Sinopsis Faith episode 11

 On Sunday, September 23, 2012  

Ki Cheol menghadap Raja Gongmin dan berkata ia tidak suka Raja mulai mengumpulkan orang, bukankah Raja sudah memiliki dirinya? Ki Cheol berkata ia seorang yang pencemburu dan tidak ingin membiarkan orang2 itu hidup.


Choi Young langsung menghunus pedang dan mengarahkannya ke leher Ki Cheol. Satu perintah saja dari Raja, maka Young akan memenggal Ki Cheol atas keberaniannya.
Ki Cheol hanya mendengus karena dia sudah punya rencana cadangan. Dia menempatkan pembunuh di kediaman Ratu dan satu lagi...untuk Eui Seon.

Ki Cheol juga berkata orang pertama dalam daftar dibunuh oleh perampok. Beberapa saat kemudian, orang kedua juga dibunuh oleh perampok.
Raja Gongmin murka, ia teriak marah, lalu kenapa?!
Ki Cheol tersenyum : Anda  tahu apa yang harus dilakukan.



Choi Young mendekat ke arah Gongmin, ia akan pergi memeriksa keduanya. Ia minta Raja mengulur waktu.

Choi Young jalan keluar dengan wajah tegang. Ia memeritah Woodalchi memperingatkan Choi Sanggung di kediaman Ratu.



Tiga pendekar Suribang lari mencari Lee Seong Gye. Mereka menemukan kereta Lee dan mulai melumpuhkan pengawal Ki Cheol.
Choi Young datang dan menghabiskan sisanya.

Choi Young membuka tirai kereta tahanan dan untuk pertama kalinya ia bertemu muka dengan Lee Seong Gye. Choi Young tampak heran.
Seong Gye terkejut dan tampak ketakutan. Choi Young tanya apa Lee tahu kemana Eui Seon dibawa. Lee hanya menggeleng.
Dae Man bersiul dari atas atap dan memberi tanda. Choi Young mengerti dan mengikuti Dae Man.

Hwa Su In masih bertanya, siapa diantara ketiga orang itu yang paling disayang oleh Eun Soo. Eun Soo diam saja dan Su In kesal, ini yang membuatnya tidak suka meyakinkan orang dengan bicara.
Su In tanya Eum Ja, apa aku tidak bisa membunuhnya saja? Eum Ja hanya tersenyum tipis.

Su In : Aku tanya terakhir kali, kalau kau tidak menjawab..

Eun Soo : Jika aku mengatakan siapa orang yang paling kusayangi, apa yang akan kalian lakukan?

Su In : Ki Cheol menyuruhku membunuh orang yang paling kau sayangi terlebih dulu. Dia ingin agar aku menjinakkanmu seperti ini sampai kau jadi penurut dan lembut.
Eun Soo : Menjinakkanku?

Su In : Ya, memang itu caranya. Jika ia menginginkan seseorang, ia akan membunuh orang disekitar orang itu lebih dulu. Agar ia bisa menjadi satu2nya orang yang bisa menjadi tumpuan orang itu di dunia ini.
Eun Soo : Apa dia..apa dia yang memberikan racun pada P. Gyeong Chang?

Su In membenarkan, tentu saja. Tapi Choi Young yang memberikan racun pada Pangeran itu. Maksudnya, secara resmi Choi Young yang mengaku memberikan racun pada Gyeong Chang.
Su In ketawa, kau tidak tahu itu? Kau pasti tahu. Oya, siapa yang harus kubunuh pertama kali? Sebutkan satu nama.

Eun Soo berdiri, lakukan saja sesukamu. Su In jadi terkejut. Apa?
Eun Soo : Aku tidak bisa menjawab pertanyaan konyol seperti itu, jadi lakukan saja apa yang kalian inginkan.

Eun Soo jalan pergi. Eum Ja menghalangi Eun Soo dengan serulingnya. Su In tanya bagaimana dengan pasien Eun Soo yang mereka culik. Dia yang akan mati pertama kali kalau kau menyusahkan kami.

Eun Soo dingin menjawab : Kalau begitu bunuh saja dia.
Eum Ja dan Su In tampak heran mendengarnya. Keduanya tukar pandang.

Eun Soo : Minggir! Kalian tidak bisa membunuhku saat ini, aku tahu itu. Aku tidak peduli kalau kalian ingin membunuh orang lain, asalkan itu bukan diriku.

Eun Soo jalan lagi tapi Eum Ja sudah menghunus pedangnya ke arah leher Eun Soo.
Eun Soo tidak bergeming dan nekad jalan. Benar saja, Eum Ja hanya mengancam tanpa berani membunuh.

Su In lari mengejar Eun Soo tapi dihalangi Eum Ja. Eum Ja menghitung, satu..dua...lima. Ada lima orang.

Para Woodalchi tiba, mereka menyongsong Eun Soo. Eui Seon! Woodalchi langsung mengarahkan senjata pada Eum Ja dan Su In.
Eun Soo jalan melewati mereka.

Hwa Su In berkata Eun Soo pergi, ia ingin tahu apa Eun Soo memang tidak peduli kalau ada orang mati karena dirinya.
Eum Ja : Apa kau ingin aku mengujinya?

Eum Ja langsung meniup serulingnya. Telinga para Woodalchi mulai kesakitan, gendang telinga dan jantung mereka bisa pecah.
Eun Soo terkejut, ia tahu kekuatan Eum-gong milik Eum Ja. Eun Soo lari ke tengah mereka, ia teriak. Hentikan!
Eun Soo juga mulai kesakitan dan telinganya mengeluarkan darah.

Eum Ja akhirnya menghentikan serangan saat sebuah panah ditembakkan ke arahnya. Pemanah Suribang! Choi Young dan Dae Man juga tiba disitu.

Choi Young menatap tajam Su In. Lalu berbalik dan jongkok di depan Eun Soo.
Choi Young mengulurkan tangan ke arah telinga Eun Soo dan perlahan membersihkan darahnya.
Can we just freeze the time here?
Choi Young memandang Eun Soo sebentar lalu berdiri dan menghadapi Su In serta Eum Ja. Choi young menghentikan laporan Ju Suk tentang kejahatan mereka.

Choi Young langsung tanya ke Su in, apa yang kau inginkan? Apa kita lanjutkan atau kalian mundur?
Su In : Apa yang seharusnya kami lakukan? Ini akan jadi pertarungan yang lama.

Su In berkata ke Eum Ja, yah..kita juga sudah mendapatkan jawaban darinya.

Eun soo berdiri. Su In berkata ke Eun Soo, Orang yang ada di sampingmu itu adalah yang pertama kan? (yg harus mereka bunuh) Dia selalu datang untukmu. Setiap saat tidak peduli apapun yang terjadi.
Kita ketemu lagi nanti.
Su In pergi bersama Eum Ja.



Choi Young melarang anak buahnya mengejar, mereka terlalu kuat untuk kalian. Choi young jalan ke Eun Soo, kau tidak apa-apa?

Choi Young ingin menyentuh bahu Eun Soo tapi Eun Soo menampik tangannya. Ia jalan pergi tanpa bicara pada Choi Young.
Tekanan yang dialami Eun Soo terlalu besar. Eun Soo tidak akan bisa mengerti semua kebrutalan yang terjadi di sekitarnya. Betapa nyawa manusia dipermainkan begitu saja.

Choi Young minta Deok Man mengantar Eun Soo kembali ke RS Istana.
Eun Soo jalan kembali ke RS Istana bersama Deok Man. Ia jalan dengan terhuyung.
Choi Young berkuda dari belakang dan melewati Eun Soo begitu saja tanpa menoleh. Eun Soo melihat ke arah Young dan menghela nafas.
Gongmin masih bicara dengan Ki Cheol, jadi kau tidak ingin aku melakukan apapun? Aku ini Raja tapi tidak bisa bersikap sebagai Raja?
Ki Cheol melakukan ini karena Gongmin masih memiliki banyak keinginan. Keinginan terburuk Gongmin saat ini adalah ingin menjadi Raja yang baik. Raja yang diinginkan rakyat.
Gongmin : Itu yang kau benci?

Ki Cheol : Rakyat tidak ingin Raja yang mencintai mereka.
Gongmin : Mereka tidak menginginkannya?

Ki Cheol : Rakyat..tidak akan berhenti mengeluh meskipun anda mencoba memuaskan mereka. Jadi anda harus menipu mereka, memaksa mereka dan memberi mereka makan.
Anda tidak boleh terlalu banyak memberi mereka makan, nanti mereka tidak akan menuruti anda. Jadi anda akan memberi mereka makan sedikit saja.


Choi Young tiba. Ia menghormat pada Gongmin dan lapor, Ratu di Kwon Seong Jeon aman. Eui Seon juga sudah kembali ke RS Istana.
Ki Cheol tampak geram.
Gongmin tanya orang-orang dalam daftar. Choi Young lapor, lima orang tewas. Dan ada catatan pada mayat mereka.

Choi Young menghadap ke arah Ki Cheol, matanya berkilat marah : Ji Gwa Pil Gae. Artinya, jika kau tahu kalau perbuatanmu salah, kau harus memperbaikinya. (Ini juga peringatan Young pada Ki Cheol)
Itu yang tertulis di catatan.

Gongmin terpukul, lima orang? Ki Cheol berkata ini adalah peringatan yang bagus, bukan hanya di Gaegyeong tapi juga seluruh Goryeo, ya kan?

Gongmin : Jadi maksudmu, tidak akan ada orang yang mengikutiku?
Ki Cheol : Apa saya harus membunuh lagi?

Gongmin : Aku akan mengadakan pertemuan /Seo yeon di pertengahan bulan ini. Hari itu, orang-orangku akan mengajarkan padaku tentang kebajikan (yang seharusnya dimiliki) seorang Raja. Kau juga harus datang.

Ki Cheol marah mendengar itu, ia merasa Gongmin tidak mengerti peringatannya. Ki Cheol jalan maju ke arah Gongmin. Choi Young langsung maju di samping Gongmin.
Ki Cheol : Tadi anda berkata, orang-orang anda?

Gongmin : Di Goryeo, ada orang yang tidak takut akan ancaman, atau puas dengan makanan seadanya dan menginginkan Raja yang baik. Aku akan membuktikan itu padamu.

Ki Cheol tidak tahan lagi, Ki Cheol frustrasi dengan Raja yang keras kepala ini. Ia mengeluarkan tenaga esnya dan jalan maju untuk menyerang Raja.
Choi Young tentu saja menahan serangan Ki Cheol. Ki Cheol menyalurkan tenaga es ke bahu Choi Young.

Choi Young bergerak ingin menyingkirkan tangan Ki Cheol, tapi tidak bisa. Tangan itu seperti lengket di bahunya dan Choi Young tampak kesakitan.

Karena Young punya naegong, maka dia masih bisa berdiri, kalau Woodalchi biasa pasti sudah mati.
Gongmin tampak cemas, tapi ia menahan diri. Ki Cheol menyeringai tipis. Lalu menarik lepas tangannya. Ini seperti adu tenaga dalam untuk mengukur kekuatan lawan.

Ki Cheol mengancam Gongmin : Baiklah, saya akan melihat seperti apa orang-orang Anda.

Ki Cheol tertawa lalu membungkuk. Gongmin memaksakan senyuman. Kalau begitu sampai ketemu nanti.
Ki Cheol berbalik pergi dengan marah. Persis seperti anak yang tidak mendapat mainan yang diinginkannya.

Setelah Ki Cheol pergi, Gongmin langsung mendekati Choi Young. Daejang.

Choi Young tidak ingin Gongmin cemas, Yang Mulia ..saya tidak apa-apa. Tolong segera ke Kwon Seong Jeon (kediaman Ratu) dulu.

Raja Gongmin dikawal Choong Suk dan rombongan bergegas ke kediaman Ratu. Nogook sedang minum teh bersama Choi Sanggung. Choi Sanggung segera berdiri.
Gongmin langsung menarik tangan Nogook, sampai menjatuhkan tehnya (ha!) dan mengajaknya pergi. Ini mirip dengan pertemuan pertama mereka di Yuan waktu itu.

Nogook terkejut dan menahan lengan Gongmin. Gongmin menjelaskan mulai saat ini Nogook harus tinggal di Gang Ha Jeon, kediaman Gongmin.
Gongmin berkata ke Choi Sanggung, Nogook akan tinggal bersamanya sampai kondisinya mulai aman. Gongmin langsung menarik Nogook.

Choi Sanggung mengerti. Ia lari lagi mengambil jubah Ratu dan menyusul mereka.

Gongmin jalan sambil memegang tangan Nogook. Gongmin menjelaskan, P. Deok Seong datang ke istana, ia mengancamku dengan nyawamu.
Nogook : Saya sudah mendengarnya.
Gongmin tiba2 berhenti. Ia melihat tangannya dan dengan kikuk melepas tangan istrinya. Jadi..
Nogook : Saya akan tinggal bersama Yang Mulia.
Gongmin tampak lega : Baiklah.
Keduanya mulai jalan, Gongmin tersenyum simpul.

Choi Sanggung menarik Choong Suk agar tidak terlalu dekat mengawal mereka jaga jarak..jaga jarak..beri mereka privasi hahaha. I love this drama.

Choi Young jalan ke sudut tembok istana yang sepi. Ia membuka baju perangnya dan duduk bersandar. Choi Young membuka bajunya dan ternyata bahu kanannya jadi biru kehitaman.


Eun Soo mondar-mandir di kamarnya, ia ingat kata2 Hwa Su In, Ki Cheol ingin menyingkirkan orang yang paling berharga untuk Eun Soo diantara tiga orang itu. Dia menyuruhku untuk menjinakkanmu seperti ini sampai kau menurut.
Su In juga berkata ia tahu kalau orang yang disamping Eun Soo adalah yang pertama dibunuh, dia selalu datang berlari mencarimu setiap waktu. Eun Soo menghela nafas.



Deok Man berjaga diluar, ia tampak mengantuk. Eun Soo keluar kamar, Deok Man mengikutinya. Eun Soo jalan melihat kondisi Ju Suk dan yang lain.
Eun Soo jalan lagi dan tanpa sengaja melihat Choi Young bicara dengan Lee Seong Gye.


Seong Gye kagum pada Young, aku mendengar tentang Woodalchi Choi Young yang bisa melawan ratusan orang sekaligus.
Choi Young mendengus, apa kau percaya dengan cerita seperti itu.

Lee Seong Gye berkata ia kenal orang yang berkata pernah melihatnya, Choi Young membunuh 2 sampai 3 orang hanya dengan satu kali sabetan pedang.

Lee melihat pedang choi Young, matanya berkilat tampak tertarik. Apa itu pedangmu yang legendaris itu..? Lee ingin meraihnya.

Choi Young mengetokkan pedangnya ke lantai. Seong Gye terkejut. Dengar, kata Choi Young.
Seong Gye : Ya?
Choi Young : Pertama, kau tidak boleh menginginkan pedang yang bukan milikmu.
Seong gye : Maafkan aku.
Choi Young : Kedua, jika ada seratus orang musuh menunggumu. Kau lari saja.
Seong Gye kecewa, apa?



Ini Kim Tak Goo kecil kan? Oh Jae Moo
Choi Young menunjuk dahi Seong Gye, kau tinggal membunuh satu orang dibelakang ratusan orang itu, jadi untuk apa bertempur?
Yah..Choi Young mengajari Seong Gye taktik membunuh dirinya sendiri.

Seong gye setuju, ia ketawa, Ya..benar juga.
Choi Young ketawa. Keduanya kelihatan cepat akrab. Eun Soo hanya menghela nafas melihatnya. Choi Young jalan pergi dan melihat Eun Soo.


Choi Young menanyakan telinga Eun Soo. Tidak apa-apa, kata Eun Soo.
Eun Soo berkata anak buah Choi Young juga tidak luka parah. Choi Young tahu itu, mereka tidak akan apa-apa.

Eun Soo jalan pergi tapi Young memintanya menunggu, apa aku bisa bicara denganmu?

Keduanya jalan di lorong istana. Young mengambil kerikil dari dekat jendela dan melemparkannya ke Deol Bae yang mengintip mereka.


Deok man ini mirip Gong Yoo ya?
 Deok Man muncul dan menarik Deol Bae agar tidak mengganggu keduanya. Lalu nyengir melihat Eun Soo dan Young.
Choi Young : Anak itu yang kau bicarakan kan? Yang kau bilang akan membunuhku? Tapi kurasa dia tidak akan bisa membunuhku.
Eun Soo diam saja.

Young berkata ia ingin membuat permohonan pada Raja, untuk mengijinkannya bebas beberapa hari. Ia ingin mengantar Eun Soo ke lorong waktu itu.
Eun Soo ; Kau bilang kau tidak yakin apakah pintunya masih terbuka meskipun kita sampai disana.
Choi Young : Ya.
Eun Soo : Katanya kau punya banyak urusan dengan Raja, kan?
Choi Young : Benar.

Eun Soo tanya apa Choi Young akan menepati janjinya. Choi Young berkata Eun Soo akan dalam bahaya kalau tetap disini. Jadi..
Eun Soo : Apa karena aku tahu masa depan? Apa karena Ki Cheol menginginkanku?

Young : Dia semakin banyak menginginkan orang. Jadi, sebelum semakin banyak orang yang tahu tentang dirimu, lebih baik kau pergi dari sini.
Eun Soo : Aku ingin tahu sesuatu.
Young : Katakan.
Eun Soo : Saat aku mencoba melarikan diri dari Ki Cheol, aku hampir jatuh dari tebing, kaulah yang menangkapku waktu itu, benar kan?

Young diam saja, tapi Eun Soo yakin, itu kau kan? Kalau sepertinya ada bahaya yang mengancamku saat aku tinggal di tempat Ki Cheol, kau akan melawannya, ya kan? hanya demi menyelamatkanku.
Young : Karena aku berjanji padamu.
Eun Soo : Untuk melindungiku dan mengantarku kembali?
Young : Ya

Eun Soo : Apa kau bisa menang melawan Ki Cheol?
Young : Aku mungkin kalah.
Eun Soo : Kalah dalam dunia ini berarti kematian, benar kan?
Young : Kalau kau kalah dalam pertempuran, kau akan mati.

Eun Soo tahu sekarang, baiklah. Berikan aku waktu untuk memikirkannya.

Eun soo jalan pergi. Young memanggilnya, apa kau...tidak tersenyum lagi?
Eun Soo menoleh. Young tanya apa karena kau ada di depanku atau..karena kau tidak ingin tersenyum lagi?


Eun Soo tidak bisa menjawabnya. Ia berbalik dan pergi. Young kelihatan terluka. Mungkin tanpa sadar keceriaan Eun Soo adalah semangat Young. Kasihan.


Ki Cheol berkumpul dengan sekutunya. Su In tanya apa yang akan dilakukan Ki Cheol pada Choi Young. Ki Cheol tetap menginginkannya karena Young itu setara dengan 2000 orang prajurit.
Meskipun tidak mudah mendapatkan Choi Young. Tapi Ki Cheol tahu satu cara, yaitu mengambil Rajanya, maka Choi Young harus mengikutinya. Itu batasannya.

Ki Cheol memeriksa daftar nama orang2 yang akan menghadiri acara Seoyeon yang diadakan Raja. Yang Gak mulai menjelaskan tapi Ki Cheol tidak sabar, sudahlah..bunuh saja semua orang yang datang ke seoyeon.
Ki Won mengingatkan, akan ada Woodalchi yang menjaga mereka.

Ki Cheol tahu itu, itu sebabnya ia memanggil Chi Sal (Tujuh pendekar pembunuh). Aku harus menurunkan Raja kecil itu, tapi sebelum aku melakukannya, aku ingin dia tahu posisinya.
Ki Cheol jalan keluar. Su In tanya soal Eui Seon. Apa kita seret saja dia kesini?

Ki Cheol : Dia wanita bodoh yang sangat berguna bagi kita. Dia tidak tahu sama sekali soal politik.
Ki Cheol yakin, kalau Raja dan Choi Young sudah ditangannya, Eui Seon akan datang dengan sendirinya.

Jo Il shin terlihat bangga dan mengutip kata2 Gongmin di depan Ki Cheol. Bahwa Rakyat Goryeo menginginkan Raja yang baik. Il Shin yakin Ki Cheol mungkin sudah merasa kalah dan ketakutan saat ini.
Gongmin tidak kelihatan yakin, sementara Choi Young kelihatan kesal pada Il Shin.

Gongmin ke Choi Young : Aku bilang waktunya pertengahan bulan ini (saat bulan purnama)
Young ; Saya tahu.
Gongmin : Aku harus mengumpulkan orang-orangku dan menunjukkan padanya.
Young : Ya.

Il Shin berkata itu sama sekali tidak sulit. Ada banyak orang yang telah menantikan Raja seperti anda. Dan Yang Mulia punya bukti kalau andalah orangnya.
Gongmin heran, bukti?

Il Shin dengan yakin berkata Gongmin memiliki Eui Seon.
Choi Young langsung melotot pada Il Shin. Raja tahu itu, ia juga tampak tidak enak.

Il shin terus saja bicara, Dewa mengirim Eui Seon dari langit pada Raja. Eui Seon menyelamatkan nyawa Ratu dan bahkan Choi Young.
Dia juga menyelamatkan putra Chun Ho Jang dari gerbang kematian. Dia bahkan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dia ada di samping Yang Mulia.

Gongmin semakin tidak enak. Apalagi Il Shin berkata sudah menyebarkan ceritanya keseluruh penjuru negeri, semua orang di Goryeo akan segera mengetahui tentang Eui Seon.
Choi Young menatap tajam Raja. Gongmin hanya menunduk.

Gongmin jalan pergi bersama rombongan. Choi Young ada di belakangnya dan memanggil Gongmin, Yang Mulia.
Gongmin : Aku juga merasa cemas. (Ha! Raja tahu apa yang akan diomongkan Young bahkan sebelum Young bicara, love this pair)

Young : Jika kita menunjukkan dia di depan orang banyak..
Gongmin : Aku tahu itu akan lebih membahayakan baginya, tapi tidak ada cara lain.

Rombongan berhenti dan semua tampak tegang. Young dan Raja debat.

Young : P. Deok Seong mendapatkan orang yang ia inginkan dengan membunuh dan mengancam mereka.
Lantas apa bedanya Yang Mulia dengannya?

Gongmin : Apa bedanya aku dengannya? Maksudmu aku ini orang yang sama seperti dirinya?

Young : Apa anda tidak seperti itu? Yang Mulia mengatakan pada orang2 tentang langit dan masa depan. Lalu membuat mereka datang ke pertemuan untuk pamer pada Ki Cheol kalau mereka adalah orang2 Yang Mulia.

Gongmin memberi tanda pada Kasim dan pengawal. Mereka mundur.

Gongmin : Karena kau berani mengkritik Rajamu seperti ini, kau pasti sudah punya rencana. Ya kan?
Choi Young : Saya akan membawakan orang-orang anda.

Gongmin : Orang-orangku? bagaimana caranya?


Choi Young : Saya akan membawa mereka tanpa menggunakan Eui Seon.

Gongmin kesal, jadi agar kau bisa mengantarnya kembali, untuk melindungi janjimu padanya?
Young : Ya.

Gongmin sudah hampir meledak, tapi ia menahan dirinya. Sebenarnya apa masalah...
Gongmin menghela nafas, katanya kau akan jadi pengikut setia pertamaku, tapi kau mengkritikku dan berteriak padaku!

Young : Ini bukan apa-apa. Dibanding orang-orang yang akan datang, saya ini penurut dan lembut (hiya!).
Gongmin diam. Young menantangnya, apa anda takut?

Gongmin : Mereka akan lebih kasar darimu, Choi Young?
Young : Ya.
Gongmin : Baiklah, akan kulihat seperti apa mereka.
Young : Kalau begitu saya akan membawa mereka.


Gongmin jalan lagi. Young tanya, apakah Eui Seon bisa...
Gongmin teriak : Aku akan mengantarnya kembali..aku janji!
(I Love them)

Ayah Lee Seong Gye menemui Jang Bin untuk memberikan banyak hadiah pada Eui Seon. Ia minta maaf karena baru bisa datang sekarang, ada banyak urusan yang harus saya tangani. Jang bin janji akan memberikannya pada Eui Seon.
Tuan Lee ingin bertemu Eui Seon, tapi Jang Bin berkata sedikit sulit untuk bertemu EuiSeon.

Lee Seong Gye berkata ia sudah bertemu Eui Seon, saya tidak tahu betapa cantiknya bidadari dari langit sampai saya bertemu Eui Seon.



Tuan Lee berkata sudah mendengar soal kemampuan Eui Seon sepanjang jalan menuju Gae Gyeong. Kalau aku kembali ke Ssang Seong nanti, aku akan menyebarkan berita ini pada orang2. Jika orang Yuan mendengar ini, mereka pasti cemburu.
Jang Bin tertegun dan kelihatan cemas.
Eun Soo berusaha melihat pantulan wajahnya di cermin buram (mungkin yg hello kitty dah jadi inventaris Nogook). Ia ingat pertanyaan Choi Young, apa kau tidak akan tersenyum lagi.
Eun Soo memaksakan diri tersenyum, dan berkata : Tidak, Yoo Eun Soo..don't worry, be happy (in English) Semangat!

Eun Soo menulis petunjuk arah dibantu Deok Man. Dari Gae Gyeong lalu ke Jeol Lyung lalu kemana lagi?
Deok Man : lalu ke Seo Kyung. Dari sana anda ke Wun Jeong Do dan..

Jang bin datang dan tanya, apa yang kau lakukan? Eun Soo berkata ia menulis arah agar bisa tanya arah pada orang di jalan.
Deok Man melanjutkan menjelaskan arah, Eun soo menulis semuanya tapi Jang Bin mengambil kuas dari tangan Eun Soo.

Eun Soo berkata meskipun ia pergi dan meminta buku hariannya pada Ki Cheol, si brengsek itu tidak akan memberikannya begitu saja. Jadi Eun Soo tidak akan datang  menemui Ki Cheol. Dia akan pergi ke lorong waktu itu dan menunggu diam-diam di sana.
Eun Soo yakin lorong waktu itu akan terbuka lagi.

Jang Bin dengan tenang menghapus tinta di wajah Eun Soo. Eun Soo ingin minta uang pada Ratu. (wkk)
Jang Bin geli, kau ingin minta uang pada Ratu?
Eun Soo merasa itu wajar, karena dia kan sudah mengoperasi Ratu, jadi pantas kalau dia mendapat uang dari Ratu.

Jang Bin tanya apa Eun Soo sudah mengatakan ini pada Young. Tentu saja Eun Soo belum mengatakannya.
Jang Bin : Kau berencana pergi ke sana sendiri, tanpa kenal takut dan tanpa mengatakan pada Daejang?

Eun Soo ingin menyamar jadi pria, waktu aku nonton drama sageuk, orang2 selalu melakukan itu. Menyamar jadi pria dan mengenakan topi itu.

Jang Bin tanya apa Eun Soo takut berada disini. Apa kau tidak merasa aman dengan para Woodalchi yang melindungimu?

Eun Soo berkata, yang paling dia takuti adalah dirinya sendiri. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan di Goryeo. Aku tidak ingin bertanggung jawab untuk sejarah ataupun politik.
Rombongan Chi Sal mulai masuk ke ibukota, mereka langsung menemui Ki Cheol. Yang Gak marah pada mereka karena sangat kurang ajar. Tapi salah satu Chi Sal langsung menyabetkan pedang pada Yang Gak.
Ki Cheol tidak banyak bicara, ia menyodorkan uang, aku yang memutuskan siapa dan kapan mereka akan membunuh. Ada seorang wanita yang harus kalian awasi, aku ingin tahu semuanya tentang dirinya.
Chi Sal diam saja, mereka mengambil uang dan jalan pergi. Sementara Yang Gak...ternyata masih hidup.



Dua anak Suribang menunjukkan sebuah rumah pada Choi Young. Anak yang memegang tombak ingin bertarung dengan Choi Young. Anak itu sudah latihan dan yakin bisa mengalahkan Young. Young tidak mempedulikannya. Choi Young sibuk melihat sekitar, siapa tahu ada yang melihatnya.
Setelah merasa aman, ia jalan masuk ke dalam rumah. Hanya ada nenek tua yang bekerja menjemur bahan makanan. Young tanya, apa ini rumah guru Lee? Saya datang untuk menemuinya.
Nenek itu membangunkan pria yang tidur di depan pintu. Pria itu marah, tapi Young mendekat dan mengenalkan dirinya.
Young tanya ke dua anak Suribang itu, kau yakin ini rumahnya? mereka yakin. Tapi memang orang itu tampak menyedihkan. Apa mungkin dia adalah orang yang lulus ujian negara di usia 13 th? Dan lulus dengan nilai tertinggi di setiap tahapnya?
Young mendekat dan bicara lagi, apa anda Guru Lee? Pria itu mengeluh, panas sekali, kau menghalangi angin. Minggir!
Young berkata ia datang membawa perintah Raja. Tapi pria itu cuek, kedengarannya lucu. Kau pulang saja.

Choi Young mana bisa dilawan. Ia menarik Lee dan membantingnya ke tanah. Young teriak, Sarjana Lee, kau harus menerima perintah Raja dengan penuh hormat!
Lee teriak2, apa perintahnya, kenapa kau memukuliku? Apa perintahnya bisa kupakai atau kumakan? Kalau begitu ayo berikan kepadaku!

Choi Young jongkok di depan Lee. Aku harus bertemu gurumu. Ada yang harus kukatakan padanya.


Lee : Guruku tidak akan mengerti apapun karena dia tidak bicara bahasa yang kita gunakan.

Choi Young : Jangan bicara berputar-putar, aku juga tidak akan mengerti. Aku tahu gurumu sembunyi karena dia takut dibunuh.
Pergi dan katakan pada gurumu, kalau dia cukup berani. Minta dia menemuiku, Choi Young.  Beri tahu aku kalau dia bersedia.

Dae Man muncul di pintu, Daejang..!! ia tampak panik.


Jang Bin masuk ke ruangan Eun Soo, ia melihat kotak pemberian dari ayah Lee Seong Gye sudah kosong dan Eun Soo tidak ada.
Jang Bin tanya ke Deok Gi, kemana Eun Soo. Deok gi memberi tanda kalau Eun Soo mengambil barang2nya dan pergi.


Eun Soo menyamar jadi pria dan menanyakan jalan pada seseorang dengan menggunakan gaya bahasa drama tradisional haha..tapi percuma saja, Eun Soo tidak mendapat jawaban.


Eun Soo jalan dan terkejut karena diujung jalan sudah menunggu...Choi Young. (yaa..pasti banyak yang ingin tukar posisi dengan Eun Soo)
Tapi Eun Soo tidak menyukai ini dan berbalik pergi.

Tiba-tiba ada yang menahan bungkusan-nya dari belakang. Eun Soo berusaha melepaskan diri, Apa yang kau lakukan! dengan suara pria.
Choi Young geli : Itu yang ingin kutanyakan padamu, apa yang kau lakukan?

Bukan urusanmu, lepaskan aku. Kata Eun Soo.


Eun Soo mencoba menendang ke arah belakang, tapi kakinya tidak bisa menjangkau Choi Young.

Choi Young tersenyum dan memutar Eun Soo. Ia membuka topi Eun Soo untuk memastikan wajahnya, Choi Young geli melihat dandanan Eun Soo, lalu menutup topinya lagi.

Choi Young pergi. Ia melempar pedang kepada Deok Man karena marah. Sudah kubilang jaga dia!
Deok Man bingung, apa yang harus saya lakukan? Dia selalu mencoba melarikan diri terus dari istana. Saya tidak bisa menangkapnya dan mengikatnya begitu saja. Jadi saya hanya bisa mengikutinya saja.

Choi Young : Dae Man! cepat bawa seekor kuda.
Dae Man heran, se..seekor saja? bukannya dua? (aku suka gagapnya Dae Man)

Choi Young menyesali dirinya sendiri : Aku tidak tahu kenapa. Tapi aku mengajarinya naik kuda. Aku cuma butuh seekor saja.
Choi Young jalan bersama Eun Soo. Choi Young menahan topi Eun Soo, kau bilang kau akan memikirkannya tapi ini jawabanmu?
Eun Soo berusaha merebut topinya tapi Young menjauhkannya. Kau akan pergi ke pintu langit sendirian?

Young juga mengambil bungkusan Eun Soo. Ia menimbangnya, lumayan berat. Kau membawa banyak barang.

Eun Soo hanya mengambil pemberian Ayah Lee Seong Gye (lumayan dilelang nanti) karena mengoperasi anaknya.
Eun Soo masih menyesal, aku menyembuhkan Lee seong Gye, aku tidak percaya ini.

Young kesal, bagaimana kau bisa tidak takut pada apapun. Bagaimana kau bisa..berpikir pergi sendirian? Eun Soo marah, apa kau akan terus mengikutiku dan mengomel?
Young sedang berpikir, mau menyeret Eun soo dengan paksa atau meyakinkanmu dengan kata2 saja.

Eun Soo akhirnya memutuskan, kita akhiri saja janji ini.
Choi Young terkejut, apa maksudmu?

Eun Soo akan melupakan penculikan yang dilakukan Choi Young, ia akan melupakan apa yang sudah terjadi. Ia tidak bisa mengubahnya.
Aku hanya akan menganggap kalau aku ini sedang benar2 tidak beruntung dan akan melupakan semuanya. Jadi kita batalkan saja janjimu yang ingin mengantarku kembali.

Choi Young : Kau ingin membatalkan janji?
Eun Soo : Ya.
Choi Young : Apa karena aku bisa terbunuh karena memegang janji itu?
Eun Soo : itu..
Choi Young : Jadi kau memutuskan untuk pergi ke pintu langit sendirian? Demi aku?

Eun Soo tidak menjawab, hanya tanya, kau tidak tahu artinya bersalaman kan?
Young : Tidak.

Eun Soo : Di duniaku, jika kita bertemu orang untuk pertama kalinya, atau sudah lama tidak bertemu, dan kalau kita mengucapkan selamat tinggal, kita bersalaman.
Eun Soo mengulurkan tangan, ia mengajak Young salaman.

Choi Young memandang tangan Eun Soo, ia memakaikan topi Eun Soo lagi dan  menarik tangan Eun soo pergi.

Choi Young : Itu adalah janji yang kubuat, jadi terserah aku mau membatalkannya atau tidak. Jadi kalau kau mau menahan diri dan menunggu..
Eun Soo berkata meskipun Young membawanya kembali ke istana, ia akan melarikan diri lagi.

Choi Young tertegun, ia berhenti. Kau akan melarikan diri lagi?
Eun Soo melepaskan tangannya. Young seperti tidak percaya dengan pendengarannya.

Eun Soo tidak bisa melihat orang mati di depannya lagi dan ia juga tidak ingin terlibat dalam dunia Choi Young lagi dan..
Eun Soo memandang Choi Young, aku tidak ingin menangis karena dirimu. jadi biarkan aku pergi.

Choi Young : Bagaimana aku bisa membiarkanmu pergi?

Eun Soo : Berhenti melindungiku. Kau tidak perlu melindungiku lagi. Sebuah janji itu mudah untuk dilanggar, jadi kita akhiri saja ini disini. Sudah selesai.
Eun Soo mengambil bungkusannya dari tangan Choi Young. Choi Young menahannya, lalu perlahan melepaskannya.

Choi Young menghela nafas sedih. Membatalkan janji bagi seorang pejuang adalah sama dengan mati. Karena berarti dia tidak bisa dipercaya lagi dan tidak ada gunanya lagi dia hidup. Eun soo sepertinya tidak mengerti ini.
Seorang Chi Sal mengamati Eun Soo.



Malamnya, Choi Young datang ke sebuah pertemuan. Ia datang bersama Dae Man dan Deol Bae. Choi Young membungkuk memberi hormat pada setiap bangsawan dan sarjana yang ada disitu.


Sampai ia bertemu Guru Lee. Saya Woodalchi Daejang Choi Young, datang kesini atas perintah anda Tuan.

Guru Lee : Aku memanggilmu kesini karena ada yang ingin kutanyakan padamu. Apa kau mau membuka pikiranmu dan mengatakan yang sebenarnya?
Choi Young : Ya, saya bersedia.
Guru Lee : Kalau begitu duduklah.

Choi Young menyerahkan pedangnya pada Dae Man dan duduk.

Sarjana Lee mengenalkan Choi Young : Choi Young, generasi kelima dari keluarga Yoo Chung. Ayahnya adalah pegawai negeri yang hebat. Dia juga pemimpin termuda dari Jeo Geol Dae. Setelah Jeo Geol Dae bubar, ia menjadi Woodalchi Daejang dan melindungi Raja.

Guru Lee berkata ia mengenal ayah Young sejak ia muda.
Young : Benarkah?

Guru Lee : Katanya ia meninggalkan pesan sebelum ia meninggal. Apa dia mengatakannya padamu?



Choi Young : Sebelum dia meninggal dia berkata 'Kyung Geum Yeo Seok'.
Guru Lee : Artinya jangan dibutakan oleh emas.
Choi Young : Ya.
Guru Lee sudah menggali informasi tentang Young, kau bisa menjadi tangan kanan Raja dan mengendalikannya. Tapi kau bahkan belum mendapat apapun dari Raja.

Choi Young tampak kesal, jadi anda memanggil saya hanya untuk menanyakan ini?
Guru Lee : Kenapa Raja yang sekarang?
Choi Young : Maaf?
Guru Lee : Selama 7 tahun kau tidak tertarik dengan uang dan kekuasaan. Tapi kenapa harus dia?

Choi Young : Apa anda meminta saya menilai Raja sekarang?

Guru Lee berkata semua orang disini sudah membuang harapan pada Goryeo, kami hanya mencoba bertahan sampai kami mati nanti. Tolong beri kami penjelasan kenapa harus Raja ini.


Choi Sanggung menjelaskan pada Raja dan Ratu, orang yang ditemui Young malam ini adalah Guru Lee Jae Hyun. Dia punya hubungan luas dengan banyak sarjana, bahkan sampai ke Yuan.
Nogook membenarkan, ia juga sudah mendengar tentang Guru Lee saat di Yuan.

Gongmin tanya apa Lee ini yang berkeras ingin melawan Yuan. Dan bahkan menulis surat pada Raja Yuan saat Yuan ingin menjajah Goryeo?
Choi Sanggung membenarkan. Dan ia berhasil mencegah Yuan menjajah Goryeo.



Nogook tanya Gongmin, apa Guru Lee akan datang? Gongmin tanya ke Choi Sanggung, bagaimana menurutmu?
Choi Sanggung menelan ludah (hee..persis Young), yah..dia berkata tidak akan pernah kembali ke istana, jadi saya tidak tahu pasti.

Guru Lee masih tanya soal Raja baru pada Choi Young, apa dia adalah Raja yang bijaksana?
Young : Dia bijaksana tapi..

Guru Lee : Apa dia punya hati yang berbelas kasih untuk rakyatnya?
Young : Saya belum pernah melihatnya memperlakukan orang jadi saya belum tahu.

Guru Lee : Apa dia tidak tergantung pada Yuan?
Young : Saya pikir dia tidak tergantung.

Guru Lee : Apa dia akan bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk Goryeo?
Young : Saya belum pernah mengujinya untuk itu jadi saya belum tahu.

Guru Lee : Baik, aku ingin tanya, jika kami menghabiskan sisa hidup kami untuk Raja ini, apa yang akan dia berikan pada kami?

Choi Young : Apakah saya boleh bertanya satu hal?
Guru Lee : Aku mendengarkan.

Choi Young : Raja seperti apa yang anda inginkan? Raja anda harus memiliki otak yang pintar sejak ia dilahirkan dan ia harus memiliki belas kasih seperti Buddha. Dan dia harus memberikan semua kekayaan-nya dan memiliki umur panjang?
Suara Young semakin tinggi karena kesal, apa anda menunggu Raja seperti itu? Apa anda menunggunya? Apakah karena ini maka anda mengujinya?

Guru Lee : Aku tanya sekali lagi. Kau, Choi Young kenapa kau memilihnya?

Choi Young : Karena dia adalah Raja yang saya, Choi Young pilih untuk pertama kalinya.
Guru Lee : Apa yang membuatmu memilihnya sendiri?

Choi Young : Dia lemah, jadi dia ketakutan. Dia membuat keputusan, tapi dia juga jadi bingung. Dia kadang juga menyesali apa yang telah dia lakukan.
Tapi dia tahu apa artinya rasa malu.

Guru Lee : Rasa malu?

Choi Young : Itulah yang membuat saya memilihnya. Saya memutuskan untuk melindunginya sebelum dia menjadi tumpul rasa malunya. Apa ini menjawab pertanyaan Anda?
(Awesome...love his line. Raja yang punya rasa malu, itu juga yang akan kupilih)

Guru Lee menghela nafas : Apa kau memintaku untuk menghadiri pertemuan yang diadakan Raja?
Choi Young : Ya.

Guru Lee berkata jika mereka hadir, itu artinya mereka akan menjadi orang2 Raja dan melindungi rasa malunya. Tapi untuk melakukan itu, kami semua harus tetap hidup sampai waktu yang ditentukan.
Apa kau akan berjanji pada kami untuk melindungi kami sampai kami hadir dalam pertemuan?

Choi Young tidak bisa langsung menjawab, karena ini bukan masalah mudah.

Choi Young jalan pulang, ia diam saja dan memikirkan lagi pertanyaan Guru Lee Jae Hyun. Deol Bae dan Dae Man saling menyenggol, kenapa Daejang? keduanya tampak serba salah.
Choi Young memandang pantulan wajahnya di danau.

Eun Soo akhirnya tetap melanjutkan perjalanan. Ia berhenti makan di kedai mantau yang dikunjunginya dengan Young waktu itu.
Deok Man menjaga di pintu, tapi yang dilihat Eun Soo adalah...Choi Young.
Deok Man duduk dan Eun Soo memintanya makan. Deok man senang, terima kasih.
Eun Soo minta maaf karena menyusahkan Deok Man, sebenarnya aku bisa pergi sendiri.

Deok Man : Tidak, anda tidak bisa pergi ke sana sendiri. Ada perampok dan pemburu. Lagipula, saya baik2 saja. Sebenarnya saya suka disini. Deok Man tersenyum malu.

Eun Soo memandanginya, tapi yang ada di pikirannya adalah...Choi Young.
Bagaimana Eun Soo bisa bertahan kalau sampai Gang Nam nanti.

Raja minum teh bersama Choi Young, ia tanya, jadi Guru Lee akan hadir? Young membenarkan.
Raja heran, begitu saja? tanpa mendapat apapun?

Choi Young tersenyum : Dia akan meminta upahnya pada anda kelak. Itu yang harus anda pikirkan baik-baik.
Gongmin ketawa, jadi aku harus memikirkannya sendiri.

Choi Young mengaku, saya mengirim Eui Seon kembali.
Gongmin : Aku mendengarnya, ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku ataupun Ratu.

Choi Young tersenyum, karena mungkin dia takut akan ditangkap lagi kalau mengucapkan selamat tinggal.

Gongmin ngomel pada Choi Young : Kau ini selalu tidak mau mengalah padaku.
Choi Young ketawa.

Choi Young bicara serius, Yang Mulia.
Gongmin : Apa? Kau mau ngomel lagi padaku?

Choi Young : Semua anggota Woodalchi sangat terlatih dalam setiap situasi. Biarkan mereka tetap menjaga Anda.
Gongmin heran, tentu saja.

Choi young melanjutkan, kalau Guru Lee Jae Hyun menjadi orang anda, Goryeo akan menjadi lebih kuat dari sekarang.

Choi Young tersenyum, saya dengar Ratu tinggal di Gang Ha Jeon bersama anda.
Gongmin salah tingkah, ia dengan malu-malu menjelaskan kalau itu adalah untuk melindungi Ratu dalam situasi yang bahaya.
Choi Young tersenyum : Saya harap anda bisa melindunginya.
Gongmin tersenyum malu.

Choi Sanggung menemui Young dan berkata kalau Chi Sal masuk ke Gae Gyeong. Choi Young terkejut, kelompok pembunuh itu? Bibinya membenarkan.
Choi Young tanya siapa yang memanggil mereka. Siapa lagi, kata bibinya.

Choi Young mengeluh, pria itu...apa dia benar2 ingin membunuh semua orang? Semua orang yang mengikuti Raja?
Choi Sanggung : Apa kau akan bertempur dengan Chi Sal juga? sendirian?

Young duduk dan berkata ia sedang memikirkannya.
Choi Sanggung : Kau bilang akan melindungi Guru Ik Jae (Nama Pena guru Lee Jae Hyun, 1287-1367) dan orang2 di sekitarnya.

Choi Young tidak percaya, aigoo..itu cepat sekali. Aku baru mengatakannya tadi malam.

Bibinya kesal, bukankah lukamu belum sembuh? Apakah kau masih sakit? Apa kau masih waras? Bagaimana kau akan melindungi mereka semua?
Choi Young tersenyum getir, bibi juga tidak percaya padaku kan?

Choi Sanggung : Berapa kali aku mengatakan padamu, bagi P. Deok Seong, Eui Seon bukan satu-satunya mainan. Raja, orang-orang dan dunia ini semua adalah mainannya.
Choi Young : Jadi maksudmu, aku tidak cukup kuat untuk melawannya?
Bibinya balik tanya, apa kau kuat?

Choi Young tampak sedih, Mae Hee juga tidak percaya ia bisa melindunginya. Orang itu juga tidak percaya. Choi Sanggung heran, orang itu?

Choi Young : Bibi..Mae Hee, aku tidak ingat lagi wajahnya. Aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas.
Bibinya tanya, lalu kenapa?

Choi Young menunduk, bagaimana jika aku tidak mengenalinya lagi meskipun aku di surga? ini tidak bagus. Jadi sebelum itu, sebelum aku benar2 melupakan wajahnya. Aku harus pergi menemuinya.

Bibi Choi merasa takut, apa yang kau bicarakan?
Choi Young berdiri, aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan.  Ia jalan dan bibinya menahan lengan Choi Young. Apa yang bisa kau lakukan?

Choi Young : Apa yang biasa dikatakan ayahku. Strategi terbaik adalah yang paling sederhana.
Choi Young melepaskan tangan bibinya, ia tersenyum. Selamat tinggal. Lalu jalan pergi.

Choi Sanggung tampak sangat cemas, ia merasa Choi Young akan pergi untuk kematiannya.



Young masuk ke balairung Raja, ia mengenakan baju biasa. Ia menatap singgasana Raja dan mengenang pertemuannya dengan Gongmin selama ini.
Sepanjang perjalanan dari Yuan, saat Gongmin tanya apa Choi Young membencinya. Gongmin yang hanya percaya padanya, sampai saat Gongmin menemuinya di penjara untuk menyelamatkan Choi Young.

Choi Young membungkuk ke arah takhta kosong, lalu jalan pergi.


Choi Sanggung melihatnya dan ia tampak sedih dan cemas.
Ki Cheol mengamati buku harian Eun Soo lagi.


Choi Sanggung lapor kalau Choi Young pergi. Saya merasa gugup. Ratu berkata seharusnya Choi Sanggung menghentikan Choi Young jika merasa cemas.
Choi Sanggung : Dia tidak akan mendengarkan saya. Saya mengenalnya.

Ratu : Bahkan meskipun aku memerintahkan dia untuk datang dan tidak melakukan itu?

Choi Sanggung berkata Young tidak di istana lagi. Ia sudah memeriksa kamar Choi Young dan barang2nya sudah tidak ada. Ratu bingung, lalu apa yang harus kita lakukan?

Choi Sanggung merasa dia..dia (Eun Soo) mungkin bisa menghentikannya. Tapi saya tidak yakin. Ratu mengerti, lalu sedang apa kau saat ini? cepat pergi.
Mata-mata Ki Cheol mendengarnya.
Choi Sanggung bergegas meninggalkan kotaraja untuk menyusul Eun Soo.

Choi Young mendapat laporan dari dua pendekar suribang, Malam ini, mereka hanya melakukannya sebulan sekali. Jika kau ketinggalan malam ini, maka kau harus menunggunya sebulan lagi. Ia memberikan kertas berisi lokasi dan waktunya pada Choi Young.
Choi Young : Waktu dan tanggalnya akurat kan?

Mereka membenarkan, tanggalnya sama selama 4 bulan ini dan waktunya sekitar pk 10-12 malam. Ia akan dijaga sekitar 3 atau 4 orang. Apa kau akan pergi sendiri?
Choi Young : Kalian juga tidak akan banyak membantu.

Choi Young berdiri, ia jalan ke halaman tengah dan mengajak anak yang selalu menantangnya untuk bertarung. Ambil tombakmu. Anak itu semangat, kenapa?

Choi Young membawa toya bambu dan mengajar anak itu bela diri. Choi Young dengan mudah mengalahkan anak itu, bahkan merebut tombaknya. Matamu salah.
Anak itu kesakitan, memangnya kenapa mataku/

Choi Young : Kau selalu melihat kemana kau akan menyerang selanjutnya. Itu sama saja dengan menunjukkan pada musuhmu apa yang akan kau lakukan berikutnya. Kau tidak akan bisa menang dengan cara itu.

Choi Young pergi. Pemanah itu memanggilnya, Daejang! Bagaimana denganku? Ajari aku juga!



Eun Soo menunggu Deok Man mencari penginapan. Tiba2 mereka dikejutkan oleh Choi Sanggung. Deok Man langsung nyengir lebar melihatnya. Eun Soo membungkuk pada Choi Sanggung.
Choi Sanggung ingin bicara dengan Eun Soo dan menyuruh Deok Man menjaga mereka.

Choi Sanggung datang karena ia pikir Choi Young akan mendengarkan Eun soo.

Eun Soo : Apa terjadi sesuatu ?
Choi Sanggung : Aku melakukan ini karena kupikir sesuatu mungkin akan terjadi.

Keduanya duduk dan Bibi Choi tanya apa Eun Soo sudah melihat pedang Choi Young? Itu adalah pedang pemberian gurunya, ada kain usang yang dikatkan di pedangnya. Kain itu adalah milik tunangan Choi young.
Eun Soo terkejut, Choi young punya tunangan?

Bibi Choi : Kurasa mereka dulu bertunangan diam-diam. Mereka berencana menikah setelah negara lebih stabil.
Eun Soo : Apa maksudnya dulu?

Bibi Choi : Dia meninggal. Itu kejadian 7 tahun lalu. Mereka itu seperti kakak-adik yang belajar bela diri dari guru yang sama. Tapi Guru mereka terbunuh oleh Raja sebelumnya. Dan tunangannya yang menyebabkan kematian guru mereka.
Dia (MH) tidak bisa menanggungnya dan meninggalkan dunia ini.
Eun Soo tanya apa maksudnya dengan meninggalkan dunia. Lalu terkejut, dia bunuh diri?

Bibi Choi berkata, setelah itu Choi Young tidak benar2 hidup. Dia selalu tidur dan berkelahi. Tapi akhir2 ini, kurasa dia berubah. Ia melakukan banyak hal dengan tujuan, kurasa ini karena dirimu.
Kau yang disebutnya, wanita itu kan? Eun Soo bingung menjawabnya.

Bibi Choi tanya apa Eun Soo pernah mengatakan kalau Eun Soo tidak percaya lagi pada Choi Young? Kalau kau tidak membutuhkannya lagi? Eun Soo diam saja.
Bibi Choi mengerti sekarang, itulah mengapa ia pergi ke tempat yang membutuhkannya. Kurasa ia pergi menuju kematiannya.

Choi Young merapikan bandana Mae Hee di ujung gagang pedangnya. Dae Man duduk di seberang Young, Daejang..!
Choi Young memintanya kembali dan menyampaikan pesannya pada Choong suk.

Dae Man merajuk, aku tidak mau.
Choi Young : Apa katamu?



Dae Man : Aku ingin ikut denganmu.
Choi Young berseru: Aku bilang aku ingin pergi sendiri.
Dae Man juga berseru, aku ingin ikut denganmu!

Choi Young : Hei ini..

Choi Young menghela nafas. Ia tahu Dae Man benar2 setia kepadanya. Choi Young menjelaskan, aku akan memasang jebakan dan menunggu. Aku harus melakukannya sendiri.

Dae Man langsung lari mendekat, jebakan? Je..jebakan dan berburu? Aku lebih baik daripada Daejang. Ttapi..jebakan?
Choi Young : Kenapa?
Dae Man heran, biasanya Daejang selalu menyerang secara langsung.

Choi Young menerawang, itu aneh kan, padahal tidak ada yang harus dijaga dan dilihat lagi. Choi Young diam sejenak, Dae Man..aku pasti takut.
Dae Man terkejut, ia bingung mendengar kata2 seperti ini dari Daejangnya, Apa?

Choi young tersenyum dan berdiri, ia jalan pergi. Kalau kau mengikutiku kau tidak akan melihatku lagi.
Dae Man : Daejang..!
Young berbalik, aku tidak...ia menepuk kepala Dae Man, ..bercanda. Choi young sangat menyayangi Dae Man. Dae Man duduk di tengah jembatan karena putus asa.

Eun Soo naik kuda Choi Sanggung dan akan kembali ke ibukota, Deok Man janji akan segera menyusul Eun Soo secepatnya.

Ki Cheol menerima pesan dari mata-matanya. Orang yang dipercaya Raja dan Eui Seon akan datang menemui Ki Cheol. Ki Cheol ketawa, Choi Young akan menemuiku.

Eun Soo memacu kudanya dengan cepat. Ia ingat pertanyaan-nya pada Young, kalau kau melawan Ki Cheol apa kau bisa menang?
Choi Young : Aku akan kalah.
Eun Soo : Di dunia ini, kalau kau berkata kalah, maka artinya kau mati, ya kan?
Choi Young : Jika kau kalah dalam pertarungan, ya kau akan mati.


Choi Young jalan di tengah kota, menuju alamat yang diberikan anak2 Suribang. Ia melihat ke langit, bulan hampir penuh. Artinya, tidak lama lagi Raja harus mengadakan pertemuan, dan Choi Young harus menyingkirkan satu penghalang besar, yaitu Ki Cheol.

Faith [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10]

Notes
What an episode! fiuh..Aku suka episode ini.

Aku suka Young saat dia berkata, aku memilih Raja karena ia adalah Raja yang tahu rasa malu. Dan aku melindunginya sebelum dia menjadi tumpul rasa malunya.

Don't we all the same? I want a leader with a sense of shame too. Paling tidak, kalau dia punya rasa malu, dia tidak akan korup atau melindungi koruptor, right? well..just saying.

Ok, don't be too serious. Aku baru sadar, nama Eun Soo ini juga dipakai Yoon Eun Hye saat jadi mantan pacar Jeon Jin Ho (PT) ya? satu lagi, Eun Soo ini juga seorang dokter ..so coincidence haha..
Sinopsis Faith episode 11 4.5 5 Beetlebum Sunday, September 23, 2012 Ki Cheol menghadap Raja Gongmin dan berkata ia tidak suka Raja mulai mengumpulkan orang, bukankah Ra...


No comments:

Post a Comment