke lantai.
Young murka. Ia meraih pedang dan menyerang Ki Cheol. Tapi dengan mudah pedang Young dijatuhkan Ki Cheol. Young dan semua orang terkejut melihatnya.


Young tidak menyerang Ki Cheol lagi, ia bergegas memeriksa Deol Bae. Young menahan leher Deol Bae. Deol Bae muntah darah tapi tetap tersenyum pada Young. Seolah berkata, saya bangga bisa melayani anda, Daejang.


Deol Bae menghembuskan nafas di lengan Young. Young membaringkan Deol Bae dan meletakkan tangan Deol Bae di dadanya.
Mata Young tampak berkilat murka. Menurutku ini titik penentuan Young. Young tidak akan membiarkan Woodalchinya gugur sia-sia. Sekarang..ia memenuhi panggilan negaranya.
Young berdiri menghadapi Ki Cheol. Young minta pedang dan Deok Man menyerahkan pedangnya.
Young teriak : Semuanya mundur!
Ki Cheol setengah mengejeknya, tidak ada gunanya.

Young memerintah Choong Suk membawa Raja keluar. Tapi Raja tahu kalau Young berjuang keras untuk memegang pedang. Gongmin tampak resah dan memerintah Woodalchi lain untuk membantu Young, jangan biarkan Daejang bertempur sendiri!
Young :  Jika ada yang menemaniku, aku sendiri akan menebas kalian!

Ki Cheol maju ke arah Raja. Young menyerangnya. Tapi ayunan pedang Young tidak selincah dan seakurat biasanya, ia beberapa kali gagal mengenai Ki Cheol. Seperti orang yang pertama kali memegang pedang, ayunannya tampak berat.
Ki Cheol dengan mudah menjatuhkan pedang Young.

Choi Young sudah memutuskan untuk bertahan. Ia mundur dan mengambil pedang lain dari lantai.
Young teriak ke Choong Suk : Kenapa kau masih belum membawa Yang Mulia pergi?!

Gongmin berkata ia akan tetap disini, dibelakang Daejang. My goodness..

Ki Cheol ingin bertemu Eui Seon atau aku akan membunuh semua orang di istana ini.
Young : Aku tidak bisa mengijinkannya.
Ki Cheol : Apa yang akan kau lakukan dengan tangan menyedihkan itu?



Young memegang pedangnya dengan dua tangannya. Gongmin setengah memohon, agar Young mundur saja kali ini.
Young : Chonha saya tidak apa-apa.
Gongmin : Aku tahu tanganmu sedang tidak sehat
Young : Tidak ada apa-apa dengan tangan saya, hanya saja pedangnya berat.

Ki Cheol mendengus, omong kosong! Ia langsung menyerang Young. Keduanya beradu pedang. Ki Cheol sudah menekan Young. Tapi Young berhasil membalikkan keadaan.

Young mengayunkan pedangnya lagi dan kali ini berhasil mematahkan pedang Ki Cheol!  Ki Cheol tampak terkejut, pedang..apa itu?

Young : Seperti kataku, pedang yang berat.
Dayang Choi membantu Eun Soo duduk. Kau sudah sadar? Kau tidak apa-apa?
Eun Soo menanyakan Young. Dayang Choi berkata ada yang terjadi di istana, jadi dia kesana.

Dayang Choi tanya apa Eun Soo baik2 saja, karena semalaman sudah demam tinggi. Eun Soo berkata ia sedikit pusing dan seluruh sel tubuhnya sakit.

Eun Soo melihat sekitar : Ini melegakan.
Dayang Choi setuju, memang melegakan. Bagaimana kau bisa begitu ceroboh.

Eun Soo : Aku takut kalau semuanya ini mimpi.  Kalau semuanya adalah mimpi. Kau tidak bisa membayangkan betapa takutnya aku.

Dayang Choi : Dia menjagamu sepanjang malam.
Eun Soo : Dia pasti sangat ketakutan.

Dayang Choi ingin tahu apa sekarang berarti Eun Soo sudah sembuh? Eun Soo menjawab, mungkin. Ia meletakkan tangan Dayang Choi ke dahinya. Dayang Choi terkejut, kau sudah tidak demam lagi.
Eun Soo membenarkan. Ia memeriksa denyut nadinya sendiri, nadiku tadi cepat dan lemah. Tapi sekarang...Eun Soo terisak, Dayang Choi, sepertinya aku akan hidup.

Dayang choi terharu dan memeluk Eun Soo. Ia lega sekali. Dayang Choi dengan kaku menepuk punggung Eun Soo :)
Eun Soo tampak lega. Aku hidup...aku bisa bersama dengannya.


Dae Man menyaksikan Su In dan Eum ja membantai pasukan istana. Mereka dengan mudah menjatuhkan pasukan.

Dae Man meniup peluit dan minta Woodalchi melindungi Eui Seon. Semua Woodalchi pergi ke Istana, tidak banyak yang tersisa. Dae Man langsung lari ke markas sementara rekannya menghadang Su In dan Eum Ja.



Young masih berhadapan dengan Ki Cheol. Young tanya, Chonha, apa ada alasan khusus memanggil penghianat ini? Jika tidak, apa saya boleh membunuhnya sekarang?
Gongmin : Dengar Bangsawan Deok Seong, meskipun kau mencoba membunuhku, aku akan mengampuni nyawamu.
Apa kau bersedia membuat kesepakatan? Kau juga bagian dari orangku di Goryeo. Dan adikmu, Ratu Ki juga sangat mencintai Goryeo. Kita harus mencari jalan untuk negosiasi.



Ki Cheol : Awalnya saya pikir, anda adalah seorang yang lemah dengan harga diri tinggi. Ternyata anda adalah politisi yang lumayan.
Ki Cheol tertawa, lalu berkata ke Young, Choi Young..pria sepertimu tidak bisa hidup dibawah Raja seperti itu.

Young : Jaga lidahmu!
Ki Cheol : Raja seperti itu hanya membuatmu sebagai anjing pemburu. Dia bisa melemparmu ke dalam neraka membara kapanpun atas nama kewajiban. Dan kau akan jalan ke dalamnya dengan sukarela.
Kau memang pria seperti itu.

Young mengetukkan pedang ke lantai dengan keras, aku memperingatkanmu!
Ki Cheol terus saja bicara, Banyak orang tidak tahu nama Raja itu, tapi hanya sedikit yang tidak mengenal namamu, Choi Young.

Young terkejut. Gongmin mendengus, omong kosong apa ini?
Young tiba2 ingat saat Raja Chungmok mulai mengomel dalam kondisi mabuk, banyak orang lebih percaya pada Jeokwoldae daripada kepadaku, Sang Raja! Lalu saat Chungmok mengarahkan pedangnya ke Ketua Moon, jadi kau..Jeokwoldae Daejang yang dipercaya rakyat lebih dari Raja mereka sendiri? Jawab aku!



Ketua Moon mengiyakan. Chungmok tanya lagi, apa benar kalau yang melindungi rakyat adalah Jeokwoldae dan bukan aku, sang Raja?
Ki Cheol tanya pada Gongmin, sejujurnya, apa ada satu hal saja yang dicapai oleh Gongmin sendiri untuk duduk di takhta itu? Apa Yang Mulia pernah meneteskan darah? Semua Menteri yang diluar itu, Dia (Young) yang membawakannya untuk Anda.
Pasukan Kerajaan di Ibukota..Pasukan Pertahanan di perbatasan..semua mengikutinya. Satu hal yang dimiliki Yang Mulia hanyalah gelar sebagai Raja.

Itulah mengapa saya mengatakan ini : Choi Young..Kau seharusnya menjadi Raja.
Semua terkejut mendengar kata2 Ki Cheol. Jika Young orang yang serakah, ia pasti sudah lama jadi Raja.

Ki Cheol : Aku bisa segera mendapatkan Keputusan dari Raja Yuan.

Gongmin menghela nafas, Daejang.
Young : Ya, Chonha.
Gongmin : Dia menunggu jawabanmu.

Young : Saya akan memberikan jawaban saya pada anda, Chonha. 7 tahun lalu, seseorang yang saya kenal juga ditanya dengan pertanyaan yang sama.
Pertanyaan itu begitu berat sampai dia harus menyerahkan nyawanya untuk menjawabnya. Saya tahu sekarang..bahwa dia salah.

Gongmin : Daejang..
Young : Dia salah karena..dia melarikan diri dari pertanyaan itu.
Ki Cheol : Choi Young? Kau tidak mau jadi Raja? Kenapa kau tidak memiliki ambisi?

Young : Aku sudah memiliki Raja, apalagi yang kuinginkan?
Young mencabut pedangnya dari lantai, Chonha..apa anda ingin mengampuninya?
Gongmin : Daejang..aku..

Ki Cheol tersenyum dan berkata ia sudah cukup mengulur waktu dan jalan keluar. Diluar, Woodalchi ingin menahan Ki Cheol tapi Young teriak menyuruh mereka melepaskan Ki Cheol, jangan melawannya! Young langsung jalan keluar. Ia ingin melihat Eun Soo.

Gongmin jalan dengan langkah pelan, ia memikirkan perkataan Ki Cheol dan perasaan Choi Young.
Sementara itu, Deok Man langsung berlutut dan meletakkan tombak Deol Bae di lengan rekannya itu. Hiks..tidak ada Deol Bae lagi..
Su In dan Eum Ja bertarung melawan Woodalchi lalu mengalahkan mereka. Su in melihat Dae Man, lalu mengikutinya.

Dae Man masuk ke kamar Young dan memperingatkan Dayang Choi kalau pria seruling dan wanita api itu datang.
Dayang choi cepat2 membantu Eun Soo untuk pergi sembunyi di kediaman Ratu. Eun Soo menanyakan Young. Dae Man berkata Daejang melindungi Raja karena Ki Cheol.

Su In masuk ke dalam kamar. Ia ketawa geli, ternyata kau sembunyi di tempat ini.
Dae Man langsung melemparkan sesuatu ke Su In. Dayang Choi menarik Eun Soo untuk pergi.

Dae Man mencoba bertarung dengan Su In, tapi anak ini bukan tandingan si wanita oven ini (sori, soalnya kebayang bikin cupcake dengan tangan Su In wkk)

Su In membuka sarung tangannya dan mencekik Dae Man. Nooo..my dragon ball!

Dayang Choi berhenti dan minta Eun Soo pergi duluan, ia harus membantu Dae Man.
Eun Soo mengerti.

Su In melempar Dae Man, ia jalan mendekat dan ingin menghabisi Dae Man.
Dayang Choi melompat dan menyerang Su In, wow Bibi Choi Young lumayan keren. Tapi tetap bukan tandingan Su In.

Seorang Woodalchi masuk dan ingin mengantar Eun Soo. Eun Soo menyuruhnya membantu Dae Man dan Dayang Choi, tapi Woodalchi itu berkata ia bukan tandingan Su In, ia akan mengantar Eun Soo ke istana Ratu, Kwonseongjeon.
Eun Soo percaya dan mengikutinya.

Su In memutuskan untuk tidak membunuh Dae Man dan Dayang Choi, ia pergi. Tapi Dae Man tidak mau melepaskan Su In. Dae Man meraih handuk dan membasahinya dengan air.

Dae Man menyerang Su In dengan tangan satunya. Su In berbalik dan mengarahkan tangan apinya ke Dae Man.
Dae Man membungkus tangan api Su in dengan handuk basah, membuat Su In tidak bisa menggunakan tenaga apinya.

Dae Man menahan Su In sekuat tenaganya. Dayang Choi melihat kesempatan bagus. Ia langsung menikam Su In dari belakang. Hwa Su In meninggal.

Dayang Choi menanyakan kondisi Dae Man. Dae Man justru minta Dayang Choi segera mengejar Eui Seon. (kenapa tiba2 aku kebayang Dayang Choi mengejar2 Dae Man kecil ya..dia pasti dibawa pulang ke rumah oleh Young dan Dayang Choi yang harus mengurus Dae Man hahaha)

Eun Soo tidak diantar ke istana Ratu, tapi dimasukkan dalam kereta. Sudah ada Yang Gak didalam yang langsung membuat Eun Soo pingsan. Woodalchi tadi membawa kereta itu pergi.
Eum Ja menemukan mayat Su In dalam kamar Young. Eum Ja tampak murka. (Orang ini kalau marah tidak mengeluarkan suara, tapi mengerahkan tenaga dalam.)


Young mendapat laporan dari Dae Man, Eui Seon tidak ada di istana Ratu. Katanya Eui Seon akan kesana, tapi Eui Seon tidak ada disana. Dia menghilang.
Young terkejut : Apa?

Young langsung ingin pergi, tapi berhenti dan mengangkat dagu Dae Man. Ia melihat luka bakar yang lumayan parah di leher Dae Man.
Young tampak terkejut. Lalu menepuk kepala Dae Man. Seolah berkata, kau sudah maksimal menjaganya, terima kasih. Young jalan pergi.
Ratu Nogook bergegas menemui Raja Gongmin. Kamar kerja Raja berantakan. Gongmin mencemaskan Nogook, kenapa kau kesini, berbahaya.

Ahn Do Chi menemukan sesuatu dari bawah meja Gongmin. Gongmin membukanya dan isinya ternyata peralatan medis milik Eun Soo yang disebut sebagai peninggalan Hwata itu.

Gongmin berkata ini milik Eui Seon. Nogook merasa itu berbeda, karena yang ini sudah berkarat.
Kasim  lain menemukan sebuah kotak dalam rak buku. Gongmin membukanya dan ternyata isinya sebagian catatan dari buku harian Eun Soo. Ada kertas dengan nama Eun Soo.
Gongmin merasa Eui Seon harus memeriksa semua ini.

Nogook tanya apa yang dilakukan Jendral. Gongmin sudah memerintah untuk memeriksa seluruh ibukota dan aku memintanya untuk menunggu. Gongmin tidak mau Young mencari Eui Seon kesana-sini dengan kondisi seperti itu.

Nogook mencemaskan kesehatan Eui Seon. Gongmin tahu, Daejang harus meninggalkan Eui Seon dalam kondisi seperti itu dan bergegas menemuiku.

Nogook berkata semua ini terjadi karena Daejang membawa seseorang dari langit dengan paksa karena dirinya.
Gongmin tersenyum : Untuk jelasnya, kita sudah membuatnya diculik.

Nogook merasa menyesal, apa karena Eui Seon bukan berasal dari sini, maka Langit memberi kita tanda?

Gongmin duduk, mungkin saja. Atas perintahku, dia dibawa kesini dan atas perintahku juga untuk menahannya disini. Jika benar ini hukuman dari Langit, aku seharusnya yang menanggung hukumannya.
Nogook bersedia ikut menanggungnya bersama Gongmin.

Gongmin tanya kenapa Nogook ingin menanggung hukuman bersamanya. Nogook ingin menjelaskan tentang konsep "sarang" pada Gongmin, tapi ia ingin menunggu sampai mereka menemukan Eui Seon. (Nogook ingin menjelaskan, ia bersedia menanggung hukuman karena mencintai Gongmin)

Nogook : Ini kata2 dari langit yang saya pelajari dari Eui Seon.



Gongmin : Katakan saja.
Nogook : Nanti saja, saat Yang Mulia ingin merayakan sesuatu, saya akan mengatakannya.

Gongmin : Seperti saat kita menyerang Ssangseong? atau merebut kembali perbatasan kita di Utara?
(Itu akan terjadi th 1356)

Nogook membenarkan. Gongmin tersenyum. Do chi juga ikut tersenyum dengan harapan yang saat itu kelihatannya mustahil tapi ternyata beberapa tahun kemudian memang bisa terwujud. That's Faith isn'it?



Nogook meletakkan tangannya di tangan Gongmin, pikirkan Jendral dan Eui Seon. Gongmin mengangguk.
Young masuk ke kamarnya. Hanya ada Dayang Choi disana. Dayang Choi berkata tentang mayat Hwa Su In yang sudah tidak ada, pasti diambil oleh Chun Eum Ja. Tidak mungkin Eum Ja juga membawa Eui Seon, pasti ada orang yang membantunya.

Choi Young berusaha menahan emosinya dan tanya kondisi Eun Soo. Bibinya berkata, dia demam tinggi semalaman, kau tidak bisa berharap ia baik-baik saja.
Young : Racunnya?

Dayang Choi : Dia mengira sudah bisa diatasi.
Young berbalik, aku harus pergi. Bibi Choi menahannya, kau mau kemana? Yang Mulia memintamu menunggu..

Young teriak marah : Aku menunggu!! aku menunggu..
Dayang Choi : Tetaplah disini agar kau tidak ketinggalan dengan laporan terbaru.
Young memandang bibinya, ini membunuhku..saat ini aku ..rasanya akan mati.

Young mengambil pedangnya dan jalan pergi. Tangan Young tidak akan gemetaran lagi, karena dia sudah memutuskan untuk mengangkat pedang demi negara dan tidak akan melarikan diri dari tanggung jawabnya.



Young menemui Raja. Raja sudah memerintah untuk melakukan pemeriksaan di perbatasan di bagian Utara. Young tahu kemana mereka pergi, pasti ke arah pintu langit itu dan dia tahu arahnya.

Gongmin : Jika kau berhasil menemukan Eui Seon dan mendapatkannya kembali apa kau akan pergi bersama Eui Seon ke dunianya?
Young : Apa karena ini, sehingga Yang Mulia menahan saya disini?

Gongmin : Tidak, aku hanya ingin kau melakukan sesuatu setelah mendengar berita tentang Eui Seon dan aku memang ingin mendengar jawaban darimu. Aku tahu Jendral, betapa lelahnya kau di tanah ini, jadi apa kau berencana mengikutinya?

Young : Saya sudah memberikan jawaban saya pada Yang Mulia. Saya tidak akan mengikuti jawaban dan jejak dari guru saya. Jadi, saya sudah kembali, Yang Mulia.
Jadi, Chonha tolong bantu saya mendapatkan kembali wanita saya.

Gongmin terharu dan tidak bisa menjawab Young. Young membungkuk dan pergi.

Young mendapat laporan dari Shi Weol dan Deok Man, mereka sudah menemukan persembunyian Ki Cheol.
Deok Man : Ada mata2 diantara anggota Woodalchi baru. Pasukan Istana pasti sudah menyerang mereka saat ini.

Eun Soo tersadar karena merasakan hawa dingin pedang di lehernya.
Chun Eum Ja  : Siapa yang membunuhnya?
Eun Soo bingung : Apa?

Eum Ja tanya siapa yang membunuh saudara seperguruannya. Eun Soo tidak tahu itu.

Ki Cheol dan Yang Gak datang lalu minta Eum Ja mundur. Eum Ja dengan berat hati jalan mundur.
Ki Cheol berkata mereka harus menjungkirbalikkan istana untuk menemukan Eun Soo, apa kau sedang tidak sehat? Apa masih ada racun dalam tubuhmu?



Eun Soo tidak mempedulikan pertanyaan Ki Cheol, apa aku sedang diculik?
Ki Cheol menggeleng : Kau sedang dikawal.

Eun Soo : Apa itu artinya, kalau aku ingin pergi kau akan melepaskanku?
Ki Cheol menggeleng karena mereka akan pergi bersama ke pintu langit itu dan pergi ke langit. Kau mengatakan bahwa dalam peninggalan ketiga, akan ada petunjuk menuju ke langit.
Barangnya ada disini. Yang Gak meletakkan bungkusan di meja.

Ji Oh dan Shi Weol terus bergerilya dikota. Ji Oh lapor pada Nenek Manbo, mereka sudah menyebarkan berita pada semua yang mereka kenal dan rombongan itu pasti tertangkap.
Lagipula, ada si rambut putih itu. Dia pasti tidak akan bisa dengan mudah melarikan diri.

Nenek Manbo ingin Ji Oh segera menemukan Eun Soo, kalau tidak, Young akan seperti setan gentayangan lagi sepanjang hidupnya. Aku tidak tahan melihatnya seperti itu.

Nenek juga minta Ji Oh memeriksa obat2an, soalnya Bangsawan Deok Seong membutuhkan obat2an khusus dalam jumlah banyak. Ji Oh langsung mengerti, Yang Gak! Dia membeli banyak obat. Aku akan memeriksanya.
(Sebenarnya Ji Oh pulang ingin makan sepertinya, soalnya dari tadi ngemut sendok, kasihan haha)

Eun Soo membuka kotak peninggalan Hwata dan ternyata isinya...ponsel? itu projector phone! Bagaimana bisa ada disini? Eun Soo terkejut, jelas ini adalah barang2 miliknya di tahun 2012.
Ki Cheol dan yang lain heran, benda apa itu?

Suribang berhasil melacak orang yang membeli obat2an khusus itu. Ji Oh bergegas ke persembunyian mereka tapi Ki Cheol sudah pergi.
Young mendapat laporan dari Choong Suk, orang seperti Bangsawan Deok Seong sudah melintas melewati Seo Kyeong dengan kereta.
Young mengerti, ia akan pergi mencari mereka sendiri.  Ia memacu kudanya dengan cepat ke arah yang dituju.

Di istana, Ratu Nogook berdoa untuk keselamatan Young dan Eun Soo.
Raja Gongmin memandangi Takhtanya lalu berbalik, ia juga memikirkan mereka.

Eun Soo dan Ki Cheol ada dalam kereta. Eun Soo tidak terlalu yakin, tapi menurut catatannya, pintu langit itu ada hubungannya dengan semburan massa korona matahari (CME).

(Dalam teori, jika terjadi erupsi semburan massa korona mengarah ke Bumi, akan terjadi interaksi dengan medan magnet bumi dan mengakibatkan terjadinya badai geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan listrik. Kemungkinan ide pintu waktu ini muncul dari badai geomagnetik ini.)

Tapi Eun Soo tidak tahu  pintu ini akan terhubung kemana dan kapan. Tapi mengingat Daejang menggunakan jalan yang sama untuk pergi dan kembali, kurasa ada kemungkinan untuk pergi dan langsung kembali sekaligus.
Tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Jadi, karena ini pertama kalinya untuk Ki Cheol, Eun Soo tidak yakin kemana arah lorong itu.

Ki Cheol tidak peduli. Eun Soo menegaskan, ia tidak tahu Ki Cheol akan pergi kemana.
Ki Cheol merasa semua pintu di dunia ini seharusnya dibuka dan bisa dilalui.

Eun Soo tanya lalu apa yang akan dilakukan Ki Cheol setelah sampai diseberang. Ki Cheol akan mulai mengumpulkan semuanya yang bisa menyembuhkan tubuhnya dan menutup lubang dalam hatinya. Ki Cheol yakin bisa menemukannya satu hari nanti.

Eun Soo : Baiklah,aku akan mengantarmu ke pintu itu,

Tapi Eun Soo tidak ingin ikut dengan Ki Cheol. Ki Cheol tidak mau tahu. Ia harus pergi dengan Eun Soo.
Rombongan Ki Cheol tiba di penginapan. Eun Soo diam-diam mengambil sisa arang dari perapian.


Paginya, Young tiba di penginapan itu. Ia masuk dan memeriksa, tapi tidak ada yang mencurigakan. Young jalan pergi. Tapi berhenti dan berbalik.
Ada tulisan di dinding yang pernah dilihatnya. Itu tulisan Eun Soo dalam bahasa langit/Hangul, gwenchanhayo. aku baik2 saja.
Young menyentuh tulisan Eun Soo, ia ingat saat Eun Soo mengajarkan bahasa itu padanya. Young bergegas pergi.
Eum Ja ..seperti tokoh video game saja :)
Rombongan Ki Cheol sampai di pos perbatasan dan melihat pemeriksaan. Eum ja langsung bergerak dan membantai penjaga perbatasan.
Mereka tiba di penginapan dekat lorong waktu. Yang Gak mencari pemilik penginapan dan membayar untuk menyewa semua kamar, dengan alasan nyonya-nya sensitif.
Choi Young juga tiba di penginapan itu. Dia turun dari kuda dan jalan ke arah penginapan.
Eun Soo berbaring sementara Ki Cheol duduk di dekatnya. Ki Cheol seperti menahan sakit. Eun Soo mendengar erangan Ki Cheol.
Eun Soo bangun dan mendekat, apa aku boleh memeriksa denyut nadimu?

Ki Cheol : Aku tidak akan membiarkan orang yang tidak kupercaya menyentuh tubuhku. (Ya wis, emang siapa yang mau pegang2 dia?)

Eun Soo mengalah dan akan tidur lagi. Tapi mereka mendengar suara ribut. Ada seseorang yang menggedor pintu penginapan. It's Young! Young!

Ki Cheol keluar untuk melihat keributan itu. Choi Young mendobrak pintu dan jalan masuk. Eum Ja menghunus pedangnya dan bertarung melawan Young.
Kekuatan tangan Young sudah pulih, Young dan Eum Ja bertarung keras sekali.

Eun Soo menarik belati yang disembunyikan di kakinya dan melukai tangan Ki Cheol. Eun Soo segera melarikan diri.
Young masih bertarung melawan Eum Ja. Keduanya seimbang. Eum Ja mengerahkan semua jurusnya untuk melawan Young, ia masih marah dengan kematian Su In.
Keduanya beradu pedang.

Yang Gak muncul di belakang mereka dan ingin menyerang Choi Young.
Choi young bisa merasakan ancaman dari belakang, ia mendorong Eum Ja dan memutar tubuhnya, sehingga membuat pedang Eum Ja tanpa sengaja menikam Yang Gak. Eum Ja syok, ia tidak bisa menahan pedangnya.

Yang Gak terkejut, ia melihat ke arah Eum Ja dengan terbelalak. Lalu jatuh bergulingan ke bawah tangga. Yang Gak meninggal.

Young langsung menyerang Eum ja, ia melemparkan meja ke arah Eum Ja dan menikam Eum Ja menembus meja itu.
Chun Eum Ja jatuh terduduk dan meninggal. Wow..Young powerful sekali.

Choi Young langsung memeriksa seluruh penginapan. Ki Cheol berusaha melarikan diri. Ia masuk ke satu ruangan dan menutup pintunya.
Young masuk ke ruangan itu. Lalu merasakan ada orang di belakangnya. Young berbalik dan melihat Eun Soo.

Eun Soo menahan tangis, ia lega sekali masih bisa melihat Choi Young. Young langsung tanya, apa kau baik-baik saja? Eun Soo mengiyakan.

Young : Apa kau merasakan sakit?
Eun Soo menggeleng.

Young : kalau begitu..kau sekarang sudah sehat?
Eun Soo mengangguk. Ya.
Young menahan tangis : Kalau begitu...apakah sekarang kau bisa tinggal bersamaku?
Eun Soo menangis dan mengiyakan.

Choi Young langsung memeluk Eun Soo erat-erat. Eun Soo menangis lega, akhirnya mereka bisa bersama.


Keduanya berbaring bersama. Young memandangi Eun Soo. Eun Soo setengah tidur. Young berkata, besok adalah harinya, ya kan?

Eun Soo membuka mata, Ya. Young tanya apa Eun Soo akan baik-baik saja. Kau juga memiliki orang-orang yang harus kau berikan ucapan selamat tinggal di seberang pintu itu kan?
Eun Soo : Apa aku bisa melakukannya?
Young janji akan mengantar Eun Soo ke sana.

Eun Soo : Bangsawan Deok Seong mungkin akan ada disana.
Young tahu itu. Eun Soo tanya apa Young akan menang melawan Ki Cheol.
Young : Aku mungkin menang.

Choi Young terus memandangi Eun Soo. Eun Soo tanya kenapa. Young ingin mengingat saat ini, sekarang aku tidak perlu mencoba melupakanmu.

Eun Soo mengulurkan tangan membelai wajah Young, menyentuh hidung dan bibirnya.


Young memegang tangan Eun Soo dan menciumnya.
Young : Sekarang tidurlah
Young membelai rambut Eun Soo sambil memandanginya tidur.
(Mereka ini terlalu berani, kenapa ngga langsung pulang ke ibukota saja, tapi Young juga ingin Eun Soo berpamitan dengan orang tuanya agar tidak menyesal.)



Paginya, Ki Cheol lari ke depan lorong waktu itu. Ternyata lorongnya sudah terbuka.
Ki Cheol senang sekali dan berjalan ke dalam lorong itu. Anehnya lorong itu menolak Ki Cheol. Ki Cheol sampai jatuh ke belakang.



Young dan Eun Soo jalan menuju lorong itu. Eun Soo merangkul lengan Young.
Keduanya melihat Ki Cheol di padang dekat pohon besar.  Ki Cheol tampak marah. Eun Soo tampak takut.

Young menenangkannya dan jalan mendekat. Eun Soo jalan di belakang Young. Ki Cheol berkata pintu langit sudah terbuka.
Eun Soo : Kurasa aku benar menghitung tanggalnya.

Ki Cheol tampak putus asa, ia ingin tahu bagaimana caranya melewati pintu itu. Eun Soo menjawab, Ki Cheol tinggal jalan masuk melewati pintu itu saja.

Ki Cheol mulai marah, kau masih berbohong padaku, kau menghancurkan harapanku.

Young minta Eun Soo mundur. Eun Soo mundur beberapa langkah.
Ki Cheol teriak seperti anak kecil, Jawab aku!!!
Young : Hentikan.
Ki Cheol ; Apa hanya ini satu-satunya dunia? Jika kau mati, maka selesailah semuanya? Apa tidak ada yang lainnya lagi??!!

Ki Cheol lari ke arah Eun Soo. Young lari menyongsong Ki Cheol, tapi Ki Cheol dengan mudah menyingkirkan Young. Ia terus lari ke arah Eun Soo.
Choi Young melemparkan pedangnya ke arah punggung Ki Cheol. Pedang itu langsung mengenai Ki Cheol.
Young lari dan menahan tangan Ki Cheol, ia mengerahkan naegongnya.
Ki Cheol juga memegang tangan Young, ia membalas dengan mengerahkan hawa esnya. Kita lihat siapa yang lebih kuat.
Keduanya beradu tenaga dalam. Sayangnya kali ini Young kalah. Ki Cheol masih memiliki sisa tenaga dari obat yang diminumnya, Young tampak kesakitan dan jatuh berlutut.
Tubuh Young mulai membeku dan Ki Cheol melepaskan tangannya. Young jatuh ke tanah. Ki Cheol juga jatuh ke belakang. Keduanya sama-sama luka parah.

Eun Soo lari ke arah Young, tidak!! Ia memeriksa nadi Young dan tampak panik.


Eun Soo mulai melakukan CPR pada Young. Ia menangis. Young tidak bisa bergerak, hanya memandangi Eun Soo.

Tiba-tiba dari sudut pandang Young, gerakan Eun Soo terlihat sangat pelan. Lalu ia berpikir : Kenapa harus wanita ini?

Ki Cheol ternyata masih bisa berdiri, seperti zombie..Ki Cheol mengambil pedang Young yang berlumuran darahnya sendiri sebagai tumpuan, ia berdiri dan jalan ke arah Young dan Eun Soo.
Eun Soo masih mencoba menyelamatkan Young. Ki Cheol mengangkat pedang dan mengayunkannya ke arah Young. Eun Soo syok. Pedang itu hanya beberapa cm dari kepala Young!
Ki Cheol menahan lukanya dengan satu tangan, lalu tangan lain menyeret Eun Soo ke arah lorong waktu itu.
Choi Young hanya terbaring dan tidak sanggup bergerak, ia hanya bisa melihat Eun Soo yang semakin menjauh ditarik paksa oleh Ki Cheol.

Choi Young berkata dalam hati : Aku sudah menyia-nyiakan banyak waktu hanya untuk memikirkan itu. Aboji, sekarang aku tahu kenapa. Tapi apa ini sudah terlambat?

Young teringat saat pertama kali masuk ke lorong itu dan melihat Eun Soo yang sedang presentasi. Saat itu, sebenarnya pandangan Young tidak lepas dari Eun Soo meskipun ia ditarik keluar oleh petugas security. Kenapa dari semua orang di langit, ia harus membawa wanita ini. Young mengingat semua perjalanannya bersama Eun Soo.
Ki Cheol menarik Eun Soo sampai di depan lorong waktu. Tubuh Ki Cheol semakin tampak membeku.
Eun Soo berusaha melepaskan diri dari Ki Cheol. Begitu lepas, ia langsung lari masuk ke lorong itu.

Ki Cheol mencoba masuk menyusul Eun Soo, tapi tetap tidak bisa.
Ki Cheol hanya bisa memandangi lorong itu dengan tatapan kosong, Ki Cheol jatuh berlutut dan menghembuskan nafas bekunya. Ki Cheol meninggal.

Eun Soo kembali ke tahun 2012. Eun Soo muncul di bawah patung Budha Kuil Bongeun Gangnam. (Jangan2 nanti banyak yang kemah disitu menunggu pintu terbuka haha..siapa tahu ketemu Choi Young?)
Eun Soo memandang sekitarnya dan mengenali kawasan Gangnam yang elit dan terang benderang.

Suara Young : Tapi dia akan berkata seperti ini "aku baik-baik saja, semuanya akan baik-baik saja. Ini hanya awalnya saja."

Eun Soo lari ke RS tempatnya kerja. Ada perawat yang mengenalinya, Dokter Yoo!
Eun Soo : Perawat Kim.
Kim menunjukkan beberapa reporter dari Jepang yang ingin mewawancara Eun Soo. Reporter Jepang itu segera ingin mewawancara Eun Soo. Tapi Eun Soo minta Kim menolongnya. Eun Soo juga mengambil tas reporter itu. Ia minta Kim menjelaskan, katakan padanya aku pinjam tas ranselnya.

Eun Soo masuk ke ruangannya dan mengambil barang2 di mejanya, seperti projector phone itu, kalungnya.


Eun Soo juga mengambil perlengkapan medis, seperti perlengkapan operasi, obat2an, antibiotik, jarum suntik, dll.
Sementara Perawat Kim telp polisi, Dr. Yoo Eun Soo yang sudah diculik waktu itu, telah kembali tapi ia benar2 aneh dan bahkan bajunya juga aneh.


Eun Soo lari lagi ke Bonguensa. Ia melihat berita dari layar besar soal ledakan massa korona matahari.

Eun Soo berpikir : Saat itu di Seoul, saat aku lari hanya dengan pemikiran untuk menyelamatkan orang itu. Hari itu, saat itu, apa yang..salah? Apa yang kubutuhkan agar bisa kembali padanya, orang yang pernah kutinggalkan itu?
Eun Soo melihat kota metropolitannya sekali lagi lalu menarik nafas dan jalan masuk ke lorong waktu itu.

Diperlihatkan ruangan kerja Raja Gongmin. Perlengkapan medis Eun Soo yang sudah karatan dan kertas catatan dengan nama Eun Soo ada di meja Raja.

Suara Eun Soo : Apa kerinduanku padanya tidak cukup? Atau kepercayaanku?

Eun Soo muncul lagi di Goryeo. Eun Soo langsung lari ke padang, ke tempat Young tadi berbaring. Apa Eun Soo tidak lihat..? tidak ada mayat Ki Cheol disitu, jadi dia pasti salah tahun lagi.

Eun Soo lari di padang, ia mencari Young. Sayangnya Young tidak ada disana.
Suara Eun Soo : Aku terpisah dengannya lagi.

Eun Soo bergegas lari ke lorong waktu itu. Sayangnya lorong waktu itu sudah tertutup. Eun Soo hanya bisa menatap lorong itu dengan putus asa.
"Dan dari dunia dimana aku meninggalkannya dalam kondisi sekarat. Aku sendirian dalam dunia 100 tahun sebelum dunianya."

Eun Soo teringat semua kenangannya dengan Young. Eun Soo menjalani hari-harinya sesuai dengan ingatannya, ia membuka klinik pengobatan dan menjadi tabib, mengobati siapapun yang datang padanya, termasuk anak yang katanya akan menjadi penjahat yang membunuh seisi desa. (Berarti Eun Soo tahu akan jadi apa anak itu kelak, tapi manusia memiliki free will, Eun Soo salah kalau tidak menyelamatkan anak itu, tugas dokter adalah menyelamatkan orang. Anak itu sendiri yang harus menentukan jalan hidupnya, dia mau jadi pembunuh atau tidak). 
Eun Soo mengeluarkan barang-barangnya dari dalam ransel, kalung, agenda ungu, tabung film, dan projector phone itu.
Eun Soo mulai menulis di buku hariannya.
"Aku tetap saja percaya. Aku percaya kalau dia tidak mati" dari Eun Soo.



Eun Soo menyalakan projector phone-nya dan melihat rekaman teknik operasi plastik.


Lalu ada rekaman pesan dari orang tuanya.
Ibu Eun Soo tanya, Eun Soo apa demam-mu sudah sembuh? Eun Soo tersenyum, tentu saja sudah sembuh, itu sudah lama sekali.

Ibu tanya apa Eun Soo menerima makanan yang mereka kirimkan. Eun Soo menjawab ia rindu kentang dari ibunya. Disini tidak ada kentang.
Ibu meminta Ayah bicara. Ayah malu, mau bicara apa? Kau sudah mengatakan semuanya. Ibu mendesaknya, katakan sesuatu.

Eun Soo tersenyum dan melambai, Aboji anyeong.. dia sama sekali tidak kelihatan tua.
Ayah Eun Soo berdehem dan mulai bicara, Eun Soo..lalu projectornya mati. Eun Soo tiba2 menangis dan memeriksa proyektornya. Ternyata baterainya habis.



Beberapa waktu kemudian, Eun Soo jalan lagi ke lorong waktu. Lorong masih belum terbuka.
Eun Soo berkata dalam hati : Seseorang berkata kalau keinginan yang tulus akan mendatangkan keajaiban dan hanya kenangan yang bisa membuat itu terjadi.
Eun soo menunggu sebentar, lalu lorong terbuka dan Eun Soo jalan masuk ke dalamnya.

Eun Soo muncul di Bogeunsa Gangnam lagi. Eun Soo tersenyum melihat kotanya.
Tidak lama, Eun soo masuk lagi ke dalam lorong waktu dan muncul di Goryeo. Hanya saja Eun Soo tidak tahu ini tahun berapa.

Eun Soo masuk ke penginapan tempat ia bermalam dengan Young waktu itu. Tapi penginapan itu penuh Woodalchi.
Eun Soo duduk dan pesan makanan. Gaya bicaranya seperti kata2 Young waktu itu : Tolong berikan satu mangkuk makanan untukku.

Eun Soo menghentikan seorang Woodalchi, apa aku bisa tanya sesuatu? Woodalchi itu berhenti, apa?
Eun Soo heran, bagaimana bisa pasukan Goryeo ada di sini, ini kan wilayah Yuan. Apa tidak apa-apa?



Woodalchi itu ketawa, bagaimana bisa ini adalah wilayah Yuan? Raja kami telah mendapatkan kembali perbatasan Goryeo yang hilang.
Eun Soo terkejut, berarti perang dengan Yuan? Woodalchi itu geli, kau ini dari mana saja? (Dari lintas waktu masbro.)

Eun Soo tanya siapa nama kehormatan Raja Goryeo sebelumnya.
Woodalchi : Raja Chung Jeong (Pangeran Gyeong Chang)

Eun Soo terkejut lalu tanya sudah berapa lama Raja sekarang bertakhta. Woodalchi itu teriak ke rekannya, hei..sudah berapa lama Raja bertakhta? Terdengar jawaban, 5 th. (Berarti ini th 1355. Saat Raja Gongmin hampir mendapatkan hasil dari apa yang ia percaya, yaitu Prefektur Ssang Seong.)
Woodalchi itu menoleh ke Eun Soo : Kau dengar sendiri kan?

Lalu terdengar suara memanggil Woodalchi itu. Eun Soo mengenal suara itu, ia berdiri dan melihat. Ternyata benar, dia Woodalchi Deok Man.
Deok Man marah pada Woodalchi yang tadi, bagaimana caramu menempatkan penjaga? Masih banyak tempat yang kosong.

Woodalchi tadi tanya, Jadi..saya harus menggandakan penjagaan?

Dae Man muncul dan mengiyakan, Lakukan saja, dengan baik! wow..itu Young-ish banget hahaha
Choong Suk muncul, dimana Jendral? Deok Man menjawab, Anda pasti tahu, disana, di pohon itu.
Dae Man : Apa kita harus mengirim makanan ke sana? Karena dia biasanya ada disana selama 3 atau 4 hari setiap kali pergi.
Choong Suk mengeluh, seharusnya kalian mengajukan semua surat yang harus ditandatangani dan menyiapkan semua kebutuhannya sebelum dia pergi. Dae Man lupa. Deok Man menyenggol Dae Man, dasar idiot.



Eun Soo langsung mengerti. Ia lari secepat mungkin ke lokasi tempat Young terbaring sekarat beberapa tahun lalu.
Eun Soo lari dan lari, di dekat pohon sekarang banyak ditumbuhi bunga krisan kuning.
Semakin dekat memang kelihatan ada orang yang duduk di bawah pohon itu sambil memandang langit. Orang itu adalah Jendral Goryeo yang selalu duduk di situ menunggu seseorang.

Jendral itu mendengar langkah kaki orang dan ia menoleh. Dia memang Choi Young, 4 th lebih tua. Wajahnya sudah sedikit berkumis dan bertambah matang.
Mata Eun Soo membesar karena terkejut.
Choi Young jalan mendekat ke arah Eun Soo, ia tersenyum. Seolah berkata, aku tahu kau pasti datang.
Keduanya hanya saling berpandangan dan tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Tanpa mengatakan apapun, tapi pandangan mereka sudah bicara banyak.
T A M A T

Faith [ 1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17], [18], [19], [20], [21], [22], [23]

Notes :
Akhirnya, mereka bisa bersama. Lega. Meskipun harus putar2 tapi karena mereka percaya kalau mereka pasti bertemu lagi, jadi mereka berani ambil resiko. Itulah kenapa judulnya Faith. Herannya kenapa Ki Cheol tidak bisa masuk ke lorong itu ya? Apa lorong itu hanya terbuka untuk Young dan Eun Soo? 
Setelah drama ini kayanya aku ngga akan bikin recap drama dengan time-travel theme lagi, terlalu memusingkan haha.. Tapi ini cerita time-travel yang paling memuaskan endingnya bagiku. Eun Soo tetap dengan Young dan bukannya dengan orang lain atau reinkarnasinya atau apa, kasihan orang tua Eun Soo aja. Apalagi kalau anak mereka cuma Eun Soo.

Anyway, thank's for reading. Please feel free to write all your comments :)
Love,
Tirzakwan.

 Bye and thank you ..:) you're great!
Sinopsis Faith episode 24 - Final 4.5 5 Beetlebum Thursday, November 1, 2012 Whet Dragon-Spring and Snowy-Blade to be sharp and shining, Lift it to my shoulder when I start. Let...


No comments:

Post a Comment