Jang Ok Jung episode 16 part 2

 On Tuesday, June 4, 2013  

 
Sukjong tidak tertarik membuat kesepakatan dengan pedagang yang memiliki banyak koneksi. Sukjong tanya apa Chi Soo akan berpaling dari partai Seoin dan bekerja sama dengannya.
Chi Soo bersedia, itu memang keahliannya untuk menukar kuda dimanapun dan kapanpun kalau memang perlu.
Sukjong menyindir Chi Soo, kesepakatan ini berjalan terlalu lancar. Min Yoo Jung pasti akan kecewa. Chi Soo tersenyum, kalau ada yang ia inginkan dari Min Yoo Jung, dia tidak akan ragu berpindah kuda lagi.

Sukjong tahu itu artinya ada yang diinginkan Chi Soo darinya, apa itu. Chi Soo ingin memiliki sebuah kediaman di istana.
Sukjong terkejut. Kediaman seperti apa maksudmu?
Chi Soo : Memiliki kediaman bukan berarti saya akan tinggal disana. Saya akan menganggap bahwa saya memiliki kaki di istana, di mana Yang Mulia Raja tinggal.
Sukjong : Itu pemikiran yang menarik, apa ada kediaman khusus yang kau inginkan?
Chi Soo akan mengatakannya kalau waktunya tiba.

Sukjong : Bagaimanapun aku akan mendapatkan dana politik yang sangat besar, sebuah kediaman tidak terlalu sulit.
Chi Soo tanya kapan ia akan mendapat undangan ke istana untuk merayakan kerjasama mereka. Sukjong berkata akan segera mengirim undangan untuk Chi Soo.

Ratu Inhyeon bermimpi, ia bertemu Ibu Suri yang mengatakan bahwa Ok Jung adalah reinkarnasi hewan yang dibunuh oleh Sukjong. Ia tidak akan memiliki anak dan hanya akan mencelakai Yang Mulia Raja.
Ratu terbangun dengan terkejut.

Ratu menerima Dayang Hong sebagai dayangnya. Dayang Joo telah dikirim ke pengasingan dan Dayang Hong kehilangan Ibu Suri, Ratu ingin bisa saling bersandar dengan Dayang Hong. Dayang Hong terharu dan selalu mengingat kasih sayang mendiang Ibu Suri kepada Ratu, jadi ia berjanji akan melayani Ratu sebaik mungkin. Dayang Hong tahu ada yang mengganggu pikiran Ratu, apa itu Yang Mulia?
Ratu berkata ia gelisah karena mimpinya semalam. Dayang Hong tanya apa mimpinya dan Ratu cerita semuanya. Dayang Hong berkata agar Ratu mengatakannya pada Yang Mulia Raja.

Dayang Hong percaya ini adalah peringatan dari mendiang Ibu Suri tentang kejahatan yang kelak akan dilakukan Hee Bin. Jadi minta Ratu mengatakannya pada Raja.

Ratu mengikuti saran dayang Hong dan menemui Raja. Sukjong tanya apa yang ingin dikatakan Ratu, apa ini tentang Hee Bin? Ratu membenarkan, ia mimpi buruk semalam. Ratu menceritakan soal mimpinya, ia bertemu Ibu Suri dan beliau berkata kalau Hee Bin adalah hewan yang dibunuh oleh Yang Mulia Raja. Dia lahir kembali untuk membalas dendam pada Yang Mulia Raja.
Dia akan membawa angin beraroma darah dengan bantuan partai Namin yang korup. Hee Bin juga tidak akan memiliki anak. Tidak peduli seperti apa usahanya, tidak mungkin memiliki anak. Jadi, lebih baik mengusir..

Sukjong tidak percaya, Ratu. Aku sudah mendengar itu lebih dari cukup waktu Ibunda masih hidup. Sebagai Ibu dari negara ini, kau menggunakan mimpi sebagai alasan? Dan kau mengatakan soal itu lagi..
Sukjong berkata bahwa mimpi adalah refleksi dari pemikiran seseorang. Kau pasti sangat membenci Hee Bin sampai memiliki mimpi seperti itu.

Ratu berusaha menyangkal. Sukjong mulai kesal, dan tidak akan ada anak dari Hee Bin? Aku memang sedih karena belum memiliki keturunan, tapi bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?

Sukjong : Apa ini kecemburuan?

Ratu Inhyeon terkejut, Yang Mulia tolong jangan salah paham. Mendiang Ibunda percaya kalau Jang itu menutupi pikiran Yang Mulia..saya percaya dia (mendiang Ibu Suri) tidak bisa berhenti mencemaskan anda di alam baka dan muncul dalam mimpi saya.
Itulah mengapa saya percaya, saya harus mengatakan ini kepada Yang Mulia dan ini bukan kecemburuan. Tolong pertimbangkan, Yang Mulia.

Sukjong marah : Mengatakan soal mimpi yang tidak jelas itu adalah hal yang benar? lagipula, siapa Jang? Dia adalah Selir istana tingkat 1 dengan gelar Bin, jadi siapa Jang?! Aku sudah bisa melihat bahwa pikiranmu tidak berbeda dari pikiran ibuku.

Ratu menahan tangisnya : Maafkan saya, Yang Mulia.
Sukjong menghela nafas, tolong pergi. Inhyeon terkejut tapi belum juga pergi. Sukjong marah lagi dan membentaknya, pergi kataku!

Kwang San melepas dayang istana yang mencampur racun dalam makanan Raja. Hee Jae mendekat, dia janji kalau dia tidak akan kembali ke ibukota lagi?
Kwang San membenarkan. Hee Jae mengangguk, sekarang Hee Bin Mama bisa tenang. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga Hee Bin apapun yang terjadi.

Sukjong bermain baduk dengan Menteri Min. Ia heran ini pertama kalinya Menteri Min ingin bertemu dengannya sendirian tanpa membicarakan soal politik.

Menteri Min ternyata bercerita soal mimpi istrinya. Istrinya mimpi tidak ada naga diatas atap Ratu..tapi ada naga besar yang mendarat di atas atap itu dan berada di lengan Ratu saya..(sepertinya ini mimpi tentang Raja Yeongjo/Yi Geum).

Sukjong tersenyum dan menyindir bahwa Ratu dan Lady Min (istri Menteri Min) memiliki banyak mimpi. Sukjong berkata kalau Ratu juga mimpi bertemu Ibu Suri dan berkata bahwa Hee Bin adalah hewan yang kutembak dan kubunuh. Lalu ia lahir kembali untuk membalas dendam dan tidak akan mengandung. Dan sekarang kau berkata..

Menteri Min mengerti, pembicaraan ini sudah membuatnya seperti pihak yang cemburu. Ia menekankan bahwa mimpi itu bukan tentang kecemburuan.
Sukjong juga tersenyum : Bukan, ini bukan kecemburuan. Dia hanya mendapatkan mimpi.
Menteri Min memaksakan diri ketawa.

Menteri Min menemui Ratu dan tanya apa Ratu menceritakan soal mimpinya kepada Raja. Ratu membenarkan, ia melakukan sesuai saran Dayang Hong, Dayang yang melayani mendiang Ibu Suri.
Menteri Min mengeluh, astaga. Ratu heran, apa ada yang salah.

Menteri Min minta Ratu tidak boleh kehilangan kewaspadaan. Raja bisa menggunakan ini dan menuduh bahwa ini soal kecemburuan. Siapa tahu ada kekacauan dalam politik, ini bisa digunakan sebagai alasan untuk menjerat Ratu.
Dalam situasi dimana Ratu tidak mendapatkan perhatian dari Raja, satu-satunya senjata yang bisa digunakan adalah penampilan Ratu yang selalu bijaksana dan baik hati. Perkataan yang mengindikasikan kecemburuan bisa menghancurkan karakter itu.

Ratu bingung, ia tidak berpikir sejauh itu dan ia terlalu terburu-buru.

Menteri Min berharap Raja bisa segera melupakan ini dan menganggapnya sebagai angin lalu. Menteri Min berpikir harus melakukan sesuatu untuk mengusir Jang keluar dari istana. Memanfaatkan kerenggangan hubungan Raja dengan Hee Bin akhir-akhir ini. Ini waktunya untuk menyinggung kelemahan Jang.

Shi Young melewati bagian jimbang dan dihentikan teman-temannya, mereka mengatakan soal rumor bahwa Hee Bin adalah putri Jo Sa Seok. Shi Young terkejut, apa kau sudah gila? Siapa yang mengatakan hal seperti itu?

Tiba2 dayang Hong muncul dan menampar dayang bagian jimbang. Lalu berkata ke Shi Young bahwa sebagai pelayan harus tahu semua rumor tentang majikannya. Jangan sampai majikannya jalan kesana-sini tanpa tahu rumor yang beredar lalu membuatnya seperti orang idiot.

Dayang Hong pergi. Shi Young hanya melotot kesal pada Dayang Hong.

Rumor itu sampai ke telinga Sukjong. Sukjong kesal sekali, soal Jo Sa Seok lagi? Untungnya dia tidak bertugas hari ini, tapi aku percaya masalah itu sudah selesai.
Menteri Kim dan partai Seoin mendesak Sukjong mengusir Hee Bin keluar istana. Karena dengan latar belakang Hee Bin yang berasa dari golongan rendahan dan rumor yang beredar bisa merugikan harga diri Keluarga Raja.

Sukjong kesal : Kalian bukannya memperhatikan masyarakat tapi kalian sibuk mencari cara untuk mengusir orang yang berasal dari partai yang berseberangan dengan kalian! Dan mengusir Jang Hee Bin dari istana!

Sukjong marah besar karena mereka selalu mengusik Hee Bin, tidak peduli dia dari latar belakang apa, bahkan meskipun ia berasal dari budak yang paling rendah, kalau ia adalah wanita milik Raja maka ia adalah wanita yang berharga! Kalianlah yang menghancurkan harga diri keluarga Raja! Kalau kalian tidak suka, tinggalkan saja istana! keluar dari kabinetku!
Sukjong membanting buku ke arah para menteri lalu jalan keluar.

Menteri dari partai Namin langsung keluar karena kesal dengan Min. Sementara Menteri Min berkumpul bersama anggota Seoin, mereka tidak boleh mundur dan harus mengusir Jang itu keluar istana sekarang, kalau tidak ia akan terus menimbulkan masalah bagi Ratu.

Giliran Ibu Suri Agung Jo yang jatuh sakit. Ok Jung menjenguknya, saya mohon segeralah sembuh, Dae Wang Dae Bi Mama.
Ibu Suri Jo mendengar istana ribut lagi karena Ok Jung. Ok Jung tersenyum, ia sudah biasa dengan semua itu. Ibu Suri Jo merasa Ibu Suri Myeongseong bosan di alam baka dan menginginkan dirinya. Ia seperti kehilangan energi setelah tidak bertengkar dengan Ibu Suri Myeongseong lagi, kurasa kebencian juga bisa dianggap sebagai perhatian. Wkk

Ibu Suri Jo menggenggam tangan Ok Jung dan pesan, Ok Jung harus melahirkan seorang putra untuk Raja. Ia janji akan terus mendoakan Ok Jung di alam baka.
Ok Jung berterima kasih dan yakin ia pasti bisa mendapatkan seorang putra.

Ibu Suri Agung Jo berpesan satu hal lagi, tapi Ok Jung-ah.. kau harus hati-hati setelah kau melahirkan putramu. Setelah perhatian Yang Mulia Raja berakhir, dia bukan lagi seorang pria tapi dia hanya seorang Raja.
Ok Jung tampak gelisah tapi ia mengerti maksud Ibu Suri Agung Jo. Ibu Suri Jo berkata akan tidur dan mungkin akan pindah ke alam lain dalam tidurnya.

Ok Jung menangis : Dae Wang Dae Bi Mama...kemurahan anda bagaikan lautan dalam bagi saya.

Ratu mengunjungi Ok Jung, ia punya satu permintaan pada Ok Jung. Ok Jung heran, anda tinggal memerintah saya, kenapa harus meminta.
Ratu ingin Ok Jung meninggalkan istana. Ok Jung terkejut. Ratu mohon agar Ok Jung tidak membuat Raja berada dalam posisi yang serba salah dan menderita karena latar belakang Ok Jung.

Ok Jung berusaha membantah, seorang selir juga adalah anak buah Raja. Majikan saya belum mengusir saya, bagaimana saya sebagai anak buah bisa meninggalkan majikan saya lebih dulu?
Ratu berkata ini bukan meninggalkan Yang Mulia tapi menyelamatkan Yang Mulia Raja dari serangan gosip kejam akibat latar belakang Ok Jung yang rendahan.

Ok Jung kelihatan marah tapi diam saja. Ia minta Ratu pergi dulu. Ratu mengerti dan akan pergi, ia minta Ok Jung memikirkannya, jangan membuat Yang Mulia Raja menderita karena keegoisanmu. Ratu pergi. Ok Jung sama sekali tidak berdiri.

Setelah Ratu pergi, Ok Jung murka. Ia membuang semua barang2 di atas mejanya dan merasa sesak. Shi Young lari dan menolongnya, Ma Ma! Ok Jung tersengal-sengal, lalu pingsan di pelukan Shi Young.

Tabib istana dipanggil untuk memeriksa Hee Bin. Lalu tabib itu tersenyum. Ok Jung mengerti, ia mengandung lagi.
Ok Jung mengirim pesan pada Sukjong untuk menemuinya malam ini.

Ok Jung menunggu Sukjong di tempat mereka biasa bertemu. Ok Jung tampak bahagia.

Sukjong datang, wajahnya tidak segembira biasanya saat melihat Ok Jung. Ok Jung membungkuk dan tersenyum manis.
Keduanya melihat ke arah bulan. Sukjong komen, sudah cukup lama mereka tidak berdiri disini dan melihat bulan bersama. Ok Jung membenarkan, ia tanya apa Sukjong ingat janjinya. Bahwa Sukjong tidak akan pernah melepaskan tangan Ok Jung.
Sukjong menatap Ok Jung. Ok Jung berkata ia punya hadiah untuk Sukjong. Setelah menerimanya, Sukjong tidak akan pernah bisa melepaskan tangannya. Selamanya.

Sukjong : Apa itu?
Ok Jung : Sepertinya saya mengandung bayi Yang Mulia Raja.

Sukjong tertegun, ia tidak tampak gembira, justru kelihatan resah. Lalu jalan pergi.
Ok Jung kecewa dengan reaksi Sukjong. Yang Mulia..?

Sukjong berhenti dan berbalik. Ia merentangkan tangannya dan tersenyum pada Ok Jung. Ok Jung tampak lega dan lari ke pelukan Sukjong.
Ok Jung menangis, Yang Mulia! Sukjong berkata pada akhirnya ia tetap harus memilih Ok Jung.

Ok Jung masih menangis, Yang Mulia...anda tampak tidak senang, saya benar-benar khawatir.
Sukjong : Tidak, aku bahagia. Aku sangat bahagia. Aku sangat menantikan anak itu. Betapa aku sangat menginginan seorang keturunan!
Ok Jung : Saya akan melahirkan seorang putra, Yang Mulia.

Sukjong : Kalau begitu, ada banyak hal yang harus kusiapkan. Kita mulai dengan mengabarkan soal kelahiran seorang putra kepada mereka yang begitu putus asa ingin mengusirmu keluar dari istana.
Ok Jung menangis bahagia. Sukjong berpikir, Ok Jung harus melahirkan seorang putra. Ia janji akan membuat anak itu menjadi Raja paling kuat dalam sejarah Joseon.


Suatu pagi, rombongan Raja jalan dan melewati rombongan pelayan baru. Para pelayan itu membungkuk.
Tapi ada seorang pelayan kecil yang mencuri lihat ke arah Raja. Pelayan itu bahkan semakin menegakkan badannya dan menatap Raja lekat-lekat, namanya Choi. Dia pelayan musuri/bagian cuci2 dan bersih2.

Sukjong hanya melirik sekilas pada pelayan Choi itu. Lalu dayang kepala memanggil Choi pergi.

Ny. Yoon mengunjungi Ok Jung. Ok Jung tanya soal kakaknya yang membuat keributan urusan wanita. Ny. Yoon tampak malu dan janji akan mengingatkan kakak Ok Jung agar tidak membuat masalah dan mempermalukan Yang Mulia Raja.

Ok Jung mengabarkan soal kehamilannya dan Ny. Yoon sangat gembira, selamat Hee Bin Mama. Ibu-anak itu berpelukan dengan bahagia.
Ok Jung menghadap Ratu dan berkata akan melakukan sesuai keinginan Ratu. Tapi ia ingin mengatakan kebenaran di depan para Menteri dan menanyakan satu hal. Jika para Menteri tetap ingin ia meninggalkan istana setelah Ok Jung mengatakan sesuatu maka Ok Jung akan pergi.
Ratu : Apa kau serius?
Ok Jung : Saya tidak akan berbohong tentang masalah serius.

Ok Jung minta Ratu mengaturnya, anda bisa melakukan itu untuk saya kan? Tapi Ok Jung tidak mengatakan soal kehamilannya pada Ratu Inhyeon.
Akhirnya Ok Jung duduk di depan para Menteri. Ia duduk di balik tirai. Ok Jung minta tirainya disingkirkan. Menteri Min berkata para Menteri tidak seharusnya melihat wajah Selir Raja.
Ok Jung menyindirnya, kebenaran harus dikatakan secara langsung. Bukankah itu kata anda? Singkirkan tirainya!
Ok Jung berkata ia akan menyampaikan kebenaran. Pertama, Bangsawan Jo Sa Seo bukanlah ayah saya. Ayah saya adalah mendiang petugas Jang Kyung. Ibu saya, seperti yang anda semua ketahui adalah budak di kediaman Bangsawan Jo Sa Seok. Ini adalah kebenaran yang tidak bisa diubah.
Menteri Min menyindirnya, biasanya memang kebohongan yang diungkapkan dan kenyataan yang disembunyikan. Apa ada asap tanpa ada api?
Jo Sa Seok tampak marah kepada Menteri Min.

Ok Jung melanjutkan, kedua. Saya akan mengatakan kebenaran apa yang dikatakan Yang Mulia Ratu kepada Baginda Raja. Jang Ok Jung adalah hewan yang dibunuh Yang Mulia Raja dan dia tidak bisa mengandung. Itu juga tidak benar.

Menteri Kim berkata itu adalah mimpi yang didapat oleh Ratu dan Ratu tidak berbohong.

Ok Jung membantahnya. Tidak, sepertinya Yang Mulia Ratu berbohong. Itu karena...saya mengandung.

Semua terkejut mendengarnya. Tapi pihak Namin tampak gembira.
Ok Jung berdiri : Saya mengandung. Apakah saya harus meninggalkan istana? Kenapa kalian tidak menjawab saya! Jang Ok Jung ini yang mengandung anak dari Yang Mulia Raja?

Menteri Min tampak syok dan tidak percaya.

Ok Jung [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16-1]

Preview ep 17
Welcome....Prince Yi Yun ^^ so adorable wkk..
Jang Ok Jung episode 16 part 2 4.5 5 Beetlebum Tuesday, June 4, 2013   Sukjong tidak tertarik membuat kesepakatan dengan pedagang yang memiliki banyak koneksi. Sukjong t...


No comments:

Post a Comment