Bridal Mask episode 26

 On Sunday, December 9, 2012  

Kang To disiksa habis-habisan oleh Kimura Taro. Shunji memasukkannya ke dalam sel dengan ukuran peti mati. Hanya tampak wajah Kang To saja di jendela kecil.
Komrad Ahn, Jin Hong dan 2 anak buah Dong Jin menyerbu kantor polisi. Mereka berhasil melumpuhkan polisi dan masuk ke ruang penyiksaan.

Jin Hong berhasil mengalahkan Koiso dan polisi lain lalu membebaskan Kang To. Shunji juga berhasil dijatuhkan oleh anak buah Dong Jin.


Mereka membawa Kang To keluar. Kang To berhenti, Presiden Park dari Jeong Ja Ok juga harus kita bawa, dia ada di penjara saat ini.

Ahn Sub berkata tidak ada waktu lagi, mereka harus segera pergi karena polisi sudah mulai berdatangan lagi.

Koiso ternyata tidak mati (kecewa), ia sadar dan membangunkan Shunji. Kapten! Kapten!
Shunji sadar dan langsung lari mengejar mereka. Shunji sampai halaman kantor polisi, ia masih melihat truk mereka. Shunji menembaki mereka. Hampir kena Kang To.

Tapi anggota pejuang kemerdekaan berhasil melarikan diri dengan truk. Shunji terus menembaki truk itu.
Shunji frustrasi sekali, ia teriak murka : LEE KANG TO...!!!!!

Mereka membawa Kang to ke markas Dong Jin di gunung. Kang To tertidur. Song menyelimuti Kang To.

Song minta Dong Jin tidak cemas, ia sudah memberikan antibiotik untuk Kang To. Dong Jin mengerti. Ia dengar Presiden Park dari Jeong Ja Ok juga tertangkap. Ia merasa cemas karena guru Yang Baek tidak bisa pergi ke markasnya semalam.
Apa keamanan Gyeong Seong masih sangat ketat?

Song membenarkan. Dong Jin berkata Guru Yang harus tiba di markasnya dengan selamat.


 Tuan Park disiksa oleh Koiso. Kasihan sekali. Shunji mendekat, ia berkata Lee Kang To melakukan segala macam cara untuk menghindari orang yang mengikutinya pergi ke tailor Jeong Ja Ok. Dan si brengsek itu menghabiskan waktu satu jam hanya untuk melihat-lihat desain jas?
Lagipula, itu terjadi satu jam sebelum dia merampok gudang senjata Kantor polisi Jong Ro!

Shunji marah, kau juga bekerja sama dengan Lee Kang To. Toko penjahit Jeong Ja Ok adalah persembunyian kalian, ya kan?
Tuan Park diam saja. Shunji kesal dan menarik rambutnya, si brengsek ini..tapi tidak ada reaksi dari Park. Shunji terkejut dan melepaskannya. Ia minta Koiso memeriksa.

Koiso mengecek nadinya, ternyata Tuan Park sudah meninggal. Astaga..
Koiso bingung, bagaimana ini? kita belum menemukan apapun. Jangan2 dia memang hanya pemilik toko jahit. Selama disiksa, ia terus saja mencemaskan penyelesaian setelan jas Gubernur Jendral.

Shunji mengajak Koiso pergi ke Jeong Ja Ok.

Guru Yang dkk masih duduk di Jeong Ja Ok, koper-koper mereka sudah disiapkan. Ahn Sub turun dan menemui mereka.
Ketua Jo tanya bagaimana situasi diluar. Ahn berkata tidak bisa bergerak karena ada banyak polisi. Jumlahnya lebih banyak dari semalam.


Damsari usul, ia ingin mengalihkan perhatian polisi. Kalau tidak, mereka tidak akan bisa keluar dari sini. Damsari ingin mengenakan baju Guru Yang dan mereka harus membawa Guru Yang pergi.

Ahn Sub ingin pergi bersama Damsari. Damsari memerintah Ahn melindungi Guru Yang.
Ketua Jo ingin melakukannya, karena Damsari harus mengantar Guru Yang dengan selamat ke Shanghai.

Damsari menolaknya, ia sudah beberapa kali berhasil meloloskan diri dari polisi2 itu. Guru Yang melarang Damsari melakukan itu, aku tidak bisa membuatmu mempertaruhkan nyawa untukku.

Damsari : Guru, dulu saya menyebabkan kekacauan dan masuk penjara di usia 19 th. Orang Jepang tidak memberi saya makan karena saya adalah pemberontak. Tapi Guru-lah yang menyembunyikan makanan di mulut Guru dan memberi saya makan seperti induk burung.

Jika bukan karena Guru, saya sudah pasti mati kelaparan. Berkat Guru, saya memiliki seorang putri yang cantik dan menjadi pemimpin pejuang kemerdekaan. Ijinkan saya pergi.

Mok Dan cemas, Aboji..
Damsari menoleh dan tersenyum pada Mok Dan. Boon Yi..kau juga tahu kan aku sudah berhasil meloloskan diri 8 kali, aku akan membuat ini menjadi yang ke-10 kali, tunggu dan lihatlah.
Mok Dan memaksakan diri tersenyum, tentu saja. Ayah adalah pemimpin pasukan kemerdekaan.

Ahn Sub tetap berkeras pergi bersama Damsari, orang2 Jepang itu mengenali wajah saya, jika saya mengawal anda maka mereka pasti akan percaya.

Damsari berdiri dan ingin menghormat pada Guru Yang Baek. Guru..anda pergi lebih dulu, saya akan menyusul nanti.
Damsari ingin berlutut tapi Guru Yang menahannya, ia menggenggam tangan Damsari.

Damsari sudah mengenakan hanbok Guru Yang. Ia memberikan kunci mobil Guru Yang pada Ahn Sub, mau tidak mau kita harus menggunakan mobil Presiden Park.
Ahn janji akan menyetir dengan cepat sekali. Damsari setuju, apa kita akan main petak umpet dengan penjahat2 itu? Apa kau siap?
Ahn : Ayo kita pergi, Komandan.

Mok Dan masuk, Aboji..ia langsung memeluk erat ayahnya. Damsari tersenyum dan melepaskan pelukan Mok Dan, jangan cemaskan aku, cepat pergi.

Damsari mengingatkan Mok Dan kalau Kang To menunggunya. Ia terluka parah dan membutuhkan perhatianmu.
Mok Dan menangis, Aboji, kau pasti akan kembali dengan selamat kan? Kau akan memenuhi janjimu untuk lolos ke-10 kalinya kan?

Damsari : Boon Yi, aku ingin kau aman dan hidup dengan tenang. Alasan kenapa aku berjuang mendapatkan negara ini kembali adalah dirimu. Agar kau bisa bebas dan hidup dengan bahagia. Kau tahu itu kan?


Mok Dan mengangguk sambil menangis. Damsari memeluknya dengan erat. Mok Dan menguatkan dirinya dan tersenyum pada ayahnya untuk terakhir kalinya.

Damsari pergi bersama Ahn Sub. Mok Dan memandangi punggung ayahnya dengan wajah sedih.

Shunji dan anak buahnya menghentikan mobil dan hampir turun untuk memeriksa Jeong Ja Ok. Tiba2 terdengar teriakan, itu Yang Baek! Shunji melihat sebuah mobil melaju dengan cepat melewati mobil mereka.
Shunji segera mengejar mobil itu.

Mok Dan dan Jin Hong menyamar menjadi dua wanita kelas atas sementara Guru Yang dan Ketua Jo menyamar sebagai pembawa koper mereka. Ke-4nya jalan perlahan meninggalkan kota ke arah markas Dong Jin.

Mobil Damsari dan Shunji masuk ke terowongan. Shunji menembaki mobil Damsari. Kali ini ia berhasil menembak rodanya memaksa mobil itu berhenti.

Ahn Sub dan Damsari lari keluar. Shunji dan polisi menembaki mereka. Damsari tertembak kakinya.
Damsari dan Ahn Sub berlutut dekat mobil. Keduanya menembak membalas polisi. Damsari minta Ahn Sub lari lebih dulu.

Ahn Sub menolak : Tidak, saya tidak bisa meninggalkan anda dan lari.
Damsari : Kau harus menjaga Guru. Cepat pergi!
Ahn Sub : Komandan!
Damsari berseru, cepat pergi! Ahn Sub tidak punya pilihan, ia terpaksa melarikan diri.

Shunji dll jalan mendekat. Damsari menunduk sehingga wajahnya tidak terlihat.


Shunji mengarahkan pistolnya dan membuka topi Damsari, ia marah saat melihat wajah Damsari. Shunji memakinya.

Damsari ketawa, karena kalian aku jadi bohong kepada Boon Yi.
Shunji : Apa maksudmu?
Damsari : Aku adalah orang yang berhasil meloloskan diri darimu sebanyak 8 kali. Aku berkata pada Boon yang mencemaskanku, kalau aku akan berhasil lari yang ke-10 kalinya.

Shunji tidak tertarik dengan pembicaraan ini, ia menyuruh anak buahnya menyeret Damsari ke kantor polisi.

Tapi Damsari tetap bicara, apa kau pikir permainan petak umpet ini akan berakhir setelah kau menangkap Yang Baek, Dong Jin dan Gaksital?

Shunji menoleh lagi : Apa?

Damsari : Di tanah Joseon, tidak terhitung banyaknya Yang Baek dan Dong Jin...dan seperti banyaknya butir pasir di pantai, ada banyak Gaksital juga. Tidak peduli apapun yang kau lakukan, itu semuanya sia-sia. Sebagai seorang pria, kenapa kau menyia-nyiakan hidupmu seperti ini?

Shunji marah, siapa memangnya yang menyia-nyiakan hidupnya? Kalianlah yang melakukan usaha sia-sia,  dan sekarat untuk menyelamatkan negara yang sudah hancur.

Damsari tertawa, jaga dirimu..temanku yang menyedihkan. Selesai mengatakan itu, Damsari mengarahkan pistol ke pelipisnya dan menembak dirinya sendiri.

Damsari terjatuh dan meninggal. Whoa..what's wrong with u guys? kenapa semua dengan mudah menembak dirinya sendiri?  Shunji syok, ia tidak menyangka Damsari nekad mengakhiri hidupnya seperti ini.

Di satu tempat yang jauh, Mok Dan bersama Guru Yang dll melarikan diri. Tiba-tiba Mok Dan berbalik untuk beberapa saat. Mok Dan seperti merasakan sesuatu. Ini persis seperti saat Kang To tertembak pertama kali (Waktu dia membunuh Kenji dan dikejar Shunji lalu tertembak dan jatuh ke jurang)
Ketua Jo memanggil Mok Dan. Mereka segera melanjutkan perjalanan.

Rombongan Guru Yang Baek tiba di markas Dong Jin. Dong Jin, Reporter Song segera menyambut mereka.

Dong Jin lega melihat mereka bisa tiba dengan selamat. Guru Yang juga berkata Dong Jin pasti berat tinggal di gunung seperti ini. Guru Yang mengenalkan Mok Dan, putri Damsari pada Dong Jin.


Kang To duduk dengan gelisah dalam kuil tempat persembunyian Dong Jin. Pintu terbuka. Kim Deuk Soo masuk bersama Mok Dan. Kang To lega sekali melihat Mok Dan, ia ingin berdiri tapi kesakitan dan tidak bisa bergerak.
Mok Dan segera mendekat, kau tidak apa-apa? Kang To tersenyum, aku baik-baik saja.

Deuk Soo mendengus, bagaimana bisa baik-baik saja? Dia sudah hampir diambang kematian.

Kang To : Hei, jangan bercanda.
Deuk Soo : Jangan pura-pura kuat. Aku juga pernah disiksa (jadi aku tahu rasanya haha..)

Kang To : Bukannya aku minta kau melakukan sesuatu?
Deuk Soo : Aku tahu, pondok diantara Gu Ri dong dan Chang dong itu kan?

Kang To : Minta dia (Baek Gun) membawa obat2an dan katakan padanya aku sedikit (what?) terluka.


Deuk Soo nyengir, aku mengerti. Deuk Soo menghormat sebelum pergi meninggalkan mereka.

Mok Dan minta agar Kang To tidak pura2 di depannya, jika kau kesakitan atau punya masalah, tidak apa-apa mengatakannya padaku.

Kang To tersenyum : Tidak, aku benar2 baik-baik saja. Meskipun tubuhku kesakitan, hatiku merasa ringan. Sekarang aku tidak perlu hidup dengan identitas ganda dan tidak perlu takut ketahuan. Bagaimana dengan Guru Yang Baek?
Mok Dan berkata Guru Yang tiba dengan selamat. Kang To tanya bagaimana dengan ayah Mok Dan.
Mok Dan : Ayahku akan segera tiba. (hiks)

Kang To memeluk Mok Dan: Saat Shunji mengetahui tentang Tailor Jeong Ja Ok, kukira kau akan tertangkap. Kau tidak tahu betapa cemasnya aku.

Mok Dan diam saja, tapi sorot matanya kelihatan sedih, ia masih tidak tahu nasib ayahnya.

Shunji pergi ke toko penjahit Jeong Ja Ok. Ia memerintah semua anak buahnya memeriksa dengan seksama. Toko itu sudah kosong, bahkan penjahit yang kerja juga tidak ada.
Takeda menemukan jalan rahasia. Shunji segera masuk dan memeriksanya. Ia turun ke ruang bawah tanah dan terkejut, saat melihat semua Taegukgi dan spanduk2 kepahlawanan cinta negara itu.

Shunji mengamati Taegukgi, ia ingat kata2 Damsari, bahwa tidak akan ada yang berubah meskipun Shunji membunuh Yang Baek, Dong Jin ataupun Gaksital.
Shunji menggelengkan kepalanya, ia berkata dalam hati : Tidak, tidak, tidak! Jika aku membunuh mereka bertiga..Gaksital, Yang Baek dan Dong Jin...kalau aku membunuh mereka bertiga, maka semua akan berakhir!

Shunji marah dan merenggut Taegukgi itu, lalu membuang barang2 yang ada dalam ruangan itu. Anak buahnya terkejut melihat Shunji, tapi mereka segera mengikutinya dan menghancurkan semua yang ada di ruangan rahasia itu.

Guru Yang, Dong Jin dll duduk menunggu Damsari dan Komrad Ahn. Semua merasa cemas karena keamanan Gyeong seong ketat sekali, bagaimana mereka bisa melarikan diri.
Ketua Jo mencoba menenangkan mereka, dia adalah orang yang tidak bisa ditebak. Dia bahkan berkata ia akan mengejutkan kita.

Komrad Ahn tiba. Ketua Jo berdiri, Sub, bagaimana dengan Damsari? Semua tanya bagaimana dengan Damsari.
Ahn Sub tidak bisa segera menjawab, ia menundukkan kepalanya. Guru Yang Baek mengulang, ia ingin tahu bagaimana dengan Damsari.

Ahn Sub : Setelah Jepang menembak kakinya, dia terus saja meminta saya segera melarikan diri. Dan...saat dia tertangkap oleh Jepang, dia menembak dirinya sendiri.

Semua syok mendengar berita itu. Ketua Jo bingung, Guru..bagaimana kita akan mengatakan ini pada Mok Dan? Saat mereka menanyakan keberadaan Mok Dan, Mok Dan jalan masuk ke dalam tenda sambil menggandeng lengan Kang To.

Keduanya melihat dengan pandangan bertanya pada semua orang. Tapi mereka tidak ada yang bisa menjelaskan. Semua mengalihkan pandangannya dari Mok Dan.

Guru Yang Baek melihat ke arah Mok Dan lalu menangis.

Mok Dan mengerti apa yang terjadi, ia sudah kehilangan ayahnya. Air mata Mok Dan mulai merebak. Kang To juga syok, Pemimpin Damsari berarti sudah meninggal.

Tidak ada yang bisa dilakukan Kang To. Ia hanya bisa memeluk Mok dan erat-erat. Mok Dan menangis di lengan Kang To.

Ketua Ueno marah besar, ia tidak punya kesabaran lagi pada Kimura Shunji. Ia memaki Shunji, apa masih ada yang ingin kau katakan?
Shunji tidak merasa salah : Ketua, saya juga melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Saya sudah melakukan yang terbaik.

Ketua Ueno : Apa? Kinpei!
Kinpei menghunus pedangnya dan mengarahkan ke kepala Shunji.


Taro memohon : Ketua! Kimura Shunji, cepat mengaku salah! Segera memohon ampun!
Shunji menolaknya, saya tidak melakukan kesalahan, Ayah. Saya selalu melakukan yang terbaik selama ini.
Ueno teriak, aku tidak peduli kau telah melakukan yang terbaik atau tidak! Yang penting bagiku adalah kau menyelesaikan tugasmu!

Shunji : Saya sudah menemukan persembunyian Yang Baek! Saya akan menyelesaikan tugas saja, jadi tunggu sebentar lagi!
Ketua, anda juga harus tahu kalau selain saya, tidak ada orang lain yang mampu menangkap mereka. Bukankah anda juga tahu itu?

Ketua Ueno ; Kimura Shunji! Baiklah, karena kau memang keras kepala, aku tidak akan mencabut nyawamu, tapi kau harus bertanggung jawab penuh untuk ini.
Shunji : Saya mengerti.

Shunji berdiri merenung sendirian, sepertinya di kamar Rie. Ueno Rie masuk dan berdiri di samping Shunji.

Rie : Kau benar2 pria yang penuh dengan kejutan. Bisa melawan Ketua. Apa yang diperlukan untuk mendapatkan keberanian seperti itu? Paling baik bagi kau dan aku untuk mundur sekarang.

Oh Mok Dan datang menemuiku, karena kau menangkap Lee Kang To. Demi menyelamatkan Lee Kang To, ia berlutut di depanku. Aku pernah berkata pada gadis itu kalau aku bisa membantunya dan Lee Kang to untuk melarikan diri dari sini.
Tapi dia menolak. Aku tidak bisa mengerti kenapa ia menolakku. Tapi saat aku melihat gadis itu berlutut di depanku, aku tahu. Gadis itu..bukan hanya mencintai Lee Kang To, dia juga mencintai Gaksital.

Bahkan semua penderitaan dan kesulitan yang dihadapi pria itu sebagai Gaksital, juga dicintainya.
Aku...mencintai Lee Kang To si Polisi Kerajaan Jepang dan Lee Kang To yang penuh ambisi.

Shunji : Bagaimana kalau pada akhirnya aku tidak bisa menangkap mereka? Yang Baek dan Dong Jin, bagaimana kalau aku tidak bisa menangkap mereka?

Shunji menangis dan menoleh ke Rie, Apa yang harus kulakukan kalau pada akhirnya aku menyia-nyiakan hidupku?
Rie tertegun melihat Shunji.

Sedetik kemudian, Shunji sudah berubah lagi, Tidak. Aku akan menangkap pemberontak2 itu. Aku setia pada Kerajaan Jepang. Bagaimana bisa itu disebut sia-sia? Tunggu dan lihat saja, aku akan menangkap mereka semua sekaligus.
Shunji tampak semakin bertekad keras. Ia jalan keluar. Rie berdiri dan menangis.

Shunji menemui Taro dan Murayama. Ia sudah menempel poster Lee Kang To dimana-mana. Mereka menawarkan 1000 Won bagi siapa saja yang melaporkan Lee Kang To. Jadi pasti akan segera ada berita.
Taro berpikir Yang Baek pasti sudah pindah ke persembunyian Dong Jin. Murayama berkata tidak mungkin mereka membakar kantor pengadilan hanya untuk membakar kartu keluarga saja.

Shunji berkata mereka sengaja membakar catatan keluarga karena mereka tidak ingin masuk militer. Murayama membenarkan, itu dia! Karena Jepang sedang dalam kesulitan perang, mereka merencanakan penyerangan bersenjata.
Murayama marah2. Taro berkata ia ingin memancing Yang Baek dan Dong Jin keluar.

Shunji tanya apa ayahnya punya ide. Taro minta Shunji membuat daftar kriminal dan katakan saja, kalau Yang Baek dan Dong Jin tidak muncul dalam waktu tertentu, kita akan membunuh pemberontak yang ada dalam daftar.
Sebarkan rumor ini. Mereka pasti akan mendengarnya dan tidak akan tinggal diam melihat komrad mereka mati begitu saja. Mereka pasti muncul.

Pasangan Hyun bertemu Taro dan Murayama. Taro berkata kalau keluarga Lee Si Young dibunuh oleh pemberontak Joseon itu. Taro minta mereka tidak terlalu cemas, karena polisi telah melakukan yang terbaik untuk menangkap penjahat itu.

Taro minta mereka mendorong pemuda Joseon untuk mengabdi pada Kaisar Jepang yang adalah Ayah mereka. Yang Mulia Kaisar saat ini melakukan perang suci agar orang-orang Asia Timur tidak dikuasai oleh orang Barat. Sebagai anak2 mereka, bagaimana mereka hanya duduk dan belajar saja?
Pasangan Hyun janji akan membantu Jepang. Mereka bersulang.


Gye Sun bertemu adik laki-lakinya, Min Kyu di sebuah kedai. Min Kyu sedang membaca buku kedokteran (Tipikal Ma Ru jaman Jepang ). Gye Sun heran, ada apa? Kita bisa bertemu di rumah saja kan?
Min Kyu ingin mentraktir kakaknya makan tanpa diketahui keluarga yang lain. Gye Sun geli, apa kau punya uang? Min Kyu mendapat uang dari beasiswa.

Gye Sun bangga pada adiknya. Tapi semangatnya langsung terbang saat Min Kyu berkata, Nuna..kurasa aku harus pergi dan bergabung dalam kemiliteran. Gye Sun terkejut, kenapa pelajar harus bergabung dengan militer?
 

Min Kyu : Mereka berkata semua mahasiswa harus pergi. Polisi sudah mulai mengkonfirmasi para siswa, dan telah mulai menjaga mereka siapa tahu mereka lari, aku pasti akan dipaksa pergi juga.

Min Kyu menenangkan Gye Sun, bagaimanapun aku akan kembali hidup-hidup. Gye Sun menahan tangis, kapan kau akan pergi? Min Kyu berkata jika ia sudah mendapat penunjukan, maka ia harus segera pergi.
 

Gye Sun menangis : Kau adalah harapan keluarga. Aku selalu berpikir kalau kau lulus, maka keluarga kita tidak perlu menderita lagi. Apa yang harus kita lakukan, Min Kyu? Bagaimana kalau Ayah dan Ibu mengetahuinya?

Min Kyu memegang tangan Gye Sun, Nuna, jagalah keluarga sampai aku kembali. Aku pasti akan kembali dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Aku akan membuatmu hidup tenang dan nyaman.

Gye Sun menangis. Min Kyu memesan semangkuk gukbap (Sup dengan nasi) yang enak. Min Kyu ingin mentraktir kakaknya yang akan menderita demi dirinya. Gye Sun berkata ia barusan makan jadi tidak berselera.

Min Kyu : Bohong. Kumohon makanlah, agar aku merasa tenang.
Min Kyu mengambilkan sendok dan sumpit untuk kakaknya, ia hanya ingin mentraktir Gye Sun makan.

Poster Lee Kang To mulai dipasang di seluruh negri. Orang-orang di pasar Jong Ro melihatnya dan memakinya, penjahat ini adalah iblis yang menyiksa rakyat Joseon dan sekarang bahkan iblis Jepang juga ingin menangkapnya!
Kim Deuk Soo membela Kang To : Lee Kang To bukan orang jahat!

Semua heran, karena selama ini Deuk Soo adalah musuh besar Kang To. Deuk Soo kesal, kalian tahu apa. Ia mengambil poster2 itu.
Deuk Soo melihat Shun Hwa dan Chang Soo. Deuk Soo langsung teriak, Shun Hwa ssi!

Deuk Soo lari mendekati Shun Hwa, ia terkejut saat melihat wajah Chang Soo babak belur dan Shun Hwa tampak ketakutan. Deuk Soo langsung tampak cemas, apa yang terjadi? Shun Hwa ssi apa kau terluka?
Shun Hwa ingin menghindar. Deuk Soo menghalangi mereka. Chang Soo minta Deuk Soo minggir, ia memanggil Deuk Soo sebagai Ajussi haha..

Chang Soo : Guruku terus memukuliku karena aku adalah Uhm Chang Soo!
Shun Hwa berkata akan ke kantor polisi untuk mengubah nama keluarganya. Deuk Soo marah, hanya karena kau tidak mengubah nama keluargamu, dia memukulimu seperti ini? Bast$%$% seperti apa gurumu itu?

Shun Hwa ketakutan dan minta Deuk Soo tidak teriak2. Shun Hwa tidak punya pilihan, ia ingin adiknya sekolah. Deuk Soo tanya sebenarnya Chang Soo belajar apa di sekolah.
Chang Soo : Menganyam tas dan latihan militer! Dan melakukan tugas2 untuk militer Jepang..

Deuk Soo marah sekali, cukup..cukup! Deuk Soo memarahi Shun Hwa yang mengijinkan adiknya belajar di sekolah seperti itu. Dia hanya akan jadi pasukan Jepang dan akan jadi tameng peluru saja di medan perang.

Deuk Soo : Hei, Uhm Chang Soo, kau tidak perlu pergi ke sekolah seperti itu lagi. Kau mengerti?
Chang Soo langsung tertawa lebar, ia sekarang memanggilnya Hyung (wkk), Hyung, siapa namamu?

Deuk Soo : Aku? Kim Deuk Soo.
Chang Soo : Nuna, aku suka Deuk Soo hyung.

Shun Hwa malu sekali, Chang Soo! Deuk Soo ketawa lebar, ia sudah dapat restu dari anggota keluarga Shun Hwa wkk.
Deuk Soo mengajak Shun Hwa dan Chang Soo menemui Mok Dan. Keduanya senang sekali dan lari bersama Deuk Soo.
(love them..love them..love them)

Mok Dan membagikan makanan untuk pasukan Dong Jin. Shun Hwa datang dan teriak memanggilnya. Eonni! Mok Dan tampak gembira, ia menyambut Shun Hwa dan Chang Soo dengan hangat.

Guru Yang Baek dan Kang To mengamati Mok Dan dari jauh. Guru Yang berkata Mok Dan menyembunyikan emosinya di dalam hati. Mok Dan mungkin sangat menderita saat ini.

Kang To berkata ia tidak tahu bagaimana menghibur Mok Dan. Untuk menemukan ayahnya, yang telah bergabung dalam gerakan kemerdekaan, Mok Dan meninggalkan kampung halamannya. Dia kehilangan ibunya saat berusia 10 th dan sekarang ia harus kehilangan ayahnya juga.
Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada saya? Saya tidak tahu bagaimana Mok Dan akan menahannya. Saya berpikir, apa akan lebih baik untuk Mok Dan kalau saya meninggalkannya.

Guru Yang tanya, apa yang mendasari seorang pria berani mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi?
Kurasa karena cinta. Aku mencintai Joseon, aku mencintai kampung halamanku. Aku mencintai ibuku, istriku dan putraku. Melihat orang-orang yang kucintai disiksa dan diinjak para penjahat itu, bagaimana mungkin aku tidak marah?

Jika kau benar2 mencintai Mok Dan, kau harus mempertaruhkan nyawamu untuk melindungi dan berada disisinya, dan melawan penjahat yang melukainya.

Guru Yang menghela nafas, meskipun istriku yang kucintai sekarat di RS yang berjarak hanya 10 menit dari lokasiku berada, aku tidak bisa menemuinya di saat-saat terakhirnya, karena Jepang. Ketika istriku menyongsong kematian, aku tidak bisa melindunginya dan berada di sisinya.
Demi anakku, dan demi generasi muda di tanah ini, aku akan berjuang agar mereka tidak menderita takdir yang sama. Jadi bagaimana kau bisa mengatakan kata-kata pengecut seperti itu?

Kang To menahan tangisnya, saya minta maaf, Guru.
Guru Yang Baek menepuk bahu Kang To.

Shun Hwa menyuapi Chang Soo dan heran melihat Mok Dan yang menahan tangisnya, Eonni ..kenapa? Mok Dan tidak tahan, ia jalan ke arah tenda. Kang To mengamati Mok Dan lalu menyusulnya.

Mok Dan menangis sendiri di tenda. Kang To mendekat dan duduk di sampingnya. Kang To menggenggam tangan Mok Dan, di depanku, tolong jangan pura-pura kau tidak merasa sedih.

Mok Dan : Aku ingin menahannya, tapi aku tidak bisa. Aku tahu aku seharusnya tidak seperti ini..
Aku tahu seharusnya aku tidak boleh seperti ini, tapi ..apa kita benar2 akan menang? Apa kita benar2 bisa mengusir penjahat Jepang itu?

Kang To : Apa kau tahu apa yang dikatakan ayahmu? Dia berkata sebutir telur bisa menghancurkan batu. Tidak peduli sekeras apa batu itu, itu mati. Dan tidak peduli selemah apa telur itu, itu hidup.
Waktu berlalu, batu itu akan menjadi pasir dan satu hari akan ada anak ayam yang menetas dari dalam telur dan menginjak pasir itu.

Kang To memegang bahu Mok Dan, kuatkan dirimu. Boon Yi kau harus kuat. Kau tahu kan, kau yang memberiku kekuatan untuk melawan penjahat2 itu, ya kan?
Kang to memeluk Mok Dan.

Koiso menginterogasi Abe. Abe benar2 tidak tahu kalau Kang To adalah Gaksital, ia juga tertipu selama ini. Koiso tidak percaya dan memukuli Abe. Ia menuduh Abe kerjasama dengan Kang To selama ini.

Abe benar2 tidak tahu apa-apa, ia bahkan berdiri dan berseru Tenno Hikai Banzai! demi membuktikan kesetiaannya pada Kaisar Jepang. Koiso mendengus. Lalu tanya selama ini Lee Kang To tinggal dimana.
Abe : Dia tidur disini dan kadang di pondok keluarga jauhnya di gunung.
Koiso : Gunung?
Abe berkata ada pondok yang ditinggalkan oleh keluarga jauhnya. Takeda masuk dan memberikan laporan yang sama. Mereka menemukan tempat tinggal Lee Kang To. Koiso segera keluar untuk lapor pada Shunji.

Sementara Abe, ia terduduk dan menangis. Abe pasti merasa sedih, bingung, dan ketakutan.

Kim Deuk Soo mengamati foto2 di dinding pondok. Sementara Baek Gun mengemas obat2an. Ia mengajak Deuk Soo pergi, tapi berhenti karena mendengar suara orang.
Baek Gun menghancurkan jendela dan mengajak Deuk soo lari dari jendela.

Begitu mereka pergi, Shunji dan polisi masuk ke dalam pondok. Shunji menyadari mereka baru saja lari, ia memerintah anak buahnya mengejar keduanya.

Shunji mengamati sekeliling dan terkejut saat melihat foto2 di dinding. Shunji mengenali mereka, itu semua anggota Kishokai. Shunji ingat kematian mereka satu per satu.

Shunji menunjukkan foto2 itu pada ayahnya. Taro menghela nafas, seperti yang kuduga, Gaksital adalah putra Lee Seon.
Demi membalas kematian ayahnya, dia merencanakan semua ini begitu rapi..tidak akan lama, ia akan mencariku.

Shunji tidak tahu masalah ini, ia heran kenapa Gaksital mencari ayahnya. Taro menjelaskan, karena aku berada di belakang ke-6 orang itu. Lee Kang To mungkin juga sudah mengetahuinya.
Shunji minta ayahnya tidak cemas, ayah ada saya disisi ayah.

Dong Jin, Guru Yang, Kang To dan Song bertemu membahas rencana pemberontakan. Ada 70 ribu orang diseluruh negri yang akan mengikuti Dong Jin.
Guru Yang berencana akan segera kembali ke Shanghai setelah pemberontakan bersenjata pertama, ia akan mengumpulkan semua dukungan dari aktifis kemerdekaan di LN dan merencanakan penyerangan dari luar.

Dong Jin : Saya akan menyerang dari dalam, anda menyerang dari luar. Ayo kita tulis ulang sejarah menyedihkan ini.

Kang To berkata hanya mendengar pembicaraan mereka saja sudah membuatnya semangat. Tapi Reporter Song kelihatan resah. Dong Jin tanya apa ada sesuatu.
Song berkata tidak ada apa-apa. Ia mengajak Kang To keluar untuk bicara sesama anak muda. Guru Yang mengerti dan meminta mereka pergi, kami juga ada pembicaraan penting. Kang To dan Song berdiri dan menghormat.


Setelah berdua saja, Song mengatakan apa yang terjadi di kota. Mereka mengancam akan membantai semua anggota pemberontak yang dipenjara jika Guru Yang Baek dan Dong Jin tidak muncul di kantor polisi Jong Ro akhir bulan ini.

Kang To terkejut mendengarnya. Song bingung, apa yang harus kita lakukan. Kalau kedua Guru mendengar, mereka pasti tidak akan membiarkan para komrad dibunuh begitu saja.
Kang To : Sekarang waktunya bagiku membunuh Kimura Taro.

Song terkejut : Kau ingin membunuh Chief? Bagaimana kalau Gubernur Jendral membunuh semua pemberontak itu?

Kang to tahu Gubernur Wada bukan orang yang akan bertindak sejauh itu. Mereka tidak akan membunuh orang Joseon disaat mereka membutuhkan tenaga orang Joseon, ide itu mungkin adalah ide Kimura Taro.

Deuk Soo datang bersama Baek Gun. Kang To menyambutnya, Paman! Ia berterima kasih ke Deuk Soo, Kim Deuk Soo ..kau benar2 membawanya kesini dengan cepat. (Baca: Kok lama sekali? hehe)

Deuk Soo nyengir : Tapi aku tetap berhasil membawanya kesini.

Baek Gun menanyakan kondisi Kang To, lalu berkata Shunji telah menemukan pondok mereka. Tidak mudah melarikan diri dari mereka dan tiba disini.

Kang To : Shunji akhirnya tahu kalau aku bukan Lee Kang To melainkan Lee Yeong.
Baek Gun : Kalau mereka tahu identitas anda, mereka pasti akan melakukan segalanya untuk membunuh anda.

Kang To : Aku harus bertarung. Untuk mengakhiri ini, entah mereka atau aku harus mati.

Baek Gun ingin dilibatkan, mulai saat ini, saya akan selalu berada disisi Tuan Muda seperti bayangan. Song juga ingin membantu.
Kang To menolaknya, tidak. Ajussi dan Reporter Song serahkan masalah ini padaku. Aku akan pergi sendiri.

Ketua Jo minum teh bersama Mok Dan. Mok Dan menenangkan Jo, aku tidak apa-apa, Ketua.
Ketua Jo mengangguk, tentu saja. Putri siapa dulu kau ini?

Mok Dan : Ayah berkata ia berharap aku bisa hidup dengan aman dan tenang. Aku juga ingin hidup dengan tenang.
Ketua Jo sedih karena mereka tidak bisa mengatakan perpisahan dengan anggota sirkus lainnya. Mok Dan menenangkannya, semua telah kembali ke kampung masing2, jangan cemas Ketua.

Ketua Jo : Kapanpun kau ingin pergi bersama Lee Kang To, pergi saja.

Mok Dan : Tidak, aku tidak akan pergi, Ketua. Beberapa waktu lalu, seorang wanita memberikan dokumen perjalanan, tiket kapal dan uang agar aku bisa pergi bersama Tuan Muda.

Ketua Jo terkejut, kapan itu? Mok Dan hanya tersenyum dan berkata ia menolak tawarannya. Aku langsung menolaknya, karena aku tidak merasa harus pergi. Tapi setelah mendengar kematian Ayah, aku menyesalinya.

Mok Dan : Apa kita berperang dalam perang yang tidak bisa kita menangkan? Apa kita semua akan mati pada akhirnya? Seharusnya aku pergi saja.
Tapi, aku tidak merasa seperti itu lagi. Meskipun Ayah tahu kalau dia mungkin akan mati kali ini, ia tetap pergi. Meskipun kita mungkin akan kalah, meskipun kita tidak punya kesempatan, aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi negri ini sampai aku mati.

Ketua Jo tersenyum : Ya, memang seharusnya seperti itu. Itu adalah Mok Dan kami.

Mok Dan dan Shun Hwa membersihkan sayuran. Bibi Kim, ibu Deuk Soo melihat mereka dan datang membantu. Bibi Kim memuji Shun Hwa, aigoo, kau benar2 cantik sekali. Siapa namamu?
Shun Hwa malu dan tidak bisa menjawab. Deuk Soo lari dan mengenalkannya, namanya Shun Hwa, Shun Hwa! Uhm Shun Hwa.
Ibu Deuk Soo langsung menyukai Shun Hwa dan Deuk Soo kelihatan senang. Hee..

Deuk Soo memperingatkan Mok Dan, hari ini Lee Kang To ingin pergi. Kalau ia ke Gyeong seong dan tertangkap, ia akan habis. Mok Dan langsung tampak cemas, ia mengerti dan pergi mencari Kang To.

Kang To jalan keluar dari tenda. Mok Dan tersenyum, sekarang kau tampak seperti Tuan Mudaku. Kau tidak apa-apa?
Kang To : Aku akan ke Gyeong Seong sebentar.
Mok Dan : Gyeong Seong? kenapa?
Kang To : Ada sesuatu yang harus kulakukan.

Mok Dan tidak mencegahnya, ia minta Kang To pergi dan kembali dengan selamat. Aku akan menunggumu.
Kang To tersenyum : Jangan cemas, aku akan kembali dengan selamat.

Mok Dan : Apa kau bisa kembali saat waktu makan malam? Aku memasak doenjang jjigae kesukaanmu.

Kang To tersenyum, aku mengerti. Aku pasti akan kembali sebelum makan malam.
Kang To mencium dahi Mok Dan lalu jalan pergi. Mok Dan menahan kesedihannya, bagaimana kalau Tuan Muda tidak kembali?

Taro bertemu Murayama dan Shunji. Mereka baru mendengar hubungan Lee Kang To dan Taro. Taro juga berkata hal yang sama, salah satu dari kami...harus mati dalam pertempuran ini untuk mengakhiri semuanya.

Shunji minta ayahnya tidak khawatir, ia sudah mengerahkan dua dari samurai terbaik Jepang. Ayah, kau hanya perlu bersikap biasa.
Taro mengerti.

Gubernur Wada lari masuk ke kantor Taro. Semua berdiri menghormat padanya. Wada panik, Chief Kimura, apa benar kalau Tailor Jeong Ja Ok digunakan sebagai persembunyian Yang Baek?

Taro membenarkan. Di tengah kota Gyeong Seong di basement Jeong Ja Ok Tailor, adalah persembunyian mereka. Taro menyindir Wada, tapi jangan cemas Tuan, meskipun banyak pejabat tinggi sering pergi ke Jeong Ja Ok untuk membeli setelan, untungnya tidak satupun staf dari kantor Gubernur Distrik yang pergi ke sana.
Gubernur wada membuang muka, ini jelas menyindirnya. Wada sering ke Jeong Ja Ok dan tidak melihat hal mencurigakan.  Taro dan semua orang pamit keluar meninggalkan Wada sendirian.

Taro pulang. Bibi menyambutnya. Taro berganti baju dengan kimono hitam2. Bibi masuk menyajikan teh lalu keluar. Kimura Taro menuang tehnya dan menunggu. Ia berusaha tenang.

Gaksital lari dan melompat masuk ke kediaman Kimura. Ia menyelinap masuk ke ruang dalam.
Bibi terkejut melihat Gaksital dan memecahkan sesuatu. Gaksital masuk ke ruangan Taro.


Dari ruang samping dan dari belakang muncul dua orang samurai. Gaksital harus bertarung dengan mereka dulu dan hebatnya, ia hanya menggunakan pisau kecil (jadi ingat The Flying Dagger) serta tinju untuk mengalahkan keduanya.

Gaksital mengeluarkan pisau dengan tulisan merah khas miliknya. Ia jalan mendekat ke arah Taro.
Shunji mengendarai mobilnya dengan cepat ke arah rumah.

Taro menghunus pedang dan bersiap menghadapi Gaksital

Song : Il Giorno Del Giudizio (Valentino Rossi ngerti artinya pasti wkk / Judgement Day)
Nume sovra noi discendi

Raggio dell'eterna luce
La tua giustizia prendi
La vendetta del cielo su voi
La vendetta del cielo scenderĂ , anatema 
dst...

BM [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17], [18], [19], [20], [21], [22], [23], [24], [25]
Bridal Mask episode 26 4.5 5 Beetlebum Sunday, December 9, 2012 Kang To disiksa habis-habisan oleh Kimura Taro. Shunji memasukkannya ke dalam sel dengan ukuran peti mati. Hanya tampak wajah Kang To saja d...


No comments:

Post a Comment