The Prime Minister and I episode 10

 On Tuesday, February 11, 2014  

In Ho dan Da Jung sadar telah dijebak di dalam Hotel dan keduanya berusaha keluar dari tempat itu. In Ho+Da Jung harus menghindari rombongan Ny. Na tapi mereka tidak bisa melarikan diri dari para reporter.
Reporter Byun menyudutkan mereka, ia tidak percaya kalau In Ho mengantar Ny. Kwon menemui seseorang di Hotel ini. Siapa yang akan ditemui Ny. Kwon malam-malam seperti ini. In Ho melihat seseorang dan dengan yakin menjawab, Perdana Menteri Kwon Yul.

Kwon Yul benar-benar muncul membuat semua reporter syok. Kwon Yul tersenyum dan berkata ia memang minta In Ho mengantar Da Jung ke Hotel ini untuk memperingati 100 hari pernikahan mereka. Kwon Yul memuji In Ho dan mengajak Da Jung masuk ke kamar mereka.
Ternyata Ny. Na dan teman-temannya curiga kalau Jun Ki ingin bertemu dengan Hye Joo di kamar itu. Kalau tidak, untuk apa Sekretaris Bae memesan kamar ini. Yoon Hee sakit hati, dia adalah putri tunggal grup Myungsin, tapi suaminya berani kencan dengan wanita lain di hotel milik grup mereka. Ini keterlaluan.
Para nyonya setuju, wanita itu memang siluman rubah dan mereka akan memberi pelajaran padanya karena berani menyakiti perasaan Ny. Na. Ketiganya mengulurkan tangan untuk tos.

Saat itulah mereka mendengar pintu terbuka. Ketiganya panik dan langsung lari masuk ke dalam lemari untuk sembunyi.

Kwon Yul dan Da Jung masuk ke dalam tanpa tahu ada ketiga wanita itu. Astaga..ini bakalan seru. Kwon Yul tampak bingung, ia ingin tahu apa yang terjadi pada Da Jung.

In Ho jalan keluar dan bertemu Hye Joo. Mereka tahu soal ini dari Reporter Park Hee Chul. In Ho tidak menjawab pertanyaan Hye Joo dan pergi dengan marah. In Ho cemburu waktu ingat Kwon Yul jalan sambil merangkul Da Jung.

Kwon Yul dan Da Jung masih bicara dalam kamar. Da Jung tidak mau kalau Kwon Yul menganggap semua ini salahnya, itu sebabnya anda marah kan? Jika anda begitu tidak senang dengan saya..
Kwon Yul tidak tahan dan menarik Da Jung ke dalam pelukannya. Da Jung tertegun. Kwon Yul memeluknya erat-erat.

Kwon Yul melepaskan pelukannya dan berkata, ini bukan salah Da Jung. Kwon Yul juga tidak marah lagi dengan Da Jung. Aku hanya..marah dengan diriku sendiri. Aku benar-benar menyesal kau masuk dalam situasi seperti ini.
Kwon Yul tiba-tiba menyadari ada sehelai kain yang terjepit di pintu lemari dan seseorang menarik kain itu ke dalam. Berarti mereka tidak sendirian.

Da Jung tidak tahu itu dan mulai bicara, untuk apa anda meminta maaf..saya menikah dan menyadari kalau hal seperti ini bisa terjadi..
Kwon Yul minta Da Jung diam dulu. Da Jung tidak mau, tidak. Saya akan mengatakan apa yang ingin saya katakan juga. Jong Ri-nim, meskipun anda masuk ke dalam pernikahan ini karena saya,..

Kwon Yul : Nam Da Jung-ssi, hentikan.
Da Jung : Kalau saya tidak mengatakannya sekarang, saya tidak akan memiliki keberanian untuk mengatakannya. Tapi anda tidak tahu betapa saya menghormati anda kan? Saya..saya benar-benar menghormati anda, Jong Ri-nim.
Jadi meskipun..pernikahan ini adalah pernikahan kon...



Kwon Yul mencium Da Jung untuk menghentikannya bicara. Ini sama seperti waktu Da Jung mencium Kwon Yul untuk menghentikannya bicara.
Da Jung terbelalak. Kwon Yul mundur dan berkata dengan sedikit jengkel, Nam Da Jung..kau terlalu banyak bicara.

Kwon Yul jalan ke arah lemari dan perlahan membuka pintunya dari luar. Ketiga Nyonya itu jatuh keluar dengan menggelikan. Kwon Yul dan Da Jung syok melihat mereka.

Ny. Na tampak malu, ia memberi salam pada Kwon Yul. Kwon Yul bingung, apa yang kalian lakukan disini? Yoon Hee berkata kalau mereka salah masuk kamar, ia minta maaf dan bergegas lari keluar. Kedua rekannya panik dan mengejarnya. Salah seorang sempat mengucapkan selamat malam pada Kwon Yul.

Ketiganya malu sekali dan mereka mengira Yoon Hee salah kamar. Tapi Yoon Hee yakin Sekretaris Bae memang memesan kamar ini, aku sudah mengeceknya lebih dari 10 kali. Salah seorang nyonya tampak terpesona dengan Kwon Yul, kalian lihat tadi? Perdana Menteri mendaratkan ciuman dasyat! Siapa yang mengira PM memiliki sisi seperti itu.
Yoon Hee tidak percaya dengan kedua rekannya :)

In Ho jalan ke sebuah restoran mewah, ia ingin bertemu Menteri Park. Tapi dihalangi oleh Sekretaris Bae karena Menteri Park sedang bertemu dengan Presdir Na.
In Ho tidak mau menunggu dan harus berkelahi dengan dua bodyguard Presdir. In Ho berhasil menjatuhkan keduanya dan membuka pintu. Jun Ki menoleh, ia sedikit terkejut melihat In Ho.

Kwon Yul dan Da Jung duduk dengan kikuk di dalam kamar hotel. Da Jung heran kenapa ketiga nyonya itu ada di kamar ini.
Kwon Yul tampak kikuk, ia hanya bergumam lalu menjawab kalau dia juga tidak tahu.

Kwon Yul menerima telp dari Hye Joo dan tampak lega. Kwon Yul mengajak Da Jung keluar karena para reporter sudah pergi.

Da Jung menahan Kwon Yul, ia tanya apa Kwon Yul memang tahu kalau para nyonya itu ada di dalam lemari dan karena itulah Kwon Yul menciumnya?

Kwon Yul langsung membenarkan. Kalau tidak, untuk apa aku melakukan itu. Da Jung masih belum terima, kalau memang seperti itu, Kwon Yul bisa menutup mulutnya dengan tangan.

Da Jung jadi tersinggung, tunggu dulu..lalu saat anda memeluk saya tadi dan menghibur saya dan berkata kalau ini bukan salah saya, apa itu juga karena para nyonya itu?

Kwon Yul mengiyakan, meskipun sebenarnya tidak :) Apa kau pikir aku memelukmu karena kau menawan? Aku melakukannya karena aku tidak punya pilihan.
Da Jung : Karena tidak ada pilihan lain? anda bisa menghentikan saya dengan tangan tapi anda bahkan mencium saya. Bukankah ini pelanggaran kontrak?

Yul marah, pelanggaran kontrak? Kalau kau menganggapnya demikian, kau yang melanggar kontrak duluan! Membenturkan bibirmu ke bibirku, apa kau tidak ingat itu? Situasi ini sama dengan yang waktu itu.
Da Jung : Situasi yang sama? Apanya yang sama? Dulu, Jong Ri-nim anda terus menahan tangan saya, jadi saya tidak punya pilihan.

Kwon Yul : Yah..aku memang menahan tanganmu dulu, aku i...ngat itu tapi aku tadi sudah memintamu untuk diam kan? Apa masalahnya dengan berbenturan bibir sedikit?
Da Jung tidak percaya ini dan marah, bukannya anda yang bilang jangan melakukan sesuatu yang melanggar batas? Da Jung jalan keluar diikuti Yul.

Sampai diluar, Hye Joo mulai tanya apa yang terjadi. Tapi Da Jung teriak kesal, apa ini karena salahku lagi? Apa memangnya kesalahanku? Aku tidak melakukan kesalahan apapun hari ini.
Da Jung masuk ke mobil tapi tidak mau duduk di belakang bersama Yul, ia memilih duduk di depan sebelah Pak Shim.

Kwon Yul keluar, wajahnya kelihatan lelah. Hye Joo mendekat dan ingin tanya, tapi Kwon Yul menahannya, kita bicara besok saja. Kwon Yul masuk ke dalam mobil dan langsung pergi.



Hye Joo menghela nafas, kenapa semua orang seperti itu?
In Ho dan Jun Ki akhirnya bicara berdua. Jun Ki tahu In Ho pasti cukup marah melihat In Ho menerobos seperti ini.
In Ho : Tujuan saya adalah Perdana Menteri dan bukan Nam Da Jung. Saya yakin saya sudah mengatakannya pada anda.

Jun Ki membenarkan itu, tapi ia tidak merasa harus mendengarkan In Ho. Kau juga tidak menunjukkan semua kartumu padaku.

In Ho mengeluarkan rekaman, ia sudah merekam pembicaraan Jun Ki di telp dan mengancamnya. Jun Ki marah tapi In Ho tidak peduli, kalau ia mengungkapkan semuanya, Jun Ki yang akan rugi lebih banyak.  In Ho memutuskan hubungan kerjasama mereka.
Jun Ki marah dan minta Sekretarisnya menyelidiki soal Kang In Ho.

Da Jung ngomel sendiri di dalam mobil, Kwon Yul memotongnya, apa kau akan terus bergumam seperti itu? Kurasa sudah cukup sekarang.
Da Jung tidak peduli dan tetap ngomel, ia merasa Kwon Yul bersalah tapi tidak mau minta maaf.
Kwon Yul tidak terima disalahkan, siapa? Aku? Omong kosong.



Pak Shim merasa tidak enak dan perlahan mulai menyalakan musik romantis. Kwon Yul dan Da Jung protes, Pak Shim! wehehehe...Pak Shim memang so sweet.
Kwon Yul minta Pak Shim tidak memperhatikan mereka, Da Jung seperti ini tanpa alasan dan minta Pak Shim tetap menjalankan mobil. Da Jung kesal dan minta Pak Shim berhenti. Keduanya ngotot, yang satu ingin turun, yang lain tetap ingin pulang.

Pak Shim mengalah dan menghentikan mobil. Da Jung langsung keluar dan pergi begitu saja.



Kwon Yul ikut keluar mobil dan mengejarnya. Nam Da Jung! Nam Da Jung ! Yul mencoba menarik lengan Da Jung. Da Jung mengibaskan tangan Yul, lepaskan! Da Jung tetap jalan cepat. Kwon Yul terus mengejar, kau mau kemana?
Da Jung tanpa berpikir langsung masuk ke sebuah klub. Kwon Yul melihat klub itu dan berusaha jalan masuk  bersama anak buahnya. Tapi mereka ditahan petugas, maaf anda tidak boleh masuk.
Kwon Yul : Apa maksudmu aku tidak bisa masuk?

Petugas melarang Yul karena hanya usia 30 th kebawah yang bisa masuk sementara Yul sudah setengah baya. Kwon Yul tidak percaya, apa? usia 30 th keatas tidak bisa masuk? Negara apa yang membuat aturan seperti itu? Tapi petugas Klub tetap tidak mengijinkan mereka masuk, pria setengah baya dengan setelan jas tidak bisa masuk.

Da Jung duduk sendiri di bar, ia minum bir. Da Jung menghela nafas, sebenarnya apa yang kulakukan disini saat ini? Seorang pria duduk di samping Da Jung dan mulai mencoba mendekatinya. Kau sendirian kan? bagaimana kalau kita dansa?

Da Jung menolak, maaf, aku sudah menikah. Aku gila karena masuk ke tempat seperti ini. Da Jung mengambil tasnya dan jalan pergi.

Pria itu tidak mau ditolak, ia mengejar Da Jung dan menarik tanganya. Da Jung marah, lepaskan! Pria itu tidak percaya Da Jung sudah menikah, kenapa wanita yang sudah menikah datang ke sini? Jangan bohong, ayo kita main-main.

Kwon Yul dan anak buahnya berhasil masuk ke klub itu. Mereka sudah ganti penampilan hehehe..sekarang Kwon Yul keren seperti rocker.

Kwon Yul melihat Da Jung dalam masalah, ia langsung mendekat dan menarik tangan pria itu dari Da Jung, lepaskan tangannya. Pria itu marah, siapa kau?
Kwon Yul : Aku? Aku suaminya. Kau sendiri siapa?

Anak buah Kwon Yul langsung mengamankan pria itu. Da Jung bengong melihat penampilan baru PM Kwon. Kwon Yul berbisik, ia terpaksa melakukan sedikit improvisasi dan membeli baju dari toko di depan. Aku melakukan semua ini gara-gara dirimu!
Da Jung : Kalau memang seperti itu, seharusnya anda pergi saja. Kenapa anda kesini?
Kwon Yul tidak mau bertengkar di tempat itu dan mengajak Da Jung pergi. Da Jung menolak lagi, ia masih mau main. Tapi kali ini Kwon Yul mengerahkan anak buahnya untuk mengangkat Da Jung pergi.

Pasangan Kwon tiba di rumah. Anak buah Kwon Yul mengantar Da Jung ke halaman, mereka minta maaf pada nyonya :) Setelah mereka pergi, Da Jung protes atas perlakuan yang diterimanya.
Kwon Yul tidak mengelak lagi dan langsung minta maaf. Da Jung tertegun. Kwon Yul sudah memikirkannya, aku yang salah. Aku minta maaf.

Da Jung sedikit melunak tapi ia merasa tidak puas jika hanya dengan permintaan maaf saja. Kwon Yul tanya, apa lagi yang harus ia lakukan?
Diluar dugaan, Da Jung ingin memukul bibir Kwon Yul yang tidak sopan :)

Kwon Yul terkejut, tapi ia mengalah. Kalau memang harus seperti itu demi meerdakan ketegangan, ini, silahkan pukul aku. Kwon Yul menyorongkan wajahnya ke arah Da Jung.


Da Jung mengangkat tangan dan ingin memukul Yul, tapi ia tidak sanggup. Keduanya geli sendiri dengan kekonyolan mereka.
Anak-anak Kwon dan Ahjumma ada di ruang tengah. Na Ra merasa Woo Ri mulai mencurigakan. Kakaknya selalu keluar rumah. Woo Ri minta Na Ra tidak mengurusnya. Na Ra cemas, ia takut kakaknya main band lagi diam-diam.
Kwon Yul dan Da Jung jalan masuk. Man Se dan yang lain syok melihat penampilan Kwon Yul. Man Se bahkan berseru, Appa! Apa kau benar-benar Appa kami? hahaha
Kwon Yul : Kenapa kalian masih disini malam-malam? Ayo cepat tidur!

Kwon Yul langsung jalan masuk. Na Ra bingung melihat Ayahnya, ia tanya Da Jung kenapa Ayahnya seperti itu.
Da Jung : Oh, ada sesuatu.

Kwon Yul masuk ke kamarnya dan menghembuskan nafas lega, ia tidak mengira anak-anaknya melihatnya berpakaian seperti itu :) Kwon Yul mengacak rambutnya lalu ganti baju.


Beberapa saat kemudian, Yul Sudah mengenakan baju hariannya dan duduk di meja. Ia mengangkat telp dan telp Jun Ki. Wajah Kwon Yul tampak muram.
Paginya, Reporter Byun marah-marah di kantor Scandal News, ia menuduh Hee Chul mencuri foto2nya dan memberikannya pada PM Kwon. Semalam PM Kwon muncul di hotel, itu pasti karena perbuatan kalian!
Hee Chul jadi marah, kau seharusnya tidak melakukan kejahatan seperti itu! Apa kau tidak malu dengan dirimu sendiri?! Hee Chul mengancam akan membalas Reporter Byun. Byun ketakutan dan lari keluar. Editor Go mendengar percakapan keduanya, ia masuk dan minta Hee Chul cerita.



In Ho menghadap PM Kwon dan memberikan foto-foto dirinya dengan Da Jung. Reporter Byun sepertinya mengontak Menteri Park untuk memberikan foto2 ini. Jadi, saya mencoba menemui Menteri Park untuk negosiasi, tapi saya tidak mengira akan jatuh ke dalam jebakan. Saya minta maaf.
Kwon Yul mengamati foto2 itu, ia tidak menyalahkan In Ho. Ini salahku, target Menteri Park adalah aku. Kau dan Nam Da Jung tidak bersalah.

In Ho tanya kenapa Kwon Yul tidak bertanya apapun soal foto-foto itu. Kenapa kami diamati dan apa hubungan saya dan Nam Da Jung, apa anda tidak ingin tahu? In Ho tersenyum dan berkata bagaimanapun ini adalah pernikahan kontrak, tapi jika dia adalah istri PM Kwon yang sebenarnya bersama pria lain, maka hati anda pasti akan merasa panas kan?

In Ho mencoba memancing, jika saya ada di posisi anda, saya tidak akan melepaskan pria itu.
Kwon Yul ingat saat ia menerima foto-foto Na Young, tapi Yul menjawab, untuk apa melakukan itu? Hatinya sudah pergi bersama orang itu..semuanya itu tidak ada gunanya.
In Ho bertemu Da Jung di halaman, In Ho yakin Da Jung merasa terkejut soal kemarin. In Ho minta maaf karena Da Jung mengalami semua itu karena dirinya.
Da Jung berkata ia baik-baik saja, kau tidak perlu merasa bersalah, chief Kang.

In Ho tanya apa Da Jung benar-benar tidak apa-apa, atau pura2 tidak apa-apa. Apa karena ayahmu dan apa kau mencoba yang terbaik demi pernikahan kontrak ini. Tapi kurasa tidak benar jika kau mengalami hal yang seperti kemarin itu Da Jung.

Da Jung : Lalu, apa yang harus kulakukan? Waktu aku memutuskan menikah dengan Perdana Menteri, aku tidak berharap hanya yang baik saja yang akan kualami, tentu saja aku juga tidak mengira kalau sesuatu yang seperti kemarin itu akan terjadi.
Bagiku, aku ini orang yang berpikiran simpel, aku hanya ingin memikirkan hal-hal yang baik. Aku senang kalau ayahku bahagia dan aku menyukai posisiku dan hal-hal yang harus kulakukan disini. Dan juga, aku suka ada disini, aku disini karena aku menyukainya.

Wajah In Ho tampak kecewa. Da Jung mengundang In Ho sarapan bersama mereka, tapi In Ho menolak, karena peristiwa kemarin ia harus menjaga jarak. Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Da Jung.
Da Jung ingin mereka bisa berteman lagi seperti dulu, ia senang bisa bicara dengan In Ho, aku tahu aku serakah, benar kan? In Ho diam saja. Da Jung menunduk lalu jalan pergi.

Yoon Hee gelisah menunggu suaminya, ia sudah menyiapkan vitamin untuk Jun Ki. Jun Ki heran, kenapa kau melakukan hal-hal yang tidak kau lakukan sebelumnya? Yoon Hee hanya mencoba melakukan sesuatu yang membuat Jun Ki senang.
Setelah Jun Ki masuk ke dalam, Yoon Hee lega karena sepertinya Jun Ki tidak tahu soal insiden di kamar hotel itu, saat ia bertemu PM Kwon dan Da Jung.

Ketiga nyonya itu bertemu Da Jung, mereka ingin Da Jung membujuk PM Kwon untuk pura-pura tidak terjadi apapun.
Da Jung geli dan menenangkan mereka, Jong Ri-nim kita bukan tipe orang yang akan menyebarkan rumor seperti itu. Ketiga Nyonya itu jadi lega.

Da Jung ingin tahu kenapa mereka sembunyi dalam kamar hotel seperti itu. Ny. Lee terlanjur bicara, mereka ada disana untuk memberikan pelajaran pada Seo Hye Joo karena ia berani menemui Menteri Park.
Yoon Hee hampir tersedak, Ny. Lee! Yoon Hee minta Da Jung pura-pura tidak mendengar itu. Yah, kau tahu, karena Menteri Park begitu populer..
Da Jung : Hei, tapi Sekretaris Seo tidak akan melakukan itu! untuk apa wanita yang cantik dan pintar mengejar pria yang sudah menikah?

Yoon Hee jadi tersinggung, tunggu dulu, apa maksudmu Menteri Park tidak menarik sebagai seorang pria? Da Jung bingung dan berusaha menjelaskan kalau mereka mungkin salah paham. Tapi Yoon Hee sudah terlanjur tersinggung.



Kwon Yul merenung dan memikirkan pertemuannya dengan Jun Ki. Kwon Yul memintanya tidak melibatkan Da Jung. Jun Ki tidak percaya, kenapa banyak sekali orang mencemaskannya? Kwon Yul heran, apa katamu?
Jun Ki : Kau tidak perlu tahu. Jika kelemahanmu adalah wanita itu, aku tidak bisa diam saja. Aku akan melihat sampai kapan kau bisa diam saja.
Hye Joo menemui Kwon Yul, Jong Ri-nim? Hye Joo ingin menindak Menteri Park secara resmi. Kwon Yul tidak bisa, ia adalah paman anak-anak. Kwon Yul juga merasa cemas karena Jun Ki mulai melibatkan Da Jung.
Hye Joo menyerahkan dokumen di meja Kwon Yul, kita terlalu sibuk sampai belum berpikir untuk mendaftarkan pernikahan. Saya rasa anda harus melakukannya sekarang. Hye Joo keluar. Kwon Yul mengamati dokumen di depannya, Laporan Pernikahan.

Hye Joo meyakinkan dirinya sendiri, ia harus melakukan ini demi Perdana Menteri. Hye Joo mendapat telp dari Da Jung.
Da Jung mengatakan soal Ny. Na yang sembunyi di kamar hotel gara-gara salah paham pada Hye Joo.

Hye Joo tidak percaya mendengarnya. Da Jung membenarkan, dia mengira Menteri Park bertemu denganmu dan datang untuk memergokimu. Kurasa kau harus tahu ini..
Da Jung memastikan, Sekretaris Seo..kau dan Menteri Park..

Hye Joo menegaskan, mereka tidak memiliki hubungan seperti itu. Da Jung tertawa lega, ah tentu saja! Aku juga berpikir seperti itu. Tapi tidak ada salahnya kau berhati-hati, para ajumma itu benar2 mengerikan.

Hye Joo heran apa Da Jung datang ke kantor hanya untuk mengatakan soal ini padanya. Da Jung tertawa membenarkan. Hye Joo minta Da Jung segera pergi karena tidak baik jika kelihatan anak buah Perdana Menteri kalau "Nyonya" ada di sekitar kantor ini. Oya, PM pergi ke RS untuk membuka gipsnya. Da Jung mengerti dan pergi.
Hye Joo meremas gelas kertasnya, sepertinya ia ingin membalas pasangan Park.

Malamnya, Kwon Yul pulang dan melihat Da Jung menggendong Man Se sampai tidur. Kwon Yul tertegun, wajahnya jadi melembut dan ia tersenyum.
Da Jung menoleh, ia tersenyum lebar seperti biasa, Jong Ri-nim..anda sudah pulang?
Keduanya membawa Man Se ke kamar dan menyelimuti anak itu. Di kamar Man Se banyak boneka kodok hasil jahitan Da Jung.  Da Jung akan membawa boneka itu untuk dijual di bazar Klub Lily.
Kwon Yul melihat ada yang aneh di boneka itu, apa ini? kenapa kaki dan tangannya berbeda? Da Jung baru sadar, omo! bagaimana ini..?

Beberapa menit kemudian, pasangan Kwon sibuk menjahit ulang tangan dan kaki Gaeruri mereka. Kwon Yul justru mengajari Da Jung cara menjahit dengan benar (hehehe aku juga pingin kursus menjahit dengan PM Kwon)
Da Jung senang Kwon Yul mau membantunya. Kwon Yul menggerutu lagi, aku tidak membantumu karena aku menyukaimu. Aku melakukan ini karena ini membuatku kesal. Tapi Da Jung tahu kalau sebenarnya bukan seperti itu. Da Jung tanya soal PR Kwon Yul. Apa anda sudah menyelesaikannya?



Kwon Yul menatap Da Jung, kurasa itu akan selesai dengan baik pada akhirnya. Aku menemukan jawabannya. Da Jung tanya apa PR Kwon Yul adalah Menteri Park, apa kalian tidak bisa berbaikan?
Kwon Yul menghela nafas, kalau bisa, itu akan sangat bagus. Kwon Yul tanya apa Da Jung tidak takut dengan situasi seperti ini.

Da Jung : Tidak sama sekali. Anda disini dan saya bukan orang yang akan diam saja kalau menderita. oh ya Jong Ri-nim, kemampuan anda berimprovisasi benar-benar luar biasa saat itu. Peringatan 100 hari Pernikahan kita, bagaimana anda bisa memikirkannya?
Kwon Yul : Aku mengatakannya hanya untuk membuat alasan.
Da Jung : Tapi, apa anda tahu kalau peringatan 100 hari yang sebenarnya adalah Sabtu ini?

Kwon Yul : Kau benar-benar menghitungnya? menyedihkan. Kau selesaikan sisanya.
Kwon Yul seperti ingin bicara sesuatu tapi ia membatalkannya, ah tidak, tidak ada apa-apa. Da Jung heran, ia ingin tahu apa yang akan dikatakan Kwon Yul padanya. Tapi Kwon Yul berkata nanti saja, aku akan mengatakannya nanti.

Keesokannya, Yul duduk sambil mengamati dokumen pelaporan pernikahannya dengan Da Jung.
Da Jung menyiapkan Boneka Gaeruri untuk dijual di bazar Lily Klub. Editor Go dan Hee Chul datang, keduanya melihat-lihat boneka Da Jung, aigoo..kapan kau akan menjual semua boneka ini?
Editor Go protes, reporter Park sudah menyelamatkan Perdana Menteri dan Da Jung dari ancaman dipermalukan, tapi mereka hanya diberikan liputan soal bazar seperti ini. Ini tidak masuk akal.

Da Jung hanya tersenyum dan dia berterima kasih pada Hee Chul yang sudah menyelamatkan mereka semua. Hee Chul pasti akan membantu Noona-nya, tapi ia ingin tahu apa memang benar diantara Da Jung dan Chief Kang tidak ada apa-apa. Da Jung memastikan, tidak ada apapun diantara mereka.
Hee Chul minta Da Jung hati-hati saja, ia melihat para Nyonya dan pesan, hati-hati dengan para ajumma itu. Da Jung tahu itu.

Ketiga Nyonya mendekati Da Jung. Da Jung berterima kasih atas kedatangan mereka. Da Jung menanyakan soal boneka. Mereka sudah menyelesaikannya, mereka membayar orang untuk membuatnya.
Da Jung tanya apa mereka semua sudah siap? Ketiganya menjawab sinis, siap untuk apa? Apa kau akan menyuruh kami membuat jeon atau apa? Tidak akan.

Da Jung tidak percaya mereka tidak mau mendengarkan kata2nya sebagai Presiden klub ini. Mereka menantang Da Jung, kenapa? Apa kau akan menelepon PM Kwon? Da Jung mengeluarkan ponselnya, mungkin saja. Jong Ri-nim benar2 ingin datang, tapi aku melarangnya. Kurasa aku akan telp dia saja dan memintanya datang.
Ketiga nyonya itu panik dan setuju untuk membuat kue dadar ala Korea.

Mendekati akhir Bazar, Da Jung telp Kwon Yul dan lapor kalau ia gagal menjual satupun boneka kodoknya. Kwon Yul terkejut dan tanya apa rencana Da Jung berikutnya.
Da Jung : Jika anda merasa cemas, anda seharusnya datang membantu. Saya sudah merasa depresi karena boneka2 ini tidak terjual.
Kwon Yul : Nam Da Jung tidak akan merasa depresi hanya karena masalah itu. Tidak mungkin kau memintaku untuk menjualnya kan? Aku minta maaf tapi aku bukan orang seperti itu.

Da Jung kesal, siapa yang minta anda menjualnya? Kwon Yul minta Da Jung berusaha sebaik mungkin untuk menjualnya, kalau kau berhasil, aku akan membelikan makanan enak untukmu :)
Da Jung jadi semangat lagi, benarkah? Kwon Yul membenarkan, bukannya ia selalu menepati janjinya. Aku sibuk, sudah ya.
Da Jung mengeluh, hah...dasar orang kaku. Tapi Da Jung bersemangat, aku akan menjual semuanya hari ini.

In Ho ada di kantor dan mengingat keinginan Da Jung untuk bisa berteman lagi seperti dulu dengan In Ho. Ia menghela nafas.
In Ho melihat Pak Shim, Pak Shim..anda mau kemana? Pak Shim harus menjemput Nyonya, Jong Ri-nim meminta saya mengantarnya karena saat ini sedang hujan. In Ho ingin ikut dengan Pak Shim.



Hee Chul geleng kepala melihat jualan Da Jung sama sekali tidak laku, mereka itu kejam sekali. Bukankah yang jualan adalah istri Perdana Menteri, apa mereka tidak bisa membeli satu saja demi sopan santun? Editor Go merasa sejak awal memang tidak masuk akal menjual boneka kodok ini. Ia merasa konsep Da Jung salah.
Da Jung yakin pada dirinya, ia akan pergi ke Myeong dong dan menjual semuanya. Editor Go menyindirnya, diluar cuaca sangat buruk dan hujan, tapi kau pasti akan dengan mudah menjualnya, benar kan? Hee Chul kesal sekali dengan bossnya, ia langsung menyeret Editor Go pergi, tapi masih sempat memberi semangat pada Da Jung.
Ternyata bukan karena konsep ataupun produk yang dijual Da Jung, tapi Ny. Na sudah mengerahkan pengaruhnya dan melarang para istri dari keluarga konglomerat membeli boneka itu. Mereka melakukannya karena kesal sudah diminta memasak kue dadar ala Korea.
Mereka melihat Da Jung di pintu keluar dan sengaja menabraknya sampai semua bonekanya jatuh. Siapa yang menyuruhmu menghalangi pintu? Da Jung tidak percaya, jadi kalian sengaja mendorongku?

Yoon Hee hanya minta Da Jung minggir. Ia tanya apa yang akan dilakukan Da Jung dengan boneka2 ini, ia sudah bilang kalau boneka ini tidak sesuai standar mereka. Da Jung minta mereka tidak pusing, ia yang akan mengurusnya dan ia berterima kasih karena mereka sudah mau kerja hari ini. Da Jung minta maaf karena tidak bisa memenuhi standar para Nyonya. Tapi ia yakin juga tidak akan bisa mengikuti standar mereka sampai kapanpun.
Da Jung masih merasa penjualan barang branded tidak sesuai dengan klub mereka.

Yoon Hee menjawab dengan tajam, yang tidak cocok dengan perkumpulan Lily mereka adalah kau, istri Perdana Menteri.
Nyonya lain mengejek Da Jung, sudahlah, PM Kwon tidak akan duduk di posisi itu selamanya. (Lihat ya, nanti kalau Kwon Yul jadi Persiden. Habis mereka wkk) Mereka meninggalkan Da Jung, tapi masih sempat menginjak boneka2 kodok itu. Grrr!
Da Jung memunguti bonekanya. In Ho melihat Da Jung, ia tampak sedih dan membantu Da Jung membereskan semua boneka itu.
Kwon Yul browsing di kantornya, ia mencari tahu lewat internet, bagaimana membuat acara yang bagus untuk ulang tahun 100 hari pernikahan. So cute.



In Ho mengajak Da Jung makan. Ia beli sandwich raksasa. Da Jung senang tapi ia langsung ingat Man Se, wah dia pasti akan menyukainya. (benar2 pikiran seorang mommy wkk)
In Ho senang Da Jung sudah tersenyum lagi, kau merasa lebih baik sekarang? In Ho mulai merasa menyesal, kenapa saat itu dia mengakui perasaannya pada Da Jung. Aku seharusnya tetap jadi teman baikmu saja.

Da Jung juga ingin seperti itu, berteman baik dengan In Ho.
In Ho mendadak terdengar serius, aku tidak mau. Aku tidak mau jadi temanmu dan aku tidak suka menjadi malaikat pelindungmu. Tapi In Ho langsung ketawa, aku bercanda. Kita bisa kembali seperti dulu, kalau kau mau kita bisa kembali berteman. Kalau kau ingin malaikat pelindung, aku akan menjadi malaikat pelindungmu sampai kontrak pernikahan ini selesai.

Da Jung membalas candaan In Ho, Chief Kang kau benar2 dalam masalah. Sepertinya kau terpesona padaku. Apa yang akan kau lakukan? Setelah kontrak pernikahan selesai, aku akan menjadi Janda Nasional, aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan nanti.
In Ho : Gee..aku juga tidak tahu apa aku tidak berubah pikiran nanti..

Da Jung sadar, apa kau tidak merasa aku ini tidak tahu malu? In Ho ketawa, bukankah kau memang seperti itu? Tidak tahu malu sudah menjadi pesonamu.
Tiba-tiba Da Jung mendapat telp, ada seorang pria yang akan membeli semua bonekanya. Da Jung benar2 gembira.

Yups! memang Kwon Yul yang ada di balik pembelian itu. Dia minta Pak Shim membeli semuanya tanpa memberikan identitas. Kwon Yul senang, bagus. Tolong kau juga pura-pura tidak tahu di depan Nam Da Jung. Pak Shim tersenyum lebar, ya Perdana Menteri. Pak Shim akan mencuci semua bonekanya di laundry dan akan menyumbangkan ke panti asuhan.
Pak Shim jalan keluar, ia hampir bertabrakan dengan Man Se yang lari masuk. Man Se memanggil ayahnya untuk makan sandwich :)

Da Jung membeli sandwich untuk mereka semua, ia mengiris-iris roti untuk Na Ra, Man Se dan Woo Ri. Na Ra dan Man Se gembira sekali lalu kembali ke kamar masing-masing.
Da Jung juga mengiris roti untuk Kwon Yul. Kwon Yul komen, sepertinya kau sedang senang.

Da Jung : Tentu saja. acaranya berakhir dengan sukses, semua boneka terjual, apa lagi yang bisa membuat saya merasa tidak bahagia?
Kwon Yul : Benarkah? baguslah kalau begitu.



Da Jung mengaku, ia tidak bisa menjual satu bonekapun, tapi tiba2 ada seorang pria yang membeli semua boneka itu.  Da Jung menyindir Yul, tidak seperti seseorang yang memberikan alasan. Dia pasti orang yang baik dan berhati hangat.
Kwon Yul hanya tersenyum geli, yah..baguslah kalau semua boneka itu terjual. Oya, kau bilang hari Sabtu ini adalah hari ke-100 pernikahan kita? Bagaimana kalau kita makan diluar pada hari itu? Da Jung terkejut, kenapa tiba-tiba..?

Kwon Yul ingin memenuhi janjinya untuk mentraktir Da Jung karena berhasil menjual semua bonekanya. Aku akan mentraktirmu karena aku juga harus mengatakan sesuatu padamu. Kwon Yul langsung pergi.
Da Jung bersorak gembira lalu teriak, anda harus mentraktir makanan mahal dan enak, ok?

Hye Joo membaca berita soal pembangunan pelabuhan. Ia tampak marah. Tapi langsung tersenyum ramah saat melihat Jun Ki.
Jun Ki heran kenapa Hye Joo memintanya datang, apa ini karena Kwon Yul lagi? Hye Joo menyangkalnya, ia hanya ingin bicara dengan Jun Ki sebagai seniornya.

Jun Ki bingung, senior? Hye Joo benar2 ramah, kenapa kau melihatku dengan aneh? Saat ini aku adalah juniormu. Hye Joo bahkan pindah duduk di samping Jun Ki dan bersikap sangat akrab.
Jun Ki : Ada apa dengan dirimu?
Hye Joo : Saat kita di sekolah, kita biasa duduk seperti ini dan bercakap-cakap. Apa kau sudah lupa? Saat di sekolah kau benar-benar populer diantara para gadis, tapi kalau dilihat dari dekat seperti ini, kau juga sudah memiliki banyak keriput..

Jun Ki memotongnya, ia tidak mengerti kenapa Hye Joo seperti ini.
Hye Joo : Saat itu, kau berkata kalau aku datang kepadamu, kau akan melepaskan semuanya. Apa kata-kata itu masih berlaku?
Jun Ki langsung tahu, kau seperti ini karena Kwon Yul. Kau bersedia melakukan apapun demi melindungi Kwon Yul. Apa ini yang ingin kau katakan padaku?

Hye Joo sengaja mendekat dan menyentuh bahu Jun Ki, Hye Joo melirik dan melihat Yoon Hee. Hye Joo berkata ingin membahas soal ini nanti saja, karena Jun Ki memiliki tamu.

Jun Ki menoleh dan melihat istrinya. Hye Joo berdiri dan menyapa Yoon Hee. Yoon Hee cemburu dan marah besar, ia ingin menampar Hye Joo tapi Jun Ki menahannya. Kau ini kenapa?!

Yoon Hee sakit hati, kau ..berani menahanku? Apa kau membela wanita itu? Hye Joo minta keduanya bicara dulu, ia harus pergi.
Jun Ki minta istrinya tetap di tempat dan ia lari mengejar Hye Joo. Jun Ki menarik tangan Hye Joo, apa yang kau lakukan?

Hye Joo : Apa kau sudah lupa saat mengirim Ny. Nam Da Jung dan Chief Kang ke kamar hotel? Perdana Menteri berkata akan melupakan masalah ini, tapi aku berbeda dengannya. Karena mereka sudah mengira aku sebagai wanita penggoda, tidak ada alasan kenapa aku tidak bisa membawanya lebih jauh lagi. Kau seharusnya berterima kasih karena aku tidak membawamu ke dalam kamar hotel.



Hye Joo pergi. Setelah itu, Yoon Hee menemui Jun Ki lalu menampar dan memaki suaminya. wkkk
Da Jung menulis di agendanya lalu memikirkan apa yang ingin dikatakan Jong Ri-nim kepadanya. Da Jung berkhayal, Kwon Yul mengucapkan terima kasih karena Da Jung sudah bekerja keras untuknya dan anak-anak.
Da Jung yakin bukan itu. Lalu berpikir, Yul akan menggerutu seperti biasa sambil makan. Da Jung yakin bukan itu, tidak mungkin dia membelikan makan malam hanya untuk mengatakan hal seperti itu.
Lalu Da Jung berkhayal, Kwon Yul berkata akan mengaku, ia menyerahkan bunga dan memintanya menjadi kekasihnya.
Da Jung tertawa sendiri, Ah Nam Da Jung, kau berpikir terlalu jauh. Da Jung melihat Woo Ri pergi tapi tidak mendapat jawaban saat tanya kemana tujuan Woo Ri.
Na Ra mendekati Da Jung, ia juga curiga dengan tingkah laku Woo Ri akhir2 ini. Oppa pergi ke Gereja Katholik.

Da Jung heran, gereja? Woo Ri? Na Ra membenarkan, aneh kan? Dia bukan tipe orang yang suka pergi ke gereja.

Da Jung memutuskan menguntit Woo Ri dari jauh. Da Jung heran kenapa Na Ra mengikutinya. Na Ra ingin minta uang pada Woo Ri setelah ia menemukan kelemahan kakaknya :)
Keduanya berdiri di depan gereja, mereka bengong. Woo Ri benar-benar ke gereja.
Da Jung dan Na Ra masuk ke dalam dan mencari Woo Ri, ternyata Woo Ri latihan menyanyi di balkon diiringi alunan piano. Woo Ri memuji nama Tuhan wow.
Na Ra lebih tertarik memperhatikan oppa yang memainkan piano hehehe..(Cameo Suho-EXO). Wa....ada yang tiba-tiba jatuh cinta :)
 

Hye Joo menemui Kwon Yul membawa laporan soal tanggapan masyarakat terhadap proyek pelabuhan internasional. Hye Joo tanya apa Perdana Menteri memiliki acara khusus malam ini.
Kwon Yul membenarkan, ada yang harus ia katakan pada Da Jung. Kau sudah lama mengenalku, apapun keputusan yang kuambil, kau akan bisa mengerti diriku kan?

Hye Joo : Tentu saja. Tapi apa keputusan itu menyangkut Nam Da Jung?
Kwon Yul mengangguk : Ada satu hal yang aku sudah pasti.

Woo Ri duduk bersama Da Jung dan Na Ra. Woo Ri tanya kenapa Da Jung mengikutinya, apa kau melacakku sekarang?
Da Jung tidak melacak Woo Ri, ia hanya merasa cemas. Da Jung memuji suara Woo Ri.

Na Ra tidak setuju, apa maksudnya bagus? oppa yang di dekatnya ratusan kali lebih baik, oppa itu benar-benar mirip Exo Suho oppa. Siapa namanya?
Woo Ri tidak mau mengatakannya, ia masuk ke kamarnya. Na Ra mengejarnya, ia benar-benar ingin tahu soal oppa keren itu.

Da Jung mendapat telp dari Kwon Yul untuk makan malam. Da Jung semangat sekali, ia langsung lari dan bersiap-siap. Da Jung bahkan memasang rambut palsu untuk mendapat penampilan yang lebih keren.


In Ho menemani Ayah Da Jung makan. Ayah heran kenapa ia tidak melihat anggota keluarga In Ho lainnya. In Ho cerita, ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya meninggal saat ia masih SMA. Kakaknya yang selama ini membesarkannya.
Ayah merasa sedih dengan kondisi In Ho. In Ho hanya tersenyum dan berkata kalau Da Jung tidak bisa datang karena ada acara.

Ayah tahu itu, yah aku sudah mendengarnya. Dia bilang akan makan malam diluar dengan Menantu Kwon.
In Ho tertegun, makan diluar? Ayah membenarkan, katanya untuk peringatan 100 hari pernikahan mereka. waktu berlalu dengan cepat. Melihat bagaimana ia memperlakukan Da Jung-ku, menantu Kwon benar-benar orang yang tulus, benar kan?

In Ho jalan ke kamar kakaknya dengan wajah muram, lalu syok karena tidak menemukan kakaknya. In Ho lari keluar dan tanya pada perawat dimana kakaknya. Perawat itu berkata ada seorang pria yang mengaku mengenal kakak In Ho dan membawanya keluar untuk menghirup udara segar.

In Ho panik, ia mencari kakaknya di lorong RS. Hyung! In Ho melihat seseorang mendorong kursi roda kakaknya. Ternyata pria itu Jun Ki. In Ho tertegun.

Jun Ki : Kang Soo adalah kakakmu, benar kan? Itulah mengapa kau mendekati Kwon Yul. Karena kakakmu, benar kan?
Jun Ki ingin tahu alasan pribadi In Ho yang tidak bisa dikatakannya dulu.



Kwon Yul dan Da Jung tiba di sebuah restoran. Kwon Yul awalnya protes kenapa Da Jung membuatnya mengenakan setelan dari wol. Da Jung memuji penampilan Yul, anda harus seperti ini agar orang-orang tidak mengenali anda.
Keduanya masuk ke dalam. Da Jung tampak menyukai suasana resto itu. Ada seorang pria berdiri di depan dan melamar pacarnya.

Da Jung kelihatan kagum, Jong Ri-nim, bagaimana anda tahu tentang tempat ini?
Kwon Yul tidak tahu kalau resto ini khusus untuk pasangan kekasih, aku hanya minta Pak Shim memesan tempat yang bagus dengan makanan enak. Tapi Da Jung benar2 menyukainya.

Tiba-tiba MC mengumumkan, berikutnya adalah Tuan Kwon Jong Ri dari Seoul (PM Kwon hahaha), katanya dia ingin menyanyikan lagu untuk istrinya untuk memperingati hari ke-100 pernikahan mereka. Dimana anda, Tuan Kwon Jong Ri?
Da Jung geli sementara Yul panik, apa ini?

Tentu saja ini juga hasil kreativitas Pak Shim. Pak Shim tersenyum puas, ini adalah peringatan hari ke-100 pernikahan mereka, dia paling tidak harus melakukan ini. Wehehe I love you Pak Shim.
MC masih memanggil Tuan Kwon. Da Jung geli dan minta Kwon Yul maju saja. Kwon Yul melihat ke arah anak buahnya, apa kalian pelakunya?
Bodyguard Yul : Saya yakin Pak Shim yang menyiapkannya.

Kwon Yul mengeluh, Pak Shim itu benar-benar..! Tapi ia akhirnya maju ke depan. MC komen, nama anda sedikit unik Tuan Kwon Jong Ri, tapi rasanya saya pernah melihat anda sebelumnya.


Kwon Yul menyangkalnya, mana mungkin? Wajahku bukan wajah pasaran. MC tertawa lalu memintanya mengatakan sesuatu untuk sang istri dan menyanyikan lagu yang indah.
Kwon Yul : Ya, aku belum pernah melakukan ini sebelumnya jadi, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Waktu aku menikah, aku berjanji pada ayah mertuaku. Meskipun aku tidak bisa berjanji bahwa aku tidak akan membuat putri kesayangannya menderita, atau aku akan membuatnya bahagia. Aku berjanji kalau aku tidak akan membuatnya menangis.
Tapi, aku justru membuatnya banyak menangis. Padahal dia adalah orang yang lebih cocok tersenyum. Jadi, untuk istriku yang sudah banyak menangis dan tersenyum untukku, aku akan menyanyikan lagu ini untuknya.



Kwon Yul mulai menyanyi, wow..sementara Da Jung tersenyum lebar sambil menatap Yul. Kwon Yul ingat semua kenangannya dengan Da Jung. Lagu selesai dan keduanya bertatapan.

PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9]

Notes :

Boneka kodok Da Jung sepertinya dijual disini : http://shopforhottests.com/shop/index.php?route=product%2Fproduct&product_id=1290
Ada dua ukuran 26 cm dan 42cm.

Sorry for the late update :)
The Prime Minister and I episode 10 4.5 5 Beetlebum Tuesday, February 11, 2014 In Ho dan Da Jung sadar telah dijebak di dalam Hotel dan keduanya berusaha keluar dari tempat itu. I...


No comments:

Post a Comment