Big episode 14

 On Friday, November 9, 2012  

Da Ran sepertinya bermimpi, ada jam besar yang berdentang. Ia jalan ke arah pintu dan melihat bayangan YJ-Joon. Itu Kyung Joon ..? atau Yoon Jae?

 Da Ran : Kau Yoon Jae atau Kyung Joon? Kau yang mana?
Joon memandang Da Ran : Yang mana saja yang diinginkan Gil Da Ran.

Joon membawa Da Ran ke kamar RS. Da Ran tanya siapa yang terbaring itu. Joon berkata, itu adalah pribadi yang harus dilepaskan Da Ran.
Saat Da Ran menoleh, ia melihat wajah asli Kang Kyung Joon.
 
Da Ran melihat ke arah tempat tidur lagi dan melihat Seo Yoon Jae terbaring disana.
Joon : Pribadi yang kau lepaskan akan menghilang untuk selamanya.

Da Ran melihat ke arah tempat tidur lagi, dan Yoon Jae menghilang, Kyung Joon juga, Da Ran sekarang sendirian dalam kamar RS itu.

Da Ran terbangun, ini mimpi yang benar-benar aneh.
Da Ran jalan ke dapur dan menemukan Joon. Kyung Joon? kenapa kau tidak tidur? apa kau sakit?
Joon : Ini karena Seo Yoon Jae. Jika sakit, itu adalah masalahku.

Da Ran minta Joon minum obat dan pergi ke RS. Ia mencoba menarik tangan Joon tapi Joon menepisnya, jangan menyentuhku. Yang sakit adalah tubuh Seo Yoon Jae, jangan memperlakukanku seperti pasien.

Da Ran berkata ia memang merasa cemas kalau Yoon Jae sakit, ia akan memberinya obat dan membawanya ke RS. Da Ran mencoba menarik tangan Joon lagi. Tapi Joon melepaskannya, ia mengancam akan melarikan diri kalau Da Ran mencoba mengusiknya.

YJ-Joon melihat jam tangan-nya, lalu menyindir Da Ran, ah ya aku tidak bisa melarikan diri. Saat itu aku tidak tahu kalau jam ini punya arti sedalam ini. Joon berpikir Da Ran sengaja memberi jam itu untuk menahannya demi menyelamatkan Yoon Jae dan bukan karena Da Ran benar2 menyukai Kang Kyung Joon.

Da Ran menekan perasaannya dan membenarkan, benar. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan jadi jangan melarikan diri.
Joon sakit hati : Apapun yang diinginkan Gil Da Ran.
Joon pergi.

Joon menemukan sarapan dan pesan dari Da Ran, untuk makan dan pergi ke RS hari ini. Joon membuang pesan itu.
Jang Ma Ri muncul, aku benar kan? guru Gil Da Ran sudah tahu semuanya, ya kan?

Joon : Katanya dia memang tahu semuanya. Dia ingin aku menyelamatkan Seo Yoon Jae, jadi dia menahanku.
Ma Ri : Coba lihat, benar kan kataku?

Joon curiga, apa Ma Ri minta Da Ran berbohong demi mendapatkan dirinya. Ma ri menyangkal, tidak.

Joon sudah tidak peduli lagi, apapun alasannya ia sudah kecewa karena Gil Da Ran sudah melepaskannya. Meskipun nanti Da Ran menahan-nya lagi, ia tidak akan kembali.
Aku akan melakukan apa yang mereka inginkan, lalu menghilang dari sini.

Ma ri memastikan, Joon tidak akan bersama Da Ran lagi kan.

Joon : Aku tahu bahwa Seo Yoon Jae yang lebih dulu, aku tahu situasinya memang sulit, tapi aku tidak bisa memaafkan kalau dia melepaskanku lebih dulu, saat ia tahu Seo Yoon Jae sakit dan siapa orang tuaku, dia hanya berpikir untuk membuangku dan ia melepaskanku, persis seperti yang dilakukan orang tuaku.


 Ibu minta Da Ran membujuk Yoon Jae untuk segera melakukan perawatan. Da Ran tanya bagaimana dengan Kyung Joon. Ibu yakin ayah akan mengurusnya. Ibu juga berharap Kyung Joon tidak akan tidur terus seperti itu. Jika ia bangun nanti dan bertemu kami, itu pasti sangat sulit.

Da Ran tanya apa sulitnya, ibu cukup minta maaf dengan tulus pada Kyung Joon. Meskipun anak itu berkata tidak peduli atau lupa, Da Ran ingin ibu tetap mengurus Kyung Joon dan tidak meninggalkannya sendirian.
Ibu merasa Da Ran tidak perlu pusing tentang Kyung Joon, prioritas utamamu adalah Yoon Jae.

Da Ran : Tidak, Kyung Joon adalah prioritas utama, ibu harus berjanji kalau masalah Kyung Joon harus diutamakan. Jika ibu setuju, saya akan menyelamatkan Yoon Jae dan membujuknya melakukannya.

Ibu tahu ia tidak bisa mengabaikan Kyung Joon.
Da Ran : Eomoni, kelak ibu harus berterima kasih pada Kyung Joon.
Ibu : Baik, kalau begitu kau juga harus membantuku membujuk Yoon Jae.


Da Ran mengajak Joon makan malam bersama orang tuanya. Joon tanya, ini semua sudah diatur oleh Gil Da Ran kan?
Da Ran ingin mereka membicarakan soal pengobatan ini.

Joon menyindir, kau benar2 bekerja keras menjadi istri Seo Yoon Jae dan menantu mereka. Aku tidak mau terlibat dan pura-pura menjadi suami dan anak demi orang lain.

Da Ran : Kau benar2 kekanak-kanakan. Kalau orang dewasa memutuskan kau hanya perlu mematuhinya saja.
Joon : Kalau kau menyeretku kesana seperti anak2, aku akan bersikap seperti anak-anak.

Da Ran berkata itu bukan masalah karena Kyung Joon memang anak mereka. Joon semakin kesal, kalau begitu aku akan kesana dan membuat kekacauan.

Ayah dan Ibu Seo sudah menunggu di sebuah restoran. Ibu berkata kalau Da Ran memintanya untuk mengatakan bahwa mereka merasa bersalah pada Kyung Joon di depan Yoon Jae.

Ayah mengerti, Da Ran mungkin ingin kita mengatakan pada Yoon Jae lebih dulu apa yang akan kita katakan pada Kyung Joon.


Joon dan Da Ran tiba di lokasi. Tapi Joon tiba-tiba memutuskan untuk makan di resto sebelah. Da Ran protes, mereka sudah menunggu di resto ini. Joon tidak peduli. Saat ini dia ingin menjadi anak2. Kalau mereka memang ingin makan bersama, minta mereka datang kesini.

Da Ran terpaksa telepon Ibu. Ibu terkejut, mereka sudah memesan makanan. Tapi Ayah dan Ibu mengalah, mereka pergi ke resto sebelah dan minta maaf pada pelayan resto.

Joon membaca menu makanan dan berkata harus pesan makanan yang disukai Yoon Jae. Da Ran tidak enak, kau pesan saja apa yang kau suka.

Joon : Aku harus menyesuaikan diri dengan Seo Yoon Jae. Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan saat membuatku demi Seo Yoon Jae. Demi Yoon Jae kita, kita pesan daging dan sayuran. Ah! Yoon Jae tidak bisa makan jamur. Jamurnya harus disingkirkan.

Joon sudah mulai marah lagi. Da Ran mencoba menghentikannya, mereka itu juga orang tuamu, kau harus mencoba menerima mereka. Joon ingin mengatakan kalau sebenarnya yang ada di sini adalah Kang Kyung Joon, apa mereka akan bisa menerimanya karena mereka orang tuaku?

Ayah dan Ibu jalan masuk ke resto.

Joon mengeluarkan kartu pos malaikatnya. Ini buktinya, kau juga bisa menjadi saksinya itu bagus juga.

Da Ran mencegahnya, kau akan segera bertukar kembali, kalau kau mengatakan ini, mereka akan sangat syok.

Joon : Aku ingin membuat mereka syok. Itulah mengapa aku harus mengatakannya. Mereka akan sangat terkejut kalau mengetahui bahwa Kang Kyung Joon yang mereka buang ada disini, di dalam tubuh putranya yang berharga.

Da Ran : Kalau seperti itu, saat kau kembali nanti, semuanya akan sangat sulit. Mereka itu keluargamu.

Joon marah : Kata siapa mereka keluargaku? Kalau aku kembali nanti, aku tidak akan pernah berpikir menemui mereka lagi selamanya. Awalnya aku ingin pergi diam-diam, tapi bagus juga melihat mereka terkejut dan menderita. Jika mereka tahu siapa aku, mereka tidak akan mengajakku makan malam bersama.
Mereka tidak akan memintaku melakukan pengobatan dan operasi.

Da Ran memegang tangan Joon, Kyung Joon jangan bersikap konyol.

Joon melihat cincin di tangan Da Ran, hatinya jadi sakit. Kenapa? apa karena jika aku mengatakan semuanya kau akan kehilangan Seo Yoon Jae?
Da Ran membenarkan, jadi jangan lakukan itu!

Ayah dan Ibu masuk ke ruangan mereka. Ibu heran dengan suasana diantara mereka. Ada apa?
Joon membalik kartu pos dengan gambar malaikat itu. Da Ran berdiri dan menyambut Ayah dan Ibu. Mereka duduk.

Makanan sudah datang dan YJ-Joon sibuk menyingkirkan kacang hitam dari nasinya. Ibu berkata seharusnya Yoon Jae mengatakan pada Ibu jika ingin makan sesuatu. Ayah tanya bagaimana kondisi badan Yoon Jae.
Joon : Jika aku ingin makan, aku akan datang kesini dan makan. Tubuhku terasa tidak enak.

Ibu tanya apa Yoon Jae masih merasa marah soal Kyung Joon. Mereka akan berterima kasih dan meminta maaf pada Kyung Joon. Kalau Kyung Joon bangun nanti, mereka akan membalas budi pada Kyung Joon.

Joon tampak heran, tapi berkata kalau Kyung Joon tidak akan menyukainya, biarkan saja dia.
Ibu : Meskipun Kyung Joon menolaknya, kami akan tetap bersama dengannya dan membalasnya. Itu yang dikatakan Da Ran.

Joon menoleh ke arah Da Ran. Da Ran mengalihkan pembicaraan, sepertinya Eomoni tidak suka makan kacang.

Ibu : Ini karena aku tidak suka baunya.
Da Ran : Kyung Joon juga tidak menyukainya.

Ibu menunduk dan tampak tersipu, sepertinya anak itu punya kemiripan denganku.

Da Ran berkata, meskipun dia berkata tidak menyukainya, tapi kalau kau meyakinkannya bahwa itu baik, maka ia akan memakannya nanti.
Jika kau memintanya dengan tulus, dia adalah anak yang baik dan akan mendengar apa yang kau inginkan.

Ayah : Ibu anak itu sudah membesarkannya dengan baik.
Da Ran : Dia juga sangat pintar dalam pelajaran.

Ibu merasa kalau itu pasti menurun dari ayah. Meskipun kami tidak pernah bertemu dengannya, tapi dia sangat mirip dengan orang tuanya.
Joon merasa kesal, kalian tidak menginginkannya atau membesarkannya, jadi kalian bukanlah orang tuanya.

Ibu akhirnya berkata kalau bukan Yoon Jae, ia bisa saja melahirkan Kyung Joon dan bukannya Yoon Jae, lalu membesarkan Kyung Joon.

Ibu : Karena tubuhku lemah, aku tidak bisa hamil secara normal, jadi kalian dilahirkan melalui In Vitro Fertilisation (Bayi Tabung). Saat itu, anak itu tidak dimasukkan ke dalam tubuhku, tapi kami membekukannya.

Joon dan Da Ran tampak terkejut.

Ayah menjelaskan, Yoon Jae dan Kyung Joon sebenarnya tidak berjarak 12 tahun, dengan kata lain kalian berdua sebenarnya adalah saudara kembar.
Ibu : Jika urutannya ditukar maka bukannya kau yang kulahirkan, melainkan Kyung Joon dan akan membesarkan dia.

Joon marah, apa seperti itu caranya memutuskan apa Seo Yoon Jae atau Kang Kyung Joon dulu yang harus dilahirkan pertama kali? Seo Yoon Jae dulu, Kang Kyung Joon harus menunggu. Kalau merasa dibutuhkan, kau akan membangunkannya. Jadi seperti itu caranya.

Da Ran memegang tangan Joon untuk menenangkannya. Joon semakin marah dan membentak Da Ran, siapa yang bilang kau bisa memegang tanganku?

Ayah dan Ibu terkejut. Joon berdiri dan berkata kali ini Seo Yoon Jae harus menunggu gilirannya.
Joon jalan pergi. Da Ran mengikutinya.


Da Ran mencoba menghentikan Joon. Kyung Joon! Kyung Joon!

Joon berhenti dan menunjukkan tangannya, bukankah katamu, tangan Seo Yoon Jae sangat hangat? dan tangan Kang Kyung Joon sangat dingin. Sepertinya ada alasannya.
Ini karena aku sudah dibekukan dalam penantian yang begitu lama. Gil Da Ran, kau ini seperti hantu saja, kau bisa menebak urutan yang benar.

YJ-Joon duduk di samping tubuhnya, ia mengeluh ..kenapa hal-hal yang tidak ingin kuketahui justru mereka mengatakannya padaku, akhirnya menjadi seperti ini.

Da Ran membuka-buka buku Miracle itu dan berkata jika ini semua adalah mujizat, maka Kyung Joon harus bahagia pada akhirnya. (Loh? lalu Yoon Jae? kenapa tidak bahagia untuk keduanya?)

Ibu Da Ran menyiapkan mie untuk Choong Sik dan ia tanya apa kakak sudah menemukan cincin kawinnya. Choong Suk hanya mengiyakan, meskipun prosesnya sedikit rumit, tapi kakak mengenakan cincin-nya lagi.
Ibu tanya soal KKJ, siapa itu sebenarnya.

Choong Sik sudah memeriksa semuanya dan ia tidak mendapatkan nama yang cocok dengan inisial itu, satu2nya KKJ yang ia ketahui apa mungkin ...Kiss Kiss Jagiya? (Jagiya = sayang/panggilan sayang untuk kekasih)
Ibu pusing, sejak kapan anakku jadi pintar seperti ini? Choong Suk nyengir dan berkata ia belajar bhs Inggris untuk mengikuti Ma Ri ke AS. Ibu minta Choong Sik berhenti memikirkan AS dan mencari siapa sebenarnya KKJ itu.

Choong Shik : Tidak ada yang lain lagi, satu-satunya yang di dekat kakak yang berinisial itu hanya Kang Kyung Joon (memang dia..haha)


YJ-Joon menemui paman dan bibi Kang. Mereka terkejut saat mendengar Seo Yoon Jae yang mengurus semua warisan ibu Kyung Joon. Atas dasar apa anda melakukannya?
Joon : Saya mendapatkan ijin dari Kang Kyung Joon dan sudah melalui formalitas legal.
Bibi memukul Paman, bukankah aku sudah memintamu menyelidikinya?

Paman bingung, tapi kami ada hubungan darah dengan Kyung Joon. Lalu hak apa yang anda miliki?

YJ-Joon : Seo Yoon Jae adalah kakak kandung Kang Kyung Joon, kalau anda tidak percaya, anda bisa mencabut rambut saya dan mengetesnya.
Selama ini terima kasih karena mengurus Kyung Joon. Restoran ini yang anda dapatkan dari ibu Kyung Joon, tolong jaga baik-baik. Setelah anda mengontak Chef Russia itu, bisnisnya mulai membaik kan?

Bibi masih kesal karena tidak bisa menguasai warisan Ibu Kyung Joon. Paman tanya soal Prof Seo, apa dia adalah ayah anda?
Joon : Sayangnya, Ya.
Paman tanya waktu itu ayah anda berkata, ia tidak tertarik dengan warisan Hee Soo, ia hanya ingin mengurus anaknya dari wanita yang ia cintai. Apa itu bohong?

Joon terkejut, yang ia cintai? Itu tidak mungkin. Kalau ia mencintai wanita itu, ia tidak akan memintanya melahirkan Kyung Joon. Bukankah karena uang, maka Kang Hee Soo bersedia melahirkan Kyung Joon?

Paman Kang jadi marah, apa ayahmu mengatakan itu? Kau..orang ini..Apa kau tahu Hee Soo kami tidak membutuhkan uang sama sekali? Hee Soo kami dibesarkan dengan penuh cinta, ia tidak akan menerima uang dari orang hanya untuk menjadi ibu pengganti. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan ayahmu, tapi Hee Soo kami, di usia semuda itu..demi cinta, dia melahirkan anak itu dan lari ke AS.
Untuk membesarkan anak itu sendirian, dia hidup menderita, padahal sebenarnya tidak perlu. Lalu ia meninggal dengan cara tragis.

Joon tertegun mendengarnya, ia benar-benar marah dan segera ke hotel mencari orang tuanya. Tidak peduli dengan Ma Ri yang tampak mencemaskannya. Joon merasa orang2 itu memanfaatkan perasaan ibunya dan menipunya.

Joon langsung bertanya, apa ayah ..pernah mencintai Kang Hee Soo? Karena kau mencintainya, dan itulah mengapa kau memintanya untuk melahirkan anak demi menyelamatkan putramu?
Joon gemetaran, apa itu mengapa dia melahirkan Kang Kyung Joon?

Ayah : Ya, aku tidak punya hak mengatakan kalau aku mencintai Hee Soo.

Joon menangis, bagaimana kau bisa melakukan itu? Bagaimana kau bisa memintanya melakukan itu?

Ibu berkata dialah yang memohon pada Hee Soo, dia orang yang begitu baik dan akhirnya janji untuk melakukannya. Wanita itu berkata karena itu adalah anak dari orang yang ia cintai, dia berkata akan membantuku melahirkannya.

Joon : Kalau kau benar2 mencintainya, kau seharusnya mencegahnya. Bagaimana kau bisa membiarkannya melakukan itu? Jelas kau memanfaatkan orang itu.
Ibu : Aku. Akulah yang memohon padanya, demi kau, Yoon Jae. Tidak ada yang tidak bisa kulakukan.

Joon marah : Kalau begitu, tidak ada yang tidak bisa kulakukan juga.

Joon jalan keluar, melewati Ma ri begitu saja dan pergi. Ma Ri cemas melihat Joon seperti ini.
Da Ran mencoba menelepon Joon tapi tidak diangkat.

Joon pergi ke bar. Ia duduk dan memikirkan kata2 ibu. Ibu meminta Hee Soo melakukannya, karena Hee Soo orang baik, dia akan melakukan permintaanmu.

Joon ingat kata2 Da Ran : Jika kau meminta dengan tulus, dia adalah anak yang baik yang akan mendengarkan apa yang kau inginkan.
(Jadi karena dia baik, maka orang dengan seenaknya akan memanfaatkan-nya).


Jang Ma Ri ingin masuk menyusul Joon, tapi ditahan oleh petugas keamanan bar, karena belum cukup umur. Padahal Ma Ri janji tidak akan minum, tapi tetap tidak bisa. Akhirnya Ma Ri pergi untuk cari seseorang yang bisa jadi walinya.

Da Ran telp dan diangkat oleh Joon, kau dimana? Joon berkata ia di bar, sedang minum-minum. Da Ran terkejut, kau tidak bisa melakukan itu!
Joon menantangnya, kalau kau merasa bisa menghentikanku, maka datang dan hentikan aku. Karena aku adalah anak yang baik, yang akan mendengarkanmu jika kau memintanya dengan tulus.
Da Ran : kau dimana?

Da Ran tiba dan mencegah Joon minum. Ayo kita pergi. Joon minta Da Ran mencegahnya dengan kebenaran. Aku ingin melihat ketulusanmu. Jika itu benar2 tulus, maka aku akan menerimanya.

Da Ran duduk di samping Joon. Di depan Joon sudah ada gelas whisky berderet, siap diminum satu per satu.

Joon  tanya apa Da Ran percaya mereka adalah orang tuanya. Da Ran membenarkan.
Joon tidak percaya dan minum. Orang tua apa? mereka tidak seperti orang tua, tapi kau merasa aku harus mengerti dan menerima semuanya?

Da Ran : Ya.
Joon : Kau pikir aku bodoh?
Da Ran : Jangan seperti ini, jangan seperti anak2.

Joon marah,  ini tidak akan berhasil. Ia minum lagi. Demi Seo Yoon Jae, kau pikir sudah wajar kalau aku memberikan segalanya pada orang itu?
Da Ran : Ya, dengan demikian Seo Yoon Jae akan hidup.
Joon : Dan aku akan mati.

Da Ran : Sudah cukup!
Joon membentaknya, kalau begitu katakan dengan tulus! Dalam situasi yang memuakkan ini, biarkan aku melakukan apa yang kuinginkan. Aku akan melakukan apapun yang kusuka.
Kalau aku adalah yang terutama, karena aku yang pertama, maka kau bisa melepaskan semuanya. Hentikan aku seperti itu.

Da Ran tidak bisa mengatakannya, karena kau tidak akan seperti itu, karena kau adalah anak yang baik.
Joon : Kau benar2 percaya padaku. Hanya karena aku menyukaimu, Guru Gil, dan kau percaya kalau aku akan melakukan apapun yang kau inginkan.
Da Ran : Ya, aku percaya padamu.

Joon akhirnya menghentikan permainan ini dan jalan pergi, Da Ran ingin membantunya, tapi tangannya ditepis. Joon pergi ke toilet.

Joon mencuci mukanya dan melihat bayangannya di kaca, ia bertekad tidak akan seperti ibunya Hee Soo, aku tidak akan membiarkan mereka memanfaatkanku dengan mudah. Joon pergi, tapi tidak sengaja meninggalkan jam tangannya di wastafel.

Ma Ri berhasil menyeret seseorang untuk menjadi walinya. Ia berhasil masuk tapi Joon sudah pergi. Petugas bar berkata ada wanita yang menjemputnya. Petugas itu menunjukkan jam pada Ma Ri, Ma Ri tanya apa ada inisial KKJ di belakangnya.
Petugas itu memeriksa dan membenarkan. Ma Ri mengambil jam milik Kyung Joon, aku akan mengembalikan padanya.

Joon melihat buku Miracle itu dan mencibir, Miracle? Mujizat untuk menyelamatkan Seo Yoon Jae dan menjadi mujizat kesialan bagiku. Joon membuang buku itu begitu saja dan jalan ke kamarnya.

Da Ran memungut buku itu lalu membacanya. Demi Yoon Jae, Kyung Joon dilahirkan dan ia menyelamatkan Yoon Jae. Lalu Yoon Jae menyelamatkannya (saat kecelakaan). Kalau itu berhenti, bagaimana kami bisa menemukan kebahagiaan itu?

Ibu bertemu Se Young dan berkata Yoon Jae lebih bahagia saat ia kehilangan memorinya. Saat Kyung Joon bangun nanti, kuharap dia tidak ingat apapun.
Se Young : Yoon Jae harus segera menerima pengobatan, apa Da Ran sudah membujuknya lagi?

Ibu mengiyakan, tapi Da Ran ingin aku memikirkan Kyung Joon dulu. Se Young heran, bagaimanapun itu bukankah Yoon Jae yang seharusnya menjadi prioritas utama Da Ran?
Ibu juga semakin tidak mengerti dengan Yoon Jae-nya ini. (Seandainya Yoon Jae-Kyung Joon benar2 dilahirkan kembar, satu untuk Da Ran dan satu untuk Se Young and everybody happy.)


Da Ran memasak sup untuk menghilangkan pengaruh alkohol Joon. Joon berterima kasih, kau pergi ke sekolah saja. Da Ran minta Joon segera ke RS setelah makan.
Joon : Aku akan melakukan sesuai permintaanmu. Setelah prosedurnya selesai, masalah ini akan berakhir. Apa kau senang kalau aku patuh?

Da Ran : Itu juga demi dirimu sendiri.
Joon : Apa kau tidak terlambat ke sekolah?
Da Ran mengecek jamnya, Joon juga mengecek pergelangan tangannya, tapi jamnya tidak ada.

Da Ran menyadari itu tapi ia diam saja dan berkata : kau harus makan, aku siap-siap dulu.
Joon tampak panik dan mencari diantara barang2nya, tapi memang jam itu tidak ada. Apa ketinggalan di bar?

Joon duduk di ruang tamu dan Da Ran keluar, ia menerima telp dari ibu dan berkata Yoon Jae sarapan dengan benar dan akan ke RS hari ini.
Joon menoleh dan melihat cincin di tangan Da Ran, membuatnya kesal. Da Ran menutup telp dan berkata akan ke RS hari ini tapi Joon mencegahnya, tidak perlu, ia bisa mengurusnya sendiri.

Da Ran tanya apa Joon menghilangkan jam di bar kemarin. Joon pura2 tidak sadar, aku tidak yakin, aku tidak tahu.
Da Ran : Aku pergi dulu.
Joon bicara sendiri setelah Da Ran pergi, aku akan melarikan diri, jadi untuk apa mencari jam itu.

Da Ran tampak tertekan di sekolah. Itu hadiah ulang tahun, aku bisa saja memintanya menjaganya.
Ae Kyung tanya jam berapa sekarang. Da Ran melihat jam, ternyata 10:10. Da Ran tiba2 menangis, Ae Kyung sepertinya sepanjang hidupku, jamnya akan selalu 10:10. Ae Kyung jadi bingung, kau kenapa?

Guru Na curiga dan mengira Wakil Kepala Sekolah Kim memarahi Da Ran lagi. Guru Kim jadi bingung, apa yang terjadi sebenarnya dengan Da Ran.

Ma Ri jalan di dekat kantor guru dan melihat Da Ran  menangis. Ia menahan jam milik Kyung Joon, aku tidak akan pernah mengembalikannya.

Joon menyuntik tubuhnya sendiri. Se Young mengamatinya dan heran, ini mengherankan, tidak terjadi apa-apa saat ia disuntik.

Joon bicara pada tubuhnya : Untuk melakukan ini, kau harus terbaring di tempat tidur selama setahun dan memaksaku mempelajari ilmu kedokteran. Aku sudah dijebak.
Se Young bingung, apa maksudnya.

Joon : Seo Yoon Jae adalah orang yang egois.

Se Young : Yoon Jae, Kyung Joon adalah adikmu, karena dia harus menyelamatkan hidupmu, kau tidak boleh berpikir kalau kau adalah orang yang egois.

Joon : Tidak, dia benar2 merasa ini tidak adil.
Se Young berkata kalau Kyung Joon hanya perlu mendapatkan suntikan itu dan minggu depan, kita akan bisa mengambil darah yang kau butuhkan dari Kyung Joon, dengan begitu kau akan sembuh dan kita berharap Kyung Joon akan segera bangun.

Joon : Seo Yoon Jae pasti sangat bahagia.

Joon dan Da Ran menemui ayah dan ibu. Joon berkata akan melakukan pengobatan. Orang tua Yoon Jae sangat lega mendengarnya. Joon ingin melakukannya di Jerman, di RS ayahnya.
Prof Seo setuju, itu lebih baik. Ibu ingin Da Ran ikut dengan Yoon Jae ke Jerman. Tapi Joon menolaknya, aku akan pergi sendiri. Secepat mungkin.

Ibu ingin menemani Yoon Jae, tapi Joon menolak juga. Ayah dan Ibu, seberapa besar kalian menyayangi anak kalian ini?
Joon memukul dadanya sendiri.

Ibu : Kalau terjadi sesuatu yang buruk terhadapmu, aku tidak bisa hidup lagi.
Joon : Kalau begitu sebagai gantiku, kalian bisa berada disisi anak yang terbaring di RS itu, paling tidak itu yang bisa kau lakukan untukku.

Diluar, Da Ran tanya apa yang dipikirkan Joon. Joon berkata ia sudah melakukan yang diminta.
Da Ran ingin pergi bersama Joon.

Joon : Anggap saja kau menepati satu janji yang sudah kau katakan padaku. Bukankah kita sepakat, saat aku kembali nanti dan terbangun, kau akan berada disisiku? Apa kau tidak mau menepati perjanjian itu?
Da ran janji akan menepatinya. Joon minta Da Ran kembali dan tunggu saja.

 Da Ran menemui orang tuanya. Choong Sik tanya apa yang dilakukan kakak iparnya. Da Ran berkata Yoon Jae harus ke Jerman untuk kerja. Da Ran akan tinggal sementara di rumah orang tuanya.

Choong Sik semangat, kakak ipar mulai kerja secara global? Ayah dan Ibu justru heran, kenapa Da Ran tidak ikut bersama Yoon Jae. Ibu tanya apa Da Ran benar2 ada affair.

Da Ran : Tidak. Masalah Yoon Jae, akan kujelaskan pada kalian nanti.

Choong Sik menemui Ma Ri dan mengeluh, kakak ipar akan meninggalkan nunaku, cincin yang kau beli waktu itu tidak ada gunanya.
Ma Ri tampak senang dan sibuk mengirim pesan. Choong Sik tanya Ma ri sedang apa. Ma Ri berkata ia kirim pesan pada ayahnya. Aku akan pulang nanti saja, aku harus pergi ke satu tempat.

Choong Sik ingin tahu kemana dan ia ingin ikut Ma Ri. Siapa yang kau kuntit saat ini? Lalu bagaimana denganku?

Ma Ri : Choong Sik, hapus aku dari dalam otakmu. Saat aku berada di tempat yang jauh, atau saat aku tidak bicara, kau akan melupakanku.

Choong Sik menggeleng, tidak bisa. Karena Ma ri tidak ada dalam otaknya, tapi dalam hatinya. Jelas tidak bisa dihapus. Duh.

Da Ran memberikan tiket ke Jerman untuk Joon. Mereka ingin mengantar Joon di bandara besok. Joon menolaknya, tidak perlu. Ia akan pergi sendiri.
Da Ran : Begitu kau tiba di Jerman, akan ada orang yang menunggumu. Kau akan pergi ke RS langsung, ok?

Joon mengiyakan. Da Ran tanya apa Joon memang harus pergi. Kalau hanya karena dirinya, ia bisa keluar dari rumah ini.

Joon berkata ia sudah menawarkan rumah ini ke kantor broker untuk dijual. Saat aku pergi, buang saja semua yang kuberikan dan kau dapatkan dariku, aku akan membuang semua barang2ku. Ah tunggu...satu2nya yang kau berikan hanya jam tangan itu dan aku sudah menghilangkannya, jadi tidak ada apa-apa lagi untuk dibuang.

Da Ran menunduk, hatinya sakit. Ia berkata akan pergi dulu. Joon juga tampak bersalah.

Joon pergi ke bar dan tanya soal jam tangannya. Petugas bar berkata ada seorang gadis remaja yang mengambilnya. Joon tanya apa gadis itu berambut panjang dan cantik. Petugas membenarkan. Joon berterima kasih.

Joon menemui Ma Ri dan minta jamnya kembali. Ma ri pura2 tidak tahu.
Joon kesal, bohong. Ma Ri berkata tidak memilikinya dan sudah membuangnya.

Joon : Jang Ma Ri, aku tahu kau bohong dan kau masih menyangkalnya?
Ma Ri : Aku akan terus menyangkalnya. Kalau aku terus dan berkeras membuangnya akhirnya satu hari kau akan membuangnya.
Joon : Kalau begitu terus saja menyangkalnya sampai akhir agar aku juga percaya kalau aku benar2 membuangnya.

Da Ran juga pergi ke bar itu dan menanyakan jam. Untung petugas bar ini sabar, dan berkata pria itu datang menanyakan jamnya tadi. Da Ran terkejut, dia datang mencarinya? Da Ran tersenyum, ia lega paling tidak Joon memang masih menganggap dirinya penting.

Joon sibuk membereskan barang2nya. Da Ran  masuk ke kamar dan ingin membantu tapi ditolak. Aku sudah selesai, aku cuma perlu membuang ini ke tempat sampah. Joon bahkan membuang kotak jam pemberian Da Ran.
Da Ran : Kau membuangnya?
Joon : Ya.
Da Ran : Bukankah kau mencarinya?
Joon : Aku sudah bilang, aku akan membuangnya. Kenapa? Apa aku harus  mengambilnya lagi dan mengenakannya?

Joon menatap dingin cincin Da Ran. Da Ran menutupnya. Joon kesal, jaga cincin itu baik2 dan tunggu sampai Seo Yoon Jae bangun dan kembali.

Da Ran jalan keluar dan kesal, kalau akan dibuang kenapa harus dicari lagi.

Joon berdiri di depan tubuhnya dan melihat foto miracle itu, ia membuang foto itu. Lalu pergi. Foto malaikat itu melayang tertiup angin.

Joon dan Da Ran menemui orang tuanya. Ibu ingin mengantar Yoon Jae tapi Joon menolaknya.

Joon hanya minta ibu dan ayah memeluk anaknya ini, tunggu saja dengan sabar sampai anak kalian kembali. Aku pergi sekarang, selamat tinggal.

Joon minta Da Ran memeluk Seo Yoon Jae juga. Da Ran tidak melakukannya, ia heran kenapa Joon seperti itu.
Joon : Bukankah kau memintaku menerima orang tuaku? Aku melakukannya dengan caraku sendiri.

Da Ran mengeluarkan buku Miracle itu dan berkata ia memikirkan terus tentang pertukaran-nya dengan Yoon Jae. Sekarang kau jadi dewasa, bukankah itu alasan semua ini terjadi?

Joon : Tubuhku memang jadi dewasa, tapi pikiranku tidak. Aku juga tidak bersikap seperti orang dewasa.
Da Ran : Kalau kau kembali nanti, kau akan memiliki keluarga, kau hanya perlu menumbuhkan hatimu untuk menerima itu.
Joon : Tidak ada keajaiban agar hati bisa menjadi lebih besar.

Da Ran berharap Kyung Joon akan bahagia kalau kembali nanti. Tapi menurut Joon, ini adalah keajaiban untuk Seo Yoon Jae agar bisa bahagia. Jangan pedulikan aku, kau hanya perlu menunggu untuk mendapatkan kebahagiaan dengan Seo Yoon Jae dan keluarganya. Joon pergi.

Ibu dan Da Ran berdiri memandangi tubuh Kyung Joon. Ibu berkata, besok, mereka akan mengambil darah Kyung Joon yang diperlukan untuk operasi Yoon Jae. Ayah Yoon Jae akan membawa darah itu ke Jerman.

Da Ran : Eomoni, tolong tetap menemani Kyung Joon.

Ibu ingin tahu jika Yoon Jae dioperasi apa Kyung Joon akan bangun. Da Ran yakin, Kyung Joon akan bangun, jangan menghindarinya lagi tolong perlakukan dia dengan penuh ketulusan. Tolong berikan kebahagiaan untuknya.

Ibu : Saat suamiku dan wanita yang ia cintai melahirkan anak ini, rasanya sangat sulit bagiku. Ini karena ayah Yoon Jae mencintai wanita itu. Dia pasti sangat tersiksa. Setiap hari dia seperti hidup di neraka, aku tidak tahan melihatnya.

Da Ran jalan keluar dan melihat ayah. Da Ran membungkuk. Ayah hanya berpaling dan jalan pergi.

Joon sampai ke bandara dan Ma Ri sudah menunggunya, ia ingin pergi bersama Joon. Joon mengusirnya. Ma Ri tidak mau, kalau kau tidak mau pergi bersama, kita pergi sendiri2.
Joon menyuruh Ma Ri ke Jerman, aku tidak akan kesana.

Ma ri terkejut, kau tidak pergi?
Joon tidak akan melakukan apapun yang diminta orang2 itu, aku akan menghilang bersama tubuh Seo Yoon Jae. Aku akan membuat mereka menunggu sampai darah mereka kering, membuat mereka menderita.

Ma Ri cemas, tapi tubuh ini sakit, kau juga akan berada dalam bahaya. Joon tidak peduli, setelah aku pergi, pergi dan katakan pada mereka. Katakan pada mereka, orang yang pergi adalah Kang Kyung Joon sedangkan yang terbaring disana adalah Seo Yoon Jae, saat mereka tahu itu, pasti mereka akan hancur.

Ma Ri panik : Kyung Joon, tidak! itu berbahaya! Jika terjadi sesuatu dan kau meninggal, apa yang akan kami lakukan?

Joon : Kalau aku meninggal, maka Seo Yoon Jae akan bangun dan tahu apa yang terjadi. Semua keajaiban ini hanya untuk Seo Yoon Jae.

Ma ri teriak, Kyung Joon! aku takut ..jangan pergi!
Joon : Jangan menghentikanku, aku tidak akan mendengarkan siapapun lagi!
Ma Ri : Kyung Joon!

Ayah dan Ibu mengamati tubuh Kyung Joon. Da Ran juga disana. Ibu bingung, kalau anak ini bangun nanti apa yang harus kukatakan padanya.
Ayah : Kita harus menjelaskan siapa kita dulu padanya.

Ponsel Da Ran berdering, dari Ma Ri. Ma Ri terdengar panik, ia berkata Kyung Joon akan melarikan diri.
Da Ran terkejut dan segera lari pergi. Ma Ri minta Da Ran mencegah Kyung Joon, ia ingin menghilang dengan kondisinya yang seperti ini.

Joon ada di bandara, ia melihat tiketnya, tujuan ke LA atas nama Seo Yoon Jae. Masih sekitar 30 menit lagi berangkat. Joon tanpa sadar melihat sekitar, seolah menunggu seseorang.

Da Ran sampai di Incheon, ia lari dan ingat kata2 Joon, kalau ingin menghentikannya maka cobalah menghentikanku dengan ketulusan. Katakan yang sebenarnya!

Joon sudah sampai di pintu dan menyerahkan tiketnya. Tiba2 Da Ran teriak, Kyung Joon! Joon tertegun. Ia berdiri mematung.

Da Ran menangis, aku akan bicara dengan jujur. Apa kau akan mendengarku? Ayahmu..benar-benar mencintai ibumu. Karena ia harus menyelamatkan putranya yang sakit parah, dia tidak punya pilihan lain.

Itulah mengapa ia hidup tidak bahagia sepanjang hidupnya. Jangan pergi dan tolong selamatkan Seo Yoon Jae. Meskipun itu sulit, tolong selamatkan dia. Aku bersedia hidup menderita seumur hidupku. Mungkin..memang itu yang seharusnya terjadi. Karena ...aku mencintaimu.

Joon sekarang menangis dan berbalik, memandang Da Ran. Bagaimana bisa seperti itu? Jika seperti itu, Gil Da Ran akan menderita juga.

Jang Ma Ri berdiri dan memandang keduanya. Apa ia bisa masuk diantara mereka berdua?

Teddy bear menemukan foto malaikat milik Joon. Ia menunjukkan foto itu pada Bunny, ini cantik kan? Aku akan memberikannya padamu.
Ji Min : Ini malaikat.
Teddy : Malaikan bagus kan. Aku memberikannya padamu, jangan sakit lagi.
Ji Min mengenal gambar itu, ini milik paman Dokter. Teddy tanya, kau tahu ini?

Ji Min : Waktu itu, paman dokter menunjukkan gambar malaikat di bukunya padaku.

Da Ran juga menunjukkan buku itu pada Joon. Yoon Jae punya salinan buku ini. Joon tidak mau melihatnya, ini memberikan kesialan bagiku.
Da Ran : Yoon Jae mencarimu, itu bukan untuk memberikan kesialan.

Joon merasa seharusnya Yoon Jae juga sadar dan mereka seharusnya menderita bersama, kenapa cuma aku. Aku jadi mengetahui hal-hal yang tidak ingin kuketahui.
Da Ran juga heran kenapa Yoon Jae tidak segera sadar, apa ada alasan mengapa seperti itu.

Joon mengambil buku itu dari Da Ran dan pergi, aku harus cari tahu apa yang ia (ayah) pikirkan saat membuat buku ini.

Joon menemui ayahnya. Ayah berkata ia memang menggambar ilustrasinya, tapi sebenarnya ibu Kyung Joon yang membuatnya.
Joon terkejut, Kang Hee Soo yang membuatnya?

Ayah : Saat kau berusia 18th, kami harus menyusahkan Prof. Park untuk menerbitkannya. Dia memintaku memberikannya untukmu.

Joon menemui Prof Park. Prof Park berkata Hee Soo berharap buku ini bisa diterbitkan untuk Yoon Jae. Jadi dia datang meminta bantuanku.
Joon : Apa katanya?
Prof Park : Dia berkata saat kedua anak itu bertemu, akan terjadi keajaiban,

Yoon Jae dan Kyung Joon kami dihubungkan lewat hubungan yang ajaib. Nanti kalau keduanya bertemu, kuharap akan ada keajaiban kebahagiaan. Itulah mengapa judulnya Miracle.

Prof Park saat itu geli, kau sepertinya bahagia sekali dan Hee Soo membenarkan, jika Kyung Joon kami berusia sama dengan Yoon Jae, aku akan memberikan salinan buku ini. Aku akan mengatakan padanya kalau ia punya orang tua yang baik dan kakak laki-laki. Dia tidak akan sendirian.

Park : Agar Kyung Joon tahu, Hee Soo menerbitkan buku ini. Dan sesuai harapan Hee Soo, bukankah kau mencari anak ini? Kau adalah keluarganya. Bagi anak itu Kyung Joon, ini adalah keajaiban.
Joon  : Kang Kyung Joon tidak benar2 menganggap itu sebagai kebahagiaan.
Park : Kenapa kau berpikir seperti itu?
Joon : Nanti kalau mereka bertemu, jika ia tahu masalahnya, ia tidak akan merasa itu bagus 


Prof Park berkata nanti jika anak itu bangun, ia tidak akan mengerti apapun. Bukankah katanya dia tertidur dan tidak tahu apapun.
Joon : Ya.
 

Park : Sejak ia mendapat kecelakaan denganmu, waktu berhenti untuknya, saat ia membuka matanya lagi, akan ada seorang kakak yang menyelamatkannya dan ia akan memiliki orang tua yang menunggunya bangun, bukankah itu keajaiban yang membahagiakan?  Jika keajaiban ini terjadi karena Hee Soo menginginkan ini, maka tentu saja Kyung Joon akan bangun dengan bahagia.

Joon berdiri dan melihat buku buatan ibunya, ia berpikir, jika ini adalah keajaiban yang membahagiakan yang diinginkan ibu, maka setelah penyelamatan itu, ingatanku akan menghilang. Alasan kenapa Seo Yoon Jae tidak mau bangun di dalam tubuhku dan waktu terhenti untuknya, apa mungkin untuk membuatku bahagia?

Joon baru sadar : Jika ada keajaiban lainnya, saat aku kembali ke tubuhku, semua ingatan yang kumiliki akan lenyap.

Jang Ma Ri mengucapkan terima kasih karena Da Ran menghentikan Kyung Joon. Tapi kenapa Guru mengatakan itu padanya?
Da Ran : Kalau aku tidak mengatakan yang sebenarnya dengan tulus, aku tidak akan bisa menghentikannya.
Ma Ri : Apa guru akan terus bersama Kyung Joon?

Da Ran : Tidak. Karena aku sangat mencintainya jadi aku tidak akan menahannya. Aku ingin menyembunyikan semuanya dan ingin semua kembali pada posisinya semula tapi ternyata tidak bisa.

Ma Ri minta Da Ran menghapus saja ketulusan itu dari pikirannya. Maka semuanya akan terhapus.
Da Ran : Akan sangat bagus jika bisa seperti itu.


Sementara itu Kyung Joon duduk sendiri di rumah, ia melihat Da Ran di setiap sudut, Da Ran menawarinya makan. Lalu hilang. Da Ran membersihkan rumah, Kyung Joon jika kau berani mengotorinya lagi, kau akan mati! Lalu menghilang.

Lalu saat Da Ran mendengarkan musik dan membaginya dengan Joon. Joon mengamati Da Ran, ini aneh. Saat kau ketawa mengapa terasa sangat menyenangkan?

Joon tersenyum pada ruangan kosong. Da Ran yang mengajak camping, lalu menunjukkan panda mereka, mana yang lebih cantik?
Joon : Panda Gil
Da Ran senang : Panda Gil menang!


Joon mengulurkan tangan seperti ingin mengambil pandanya, tapi tidak ada apapun disana, tangan Joon tergantung di udara.
Da Ran muncul lagi, sekarang jam 10:10. Kyung Joon cabut mantranya, apa yang harus kulakukan jika aku seperti ini seumur hidupku?

Joon akhirnya menangis. Ia sadar, jika ia bangun nanti kemungkinan besar ingatannya hilang dan semua kenangannya bersama Gil Da Ran juga lenyap. Padahal selama ini kenangan ini sangat berarti untuknya.

Da Ran pergi beli roti Gil Da Ran. (Mungkin kaya French Bread yang panjang itu haha)

Love Gong Yoo's smile so much.
Da Ran pulang. Ternyata Joon baru saja masak ayam spesial yang dulu tidak sempat dimakan Da Ran.
Da Ran memuji masakan Joon, enak sekali. Ini benar2 bukan ayam biasa.

Joon : Gil Da Ran, besok akan ada operasi di RS. Seo Yoon Jae membutuhkan darah dari tubuhku, apa saat itu Seo Yoon jae kembali atau terjadi pertukaran, aku tidak yakin soal itu. Besok juga kemungkinan semua akan berakhir.
Da Ran janji, ia akan menggenggam tangan Joon.

Joon melarangnya, kau harus berada di samping Seo Yoon Jae. Ia menepuk dadanya, kau harus ada di samping tubuh ini. Berjanjilah padaku, jangan berada di dekat Kyung Joon saat ia bangun nanti.

Joon : Ingatan Seo Yoon Jae akan berhenti di saat terjadinya kecelakaan. Dan saat ia bangun kau akan tahu jawaban dari pertanyaanmu, "Apa kau mencintaiku?" Orang itu berkata akan menjawabnya saat melihatmu.
Da Ran : aku sekarang tidak ingin tahu jawabannya lagi.

Joon berkata ia akan pura2 semua kejadian yang terjadi setelah kecelakaan tidak pernah terjadi.
Da Ran : Kau akan melupakan semuanya?
Joon : Aku akan melakukan itu, jadi kau harus tahu. Jangan terlalu bersedih kalau aku bersikap seolah aku tidak ingat apapun dan aku tidak merasakan apapun. Kau juga harus melakukan itu. Berjanjilah.

Da ran tampak terpukul, tapi ia menahan tangisnya dan mengangguk, baiklah kita pura2 saja seperti itu. Aku juga akan pura2 tidak terjadi apa-apa.

Da Ran berkata akan mengambil susu lagi lalu jalan ke kulkas.Da Ran menangis di depan kulkas. Da Ran mungkin mulai sadar kalau setelah Joon bangun, kemungkinan besar ingatan Kyung Joon tentang dirinya juga lenyap.

Joon menjejalkan roti ke dalam mulutnya, lalu tidak tahan lagi dan menangis.
Keduanya menangis diam-diam.

Joon mondar-mandir sementara Se Young menyiapkan tubuh Kyung Joon untuk mengambil darahnya.
Da Ran juga menunggu bersama Ma Ri. Ma Ri tanya, mereka akan bertukar hari ini kan?

Se Young : Semuanya sudah siap. Kau bisa melakukannya sendiri kan?
Joon : Ya, kau bisa keluar.

Se Young jalan keluar. Joon mendekati tubuhnya dan mulai transfusi darah. Tiba-tiba Joon merasa pusing dan ia memegang tangan Kyung Joon.

Teddy bear dan Ji Min masih melihat foto malaikat itu, yang mana yang lebih cantik. Keduanya memutar foto itu, yang ini. Bukan, diputar lagi, yang ini yang lebih cantik.

Joon pusing dan tiba-tiba terjatuh. Se Young lari menemui Da Ran dan Ma Ri, Da Ran-ssi, Yoon Jae pingsan.

Ma Ri lari ke kamar Kyung Joon. Kyung Joon masih terbaring di tempat tidurnya. Belum sadar.

Sementara Da Ran lari ke kantor Yoon Jae. Joon atau Yoon Jae berbaring di tempat tidurnya, masih belum sadar.
Da Ran mendekat dan menyentuh pipi Joon/YJ.

Joon/Yoon Jae membuka matanya, dan melihat Da Ran. Joon/Yoon Jae duduk dan melihat sekeliling ruangan itu.

 Da Ran : Kyung Joon. Kau Kyung Joon kan?

Tapi Joon/Yoon Jae belum menjawab, ia hanya menatap Da Ran.

Big [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13]


Notes:
Ok, Gong Yoo, two more episodes..I can do it 'cause it's Gong Yoo. Seriously, if it's not Gong Yoo, I will drop this drama long time ago.

ZZZZZZZ...hope I can sleep for 3 days like Young wkk..
Big episode 14 4.5 5 Beetlebum Friday, November 9, 2012 Da Ran sepertinya bermimpi, ada jam besar yang berdentang. Ia jalan ke arah pintu dan melihat bayangan YJ-Joon. Itu Kyung Joon ..? atau Yoon...


No comments:

Post a Comment