Shark episode 4

 On Wednesday, July 3, 2013  

Seseorang dengan baju RS dan perban menutupi seluruh kepalanya berdiri di atap gedung. Memandang ke kota metropolitan di bawahnya. Sepertinya tempat itu bukan Korea atau Seoul, sepertinya Tokyo.

Orang itu memandang ke langit malam, ke arah bulan. Apa mungkin dia Han Yi Soo? Orang itu sudah menetapkan hati untuk bunuh diri. Tapi sebelum ia melompat, seseorang menahan tangannya.

Yi Soo dewasa menyetir di tengah hujan. Ia kembali dari gudang tempatnya menyekap polisi korup Jung Man Chul.
Hae Woo dan Jun Young menyetir ke arah yang berlawanan. Kedua mobil itu berpapasan. Hae Woo menoleh tapi tidak melihat jelas mobil Yi Soo.

Hari sudah pagi, saat Hae Woo+Jun Young tiba di gudang. Hae Won ingin langsung masuk. Jun Young memintanya menunggu sampai Detektif Kim datang. Kau tidak tahu siapa orang yang meneleponmu dan apa yang diinginkannya. Hae Woo menenangkan suaminya, aku ini seorang Jaksa.

Hae Woo dan Jun Young masuk ke dalam gudang. Mereka melihat seorang pria duduk di kursi tanpa bergerak. Halo..saya Jaksa Jo Hae Woo..
Tidak ada jawaban. Hae Woo langsung mendekat tidak mempedulikan teriakan Jun Young. Hae Woo syok saat melihat pria itu dan melarang Jun Young mendekat. Jun Young tetap mendekat, ternyata orang itu sudah meninggal.

Kondisinya benar-benar mengenaskan. Jung Man Chul meninggal dengan wajah syok. Pahanya terluka dan ada gambar lingkaran di perutnya dengan darah.. Jun Young ngeri dan mengajak Hae Woo pergi dari tempat itu.
Hae Woo diam saja, ia tidak bergerak dan terus memperhatikan wajah pria itu. Hae Woo ingat, dia polisi yang berkelahi dengan Yi Soo. Dia adalah orang itu..
Jun Young heran, apa maksudmu?

Mereka mendengar suara orang. Detektif Byun datang. Mereka semua sama-sama terkejut.

Yi Soo berendam dalam bak mandi. Ia tersenyum tipis. Ada bekas luka di punggungnya. Setelah itu, ia duduk dan merenung. Berpikir..(alasan aja ..untuk ambil gb KNG wkk)

Polisi sudah mengamankan dan memeriksa TKP. Hae Woo dan Detektif Byun tanya penyebab kematian Polisi Jung. Petugas memberi laporan, mereka harus melakukan tes untuk memastikannya, tapi sepertinya ini racun.
Hae Woo dan Byun terkejut, racun? Petugas forensik membenarkan, kami menemukan jarum di bagian belakang lehernya.

Hae Woo dan Byun tukar pandang, bukan penyebab kematian yang asing bagi mereka. Petugas forensik melanjutkan, oh ya soal lingkaran di perutnya, sepertinya lingkaran itu digambar dengan menggunakan darah korban.
Hae Woo langsung jalan pergi. Detektif Byun menghela nafas.

Hae Woo ternyata menemui suaminya dan tampak serba salah, soal bulan madu kita..
Jun Young mengerti, Apa kita harus menundanya? Hae Woo tanya apa tidak apa-apa menundanya.
Jun Young : Ini adalah bulan madu sekali seumur hidup, bagaimana bisa tidak apa-apa?

Jun Young menghela nafas, ia sudah membatalkan pesanan hotel mereka. Itu adalah resiko menjadi suami seorang Jaksa.

Hae Woo langsung tampak lega, terima kasih oppa. Jun Young tersenyum, hati-hati. Hae Woo mengiyakan dan langsung berbalik ke TKP.

Asisten Hae Woo, Kim Soo Hyun minta Hae Woo menyerahkan kasus ini kepadanya dan segera berangkat ke bandara. Kalau tidak kau tidak bisa bulan madu.
Hae Woo : Aku menundanya.
Soo Hyun terkejut, kau menundanya? bulan madumu? Hae Woo mengangguk tanpa emosi dan segera minta Soo Hyun untuk cari informasi soal teman-teman korban, keluarga dan kenalannya.
Hae Woo minta Soo Hyun mencatat semuanya yang bisa dijadikan petunjuk, meskipun itu sangat kecil.

Soo Hyun mengerti, ia masih minta Hae Woo pergi saja untuk bulan madu. Tapi Hae Woo sama sekali tidak memikirkan bulan madunya, tolong lakukan itu untukku. Hae Woo masuk lagi ke TKP. 
Soo Hyun tampak bingung, Jaksa Jo! Soo Hyun menoleh ke arah Jun Young. Jun Young tersenyum kepadanya.

Yi Soo duduk di kamarnya dan memikirkan Hae Woo. Bagaimana Hae Woo menangis saat mendengar cerita soal Bintang Utara. Mungkin Yi Soo ingin menguji perasaan Hae Woo kepadanya.
Yi Soo ingat saat truk itu sengaja menabrak telepon umum untuk membunuhnya. Ia terlempar dan tubuhnya serasa hancur, tapi ia masih hidup. Yi Soo membuka matanya dan samar-samar melihat Tuan Junichiro.

Kita kembali ke awal film. 12 tahun lalu, Tokyo.
Yi Soo berdiri di atap gedung RS untuk mencoba bunuh diri, tapi seseorang menahannya. Junichiro.

Junichiro melempar Yi Soo ke lantai. Meskipun semua perawatanmu sudah selesai, kau akan tetap merasakan sakit di bahu dan kakimu seumur hidupmu.
Yi Soo berdiri. Junichiro berkata, semua orang akan mati, jadi tidak perlu terburu-buru. Yi Soo tanya kenapa Junichiro menyelamatkannya.
Junichiro : Karena kau sekarat.

Yi Soo teriak : Kau seharusnya membiarkanku mati saja! Apa hakmu menyelamatkanku?!
Junichiro : Kukira paling tidak aku bisa mendapatkan ucapan terima kasih darimu.

Yi Soo marah, ia tidak pernah minta diselamatkan. Junichiro tanya apa Yi Soo sangat takut hidup dengan identitas lain. Yi Soo marah, kau tidak tahu apa-apa!

Junichiro : Aku tahu satu hal, kalau kau bertahan hidup maka kesempatanmu akan datang. Hidup bisa memberikan segalanya kepadamu. Seperti masalah yang kau hadapi itu. Tapi kalau kau tidak punya keberanian untuk menghadapinya, aku juga tidak akan menyalahkanmu kalau kau ingin melarikan diri.
Sudah tugasku sebagai sesama manusia untuk menyelamatkanmu dari kematian. Tapi mulai sekarang, semuanya terserah padamu, kau mau hidup atau tidak.


Yi Soo berpaling, ia menangis.
Junichiro masih bicara, semua sepertinya sudah selesai sekarang, tapi selama kau masih hidup, kesempatan akan selalu datang. Jangan lupakan itu, Han Yi Soo.
Junichiro pergi, meninggalkan Yi Soo di atap gedung untuk memilih mau hidup atau mati. Yi Soo mengepalkan tangan, ia marah, dendam, dan tidak berdaya.


Yi Soo dewasa turun dengan lift dan bertemu ayah Hae Woo, Jo Ui Sun. Ia sibuk bicara dengan Jun Young soal batalnya bulan madu Hae Woo. Memangnya Jaksa di Korea ini hanya dia saja?
Yi Soo menoleh dan melirik dingin ke arah Jo Ui Sun. Jo Ui Sun juga melihat Yi Soo. Tapi ia tidak mengenali Yi Soo.

Jun Young dan Soo Hyun duduk sambil mengamati Hae Woo yang masih sibuk bicara dengan Detektif Byun. Soo Hyun masih tidak percaya mereka batal bulan madu gara-gara kasus ini. Jaksa Jo mungkin adalah Jaksa paling keras kepala No.2 di Korea.
Jun Young : Siapa yang pertama?
Soo Hyun : Ayahmu, Kepala Kantor Jaksa Seoul.
(Soo Hyun ini cowok, tapi kok cantik banget sih aneh wkk)

Byun juga mendapat telp dari seseorang yang berkata ia punya informasi tentang kasus pembunuhan. Infonya begitu detil, soal korban dan lokasinya, sehingga Byun tidak bisa menganggapnya sebagai lelucon.
Hae Woo : Apa menurutmu, penjahatnya sendiri yang telp?

Byun membenarkan, itu mungkin tapi, bisa juga saksi. Hae Woo mengangguk, yang jelas ini ada hubungannya dengan kasus tabrak lari Ayah Han Yi Soo 12 tahun lalu.
Hae Woo : Kau tahu kan kalau korbannya adalah Detektif yang menjadi Pemimpin penyelidikan untuk kasus itu?
Byun mengangguk, ya aku tahu.

Hae Woo : Lagipula, sebelum kematiannya, korban berkata ia tahu mengapa Han Yi Soo meninggal.  Itu artinya alasan kenapa Yi Soo meninggal ada hubungannya dengan kasus tabrak lari itu.
Lingkaran yang ada di tubuh korban. Pembunuhnya ingin mengirim pesan pada kita.. Kalau saja kita bisa menebak artinya, mungkin itu bisa menjadi petunjuk bagi kita. Tapi aku tidak tahu dimana memulainya.

Byun minta Hae Woo tenang. Jangan membuat penilaian yang gegabah sekarang ini. Prasangkamu bisa mengacaukan penyelidikan.
Hae Woo mengerti. Byun akan menyelidiki kasus ini dulu dan minta Hae Woo pulang untuk istirahat.

Hae Woo ingin menyelidiki mayat korban. Tapi Byun menolaknya, tidak. Lebih baik kau keluar dari kasus ini.
Hae Woo tidak mau, ia yang akan menangani kasus ini. Insiden ini terjadi dalam yurisdiksiku.

Byun : Itu sebabnya kuminta kau keluar dari kasus ini. Pembunuhnya merencanakan semua detilnya, sampai lokasi persisnya untuk pembunuhan ini. Itu artinya, pembunuhnya ingin kau mengambil kasus ini.
Hae Woo : Tidak masalah.
Byun : Itu masalah bagiku. Dengarkan aku dan tinggalkan kasus ini.
 

Byun jalan pergi. Hae Woo mengejarnya, kau tahu kenapa aku jadi Jaksa kan? Byun tahu persis, itulah sebabnya aku tidak bisa membiarkanmu mengambil kasus ini. Kalau kau terus seperti ini, aku akan melaporkanmu pada atasanmu.

Yi Hyun jalan ke tempat kerjanya, ia berhenti di depan sebuah toko dan mengamati teleskop.
Yi Hyun tidak tahu kalau Yi Soo mengamatinya dari jauh. Yi Soo merindukan adiknya. Tiba-tiba dalam pandangan Yi Soo, ia melihat Yi Hyun kecil.

Yi Hyun saat itu janji akan membelikan teleskop untuk Yi Soo kalau ia sudah besar dan kaya nanti. Yi Soo ingin menyeberang, tapi ia menahan dirinya dan hanya mengamati adiknya dari jauh. Yi Soo tersenyum sedih.

Yi Soo mengikuti Yi Hyun dari seberang jalan. Jelas terlihat kerinduan di matanya. Sampai Yi Hyun masuk ke coffee shop untuk bekerja.

Tamu pertama Yi Hyun adalah Hae Woo. Yi Hyun kelihatan terkejut. Eonni!
Jun Young ada di luar, sibuk menjawab telp dari Ayah Hae Woo. Yi Soo melihatnya dan jalan pergi.

Yi Hyun menyajikan minuman untuk Hae Woo, ia pikir Hae Woo sudah ada dalam pesawat. Hae Woo sengaja menunda bulan madunya karena ingin bertemu Yi Hyun.
Hae Woo tanya apa Yi Hyun pernah mendapat telp aneh akhir2 ini. Yi Hyun menggeleng, tidak. Kenapa?

Hae Woo menjelaskan, ada sesuatu yang terjadi tapi ia tidak bisa mengatakan semuanya. Hanya saja, masalah ini mungkin ada hubungannya dengan kasus ayah Yi Hyun 12 th lalu.


Yi Hyun terperanjat. Hae Woo ingin Yi Hyun mengingat hari saat Yi Soo mengalami kecelakaan, kau mungkin sudah sering mengatakannya, tapi siapa tahu ada yang lupa. Detil kecil juga tidak apa-apa. Itu mungkin penting.

Yi Hyun berusaha mengingat dan ia ingat kunci loker dalam kotak musiknya. Ah ..kunci itu!
Yi Hyun mengatakan soal kunci loker yang ia berikan pada Yi Soo. Dan katanya ditemukan di TKP.
Hae Woo : Kalau begitu, Detektif Byun juga tahu soal ini.

Hae Woo langsung ke kantor polisi, duduk di meja Byun dan membuka foto2 soal kecelakaan Yi Soo serta melihat bukti2 di TKP.
Detektif Byun masuk kantor dan tidak suka melihatnya. Jaksa Jo, apa yang anda lakukan?

Hae Woo tersenyum, katanya kau ingin mentraktirku makan. Byun mengajak Hae Woo makan. Hae Woo menikmati soju, manis sekali. Alkohol rasanya manis kalau diminum siang hari.
Byun : Aku tahu bagaimana perasaanmu dengan kasus ini.
Hae Woo : Aku juga tahu perasaanmu, itu sebabnya kau ingin aku keluar dari kasus ini.

Hae Woo berkata ia punya julukan Jaksa Pitbull. Ia tidak akan melepaskan sebuah kasus kalau belum menggali sampai ke dasar. Aku juga tahu julukanmu, Setan keras kepala..Hae Woo ketawa sendiri mengucapkan julukan Byun.

 Hae Woo : Kalau ada satu hal yang harus kulakukan, itu adalah mencari tahu kenapa Yi Soo dibunuh dan siapa yang bertanggung jawab. Aku tidak ingin...menjalani hidupku dengan penyesalan.
Sejujurnya, aku sedikit takut. Seperti katamu, aku takut apa sebenarnya yang diinginkan penjahat itu. Tapi, kalau aku tidak menemukan kebenarannya sendiri. Kalau aku lari karena takut, kurasa aku akan menyesalinya seumur hidupku.

Yi Soo menghilang dari dunia ini, dan ayahnya diracun. Tapi tidak seorangpun yang ditangkap. Kasus ini tidak pernah dipecahkan dan orang-orang telah melupakannya. Ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk kita mencari keadilan bagi Yi Soo. Aku tidak akan terbawa emosi dan akan melakukan yang terbaik. Aku tahu aku akan bisa mengatasinya.
Aku harus melakukan ini, meskipun hanya demi Yi Hyun. Jadi tolong bantu aku.

Hae Woo kembali ke hotelnya. Jun Young melihat Hae Woo dari jauh. Hae Woo telp Detektif Byun, ia ingin tahu dimana kunci yang ditemukan di TKP.
Byun : Kunci itu hilang. Aku menyimpan kunci dalam ruang penyimpanan bukti, tapi tiba-tiba kunci itu lenyap.

Hae Woo terkejut, artinya ada orang dalam yang melakukannya. Apa tidak ada jejaknya?

Jun Young mendekati istrinya, apa kau akan terus seperti itu? Hae Woo baru sadar, oh kapan kau disini?
Jun Young : Sudah sejak tadi.
Hae Woo dan Jun Young jalan ke arah kamar mereka sambil ngobrol. Percakapan mereka menuju ke arah hubungan suami istri. Hae Woo malu, jangan mengatakan itu, nanti kedengaran orang. Keduanya berdiri di depan lift sambil tertawa.

Yi Soo jalan ke arah lift dan melihat mereka. Ia juga tanpa sengaja mendengar percakapan intim keduanya.
Hae Woo melihat ke arah Yi Soo dan tiba-tiba senyumnya menghilang. Anehnya Hae Woo tampak bersalah. Jun Young menoleh dan melihat Yi Soo. Mereka saling membungkuk.

Jun Young menyapa Yi Soo, apa anda bisa istirahat semalam? Yi Soo mengiyakan. Jun Young memberikan kartu namanya, saya Oh Jun Young.
Yi Soo : Saya tahu.
Jun Young heran : Anda tahu?

Yi Soo hanya tersenyum. Pintu lift terbuka. Sekretaris Jang muncul, ia terkejut melihat Yi Soo, oh ..kau tidak di kamar jadi aku..
Yi Soo mengangguk : Kita ke kamarku saja.

Hae Woo dan Jang Young Hee tukar pandang, Young Hee kelihatan kikuk. Lalu keempatnya masuk ke dalam lift bersama.
Young Hee tanya apa Yi Soo sudah makan. Yi Soo balik tanya, bagaimana denganmu? Young Hee menggeleng. Tiba-tiba Yi Soo mengajak Young Hee makan bersama.

Young Hee terkejut, lalu bersikap santai lagi, mau makan apa? Kalau tidak ada yang khusus, aku yang akan memilih. Yi Soo setuju.
Tiba-tiba Hae Woo mengusulkan untuk mencicipi kimchi jigae di bagian belakang Hotel.
Young Hee tampak senang, lalu tanya apa Yi Soo mau kimchi jigae. Yi Soo setuju saja. Jun Young juga promosi, ada soju yang enak di restoran itu.

Yi Soo-Young Hee keluar lebih dulu, keduanya mengangguk kaku pada pasangan di dalam lift. Young Hee tanya apa Yi Soo ingin pesan soju. Yi Soo jalan pergi sambil menjawab : Dalam mimpimu.

Hae Woo mendengar kata-kata ini dan tertegun. Itu persis seperti gaya Yi Soo saat menolak menggendongnya waktu itu.
Jun Young : Dia berkata namanya adalah Jun Yoshimura, ya kan?
Hae Woo tidak mendengar pertanyaan Jun Young. Sampai Jun Young memanggilnya.

Yi Soo kembali ke kamarnya, ia memijat bahu kirinya sambil mendengar jadwalnya dari Sekretaris Jang. Ada pertemuan CEO Hotel Grand Blue Tn. Moon. Tuan Jo Sang Gook juga dengan senang hati menerima undanganmu. Kalau begitu, istirahatlah.

Yi Soo menahan Jang dan memberikan selembar kertas padanya. Aku membutuhkan sopir.
Jang menerima kertas itu, ternyata Yi Soo ingin Kim Dong Soo teman lamanya menjadi sopirnya.

Kim Dong Soo memang masih berjuang untuk hidup mapan. Ia masih mengirim lamaran kerja kesana-sini. Jadi Dong Soo sama sekali tidak menolak saat menerima tawaran interview dari Giant Hotel. Meskipun ia tidak ingat sudah memasukkan lamaran kesana.

Jang Young Hee menutup telp dan berpikir. Oh Jun Young minta sekretarisnya mencari foto Jun Yoshimura, Direktur Giant Hotel Jepang. Ia tidak bisa mendapat fotonya dari internet.

Hae Woo bermimpi sepertinya. Ia lari ke hutan villanya. Seperti ada yang mengejarnya. Hae Woo kelihatan ketakutan. Lalu ia melihat Yi Soo berdiri di tengah danau.
Yi Soo menoleh ke arahnya. Hae Woo memanggilnya, Yi Soo-ah! Hae Woo ingin jalan ke arah danau, tapi ada seorang menahan bahunya.

Hae Woo menoleh dan ternyata itu Yi Soo juga.

Hae Woo terbangun, ia kaget sekali. Hae Woo mendapat sms, ia membacanya dan kelihatan terkejut. Hae Woo langsung lari keluar.
Yi Soo ada di kamarnya, ia berpikir lalu mengambil jaketnya dan jalan keluar. Hae Woo menyetir ke satu tempat. Yi Soo juga menyetir ke satu tempat.

Hae Woo pergi ke bekas SMA-nya. Ia jalan masuk perpustakaan dan mencari buku tentang lukisan Chagall. Hae woo membuka buku itu. Ada selembar foto jatuh dari buku itu.

Hae Woo memungutnya, ternyata itu foto sebuah rumah sederhana. Ada orang yang mengambil foto itu dari tangan Hae Woo.
Yi Soo pergi ke tepi sungai tempat abu ayah dan ibunya ditebarkan. Ia melihat ada rangkaian bunga di tepi sungai dan sadar pasti Yi Hyun yang meletakkan bunga itu disitu.
Yi Soo tersenyum : Dia belum lupa.

Tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya, maaf..? Yi Soo berbalik dan terkejut melihat Sekretaris Park. Sekretaris keluarga Jo! Park juga membawa bunga.

Yi Hyun memutar kotak musiknya dan mengamati foto keluarganya. Ia merindukan ayah dan kakaknya. Ibu angkatnya masuk membawa minuman, kau sedang apa? Yi Hyun menutup kotak musiknya, ibu..aku lapar sekali. Aku belum makan siang. Byun dan istrinya benar-benar menyayangi Yi Hyun.

Orang yang mengambil foto dari tangan Hae Woo adalah Detektif Byun. Byun pergi ke sekolah itu karena mendapat pesan yang sama seperti Hae Woo. Byun tahu nomor yang dipakai mungkin tidak terlacak, tapi ia tetap mencoba melacaknya.
Hae Woo tidak mengerti, kenapa ada orang yang melakukan ini. Hanya Yi Soo yang tahu bahwa Chagall adalah pelukis favoritnya.

Byun : Yi Hyun juga tahu dan dia mengatakannya kepadaku, jadi aku tahu juga. Istriku juga tahu. Dan Oh Jun Young juga mungkin tahu. Semua rahasia yang kita miliki tidak ada yang benar-benar rahasia.


Hae Woo mengerti dan ingin menemukan dimana lokasi rumah itu berada, mungkin ada petunjuk.
Byun yakin mereka akan menemukannya karena pelakunya ingin kita menyelidiki kasus ini. Byun mengingatkan Hae Woo, hari ini adalah hari terbunuhnya Han Young Man. Byun mengaku ia juga hampir lupa, tapi jadi ingat saat melihat file kasusnya lagi.

Hae Woo terkejut, artinya Jung Man Chul juga meninggal di hari yang sama saat Han Young Man dibunuh?

Sekretaris Park meletakkan karangan bunga di samping bunga Yi Hyun. Ia berdoa sebentar lalu menoleh ke Yi Soo, saya tadi berharap anda adalah orang yang mengenal mendiang.
Yi Soo tersenyum, maaf, saya mengecewakan anda. Pemandangan tempat ini sangat indah, jadi saya berhenti sebentar.

Sekretaris Park tersenyum, anda menganggapnya indah pasti karena hati anda yang baik.
Yi Soo diam saja, lalu tanya hubungan Park dengan orang yang meninggal.  Sekretaris Park tersenyum malu, lalu mengakui sesuatu yang mengejutkan, saya diam-diam mencintai mendiang. Yi Soo terkejut.
Park : Saya bodoh, ya kan?

Yi Soo tersenyum : Tidak.
Park tampak lega, saya merasa lebih baik sekarang. Itu adalah rahasia yang tidak pernah saya katakan pada siapapun. Istri mendiang juga ada disini. Dia mungkin bisa mengerti saya kan? Karena cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan.

Yi Soo tersenyum dan mengangguk, mungkin. Park tersenyum, ia mengucapkan terima kasih karena Yi Soo bersedia mendengar rahasianya. Park jalan pergi. Yi Soo menahannya, ia ingin mengantar Park kemanapun Park ingin pergi.
Sekretaris Park tersenyum dan menolaknya, terima kasih, tapi saya tidak bisa menerima bantuan besar dari orang yang baru saya temui.  (wkkkk suaranya KNG, ok satu hal yang membuatku stay tune dengan Shark, adalah suara KNG wkkk)

 Hae Woo mendengar keterangan soal kunci loker yang ditemukan Yi Soo dari Byun. Itu kunci sebuah loker di stasiun kereta api. Kurasa Yi Soo menemukan sesuatu yang sangat penting disana. Dan mungkin itulah mengapa ia dibunuh.
Hae Woo : Sesuatu yang penting?
Byun : Mungkin ada hubungannya dengan bukti pembunuh Han Young Man.

Hae woo tidak mengerti, apa buktinya begitu penting, kenapa harus mencuri kuncinya. Byun tidak tahu. Hae Woo tanya apa ada orang lain yang melihat Yi Soo di stasiun KA itu. Byun membenarkan. Itu stasiun kecil jadi hanya ada satu orang petugas dan orang itu juga menghilang setelah kejadian itu.
Hae Woo terkejut : Menghilang?

Keduanya jalan keluar dari gedung perpustakaan, Hae Woo merasa ia semakin tenggelam dalam kebingungan. Hae woo menerima telp dari Jaksa Oh, ayah mertua sekaigus bosnya.

Jaksa Oh berkata sudah ada polisi yang akan mengurusi kasus itu dan jika Hae Woo mengambinya, ia bisa terlalu sibuk. Sebaiknya kau liburan dulu saja paling tidak satu minggu.
Hae Woo : Tidak apa-apa.
Jaksa Oh : Kasus ini tidak akan kemana-mana meskipun kau istirahat satu minggu. Lakukanlah paling tidak demi putraku. Aku akan mengerahkan orang untuk mengumpulkan bukti-bukti saat kau pergi.

Hae Woo masih berusaha berdebat, tapi ayah mertuanya berkata ia mengerti semangat Hae Woo karena ia juga seperti itu saat seusia Hae Woo. Tapi kuharap kau mendengarkanku.
Hae Woo mengerti, ia akan menemui Jaksa Oh bersama Jun Young setelah ia selesai dari sini.

Jaksa Oh tanya satu hal, apa yang dikatakan Jung Man Chul kepadamu?
Hae Woo : Dia hanya berkata ingin bertemu untuk mengatakan sesuatu. Dia tidak mengatakan apapun.
Hae Woo menyembunyikan informasi pada ayah angkatnya. Detektif Byun kelihatan heran.

Jaksa Oh menutup telp dan ingat kata-kata Jo Ui Sun tentang Jung Man Chul, seharusnya aku membunuhnya saat ada kesempatan.

Hae Woo tanya apa laporan otopsi Jung Man Chul sudah keluar. Byun mengangguk. Hae Woo terkejut, kenapa ia tidak diberi laporan. Byun hanya tersenyum.
Hae Woo : Dia diracun, ya kan?
Byun membenarkan, racun yang sama seperti yang digunakan untuk membunuh ayah Yi Soo.


Hae Woo mengerti arti lingkaran itu, artinya kita harus mulai lagi dari awal. Dan tabrak lari itu adalah awalnya. Hae Woo akan mulai menyelidiki dari situ.
Byun : Kau serius mengambil kasus ini?
Hae Woo belum mengubah pikirannya. Byun memperingatkannya, kasus ini mungkin jauh lebih rumit dan berbahaya dari yang kita kira. Hae Woo tidak peduli, ia hanya ingin mengakhirinya.

Byun akhirnya mengatakan soal saksi mata, tapi sepertinya tidak dimasukkan ke dalam file kasus itu. Waktu itu dia baru berusia 7 tahun, sekarang pasti sudah SMA.

Kim Soo Hyun menemui saksi mata itu, apa kau Kang Dae Won? Dae Won heran, kau siapa?

Yi Soo mengantar Sekretaris Park kembali ke kediaman keluarga Jo. Sekretaris Park berterima kasih dan minta Yi Soo hati-hati di jalan. Yi Soo tidak langsung pergi, ia turun dari mobil dan mengamati kediaman Keluarga Jo.
Jaksa Kepala Oh menemui Kakek Jo. Ia lapor bahwa Hae Woo menyelidiki penyebab kematian Han Yi Soo. Kakek Jo terkejut mendengarnya.
Jaksa Kepala Oh juga terkejut. Apalagi karena hasil penyelidikan polisi dan jaksa menyimpulkan bahwa itu adalah kasus tabrak lari.

Kakek Jo : Apa Jung Man Chul mengatakan kepadanya kenapa Han Yi Soo dibunuh?
Jaksa Oh : Dia dibunuh sebelum bisa mengatakan itu pada Jaksa Jo.

Kakek Jo mengerti dan tanya kenapa Jaksa Oh datang menemuinya, pasti ada alasan lain. Jaksa Oh berkata bahwa Jung Man Chul telah memeras putra anda, Jo Ui Sun selama ini. Dia bahkan memerasnya lagi kemarin.
Kakek Jo tersenyum : Sepertinya kau salah. Aku mengenal putraku. Dia seperti anak anjing yang akan menggonggong kalau ia melihat harimau. Dia tidak cukup kuat untuk melakukan itu.

Jaksa Oh minta maaf sudah membuat Kakek Jo tersinggung. Kakek Jo mengerti, kau hanya mencemaskanku. Tapi yang benar-benar menggangguku adalah Jaksa Jo. Kenapa dia mengambil kasus ini. Kau harus menghentikannya menyelidiki kasus ini.

Kakek Jo tersenyum, Jaksa Jo itu mirip aku, dia lumayan keras kepala. Kalau kau tidak menghentikannya, ini bisa jadi bumerang. Jaksa Oh mengerti dan akan mencari cara menghentikan Hae Woo. Kakek mengerti.

Hae Woo dan Detektif Byun menemui saksi mata itu, Kang Dae Won. Tapi Dae Won tidak mau membantu, ia berkata tidak ingat apapun. Lagipula, kalian tidak akan percaya padaku.

Byun tanya soal jam tangan, katanya kau melihat jam tangan berkilauan yang jatuh dari pergelangan tangan pengemudinya, ya kan?
Dae Won : Saya tidak ingat.
Hae Woo ingin mengejar Dae Won tapi Byun mencegahnya.

Hae Woo masih memikirkan soal jam, ia ingat saat Yi Soo tanya soal jam tangan ayahnya. Hae Woo terkejut, ia mulai curiga hubungan ayahnya dengan kasus ini.
Oh Jun Young hanya menghela nafas melihatnya.

Kakek Jo telp seseorang, ia minta orang itu menyelidiki teman dan keluarga Jung Man Chul. Kakek Jo tampak gelisah, aku berharap semuanya bisa tenang tapi kasus ini tidak pernah berakhir.


Yi Soo dan Young Hee menemui CEO Moon dari Grand Blue Hotel. Yi Soo ingin membeli hotel itu, tapi CEO Moon menolaknya. Ia tidak menjual hotel karena membutuhkan uang.
Yi Soo melihat foto2 CEO Moon dan anak-anak asuhnya, ia memuji Moon, anda memberi bantuan untuk anak-anak miskin. Jadi anda sering disebut sebagai Bapak anak-anak miskin. Tuan Moon tersenyum merendah.

Yi Soo : Sebutkan harganya, Giant Hotel akan mencoba menyesuaikannya.
CEO Moon tidak bisa menjual hotelnya pada Giant, karena ia sudah berjanji dengan Tuan Oh Jun Young dari Hotel Gaya.

Yi Soo mendengar Tuan Moon belum menandatangani kontrak dengan Gaya.
CEO Moon tetap menganggap itu adalah sebuah janji, lagipula ia membuat janji dengan pria hebat seperti Oh Jun Young. Ia tidak seharusnya melanggar perjanjiannya.

 Yi Soo kelihatan tenang, anda akan melanggarnya. Grand Blue Hotel akan segera menjadi milik Giant.

Tuan Moon marah dan meminta Yi Soo pergi. Yi Soo mengeluarkan rekaman. Ia memperdengarkan isinya,  ada rekaman pelecehan yang dilakukan Tuan Moon pada seorang gadis bernama Bobae..Bobae adalah anak nakal. Itu yang dikatakan Appa kepadaku.
Tuan Moon pucat dan tangannya gemetar. Gadis muda itu teriak2. Tuan Moon marah dan melempar rekaman itu. Yi Soo berkata ia punya kopian-nya.


Yi Soo : Gadis bernama Bobae itu..saya rasa dia salah satu anak yang menerima bantuan uang dari anda. Anda sudah melakukan pelecehan seksual terhadapnya beberapa kali dan sekarang dia ada di RSJ.
Tuan Moon terduduk, itu..itu tidak benar.
Yi Soo berkata ia punya banyak uang. Artinya ia juga punya banyak pendukung. Yi Soo juga memiliki bukti-bukti yang lain.
Tuan Moon tampak pasrah, itu adalah masa lalu, kesalahan yang sangat tragis. Ia sudah memulai kehidupan baru..

Yi Soo memotongnya : Sekali kesalahan sudah dilakukan..itu tidak akan bisa dihapus. Saya tidak percaya bahwa orang akan bisa berubah menjadi baik. Orang jahat..hanya akan bisa menjadi semakin jahat.
Jang Young Hee tampak sedih melihat Yi Soo, apa dia sedih melihat Yi Soo menghancurkan dirinya sendiri?

Yi Soo memberikan dua pilihan pada Tuan Moon. Mengakui kesalahan-nya dan Yi Soo akan mengirim bukti-bukti ke media sehingga Tuan Moon bisa pensiun atau membatalkan janjinya dengan Oh Jun Young, mana yang akan anda pilih?

Hae Woo menemui ayahnya dan tanya apa ayahnya ada hubungannya dengan kasus tabrak lari Han Young Man 12 tahun lalu. Apa Han Young Man menjadi kambing hitam untuk sesuatu yang ayah lakukan?
Hae Woo minta ayahnya menjawab dengan jujur. Tapi Jo Ui Sun menyangkal semuanya. Ia tidak ada hubungannya dengan kasus tabrak lari itu.

Hae Woo : Apa ayah mengatakan yang sebenarnya?
Jo Ui Sun marah, jadi seperti itu kau berpikir tentang ayahmu? Hae Woo menghela nafas, ia juga berharap ayahnya tidak ada hubungannya dengan kasus itu.
Jo Ui Sun : Aku tidak ada hubungannya dengan kasus itu, lagipula, Sopir Han menyerahkan dirinya sendiri.

Hae Woo mengatakan rencananya untuk menyelidiki soal kasus itu, ia akan menyelidiki semuanya secara menyeluruh dari awal lagi. Dan itu seharusnya tidak akan mempengaruhi ayah, ya kan?

Jo Ui Sun sedikit gentar, ia membuang mukanya. Tentu saja tidak.
Hae Woo : Baiklah, aku akan mempercayai apa yang ayah katakan.

Jo Ui Sun heran, kasus itu sudah ditutup, dan waktu 12 tahun sudah lewat batasnya untuk membuka kembali kasus itu, jadi kenapa kau ingin menyelidikinya?
Hae Woo : Detektif yang menyelidiki kasus itu telah dibunuh.
Jo Ui Sun terkejut. Apa?

Kakek Jo senang karena Jun Young dan Hae Woo bersedia tinggal bersamanya di sini. Kakek Jo juga minta keduanya bersiap ke villa, ia ingin Hae Woo liburan bersama suaminya.
Hae Woo masih banyak pekerjaan. Kakek mendesak Hae Woo, ini tidak adil untuk Jun Young. Jun Young berkata ia tidak keberatan dengan itu. Kakek menegurnya, ia yang keberatan.

Kakek juga berkata ia mengundang tamu penting ke villa besok pagi. Dia adalah orang yang harus ditemui Jun Young, mereka hanya akan makan siang sehingga tidak akan terlalu merepotkanmu.

Young Hee masuk ke kamar Yi Soo, ia membawa bahan-bahan untuk Yi Soo. Lalu terhenti karena Yi Soo tidur. Young Hee awalnya ingin langsung pergi, tapi memutuskan mendekat dan mengamati Yi Soo.
Apa Young Hee menyukai Yi Soo?

Yi Soo menjatuhkan liontin ikan hiunya. Young Hee berlutut untuk mengambilnya.
Young Hee mengamati liontin hiu itu dan ingat sesuatu.

4 tahun lalu, Tokyo.
Yi Soo ada di seaworld dan mengamati ikan hiu dalam akuarium. Yi Soo mengulurkan tangan, memegang dinding akuarium. Matanya berkaca-kaca. Young Hee juga ada di seaworld itu.

Yi Soo jalan keluar. Ia mendengar ada seorang wanita Jepang teriak, tolong hentikan orang itu! Yi Soo menoleh dan melihat seorang pencopet. Ia tidak tertarik dan tidak bereaksi.
Young Hee-lah yang menghadang pencopet itu dan merebut kembali dompet wanita Jepang itu. Young Hee melihat Yi Soo tetap cuek dan jalan pergi.

Young Hee mengejar Yi Soo. Permisi..lalu bicara dalam bahasa Korea karena mengira Yi Soo orang Jepang. Bagaimana seorang pria bisa diam saja saat melihat seorang wanita dicopet? Kau tidak jelek. Jangan seperti itu lagi, orang seharusnya saling menolong sesamanya. Benar kan? Kalau begitu, saya permisi.
Yi Soo bicara bahasa Korea, tali sepatumu lepas.
Young Hee : Benarkah?
Lalu ia sadar, astaga...kau orang Korea? Yi Soo pergi. Young Hee mengejarnya lagi. Uhm...tentang perkataanku tadi..jangan dimasukkan ke dalam hati, ok? Apa kau marah? Tapi sejujurnya, seorang pria tidak boleh seperti itu, ya kan? Hei aku sedang bicara.

Young Hee jadi tidak enak, aku sudah bersikap kasar ya? Maaf. Permisi. Young Hee membungkuk lalu pergi. Yi Soo tersenyum geli.
Young Hee adalah pegawai baru di Hotel Giant Jepang. Ia sedang berlatih bersama semua rekannya. Tuan Junichiro datang bersama rombongan. Manager menyambutnya.
Young Hee terkejut karena melihat Yi Soo dalam rombongan Tuan Junichiro. Yi Soo hanya menoleh sekilas dan jalan pergi.

Di satu tempat yang sepi, Young Hee menemui Tuan Junichiro. Keduanya tersenyum.

Kembali ke masa kini.
Young Hee meletakkan liontin hiu di atas meja lalu berdiri. Yi Soo mengigau, Hae Woo-ah..
Young Hee berbalik, ia kelihatan kurang senang.

Hae Woo bangun di villa keluarganya. Jun Young mengajaknya sarapan. Hae Woo terpana saat melihat meja makan, wow...aku menikahi pria yang hebat.
Dia bukan saja keren, berbakat, karakternya bagus, dan dia juga pintar masak. Benar-benar sempurna. Sempurna.
Jun Young ketawa dan minta Hae Woo makan saja. Hae Woo mencicipi masakan Jun Young, enak sekali. Jun Young tersenyum, lalu tiba-tiba mencium Hae Woo.

Hae Woo menyipitkan mata, kalau kau seperti itu terus, aku akan membuatmu masak terus.
Jun Young : Kedengarannya menarik bagiku.
Hae Woo geli : Baiklah.
Keduanya kelihatan benar-benar saling mencintai.

Jun Young mengamati Hae Woo yang jalan ke arah hutan. Ia menerima telp dari Sekretarisnya, yang mengirim data-data tentang Jun Yoshimura.

Hae Woo jalan-jalan di hutan dan melihat pohon tempatnya berteduh bersama Yi Soo waktu itu. Hae Woo mengingat Yi Soo lagi. Seseorang mengamati Hae Woo. It's Yi Soo.

Jun Young membuka file yang dikirim sekretarisnya. Ternyata memang Jun Yoshimura adalah pria yang ia temui di hotel. Jun Young mempelajarinya.

Yi Soo jalan mengikuti Hae Woo. Yi Soo berusaha menjaga jarak dan melangkah tanpa suara dibelakang Hae Woo.
Hae Woo tiba di danau. Ia benar-benar terkejut karena Yi Soo sudah ada di sana.

Shark [1], [2], [3]
Shark episode 4 4.5 5 Beetlebum Wednesday, July 3, 2013 Seseorang dengan baju RS dan perban menutupi seluruh kepalanya berdiri di atap gedung. Memandang ke kota metropolitan di bawahnya. Sepertiny...


No comments:

Post a Comment