The Prime Minister and I episode 9

 On Friday, January 31, 2014  

Staf Kediaman Perdana Menteri sibuk menyiapkan ruangan untuk Konperensi Pers. In Ho bertanggung jawab memeriksa setiap detilnya. Ia menoleh ke arah kursi Da Jung dan ingat pengakuannya semalam. In Ho menghela nafas.
Hye Joo mendekat, ia tanya soal persiapannya. In Ho sudah hampir menyelesaikannya, ia tanya dimana Perdana Menteri dan Nam Da Jung.
Da Jung masih terkapar di tempat tidur karena pengaruh alkohol semalam. Kwon Yul berusaha membangunkannya. Da Jung membuka mata dan berusaha bangun, tapi ia terjatuh lagi di tempat tidur. Ah kepalaku. Aduh..
Kwon Yul menghela nafas, justru aneh kalau kau tidak apa-apa setelah menghabiskan semua alkohol itu.

Da Jung mengeluh, aigoo..Jong Ri-nim, apa saya boleh tidak keluar hari ini? Kwon Yul tidak bisa mengijinkannya, cepat bangun. Da Jung tidak bisa melakukannya.

Kwon Yul geleng kepala, ia membuka selimut Da Jung dan menyuruhnya siap dalam 5 menit. Kwon Yul jalan keluar kamar. Tapi ia tampak cemas, apa dia akan baik-baik saja?
Reporter Byun tiba di depan kediaman PM Kwon. Ia cengar-cengir sendiri dan melihat foto-foto Da Jung-In Ho sekali lagi. Byun tampak puas karena hari ini ia akan membuat berita besar.
Tim Scandal News tiba dan menyapa Byun. Hei, reporter. Sedang apa kau disini? Editor Go menunjuk amplop coklat yang dipegang Byun, apa itu?

Byun cepat-cepat menyembunyikan amplopnya dan berkata mereka akan segera mengetahuinya nanti. Hari ini, aku akan menunjukkan seperti apa reporter sejati itu. Kalian akan menikmatinya. Byun bergegas masuk.
Hee Chul tampak gelisah. Editor Go juga sudah mempersiapkan sesuatu untuk Da Jung. Ia masih merasa kesal karena merasa dicuekin oleh Da Jung.

Da Jung berusaha jalan keluar. Ia bicara sendiri, kau harus bertahan Kkang Da Jung. Bertahanlah dengan Kkang (kuat) demi Perdana Menteri, aku harus bertahan.
In Ho masuk ke dalam rumah. Da Jung terkejut, ia jadi kikuk. C..chief Kang.

In Ho mencemaskan Da Jung, sepertinya kemarin kau minum banyak. Kau tidak apa-apa? Da Jung mengiyakan tanpa melihat mata In Ho.
In Ho mengingatkan, hari ini akan ada banyak reporter dan akan banyak pertanyaan pribadi yang diajukan. Itu tidak bisa dihindarkan. In Ho minta Da Jung meresponnya dengan tenang dan kalau ada pertanyaan yang kurang sopan, Da Jung tinggal memberi tanda ke Sekretaris Seo.

Da Jung mengerti. In Ho ingin menyinggung kejadian kemarin tapi Da Jung menghindar. Ia bergegas keluar karena sudah hampir terlambat. In Ho tampak kecewa.

Da Jung lari ke halaman untuk menenangkan diri. Kwon Yul mendekat, ia tampak cemas dengan kesehatan Da Jung. Apa kau masih tidak enak badan? Da Jung menggeleng, saya baik-baik saja.
Kwon Yul mengecek dahi Da Jung, kalau kau masih seperti ini, kau tidak perlu keluar. Da Jung tersenyum, jangan cemas Jong Ri-nim, bukankah bunga untuk konferensi pers hari ini adalah saya? Saya tidak mau ketinggalan. Ayo.

Tim Scandal News mengambil banyak makanan ke meja mereka. Editor Go mengeluarkan pena berisi obat pencahar. Dia ingin memasukkan obat itu ke dalam minuman untuk Da Jung. Editor Go ingin Da Jung merasakan akibatnya karena berani mengacuhkan mereka.
Hee Chul syok mendengarnya. Editor Go tidak mau tahu, ia merasa tersinggung. Coba saja mengacuhkanku hari ini, aku tidak akan diam saja.

PM Kwon jalan keluar bersama Nyonya. Hee Chul dan Editor Go berusaha menarik perhatian Da Jung, tapi Da Jung masih dalam kondisi sakit dan Kwon Yul langsung jalan ke arah meja insan media pers terkenal dan melewati media yang "biasa-biasa" saja. Da Jung masih berusaha keras melawan mabuknya.
Editor Go memasukkan obat itu ke dalam champagne dan memberikan gelas itu pada Hee Chul, minta Hee Chul memberikan untuk Da Jung noona-nya. Hee Chul serba salah.


Di meja lain, Reporter Byun menikmati champagne dengan tenang. Menunggu kesempatan untuk menghancurkan mereka.
Da Jung mendekati meja Scandal News dan berterima kasih karena mereka mau datang. Editor, kau tidak marah karena aku menolak permintaanmu waktu itu kan?

Editor Go : Aigoo, tentu saja tidak! Apa aku orang seperti itu.
Editor Go membujuk Ny. Kwon untuk minum champagne darinya. Editor memberi kode pada Hee Chul dan Hee Chul terpaksa memberikan champagne untuk Da Jung.

Da Jung yang habis menderita karena alkohol, tidak bisa meminum alkohol lagi. Tapi ia merasa tidak enak dan terpaksa menerima gelas dari Editornya. Wajah Da Jung pucat. Hee Chul dan Editor Go sadar, kau habis minum ya semalam? Astaga..masa istri Perdana Menteri minum-minum seperti itu?

PM Kwon datang dan membela Da Jung, bukan seperti itu. Nam Da Jung kami memang tidak bisa minum alkohol, kau tidak perlu memaksakan diri. Aku akan meminumnya. Kwon Yul mengambil gelas champagne di tangan Da Jung dan menghabiskan isi gelas itu sampai habis. Da Jung menatap Kwon Yul dengan terpesona.
Giliran Editor Go yang syok sekarang. Nah lo..gimana kalau Perdana Menteri diare terus? 

Konferensi Pers dimulai. Seorang reporter senior tanya pada Ny. Nam Da Jung, suami seperti apa Perdana Menteri Kwon Yul itu?
Da Jung tukar pandang dengan Kwon Yul, lalu menjawab : Seperti yang sudah anda semua ketahui, dia adalah orang yang terus terang, dingin, teliti, membuat frustrasi dan sangat sulit. Tapi..bagi saya, dia adalah suami terbaik.
Kwon Yul terkejut dan menoleh ke arah Da Jung. In Ho dan Hye Joo juga menghela nafas lega.

Reporter Byun mengangkat tangan, saya juga ingin bertanya. Melihat kalian berdua seperti melihat pertunjukan yang direncanakan dengan baik. Pertunjukan yang berjudul : Penipuan Nasional. Apa anda berdua benar-benar menikah? bukankah ini pernikahan kontrak?

Kwon Yul tanya apa Byun memiliki buktinya.
Reporter Byun mengeluarkan foto-foto Da Jung dan In Ho, lalu menunjukkannya pada mereka. Kwon Yul terlihat syok dan melirik marah ke arah In Ho. Byun menunjukkan bukti itu pada semuanya dan ia berkata juga memiliki bukti dari kepolisian dan hasil wawancara dengan ayah Nam Da Jung.

Kwon Yul langsung berdiri dan berlutut di depan Reporter Byun. Ia memohon agar Byun mengampuninya. Aku bersalah..aku sudah melakukan kesalahan besar. Kwon Yul menyuruh Da Jung melakukan hal yang sama, untuk berlutut dan mohon ampun.
Da Jung terpaksa berdiri dan melakukan hal yang sama seperti Yul. Berlutut dan minta ampun pada Byun. Sekali ini saja, ampuni kami sekali ini saja.
 

Semua reporter menyanjung Byun. Byun Woo Chul! Byun Woo Chul. Reporter Byun tertawa puas.
Tentu saja semua itu hanya delusi Reporter Byun. (Lama-lama orang ini bisa gila) Byun tertawa sendiri dan menunggu Da Jung selesai bicara.
Byun mengangkat tangan dan bersiap menanyakan hal yang sama, soal pernikahan kontrak PM Kwon. Tapi tiba-tiba Byun meringis menahan sakit.
Kwon Yul dan Da Jung tampak heran. PM Kwon minta Byun mengatakan pertanyaannya. Byun susah payah membuka mulutnya, pertanyaan saya adalah...ko..kon..

Byun tidak tahan lagi, ia teriak, dimana toiletnya...?! Byun langsung lari keluar secepat mungkin karena ada pemberontakan di dalam perutnya.
Editor Go heran, kenapa Reporter Byun? Hee Chul tersenyum manis, ia memberikan champagne 2 hari semalamnya pada reporter Byun. Editor Go nyengir, ia lega paling tidak PM Kwon tidak jadi diare berat.



Editor Go memikirkan sikap Byun yang aneh, lalu ia nekad mencuri pertanyaan Reporter Byun. Saya ingin bertanya, bukankah ini adalah pernikahan kontrak? Saya benar kan? Sejak awal ini semua adalah penipuan. Benar kan?
PM Kwon, Da Jung, Hye Joo dan In Ho tampak tegang. Akhirnya Kwon Yul menjawabnya.

Kwon Yul membenarkan, ini memang sebuah pernikahan kontrak. Sebuah kontrak adalah sebuah tanggung jawab yang harus dipatuhi dan dipertahankan diantara dua orang. Saat kami menikah, kami sudah berjanji seperti ini. Kami berjanji untuk melakukan yang terbaik sebagai suami-istri.
Kwon Yul menoleh ke arah Da Jung, aku tidak akan pernah melepaskan wanita ini. (Pingsan.) Kwon Yul melanjutkan, pernikahan kami adalah sebuah kontrak seumur hidup. Da Jung tertegun, lalu ia tersenyum senang. Kata-kata PM Kwon membuat ruangan jadi hening.
Hee Chul bergegas menarik Editor Go untuk duduk. wkk

Saat itulah Da Jung tidak bisa lagi menahan rasa mualnya. Da Jung hampir muntah. Kwon Yul spontan tanya kondisi Da Jung.
Media langsung heboh, apa dia sedang hamil? Apa dia hamil? hahaha semua jadi rusuh dan berlomba mendapat pernyataan dari pasangan Kwon. Kwon Yul berusaha menenangkan mereka, ah bukan sepeerti itu. Tidak seperti itu.

Kwon Yul jalan ke ruang kerjanya sambil ngomel. Gara-gara Nam Da Jung, aku bisa jadi gila. Kwon Yul ingin Hye Joo memastikan di depan media kalau Ny. Kwon tidak sedang hamil. Hye Joo mengerti dan sudah berkata kalau Da Jung sedang sakit.

Hye Joo : Tapi, Jong Ri-nim...biasanya anda bukan orang yang bisa mengatakan kata-kata kosong. Anda sudah mulai berubah. Anda mengatakan tidak akan melepaskan Nam Da Jung-ssi, tentu saja itu bukan yang sesungguhnya tapi saya rasa itu adalah jawaban yang pas. Saya senang anda mulai terbiasa dengan basa-basi politik.

Hye Joo membungkuk dan jalan keluar. Tapi Kwon Yul jadi merenung, dia mengatakan semuanya itu dari hatinya dan tampak bingung dengan dirinya sendiri.
Da Jung ada di kamar mandi, ia mengingat kata-kata Yul dan tersenyum bahagia. Dia tidak akan pernah melepaskanku..
Da Jung bertemu In Ho diluar, ia berusaha menghindari In Ho. Tapi In Ho jelas melihatnya. Da Jung ingin melarikan diri lagi. In Ho menahan tangan Da Jung dan minta Da Jung memandangnya.

In Ho : Kemarin aku sama sekali tidak bisa tidur, aku seharusnya tetap menjadi malaikat pelindungmu yang baik. Aku heran apa aku memang harus mengatakan perasaanku. Tapi..aku tidak ingin menyesali pengakuanku. Karena perasaanku padamu itu nyata. Itu adalah hal yang ingin kukatakan padamu.

In Ho tidak peduli kalau akibatnya Da Jung akan merasa kikuk atau tidak enak kepadanya. In Ho hanya ingin jujur dengan perasaannya. In Ho melepaskan tangan Da Jung lalu jalan pergi.


Reporter Byun kebingungan mencari foto-foto Da Jung-In Ho, kemana foto-foto itu? Byun tidak tahan, perutnya sakit sekali dan lari lagi ke toilet haha sengsara sekali dia.
Hee Chul berhasil mendapatkan foto2 itu dan heran kapan Byun bisa mengambil foto seperti itu. Hee Chul bahkan menyembunyikan foto itu dari Editornya. Wow..Hee Chul memang setia kawan dengan Noona-nya. Hore!

Malamnya, Kwon Yul duduk di meja makan dan memandangi kursi yang semalam diduduki Da Jung. Kwon Yul menghela nafas dan memikirkan Da Jung. PR-nya adalah Da Jung.
Da Jung muncul dan mengajaknya ke dapur.

Kwon Yul duduk, ia menggerutu karena diminta duduk di dapur menunggu Da Jung masak.

Da Jung tidak mau makan sendirian dan ia senang kalau Kwon Yul ikut makan dengannya. Da Jung sedang masak ramen, ia tanya apa setelah makan ia bisa membaca untuk Kwon Yul.
Kwon Yul mengeluh, buku? Aku baru saja mendapat ketenangan, kenapa tiba-tiba..?
Da Jung merasa akhir-akhir ini Kwon Yul tidak bisa tidur lagi, apa ada yang anda khawatirkan?

Kwon Yul melirik Da Jung, bukan masalah nasional, tapi aku sedang memikirkan bagaimana menyelesaikan sebuah PR.
Da Jung heran, PR? PR seperti apa?
Kwon Yul : Kau tidak perlu tahu.

Da Jung : Meskipun saya tidak tahu PR seperti apa itu, tapi saya bisa mengatakan satu hal, anda tidak seharusnya menunda PR anda. Karena anda harus menyelesaikannya satu hari nanti.

Da Jung menyajikan ramen-nya di meja, tapi PR itu bisa ditunda sebentar untuk makanan enak ini. Sayang sekali melepaskan kebahagiaan saat ini untuk sesuatu yang bisa anda lakukan kapan saja. Benar kan? wehehehe..okelah demi ramen. Kwon Yul juga tertawa tipis mendengarnya.
Da Jung minta Yul mencoba masakannya. Kwon Yul protes, mana telurnya? kenapa kau tidak memasukkan telur kedalamnya? Da Jung mencibir, makan ramen itu memang seperti ini, agar kita bisa menikmati rasa kaldu aslinya.
Kwon Yul makan juga dan komen, ini bisa dimakan. Heh!

Da Jung nyengir dan keduanya mulai menikmati ramen langsung dari wajan-nya. (astaga..tiba-tiba jadi pingin mie kari, kuah kental dan pedes yum!) Tidak lama, mereka menggigit mie yang sama. Tapi endingnya bukan seperti film-film Disney.
Kwon Yul melotot ke arah Da Jung. Da Jung juga tidak mau kalah. Kwon Yul menarik mienya tapi Da Jung yang memenangkan pertarungan mie lalu memakannya dengan ekspresi menang hahaha.

Like that maksudnya ^^
Kwon Yul tidak tahan melihat cara makan Da Jung yang berantakan. Ia minta Da Jung membersihkan mulutnya. Tapi seperti biasa, Kwon Yul tidak tahan dan mengulurkan tangan membersihkan sekitar mulut Da Jung sendiri.
Tiba-tiba Na Ra dan Man Se muncul, apa yang sedang kalian lakukan?

Kwon Yul dan Da Jung menoleh terkejut. Na Ra langsung menuduh mereka ingin berciuman.
Da Jung syok. Apa? C..ciuman? Kwon Yul teriak ke putrinya, Kwon Na Ra, apa yang kau bicarakan?

Na Ra melipat tangan, jelas kalian berdua akan berciuman. Na Ra menoleh ke Man Se, benar kan?
Man Se membenarkan dan keduanya menyanyi menggoda mereka : Ayah....dan Ahjumma..berciuman!..berciuman! Da Jung protes. Man Se-ya! ini sama sekali bukan seperti itu. Tapi kedua anak itu terus saja menyanyi mengejek mereka.

Paginya, Kwon Man Se menyebarkan berita itu pada pengawal pribadi dan bibi. Kedua pengawal PM Kwon terbelalak, apa? Jong Ri-nim berciuman? Man Se membenarkan, tapi ia minta mereka merahasiakan ini. Lalu Man Se lari keluar untuk mengatakannya pada Pak Shim. Haha anak ini.
Ahjumma bahkan menambahkan kalau cuma berciuman itu tidak ada apa-apanya dibanding apa yang dia lihat.

Kedua pengawal semakin penasaran, apa yang bibi lihat? Bibi tertawa, aku tidak bisa mengatakannya dengan mulutku sendiri. Mereka bergulingan, ber-bergulingan ..yang seperti itu, kalian tahu kan. Bibi jalan pergi mencari Man Se. Kedua pengawal syok dan bergegas mengejar bibi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Kwon Yul dan Da Jung melihat semuanya. Keduanya tidak percaya ini. Kwon Man Se, anak itu. Awas kau ya. Kwon Yul mengeluh, astaga ini benar-benar memalukan. Karena seseorang aku harus menerima kesalahanpahaman yang tidak menyenangkan ini.
Da Jung melotot, kesalahpahaman yang tidak menyenangkan? Ia menyalahkan Kwon Yul, siapa yang minta anda membersihkan kaldu dari mulut saya?

Da Jung mendesak Kwon Yul sampai ke dinding, saya tidak pernah memintanya. Anda yang melakukannya sendiri, jadi sebenarnya anda marah dengan siapa? Kwon Yul panik dan minta Da Jung mundur. Da Jung semakin mendekat, kalau ada yang ingin dikatakan, katakan saja. Apa salah paham ini semua karena salah saya?

Kwon Yul seperti kehabisan nafas. Mereka selalu salah paham pada kita karena kau selalu seperti ini! Kwon Yul mendorong dahi Da Jung dan memintanya mundur. Ini peringatan. Mulai sekarang jangan mendekatiku dalam radius dua meter. Ini perintah! Akses ditolak! Kwon Yul sampai menjatuhkan vacuum cleaner.
Kwon Yul masuk ke kamarnya dan menghela nafas panjang. Astaga..aku harus menjauh dari wanita itu mulai sekarang. Jantungku seperti akan meledak gara-gara salah paham tidak jelas itu. Hahaha..jantung Kwon Yul punya keputusannya sendiri.
Da Jung masih tidak terima dengan kata2 Yul, soal dia harus menjauh dalam radius 2 meter. Akses ditolak? Apa yang kulakukan sampai aksesku terlarang? Bibi mendekat, ia heran kenapa Nyonya tidak ikut pergi.
Da Jung heran, apa? kemana? Bibi berkata kalau PM Kwon membawa anak-anak ke rink skating. Da Jung ngamuk, mereka berani pergi dan meninggalkanku sendirian?

Jun Ki main golf ditemani Reporter Byun. Byun minta maaf karena Jun Ki sampai harus membatalkan pengumumannya. Semua karena salahnya. Jun Ki tidak mempermasalahkan itu, ia senang karena bisa mengenal reporter hebat seperti Byun.
Byun senang dan berkata ia memiliki bukti foto. Byun menunjukkan foto Da Jung dan In Ho pada Jun Ki. Jun Ki terkejut melihat mereka. Ia ingat kata-kata In Ho bahwa targetnya adalah Kwon Yul dan bukan Nam Da Jung. Jun Ki mulai mengerti kalau In Ho menyukai Da Jung.



Jun Ki minta Byun menunda siaran ekslusifnya dulu, ia harus pergi. Keduanya tidak tahu kalau Hye Joo melihat mereka.
Hye Joo telp In Ho, ia membenarkan dugaan In Ho. Ada sesuatu yang direncanakan Menteri Park dan Reporter Byun. In Ho mengerti dan akan menemui Hye Joo.
In Ho merasa ada seseorang yang mengikutinya. In Ho jalan cepat lalu menyergap orang itu. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikutiku?
Orang itu ternyata Park Hee Chul. Lepaskan aku! In Ho terkejut dan baru mengenalinya, Reporter Park? Hee Chul harus bicara dengan In Ho.

Hye Joo bertemu Ny. Na dan dayang2nya. Yoon Hee heran, kenapa kau ada disini Sekretaris Seo? Apa PM Kwon kesini untuk main golf? Hye Joo berkata kalau PM Kwon tidak main golf, dia pergi ke rink skating dengan keluarganya.
Ny. Na terkejut mendengarnya dan mengira Hye Joo kesini untuk bertemu dengan suaminya. Aku benar kan? Hye Joo tersenyum dan pura2 tidak tahu kalau Menteri Park ada disini. Ny. Na mulai marah tapi langsung mengkerut setelah Hye Joo mendelik ke arahnya.

Hye Joo menegaskan ia tidak bertemu Menteri Park dan pergi. Kedua rekan Yoon Hee ingin memberi pelajaran pada Hye Joo tapi Yoon Hee melarangnya, dia terlihat lemah tapi sangat kuat.
Sekretaris Bae heran kenapa Jun Ki mencegah reporter Byun menyebarkan foto-foto itu. Jun Ki tidak bisa membuang kartu Kang In Ho mereka begitu saja dan hanya menuduh keduanya dengan foto2 itu tidak akan mudah. Kecuali kau menangkap basah mereka.
Bae : Tapi juga banyak berita di koran yang menulis betapa harmonis hubungan keduanya.
Jun Ki : Hubungan keduanya baik?

Yoon Hee menemui suaminya. Yoon Hee sudah menyiapkan makan siang untuk Jun Ki, bagaimana kalau kita makan bersama? Jun Ki membentak Yoon Hee, jangan konyol!
Yoon Hee cemberut, kau keterlaluan. Kau terlalu kasar. Kau tidak menghargai ketulusan seseorang.

Jun Ki tidak mengerti kenapa Yoon Hee melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Yoon Hee setengah menangis, ia hanya ingin bersama Jun Ki. Bahkan PM Kwon yang dingin dan kejam membawa seluruh keluarganya ke rink skating.
Jun Ki terkejut mendengar ini. Kwon Yul pergi ke rink skating?
 

Anak-anak Kwon berdiri di pinggir rink waa..mereka manis sekali. Man Se mengeluh kenapa Ahjumma-nya tidak ikut pergi. Na Ra setuju, tapi ia lebih ingin melihat Da Jung jatuh di rink. Na Ra heran kenapa Oppa-nya ingin pergi ke rink skating ini.
Woo Ri tersenyum, Kwon Na Ra, apa kau tidak ingat main disini waktu kecil? Na Ra heran, ia pernah kesini? Aku tidak ingat.

Da Jung muncul, hei..anak-anak! Man Se langsung memeluk Da Jung. Ahjumma!! Da Jung ingin olah raga juga. Ia tanya dimana Jong Ri-nim.
Da Jung akhirnya melihat Yul yang main skating dengan santai. Ahli sekali dia. Da Jung terpesona. OST time. (Wah..iri. Aku pingin belajar skating tapi malu, nanti aku yang paling gede di rink hahahaha)

Kwon Yul melihat Da Jung, ia mendekat ke arah mereka. Wow ..cara berhentinya juga keren. Nam Da Jung-ssi, kenapa kau kesini?
Da Jung cemberut, mengucilkan seseorang yang tinggal dibawah atap yang sama sama sekali tidak manusiawi dan tidak pantas.

Kwon Yul tidak mengajak Da Jung karena ia memiliki alasan. Da Jung tanya apa alasannya. Kwon Yul tidak bisa menjawab. Ia tanya apa Da Jung tetap ingin main skating. Da Jung membenarkan, ia sudah meminjam peralatan skating dan tidak ingin membuang uangnya dengan percuma.
Kwon Yul : Terserah. Lakukan semaumu.
Yul meluncur lagi, tapi ia tersenyum senang :)

Kwon Yul melatih anak-anak dan Da Jung sebelum main skating. Membungkuk 15 derajat dari pinggang lalu meluncur. Anak-anak meluncur satu per satu. Da Jung seperti biasa kehilangan keseimbangan dan terjatuh dalam pelukan Yul.
Kwon Yul akhirnya memegang tangan Da Jung dan menuntunnya berskating.

Da Jung main skating bersama anak-anak, semua terlihat gembira. Kwon Yul meluncur diantara mereka sambil tersenyum. Did he just bite his lips? oh my..he looks cool. I've never thought LBS could be this adorable kkk
Kwon Yul melatih postur anak-anak dan Da Jung lagi. Kwon Man Se mengeluh lapar. Da Jung juga ingin membawa anak-anak untuk makan sesuatu.
Kwon Yul menggerutu, kita baru saja berlatih postur dasar. Lalu ia menoleh dan melihat Jun Ki datang bersama keluarganya

Anak-anak langsung meluncur ke arah Jun Ki. Itu paman! Paman..paman! Kwon Yul dan Da Jung terpaksa menemui keluarga Park.
Jun Ki tampak gembira melihat keponakannya, Na Ra dan Man Se, apa kalian bersenang-senang? Woo Ri, apa kabar? Anak-anak senang melihat pamannya. Da Jung mengangguk pada Ny. Na.


Kwon Yul : Kenapa kau kesini?
Jun Ki mengeluh, kau membuatku sakit hati. Apa kau tidak bisa berpura-pura senang bertemu denganku?

 Jun Ki bicara berdua dengan Kwon Yul. Ia berkata Kwon Yul sudah banyak berubah, aku mendengar tentang kemesraan kalian dalam konferensi pers. Apa kau tidak berusaha terlalu keras sebagai pasangan bohongan?
Kwon Yul : Jadi itu sebabnya kau kesini? Agar kau bisa memastikan dan melihatnya sendiri?

Jun Ki membenarkan, ia memang ingin melihat dan memastikan sendiri bahwa Kwon Yul memang benar-benar berubah. Kau pasti sudah berubah menjadi pria yang berkeluarga sampai membawa anak-anak ke tempat ini. Ini benar-benar tidak diduga.

Kwon Yul berkata kalau Woo Ri yang ingin pergi kesini. Jun Ki tertawa getir, ia yakin itu. Na Young sering mengajak anak-anak ke tempat ini di saat Kwon Yul sibuk dan tidak pernah dirumah. Kau tidak tahu itu? Kwon Yul menghela nafas. Ia terlihat bersalah.
Woo Ri dan sepupunya seperti biasa saling menyindir sambil makan. Na Ra melerai mereka.
Da Jung, Man Se duduk bersama Yoon Hee. Da Jung tanya soal proyek boneka kodok, apa Ny. Na sudah menyelesaikannya.

Yoon Hee mendengus, apa aku ini terlihat seperti orang yang punya waktu untuk mengerjakan hal seperti itu? Aku ini..adalah orang sibuk.
Man Se : Ayahku juga sibuk, meskipun begitu dia menjahit beberapa boneka.

Yoon Hee terbelalak, tunggu..Jong Ri-nim bahkan membantumu seperti itu? Da Jung tersenyum. Yoon Hee komen, kalian pasti masih dalam suasana bulan madu.


 Da Jung menyangkalnya, tidak. Sama sekali tidak. Kwon Man Se buka suara lagi, bibi benar mereka masih dalam tahap bulan madu. Mereka bahkan berciuman semalam.

Yoon Hee jantungan, ber..berciuman?
Da Jung memperingatkan Man Se. Man Se tetap bicara, itu benar! Aku melihat mereka berciuman di dapur!

Da Jung membungkam mulut Man Se dan mengajaknya keluar. Da Jung permisi pada Yoon Hee. Yoon Hee semakin panas, ia pikir Da Jung sengaja pamer kemesraannya dengan Kwon Yul.
Jun Ki mendekat dan duduk di depan Yoon Hee. Kenapa kau ngomel? Yoon Hee terkejut, sayang..kau mau kopi?

Kwon Yul mengajak Da Jung pulang. Tapi Man Se masih ingin main skating. Da Jung membujuk Kwon Yul untuk membiarkan Man Se main satu putaran lagi. Da Jung juga akan mengikuti Man Se. Kwon Yul setuju dan membiarkan mereka main. Hehe..sudah mirip negosiasi keluarga asli.

Da Jung terjatuh dan Kwon Yul langsung lari menolongnya berdiri, kau tidak apa-apa? wow...Kwon Yul reflek lo :)
Yoon Hee mengamati mereka, omo! omo! Aku benar-benar tidak bisa melihat mereka! Apa yang mereka lakukan sekarang?
Jun Ki menoleh dan melihat sendiri saat Kwon Yul membantu Da Jung, merapikan jaket dan helmnya. Kwon Yul bahkan tersenyum lepas di depan Da Jung.
Yoon Hee : Sayang katanya mereka menikah bukan karena cinta.
Jun Ki tidak percaya dan tampak kesal.

Hee Chul memberikan foto2 yang diambil reporter Byun pada In Ho. Direktur Kang, anda di pihak Da Jung noona kan? Hee Chul janji mulai sekarang akan memperhatikan reporter Byun. Tapi Hee Chul juga minta In Ho berhati-hati.
Hye Joo datang menemui In Ho di cafe itu. Hye Joo tidak tahu apa yang direncanakan reporter Byun dengan Menteri Park. Hye Joo juga tidak bisa pergi untuk bertanya pada Byun. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
In Ho yakin mereka akan menemukan caranya.

Hye Joo tanya apa In Ho mengakui perasaannya pada Da Jung. In Ho tertegun, ia hanya tersenyum lalu tanya kenapa Hye Joo tiba-tiba menyinggung soal itu.
Hye Joo : Jadi kau sudah mengakuinya. Chief Kang kau memang luar biasa.

Hye Joo mengakui kekalahannya. Ia tanya darimana In Ho mendapat keberanian seperti itu.
In Ho tidak menjawab. In Ho telp seseorang dalam perjalanan pulang. Ternyata In Ho telp Jun Ki, ia ingin bertemu Jun Ki. Jun Ki bersedia bertemu, ia akan mengatur waktunya.

Keluarga Kwon bersiap pulang. Anak-anak memberi salam pada Paman mereka. Man Se mengundang Jun Ki ke rumah, ia ingin menunjukkan kamarnya. Da Jung membungkuk dan membawa anak-anak jalan duluan.
Jun Ki mendekat, ia tahu Kwon Yul tidak menyukainya tapi Jun Ki ingin mengundang anak-anak ke rumahnya sesekali.

Kwon Yul tidak masalah dengan itu, bagaimanapun Jun Ki adalah paman mereka. Jun Ki komen, sepertinya Kwon Yul sudah melupakan Na Young. Apa karena wanita itu? Tapi, bukankah seharusnya kau tidak melupakannya?
Kwon Yul tertegun.

Malamnya, Kwon Yul berdiri di halaman rumah sambil merenung. Ia terganggu dengan kata-kata Jun Ki. 

Kwon Yul masuk ke dalam rumah dan menemukan ice cream strawberry dengan pesan dan karikatur karya Da Jung.
Kwon Yul membaca pesan Da Jung : Ini es krim strawberry kesukaan anda, Jong Ri-nim. Silahkan menikmati untuk mendapatkan energi lagi pow! pow! Jenderal Kwon Yul, fighting! (Jend Kwon Yul itu memang ada, dia Jend besar dinasti Joseon ---> http://en.wikipedia.org/wiki/Kwon_Yul)

Kwon Yul menghela nafas, tapi ia sama sekali tidak menyentuh es krim itu sampai pagi. Es krim itu dibiarkan mencair.

Kwon Yul mulai galak lagi kepada Da Jung. Waktu Da Jung ikut latihan kendo, Yul minta Da Jung belajar saja di sekolah kendo.
Da Jung protes. Jong Ri-nim, anda setuju untuk mengajari saya.
Kwon Yul menyangkalnya, aku setuju? Kapan? Aku bilang bagus olah raga di tengah udara dingin. Aku tidak pernah berkata akan mengajarimu. Kwon Yul minta Da Jung pergi saja.

Kwon Yul juga menolak sarapan. Ada banyak hal yang harus kusiapkan. Da Jung terpaksa keluar dari kantor dengan wajah muram. Setelah Da Jung keluar, Kwon Yul terlihat menyesal.

Da Jung duduk dengan Na Ra, ia mengeluh kenapa sikap Jong Ri-nim seperti itu kepadanya. Apa dia sedang marah?
Na Ra langsung mendekat, Ahjumma..apa kau memiliki masalah? Da Jung menoleh, masalah? ah tidak.
Na Ra kesal, kalau begitu jangan mengeluh dan berhenti menghela nafas. Aku harus menyelesaikan PR. Aku tidak bisa mengerjakannya.

Man Se mendekat sambil membawa ponsel Da Jung, ia tanya soal Hwatu pada Da Jung. Da Jung terkejut, Man Se-ya bagaimana kau bisa tanya hal seperti itu?
Da Jung mengerti, ini pasti ayahnya. Ia mengambil ponsel dan mengeluh seharusnya Ayah tidak bertanya hal seperti itu pada anak kecil.

Ayah sedang main kartu hwatu dan kesal karena lawan mainnya berkata kalau jumlah kartunya salah. Da Jung menjumlah kartu ayah dan berkata kalau hitungan Ayah benar.
Ayah menambahkan, ia bermimpi soal Da Jung semalam. Dalam mimpi ia melihat Da Jung mengenakan baju putih dan dikejar sekawanan serigala dengan mata biru yang kejam. Da Jung menghibur ayah, itu cuma mimpi yang tidak ada artinya.

Ayah tanya apa semuanya baik-baik saja. Da Jung membenarkan dan minta ayah makan dengan benar, jangan lupa minum obat dan olah raga. Ayah tidak mau bicara lagi karena ia harus main kartu. Ayah segera menutup telpnya. Tapi ternyata Ayah tidak main dengan siapapun, ia main dan bicara sendiri. Penyakit Ayah semakin parah.
Malamnya, Kwon Yul masih berdiri di halaman sambil merenung. Saat berbalik, ia melihat Da Jung. Kwon Yul terkejut, sejak kapan kau berdiri disitu? Da Jung menjawab, tidak terlalu lama. Ia tidak ingin mengganggu Yul, sepertinya anda banyak pikiran. Apa ada sesuatu yang anda khawatirkan, Jong Ri-nim? Jika itu sesuatu yang bisa anda katakan pada saya, apa anda mau mengatakannya?
Siapa tahu, mungkin saya bisa membantu.

Kwon Yul tidak mau bicara dan mengajak Da Jung masuk ke dalam. Da Jung tidak mau masuk, ia tanya apa sudah melakukan kesalahan. Apa itu sebabnya Yul seperti ini? Katakan apa kesalahan saya.
Kwon Yul menghela nafas, bukan seperti itu.

Da Jung : Kalau tidak, kenapa anda menghindari saya sepanjang hari? Anda tidak mau menatap mata saya dan bicara seolah anda marah. Ini sedikit aneh, Jong Ri-nim.

Kwon Yul : Baiklah, aku akan bicara jujur padamu. Aku merasa tidak nyaman berada di sekitarmu sekarang.
Da Jung heran, bagaimana bisa?

Kwon Yul : Bisa saja. Kau membuatku tidak nyaman. Pada mulanya aku merasa berterima kasih kau mau mencoba bersikap baik pada anak-anak. Tapi, sekarang itu menjadi beban.
Da Jung : Jong Ri-nim...

Kwon Yul : Ini hanya pernikahan kontrak. Jadi, kuharap kau tidak mencoba terlalu keras. Kurasa itu akan baik untuk kita berdua.

Da Jung menolaknya, ia merangkul lengan Kwon Yul. Saya rasa anda mengatakan ini karena anda mencemaskan saya, tapi saya sudah bilang kalau saya adalah orang yang mementingkan saat ini. Apapun yang terjadi, saat ini saya adalah istri anda. Jadi, saya akan memainkan peranan itu dengan sebaik mungkin. Jadi, saya harap anda tidak merasa tidak nyaman karena saya.

Kwon Yul melepaskan tangan Da Jung dengan keras, kau tidak mengerti maksudku. Apa situasi ini menyenangkan untukmu, Nam Da Jung-ssi? Berperan sebagai istri dan suami dalam pernikahan kontrak, apa itu menyenangkan? Maaf, tapi tidak untukku. Jadi, kuharap kau tidak melanggar batas.
Kwon Yul jalan masuk. Da Jung berdiri mematung di halaman.


Kwon Yul masuk ke kantornya. wajahnya terlihat menyesal, ia mengeluarkan jepit pita untuk Da Jung dan mengamatinya.
Da Jung duduk di dekat meja dapur. Benar-benar terpukul dengan perkataan Kwon Yul.

Kwon Yul duduk saja di mejanya, memandangi jepit rambut itu dengan wajah blank.

In Ho tiba pagi-pagi di kediaman PM Kwon. Ia bicara di telp dengan Hye Joo lalu melihat Da Jung. Da Jung menoleh dan tersenyum tipis lalu jalan masuk.
In Ho menerima sms lalu membacanya.

Kwon Yul duduk di mejanya sambil memandangi tulisan Da Jung di perban tangannya. Kwon Yul reflek menekan speed dial #5, Nam Geok Jung-ssi. Tapi ia langsung membatalkannya. (I wonder who's the #1-#4?)

In Ho masuk dan memberikan laporan para ahli yang akan ikut serta dalam evaluasi proyek pelabuhan, dari kelompok akademis, sipil dan pemerhati lingkungan. In Ho juga minta ijin sekitar 2 jam. Kwon Yul mengijinkannya dan menyuruh In Ho sekalian makan sebelum kembali lagi.
Da Jung duduk menjahit boneka kodok sebelum ia mendapat sms.


In Ho jalan ke dalam hotel. Ia tidak melihat Reporter Byun mengamatinya.
Byun telp seseorang dan berkata kalau ia sudah menyiapkan semuanya. Byun mengikuti In Ho.

Tapi ada orang lain lagi yang mengikuti Byun, yaitu Hee Chul. Hee Chul tampak curiga dan merasa kalau Byun pasti akan menyebabkan kekacauan lagi.

In Ho masuk ke dalam lift. Ia keluar di lantai 11 dan jalan ke sebuah kamar. In Ho menekan bel dua kali.
Pintu kamar terbuka, voila..it's Nam Da Jung. Keduanya terkejut, Da Jung, kenapa kau disini? Da Jung tampak heran, kau yang memintaku kesini. In Ho bingung.

In Ho mendengar langkah orang. Ia langsung mendorong Da Jung masuk ke dalam kamar. Da Jung menunjukkan pesan yang ia terima pada In Ho.


Da Jung : Lihat ini, kau mengirimkan pesan padaku kalau terjadi sesuatu pada Jong Ri-nim. Ini penting. Waktu aku melihat ini, aku..
In Ho tidak pernah mengirim pesan seperti itu. Ia langsung sadar, kurasa kita masuk dalam jebakan.

Park Jun Ki muncul bersama sekretarisnya. Jun Ki mendengar semua reporter sudah siap. Sekretaris Bae heran kenapa Jun Ki tiba-tiba membuang kartu Kang In Ho-nya.
Jun Ki sudah berubah pikiran. Jun Ki merasa marah pada Kwon Yul yang berani melupakan Na Young. Ia tidak akan memaafkan Kwon Yul.

In Ho dan Da Jung berusaha keluar dari hotel. Karena jika dugaan In Ho benar, maka sebentar lagi akan ada banyak reporter.
Da Jung dan In Ho hampir bertemu dengan Ny. Na dan dayang2nya. In Ho dan Da Jung berdiri merapat, pura-pura seperti pasangan yang sedang pacaran. Para Nyonya itu melewati mereka begitu saja, ah dasar anak muda. Mereka jalan ke lorong.
Da Jung heran, kenapa Ahjumma2 itu juga ke hotel ini. Da Jung minta In Ho lewat tangga lain, ia akan lewat tangga di dekat sini. Tapi In Ho tidak setuju dan minta Da Jung pergi bersamanya.

Reporter Byun sudah mengumpulkan banyak reporter dan ia janji akan memberikan scoop pada mereka. Ia mengajak semua masuk lift.

In Ho dan Da Jung sampai ke tangga darurat. Sayangnya pintu menuju tangga itu terkunci. In Ho berbalik ke lorong hotel. Ternyata di ujung lorong sudah banyak reporter. Mereka berdiri di depan kamar yang tadi dihuni Da Jung.

Reporter Byun melihat keduanya dan langsung berseru, oh astaga..siapa ini? Bukankah ini Ny. Nam Da Jung? ah..wow, siapa ini? Anda adalah Kepala Staf Perdana Menteri! Saya tidak tahu kalau saya akan bertemu anda disini!
Semua reporter mengarahkan kamera ke arah keduanya, apa yang anda lakukan disini? Anda ingin menemui siapa?

Byun : Apa yang kalian lakukan di malam selarut ini di dalam Hotel?
In Ho : Istri Perdana Menteri ingin bertemu seseorang disini, jadi aku mengantarnya kesini.

Byun dengan wajahnya yang menyebalkan mendesak keduanya, oh..dia punya janji dengan seseorang. Tidak di coffee shop, tapi di dalam kamar? Sekarang tolong katakan, siapa orang yang harus anda temui dalam kamar Hotel?
Da Jung : Itu..

In Ho minta Da Jung diam, anda tidak perlu mengatakan apapun. In Ho mendelik ke arah Byun, kau Reporter Byun Woo Chul kan? Apa kau tahu betapa tidak sopannya kau saat ini?

Byun membentak In Ho : Jawab saja pertanyaan-nya! Siapa orang yang harus ditemui Ny. Kwon di hotel di jam seperti ini?
In Ho tampak bingung, tapi ia melihat ke belakang dan menyadari sesuatu. In Ho menjawab : Perdana Menteri Kwon Yul.

Reporter Byun tertawa, ia jelas tidak percaya. Tapi Byun menoleh juga dan semua reporter ikut menoleh. Tarra...memang benar Kwon Yul berdiri di belakang mereka.
Kwon Yul jalan ke arah Da Jung dan In Ho. Byun hanya bisa menyembunyikan wajahnya, tidak tahu kenapa jadi seperti ini. Kwon Yul memandang In Ho dan Da Jung, ia bisa menebak apa yang terjadi. Kwon Yul tersenyum lalu berbalik. Kwon Yul pura-pura tanya kenapa para reporter ada disini.

Kwon Yul : Aku memintanya datang kesini untuk merayakan 100 hari pernikahan kami. Apa ada masalah dengan itu? Apa kami harus mengatakan hal seperti ini pada kalian? Apa yang ingin kalian ketahui?

Kwon Yul memuji In Ho dan memintanya pergi. Kwon Yul mengajak Da Jung masuk ke kamar mereka.  In Ho menoleh dan wajahnya terlihat muram melihat Kwon Yul merangkul Da Jung jalan ke arah kamar.
In Ho bergegas pergi tanpa bicara.


Sementara Reporter Byun hanya bisa menarik rambutnya dan terpaksa mendengar kekesalan rekan-rekan reporter lainnya.
Kwon Yul masuk ke kamar, ia langsung tanya apa yang terjadi pada Da Jung.

In Ho keluar Hotel dan bertemu Hye Joo beserta pengawal PM Kwon. Hye Joo tanya apa In Ho bertemu PM Kwon.

In Ho heran bagaimana mereka bisa datang ke Hotel ini. Hye Joo berkata ia mendapat pemberitahuan dari Reporter Park Hee Chul dari Scandal News. Kurasa kau harus menjelaskan padaku apa yang terjadi.


In Ho tidak mau bicara. Ia langsung masuk mobil dan pergi dengan wajah marah. In Ho mengingat saat Kwon Yul jalan sambil merangkul Da Jung. In Ho benar-benar cemburu.
Da Jung menjelaskan masalahnya, ia mendapat sms dari In Ho, katanya terjadi sesuatu pada Kwon Yul. Itulah mengapa Da Jung datang, tapi kata Chief Kang kami dijebak. Kami mencoba mencari jalan keluar lalu kami bertemu para reporter itu..
Kwon Yul memotongnya, cukup. Kurasa aku tahu apa yang terjadi. Jadi hentikan.
 

Da Jung : Jong Ri-nim, apa saya melakukan kesalahan lagi? Apa saya membuat kesalahan hari ini? Apa saya membuat anda dalam masalah?
Kwon Yul : Tidak. Aku hanya merasa lelah dan terganggu dengan semua situasi ini.

Da Jung hampir menangis, anda keterlaluan. Waktu saya dikelilingi reporter, yang saya pikirkan hanyalah bagaimana kalau saya membuat anda dalam masalah atau bagaimana jika saya merusak reputasi anda. Pikiran itu membuat saya tertekan dan menderita.
Kwon Yul : Hentikan.
Da Jung : Tapi anda justru merasa lelah dan terganggu.
Kwon Yul : Nam Da Jung-ssi, hentikan.

Da Jung : Saya tidak mau. Kenapa semuanya harus sesuai dengan kemauan anda? Saya harus mengatakan apa yang harus saya katakan. Anda mengira semuanya adalah salah saya. Itu sebabnya anda marah! Jika anda begitu tidak suka dan tidak senang dengan saya...

Kwon Yul tidak tahan lagi. Ia menarik Da Jung dan memeluknya erat-erat. Da Jung tertegun sampai berhenti bicara.
PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8]

Notes :
Speechless. Hahaha kasihan Joon Ki dan Byun, semua taktik mereka justru semakin menyatukan Kwon Yul dan Da Jung. Aku awalnya tidak mengerti kenapa Joon Ki marah sekali dan menuduh Kwon Yul mulai melupakan Na Young. Tapi setelah nonton sampai ep 15, aku jadi mengerti.

Terus terang, endingnya aku tetap ingin Yul dengan Da Jung whatever happen.
The Prime Minister and I episode 9 4.5 5 Beetlebum Friday, January 31, 2014 Staf Kediaman Perdana Menteri sibuk menyiapkan ruangan untuk Konperensi Pers. In Ho bertanggung jaw...


No comments:

Post a Comment