The Prime Minister and I episode 1

 On Sunday, December 15, 2013  

Also known as: Prime Minister Is Dating
Genre: Romance, comedy
Episodes: 16 (To Be Confirmed)
Broadcast Network: KBS2
Broadcast period: 2013-Dec-09 to 2014-Jan-28
Air time: Monday & Tuesday 22:00

Sutradara : Lee So Yeon
Screenwriter : Kim Eun Hee, Yoon Eun Kyung

Cast :
Lee Bum Soo as Kwon Yul
Im Yoon Ah as Nam Da Jung
Chae Jung Ahn as Seo Hye Joo (public relations officer)
Yoon Shi Yoon as Kang In Ho (chief of staff)
Ryu Jin as Park Joon Ki


Episode 1
Dibuka dengan sebuah acara jamuan makan megah yang diadakan oleh Perdana Menteri. Semua sibuk mempersiapkan ruangan, meja, makanan dan keamanan.
Satu per satu tamu undangan hadir. Semua tamu istimewa baik dalam maupun luar negeri.



Kang In Ho (I love his name!) menyambut mereka, Para undangan terhormat, baik dari dalam maupun luar negeri, terima kasih atas kehadiran anda pada acara makan malam Perdana Menteri.
Lalu In Ho mengumumkan kehadiran PM. Inilah Perdana Menteri ke-45 Republik Korea Selatan, Tuan Kwon Yul! Semua tamu bertepuk tangan dan berdiri.



PM Kwon Yul jalan masuk ke ruangan makan. Ia tersenyum lalu membungkuk hormat pada para tamu. Ia tampak berseri-seri. Lalu mengulurkan tangan dan mengenalkan seseorang.
Kang In Ho : Dan isteri Perdana Menteri, Ny. Nam Da Jung.

Seorang wanita muda cantik mengenakan dress lace warna pink jalan masuk. PM Kwon Yul bertepuk tangan dengan wajah berseri. Da Jung membungkuk pada para tamu.
PM Kwon Yul mengulurkan tangan pada isterinya. Da Jung tersenyum dan menyambutnya. Pasangan itu jalan sambil menyapa para tamu. Keduanya berdiri di atas panggung. Wajah mereka tampak bersinar bahagia.

PM Kwon Yul dan Da Jung saling berpandangan. Tiba-tiba senyum Kwon Yul lenyap dan memandang Da Jung dengan dingin.
Da Jung juga tidak tersenyum lagi, ia melirik sinis "suaminya" wkk I love this.

Da Jung dalam hati : Dicintai oleh rakyat Korea, dikenal sebagai pria berintegritas dan jujur, suamiku, Kwon Yul. Tapi bagiku, dia adalah orang paling kejam, seorang diktator sejati, dan orang ini sangat berdarah dingin membuatnya sangat menakutkan.


Pikiran keduanya diterjemahkan dalam adegan kung fu ala The Matrix. Kwon Yul bergaya ala Bruce Lee atau Keanu R bertarung dengan Da Jung.

Da Jung menggelengkan kepalanya dan kembali ke saat ini. Ia ingat lagi, semua kontrak tidak jelas dengan pria ini..berawal dari dua bulan yang lalu.

Dua bulan lalu Da Jung menyamar menjadi pelayan sebuah restoran tradisional mewah. Ia ingin mengambil gambar bintang K-pop terkenal Korea.


Di ruangan lain, Kwon Yul dan petugas PR-nya, Seo Hye Joo bertemu dengan Kepala Staf Blue House. Kepala Staf menyampaikan keputusan Presiden untuk mengangkat Kwon Yul sebagai Perdana Menteri Korsel yang termuda.

Da Jung mengintai bintang K-pop itu, ia ingin mencari seorang bernama Hyun Hee. Akhirnya Da Jung menangkap bayangan Hyun Hee, ia senang sekali dan mulai mengambil foto wanita itu diam-diam.

Kepala Staf Blue House dan Kwon Yul bersalaman di halaman rumah makan. Kepala Staf berterima kasih pada Kwon Yul dan minta mereka tidak mengatakan apapun sampai besok pagi setelah Blue House membuat pengumuman resmi. Kepala Staf jalan keluar diantar Hye Joo.



Da Jung melihat bintang K-pop itu diam-diam berciuman dengan seorang pria. Da Jung senang sekali dan langsung membidik berkali-kali. Bagus. Sedikit lagi, sedikit lagi..
Tiba-tiba pandangannya terhalang wajah Kwon Yul.

Da Jung terkejut, apa itu tadi?
Kwon Yul melihat Da Jung dan menyuruhnya turun dari tembok. Ini Dong Yi-Sukjong versi modern wkk

Kwon Yul salah paham, ia mengira Da Jung diam-diam mengambil fotonya. Siapa yang mengijinkanmu mengambil gambar? Apa kau seorang jurnalis?
Da Jung mendekat, ia mengaku bahwa ia memang seorang jurnalis dan ia sedang sibuk saat ini. Apa anda bisa pergi diam-diam?

Kwon Yul mengambil kamera Da Jung dan menyuruhnya menghapus gambar yang diambilnya.
Da Jung protes ia tidak merasa mengambil gambar Kwon Yul. kembalikan kameraku!  Kwon Yul tidak tahu bagaimana Da Jung bisa sampai disini, tapi sampai pengumuman resmi Blue House besok pagi, ia berharap Da Jung bisa bekerja sama.

Da Jung bingung : Blue House? Apa sebenarnya yang kau bicarakan? Kembalikan kameraku!
Kwon Yul melihat gambar2 Da Jung, ia tiba-tiba sadar Da Jung mengambil gambar yang lain. Kwon Yul tidak percaya, kau hidup dengan mengambil gambar seperti ini?
Da Jung kesal, apa urusanmu dengan foto-foto orang lain?

Kwon Yul : Kau tidak merasa malu menggali kehidupan pribadi orang lain? Benar-benar menyedihkan! Menyedihkan.
Da Jung marah disebut menyedihkan. Kwon Yul mengembalikan kamera Da Jung dan pergi. Da Jung ngomel-ngomel sendiri, benar-benar paman yang aneh. Tapi wajahnya terlihat tidak asing.
Sialnya, saat akan mengambil gambar bintang K-pop itu lagi, Da Jung ketahuan oleh yang bersangkutan.

Paginya, semua stasiun TV memberitakan tentang Perdana Menteri terpilih Kwon Yul. PM Kwon akan memulai tugasnya dan bersiap menghadapi Konggres.

Ada seorang yang mengamati pengumuman itu dengan wajah muram. Dia adalah Park Jun Ki, kakak ipar dan saingan politik Kwon Yul.
Sekretarisnya tidak mengira kalau Presiden akan memilih Kwon Yul. Kami mengira anda yang akan menjabat, Menteri. Dia tidak akan mendapat kesulitan mendapat persetujuan konggres.

Park Jun Ki : Benarkah? Kalau begitu cukup menciptakan masalah saja. Apa kau mengerti yang kukatakan?


Kantor Scandal News
Da Jung, Park Hee Chul dan Go Dal Pyo mengelilingi surat kabar Goryeo Ilbo pagi. Ada berita pengangkatan Kwon Yul sebagai Perdana Menteri. Dia adalah mantan Jaksa dan Gubernur P. Jeju. Dal Pyo minta keduanya mengikuti Kwon Yul.



Da Jung syok saat melihat foto Kwon Yul. Dia?

Go Dal Pyo sibuk menyatakan kekagumannya pada Kwon Yul. Akhirnya Korea Selatan memiliki Perdana Menteri yang bergaya dan tampan. Sejak ia menjadi Jaksa, dengan keahliannya, ia dikenal sebagai pria dengan integritas dan kejujuran.

Setelah mengabdi pada Dewan Nasional, dengan kerja kerasnya dan penampilannya yang keren, ia mendapat julukan : Lee Byung Hyun dari Yeoyido wkk
Tapi seiring dengan karirnya yang melesat, ia juga mengalami tragedi. Saat ia ada di P. Jeju, dia kehilangan istrinya dalam kecelakaan mobil. Dia menolak permintaan banyak orang untuk menikah lagi dan membesarkan sendiri ke-3 anaknya.
Dia kemudian menjadi seorang pria yang paling dikagumi di Korea. Bahkan para mahasiswi menjulukinya sebagai "Politisi paling seksi" Dia juga terpilih sebagai politisi terseksi oleh para selebritis wanita (maunya wkk).
Terpilih sebagai "Pria yang paling ingin mereka kencani." Terpilih sebagai "Pria yang ingin mereka dapatkan sebagai pengganti suaminya." oleh para isteri. (Wah..kualat dah)

Singkatnya, saat ini dia adalah selebritis paling hot dimata wanita Korea. Perdana Menteri..Kwon Yul (wait..lalu Lee Min Ho? yang bener aja)



Da Jung sekarang tahu kenapa paman itu terlihat tidak asing. Ia tanya apa yang harus mereka tanyakan pada politisi itu, apa soal liberal dan konservatif? yang seperti itu?
Go Dal Pyo melarang Da Jung menyinggung masalah politik, tapi ia ingin mereka menyingkap hubungan antara PM Kwon Yul dengan Seo Hye Joo. Dia sudah menjadi sekretaris Kwon Yul selama 10 tahun. Katanya dia adalah teman seangkatan, rekan politik dan sebagainya. Tapi apa itu benar..?

Dal Pyo ingin mereka menggali apa ada hubungan asmara diantara keduanya. Da Jung awalnya tidak mau, tapi ia mengalah setelah ada ancaman pemotongan gaji dari Dal Pyo. (Astaga..si Yoona beraegyo ria..)
Da Jung mulai mengikuti PM Kwon Yul. PM Kwon memberikan pidato di depan para reporter, Apa kabar, saya Kwon Yul. Dalam masa yang sulit ini, saya diberikan tanggung jawab yang sulit. Kita semua harus ingat bahwa semua rakyat bergantung pada kita, kita harus melakukan yang terbaik.
Da Jung tidak yakin dengan dirinya sendiri, apa aku terlihat sebagai reporter yang resmi? Lalu lari lagi mengikuti langkah PM Kwon.

Seorang reporter senior mendekati PM Kwon, apa anda meninggalkan pencalonan anda sebagai Gubernur Jeju yang ke-3 kalinya untuk menjadi Perdana Menteri? Apa pendapat anda dengan teori bahwa Presiden Kim Tae Man menggunakan reshuffle Kabinet untuk melakukan terobosan dalam politik? (Reshuffle? capek deh..udah berkali-kali di negeri ini dan perubahannya? Nol. kkk)

PM Kwon tidak menjawabnya. Tapi saat Da Jung teriak, apa anda tidak berencana untuk menikah lagi? PM Kwon berhenti dan berpaling.
Semua reporter melihat ke arah Da Jung yang sedikit gugup. PM Kwon minta Da Jung mengulang pertanyaannya. Lalu tanya siapa Da Jung dan bekerja dimana.
Da Jung : Saya Nam Da Jung dari Berita Skandal.
PM Kwon tidak percaya. Lalu ia jalan mendekat. Da Jung mundur sedikit, ia mulai takut.

PM Kwon : Jurnalis Nam Da Jung, apa arti politik bagimu?
Da Jung : Politik? ah politik..

PM Kwon : Bagaimana kalau arti sesuai kamus? Politik artinya menggunakan hubungan untuk menjalankan rencana dan tujuan pemerintah. Tapi, realitanya, itu artinya pertarungan yang kejam, bermuka dua atau penghianatan. Tapi, apa hubungan rencanaku menikah lagi dengan menjalankan rencana dan tujuan pemerintah? Apa ini cukup bagus untuk menjawab pertanyaanmu? (hihi..I love this PM)

Seo Hye Joo tersenyum tipis. PM Kwon jalan pergi bersama rombongan.

Da Jung hanya menghela nafas. Sementara reporter lain tampak kesal pada Da Jung. Kau pantas mendapatkannya! Kau seharusnya mengejar selebritis, kenapa ada reporter Skandal disini? Semua menghina Da Jung.
Da Jung : Ah ini benar-benar membuatku frustrasi. Apa kalian pikir aku akan menyerah? Tidak akan.



Di jalan, Seo Hye Joo mengingatkan PM Kwon untuk tidak bersikap seperti itu pada reporter. Saya tidak bisa memberikan nasehat pada anda tadi, tapi jika anda memberikan jawaban langsung seperti itu..
PM Kwon : Bukan gayaku untuk bicara basa-basi. Tapi reporter wanita itu, rasanya aku pernah melihatnya sebelum ini.

Hye Joo heran, maaf? Kwon Yul hanya menggeleng, bukan apa-apa.  Hye Joo mengingatkan, Kwon Yul akan menerima laporan di kantor Perdana Menteru sampai surat penunjukan resminya tiba. Setelah itu Kwon Yul bisa berkantor di...Blue House. Dan akan disertai pengawal.
Hye Joo memberikan CV calon Kepala Staf Kwon Yul. Kwon Yul membacanya.

Kwon Yul menyadari ia sudah dikuntit oleh Da Jung. Da Jung sepertinya meminjam helm dan skuter Sae Byuk ^^. Kwon Yul berseru, hei Nona, sampai kapan kau akan mengikutiku?
Da Jung pura-pura terkejut, apa? Anda bicara dengan saya?

Kwon Yul sekarang ingat siapa Da Jung, tunggu..kau juga melihatku kemarin, benar kan? Da Jung tidak bisa menghindar lagi dan mengakuinya.

Hye Joo : Bukankah tidak benar mengikuti kami seperti ini? Apa alasanmu mengikuti kami?
Da Jung ragu sebentar, lalu ia cepat2 minta waktu interview. Kwon Yul ternyata memberikan ijin dan menyuruh Da Jung masuk ke mobilnya.

Da Jung tanpa pikir panjang langsung meninggalkan skuter dan membuang helm-nya di jalan. Ia langsung naik ke mobil Kwon Yul.

Da Jung senang sekali, saya Nam Da Jung dari Scandal News. Saya tidak mengira kalau Perdana Menteri langsung bersedia melakukan interview. Kwon Yul berkata ia belum resmi jadi Perdana Menteri, aku baru terpilih.
Da Jung heran, ia tidak begitu mengerti bedanya. Da Jung mencoba menyebutkan kata terpilih, tapi jadi aneh kedengarannya. Nae..Junja (artinya hampir sama dengan my sperm kkkk) ohhh..aneh sekali kedengarannya. Da Jung memutuskan memanggil Jong-Ri/Perdana Menteri saja, bagaimanapun Kwon Yul akan jadi Perdana Menteri.

Da Jung lumayan berani, ia bahkan mengendus-endus Kwon Yul. Kwon Yul terkejut, apa yang kau lakukan?
Da Jung : Baunya enak! Anda mengenakan cologne apa?
Kwon Yul : Aku tidak pakai cologne.



Da Jung tanya macam-macam, apa Kwon Yul menyukai merk tertentu, siapa yang mengatur baju-bajunya, apa Kwon Yul melakukannya sendiri. Atau mungkin ..dia? maksud Da Jung Hye Joo.

Kwon Yul tidak percaya, apa itu pertanyaan Da Jung. Hanya untuk mengajukan pertanyaan seperti itu, maka Da Jung rela mengikutinya?
Da Jung bingung, dalam hati ia juga tidak ingin mengajukan pertanyaan seperti itu. Tapi ia tidak bisa tanya hubungan Kwon Yul dan Sekretaris Seo secara langsung. Akhirnya Da Jung berkata kalau semua ini adalah proses untuk mengenal Kwon Yul lebih baik. Seperti pertanyaan pemanasan.

Kwon Yul : Kalau begitu aku juga akan menanyakan satu pertanyaan. Apa kau tidak ingin tahu kemana kita pergi saat ini?
Da Jung : Huh?

Detik berikutnya, kita melihat Kwon Yul membawa Da Jung ke kantor polisi. Da Jung diseret anak buah Kwon Yul. Ia teriak2, lepaskan! Apa salah saya sampai anda menyeret saya ke kantor polisi?
Kwon Yul : Kau tidak tahu apa kesalahanmu?
Da Jung protes, tapi anda masih Perdana Menteri terpilih dan tidak berhak memasukkannya ke kantor polisi.

Kwon Yul berpikir, lalu memutuskan : Dia seorang penguntit.

Kwon Yul jalan pergi. Seo Hye Joo mengikutinya. Da Jung tidak percaya ini.
Kwon Yul menerima seorang calon stafnya, Kang In Ho (Enrique! Kae Geum-ee!!) Kwon Yul membaca CV milik In Ho, semuanya berada di posisi kedua tertinggi. Kwon Yul heran, kenapa kau selalu kedua dan bukannya yang pertama?
Kang In Ho menjawab dengan diplomatis, kalau saya ada di posisi pertama, saya harus menjalani interview tapi saya tidak terlalu fotogenic.

Kwon Yul : Apa itu alasannya?
In Ho ; Saya menunggu waktu sampai seseorang menyadari kemampuan saya, tapi itu tidak begitu mudah. Itulah sebabnya saya mengajukan diri.
Kwon Yul mendesaknya lagi, apa hanya itu?

In Ho : Saya akan bicara jujur. Sebagai Kepala Staf Perdana Menteri, kalau pekerjaan itu hanya membuat saya menjadi budak, maka saya juga tidak ingin melakukannya. Tapi, jika tidak seperti itu, maka saya ingin membantu. Seperti Jeh Gal Ryang untuk Yoo Bi atau Sa Ma Ui untuk Jo Jo (Ahli politik dalam sejarah Korea th 180-220 Masehi)

Kwon Yul : Jeh Gal Ryang katamu? Tapi apa boleh buat, aku tidak ingin menjadi Yoo Bi. Orang yang akan menjadi Jeh Gal Ryang bukan kau, melainkan aku. Aku adalah Jeh Gal Ryang yang membantu Presiden. Yang kubutuhkan adalah Fan Jeh Gal Ryang.
In Ho : Maksud anda kipas bulu kan? (fan) Ya, itu tidak terlalu buruk tapi..
 

Kwon Yul terkesan dengan kepandaian Kang In Ho, ia tampak geli dan tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan In Ho untuk menyerahkan pekerjaannya pada orang lain?
In Ho sudah melakukannya. Kwon Yul minta In Ho segera mulai bekerja untuknya.

In Ho keluar ruangan dan bertemu Hye Joo. Hye Joo tanya bagaimana hasilnya. In Ho tersenyum, tentu saja aku diterima. Kau akan menjadi supervisorku kan? wow..aku merasa terhormat memiliki boss yang begitu cantik.
In Ho membungkuk lalu jalan pergi. Hye Joo masuk ke kantor Kwon Yul. Begitu pintu ditutup, Kang In Ho menoleh ke arah kantor Kwon Yul dengan pandangan mengerikan. wow..I love secret hatred. (Keturunan dari lawan politik di masa lalu? atau mata-mata? interesting)

Hye Joo menemui Kwon Yul dan tanya apa In Ho benar2 tidak apa-apa. Kwon Yul membenarkan, dia bagus juga. Memangnya kenapa? Hye Joo menggeleng.
Kwon Yul menunjukkan kartu nama Da Jung. Scandal News atau apapun itu, jangan ijinkan ia masuk kesini.

Da Jung menyamar jadi ajumma Cleaning Service diseret keluar oleh petugas kantor Perdana Menteri. Scandal News dilarang masuk kesini.
Da Jung protes, bagaimana kalian bisa melakukan ini? Kalian mengambil hak reporter untuk meliput berita? Ini tekanan untuk pers! Bukan, Diskriminasi untuk pers?

Reporter senior menegurnya, apa kau tidak merasa malu? Aku reporter Byun Woo Chul dari Goryeo Ilbo, kau bahkan tidak mengenal siapa aku dan kau kesana sini mencoba meliput berita politik? Jangan mempermalukan profesi reporter dan pergi sana.
Da Jung marah dan memukul Reporter Byun dengan tongkat pelnya. Petugas keamanan langsung menyeretnya keluar. Da Jung teriak2 lagi.

PM Kwon Yul turun dan mendengar keributan itu. Ia tanya pada Hye Joo, ada keributan apa.
Hye Joo : Reporter wanita dari Scandal News menyelinap masuk, jadi kami mengusirnya.
Kwon Yul geleng kepala, wanita itu benar-benar gigih. Apa sebenarnya yang ia inginkan?

Park Joon Ki menemui Kwon Yul, lama tidak bertemu. In Ho dan staf lain langsung membungkuk. Kwon Yul tertegun melihat Park Joon Ki.
Joon Ki menyapa Hye Joo, kau benar-benar awet muda.

Hye Joo menanggapi dingin, saya lebih suka jika anda memanggil saya dengan panggilan Chief, Menteri Park Joon Ki. Joon Ki menyindirnya, kalian selalu bersama, apa kalian mulai tampak serupa? Ia bicara ke Kwon Yul, itu caramu bicara kan?

Kwon Yul minta Hye Joo meninggalkan mereka. Setelah Sekretarisnya pergi, ia tanya kenapa Park Joon Ki mengunjunginya.

Park berkata ia datang untuk mengucapkan selamat. Iparnya akan diangkat menjadi Perdana Menteri, jika ia tidak mengucapkan selamat itu aneh namanya.
Kwon Yul : Bukan kesini untuk memata-mataiku?
Park : Dari wakil rakyat menjadi Menteri. Apa itu masuk akal?
Kwon Yul : Bagaimanapun aku tidak ingin berdebat denganmu. Aku tulus soal itu.

Park minta Kwon Yul mundur saja kalau tidak mau bertempur.
Kwon Yul : Joon Ki!

Park juga terlihat marah, adik perempuanku meninggal begitu saja, aku akan melihatmu mondar-mandir berparade sebagai Perdana Menteri.

Kwon Yul tidak percaya, apa kau masih berpikir bahwa aku adalah alasan dibalik kematian Na Young?
Park ; Apa bukan itu? Demi keponakan2ku, aku kesini untuk memberikan peringatan padamu. Sebelum pengumuman resmi, kau harus mengundurkan diri.
Kwon Yul : Bagaimana kalau aku tidak mau?
Park Joon Ki : Kau akan menyesalinya nanti.

Da Jung main kartu Hwatu dengan ayahnya di RS, Nam Yu Sik. Ayah kalah. Ia menggerutu, membesarkan seorang putri sampai besar sama sekali tidak ada gunanya. Hei, kau tidak menulis "Sayangku" untuk nomor telpku kan?
Da Jung membenarkan, itu cara bagus untuk menyingkirkan pria-pria yang mengganggu.

Ayah Nam kesal sekali, kalau begitu bagaimana kau bisa mendapatkan pacar? Da Jung menenangkan ayahnya, Ayah..aku terlalu populer diantara para pria. Aku justru merasa cemas. Ayah lihat saja aku, apa pria akan melepaskanku?
Ayah menantangnya, kalau begitu bawa satu menemuiku. Lalu ia melihat seorang dokter, Ya..ya..ibumu datang.

Da Jung menyapa Dokter dengan sopan. Dokter wanita itu juga bersikap resmi pada Da Jung, Da Jung-ssi, kau datang? Ayah menyapa dokter dengan sebutan istriku.
Dokter itu mengatakan kondisi ayah Da Jung, dia mulai membaik. Tapi aku harus mengatakan yang sejujurnya. Alzheimer tidak akan bisa sembuh, kami hanya mencoba mempertahankan kondisinya saat ini.

Ayah ternyata sakit lupa, itu sebabnya ia mengira dokter itu Ibu Da Jung. Ia mengeluh karena ibu Da Jung bahkan tidak berpikir untuk menikahkan Da Jung.
Da Jung menghela nafas, kenapa Ayah selalu ingin ia menikah. Ayah kesal, saat SMA, kau mengejar Kang Ta atau Ahn Ta. Saat kuliah kau demonstrasi kesana sini. Sebagai reporter kau masuk dan keluar kantor Polisi. Ayah ingin sekali menggandeng Da Jung jalan ke altar pernikahannya, itu adalah harapanku. Kau akan memenuhinya kan?
Da Jung : Baiklah.
Da Jung memijat bahu ayahnya, ia merasa akan mengecewakan ayahnya. Da Jung tidak berencana menikah, ia akan tetap disisi Ayahnya untuk menjaganya.

Kwon Yul berdiri di kantornya dan memikirkan kata-kata Park Joon Ki tentang kematian istri Kwon. Park Joon Ki tidak tahan melihat Kwon Yu menjadi Perdana Menteri.



Da Jung dan rekannya Park Hee Chul duduk di mobil. Hee Chul menunjukkan foto anak-anak Kwon Yul pada Da Jung.
Putra pertama, dia Kwon Woo Ri, suia 15th. SMA kelas 1
Putri kedua,  Kwon Na Ra. Kelas 6 SD, usia 12 th
dan yang paling kecil, Kwon Man Se, usia 7th, baru masuk SD. (Woo-Ri, Na-Ra, Man-Se! Hidup Negara Kita! wkkk)

Da Jung : Ya! Apa aku harus tahu anak-anaknya secara mendetil? Aku tahu kita putus asa, tapi bukannya ini sudah keterlaluan?
Hee Chul : Jika kita kembali dengan tangan hampa, kita bisa diusir keluar lagi. Kau pikir Chief Editor akan melepaskanmu? Kau menyebut dirimu reporter? Jika kau tidak bisa menyimpulkan apa hubungannya dengan Seo Hye Joo, kau harus mendapat berita yang lain. Misalnya, makanan apa yang mereka sukai, selebriti seperti apa yang ia suka, dia mengenakan boxer atau celana dalam.

Da Jung tetap merasa ini tidak benar dan akan melakukan yang harus ia lakukan. Hee Chul teriak memanggilnya, Noona..Da Jung-noona!



Da Jung akhirnya mondar-mandir di dekat kediaman Kwon Yul dan mencoba mengorek sampah mereka. Aish, dia makan melon, kaki ayam, minum bir. Aku tidak bisa menulis itu. Da Jung berpikir, apa ia harus memanjat tembok saja?

Kang In Ho melihatnya, apa yang kau lakukan disana?
Da Jung menghindar dan pura-pura jadi orang Cina. Ia menyanyi lagu Teresa Teng dalam bahasa Cina


In Ho bisa bahasa Cina dan tanya, apa kau perlu bantuan? (dalam bahasa Cina)
Da Jung tampak panik dan menjawab dalam bahasa Jepang! Aku hanya menyanyi lagu Cina yang kusuka. Aku bukan orang Cina.
In Ho ternyata lebih lancar bahasa Jepangnya, ia tanya kenapa Da Jung mengorek tempat sampah dan tidak menikmati pemandangan?

In Ho bicara dalam bahasa Inggris, lalu ke bahasa Spanyol. Akhirnya In Ho bicara bahasa Korea dan yakin Da Jung juga lebih fasih bicara bahasa Korea. Kau seorang reporter kan? Aku akan melepaskanmu hari ini tapi jika kau terus melakukan ini, kau membuatku dalam posisi sulit.


Da Jung mengalah dan bersedia pergi, tunggu, tapi kau siapa?
In Ho : Aku Kepala Staf Perdana Menteri terpilih, Kang In Ho.
Da Jung tersenyum lemah, oh ..Kepala Staf. In Ho tersenyum, kalau begitu, kita akan bertemu di ruangan reporter. In Ho jalan pergi. Da Jung terpaksa pergi. In Ho tampak geli.



Kwon Yul masih juga memikirkan kata-kata Park Joon Ki saat ia mendapat laporan bahwa Man Se, putra bungsunya menghilang.
Kwon Yul terkejut dan bergegas pulang. Di sana sudah ada Kang In Ho, pengurus rumah tangga dan polisi. Kwon Yul pulang, ia langsung tanya apa yang terjadi.

Ahjumma ketakutan, ia menjelaskan, Man Se sudah pulang sekolah dan main, tapi ia tidak tahu saat Man Se keluar rumah. Ahjumma itu sudah kemana-mana mencari anak itu tapi belum bisa menemukannya.
Kwon Yul langsung minta In Ho mengecek semua CCTV, TK, jalan-jalan kecil, periksa semuanya. Hye Joo dan In Ho mengerti.

Da Jung masih jalan di sekitar lingkungan itu. Apa yang akan kukatakan pada Editor? Dia akan marah-marah kalau aku tidak mendapat apa-apa.
Da Jung melihat Reporter Byun duduk di depan toko bersama seorang anak yang sedang menangis. Anak itu menangis karena ingin mendapatkan roti lagi.

Da Jung heran, apa yang dilakukan Byun Woo Chul disini? Oh bukankah anak itu..

Reporter Byun akhirnya memberikan roti untuk Man Se dan ingin mengorek soal Kwon Yul dan Sekretaris Seo.
Da Jung langsung menghentikannya. Hentikan, Reporter Goryeo Ilbo, Byun Woo Chul! Kwon Man Se, jangan mengatakan apapun padanya!
Reporter Byun mengenali Da Jung. Da JUng menyindirnya, sebagai reporter top negeri ini, kau tidak bisa mendapatkan cerita dengan cara seperti itu. Apa yang kau lakukan pada anak kecil?

Byun marah, kenapa kau menginterogasiku? Apa ini masalah untukmu?
Da Jung : Tidak masalah untukku, tapi ya untuk Ayah Man Se.  Apa kita tanya saja kepadanya?

Reporter Byun menyerah dan pergi. Ia juga minta maaf pada Man Se. Paman salah, Man Se.
Da Jung mendekati Man Se, ia tersenyum dan ingin mengantar Man Se pulang.

Kwon Yul gelisah menunggu anak buahnya. Hye Joo dan In Ho datang, keduanya lapor tidak bisa menemukan Man Se meskipun sudah mencari kemana-mana. Kita harus memperluas pencarian kita, ada kemungkinan ini penculikan.
Kwon Yul tampak stres. Apa ada yang aneh dari CCTv?
Hye Joo : Tidak, hanya Man Se yang keluar rumah sendirian.

In Ho ingat, ada seorang reporter wanita. In Ho memberikan ciri-ciri Da Jung. Hye Joo langsung bisa menebak, apa mungkin dia Reporter Nam Da Jung dari Scandal News?
Kwon Yul sedikit lega, kalau begitu ini bukan penculikan. Ia minta polisi mencari di sekitar lingkungannya lagi. Kwon Yul ikut keluar, tapi minta Hye Joo tetap di rumah, siapa tahu Da Jung akan pulang bersama Man Se.

Da Jung jalan sambil menggandeng Man Se. Man Se, kau tidak boleh mengikuti orang asing. Meskipun mereka berkata akan memberikanmu roti..atau apapun. Kau mengerti? Ayo cepat pulang, keluargamu pasti sangat cemas.
Man Se : Tidak ada yang mencemaskanku di rumah. Mereka semua sibuk. Bahkan waktu itu, aku main di luar sampai jauh malam. Tapi tidak ada yang tahu. (kasihan)
Da Jung tertegun, Man Se..

Man Se : Ahjumma, kau reporter dari mana? Goryeo? Shilla? BaekJe?
Da Jung mengaku dia dari Scandal News. Man Se langsung mengerti, oh spesialisasi pada selebritis, koran paparazzi?

Da Jung tidak terima disebut paparazzi. Hei, jaga bicaramu. Anak ini tahu terlalu banyak. Tapi..kau tidak mengatakan apapun pada Ahjussi tadi kan? Man Se tidak mengatakan apapun.
Ayah berkata untuk tidak pernah berurusan dengan reporter.

Da Jung : Yah, itu memang yang akan dikatakan ayahmu. Hei, lalu kenapa kau mengikuti Ahjussi itu?
Man Se berkata, Ahjussi itu janji akan membelikan roti untuknya. Keduanya lewat taman bermain. Man Se lari dan ingin main ayunan dulu. Ya ampun..

Padahal ayahnya  dan juga ahjumma lari kesana sini dan teriak-teriak memanggil namanya. Man Se..! Kwon Man Se!

Da Jung membujuk Man Se untuk segera pulang. Tapi Man Se ingin Da Jung membelikannya roti. Ahjumma, kalau kau membelikan roti untukku, maka aku akan pergi.

Da Jung heran, kau sudah makan begitu banyak tadi dan kau masih ingin makan lagi?
Man Se mulai menangis, tidak Ahjumma. Aku lapar. Belikan aku roti! Roti! (Ada yang aneh dengan anak ini, apa ia makan untuk menutupi rasa kesepiannya?)
Da Jung : Kita pulang saja. Kalau kau lapar, kau bisa pulang dan makan nasi.
Tapi Man Se justru menangis semakin keras. Da Jung bingung, Man Se..kenapa kau seperti ini? Saat itulah Kwon Yul melihatnya, Kwon Man Se! Man Se!

Kwon Yul marah sekali karena sangat mencemaskan anak itu. Ia mengguncang Man Se. Kemana saja kau sepanjang hari?
Man Se menangis, Ayah.. 

Da Jung berusaha menyelinap pergi karena takut dengan Kwon Yul.
Ahjumma menangis lega, Man Se kita.. apa semua baik-baik saja? Oh terima kasih Tuhan! Terima kasih. Kwon Yul minta Ahjumma membawa Man Se pulang. Lalu ia mengejar Da Jung. Berhenti! Da Jung tetap jalan.
Kwon Yul : Berhenti kataku!
Da Jung berhenti, ia mencoba tersenyum. Perdana Menteri..saya rasa ada kesalahpahaman.

Kwon Yul mendekat, kau tidak berpikir menculik Man Se kan? Nam Da Jung-ssi, sepertinya kau tidak terlalu pintar untuk menculik putra Perdana Menteri.
Da Jung : Ya tentu saja, anda tahu benar. Jadi yang terjadi adalah..
Kwon Yul sudah salah paham, ia tanya berapa lama Da Jung akan hidup seperti ini? Memanfaatkan anak kecil untuk menulis sebuah artikel. meskipun kau reporter kelas tiga, kau juga harus memiliki etika kerja.

Da Jung : Perdana Menteri..bukan itu.
Kwon Yul marah, apa yang ingin kau dapatkan dengan mendekati anak kecil? Apa yang kau tanyakan padanya? Apa warna kesukaanku? Selebritis seperti apa yang kusukai?

Da Jung mulai tidak enak dengan salah paham ini, ijinkan saya bicara. Kenapa anda tidak mendengarkan apa yang akan saya katakan?

Kwon Yul : Kalau bukan itu, lalu apa yang kau tanyakan? Apa kau menanyakan, apa aku memiliki pacar? atau apa dia ingin mendapatkan ibu baru? Kalau bukan, apa kau tanya apakah dia merindukan ibunya? Apa kau tanya sesuatu seperti itu pada anak usia 7 tahun yang hidup tanpa ibu?
Apa kau serendah itu?

Da Jung kesal, lupakan saja. Tidak ada gunanya bicara dengan anda. Da Jung ingin pergi, tapi Kwon Yul semakin marah dan menahan tubuh Da Jung ke sebuah tiang. Aku belum selesai bicara!
Da Jung : Lepaskan! Kenapa anda seperti ini?

Kwon Yul : Dengar baik-baik, ini peringatan terakhir, kalau kau berkeliaran di sekitarku sekali lagi, maka aku tidak akan mengakhirinya seperti ini. Jika kau ingin terus menjadi reporter maka jangan pernah muncul di depanku lagi.
Da Jung menangis. Kwon Yul tidak peduli dan jalan pergi.
Seseorang diam-diam mengambil gambar keduanya. Wow..posisinya sangat tidak menguntungkan.
 

Kwon Yul mengecek Man Se di kamarnya. Anak itu sudah tidur karena kelelahan. Kwon Yul membetulkan letak selimut ManSe dan mematikan lampu, ia memandangi anak itu dan menghela nafas.


Paginya, Kwon Yul berdiri di depan ketiga anaknya. Kang In Ho juga ada disana. Kwon Yul marah, kalian tidak boleh gegabah dan harus bersikap baik. Kalian harus melaporkan orang yang menanyakan banyak hal, kalian harus sangat berhati-hati pada mereka.
Khususnya Kwon Man Se!

Man Se protes, aku tidak pernah mengatakan apapun. Aku hanya makan roti.
Kwon Yul tidak percaya, Roti? Kwon Yul masih mencurigai Da Jung. Tapi Man Se membela Da Jung. Bukan, paman itu yang membelikanku roti!

Kwon Yul : Apa? Lalu bagaimana dengan wanita di taman itu?
Man Se : Ahjumma itu mengusir Ahjussi yang memberikan roti padaku. Dia berkata kalau pria itu adalah orang jahat dan menyuruhku tidak bicara apapun pada orang itu.

Kwon Yul tampak heran sementara Kang In Ho tersenyum simpul.
Da Jung marah-marah pada bossnya, Apapun yang terjadi, aku tidak akan menemui Perdana Menteri. Meskipun aku diseret, aku tidak akan menemui Kwon Yul, orang itu. Jadi ingat itu!
Editor Go heran, kenapa kau marah-marah? Apa kau mau dipecat? Da Jung tidak peduli, silahkan. Ayo pecat saja aku! Go Dal Pyo dan Hee Chul terkejut, kenapa dia?

Da Jung jalan ke mejanya lalu duduk. Ia mengingat semua kata-kata Kwon Yul yang merendahkannya. Da Jung marah sekali.
Tiba-tiba ia mendapat telp.

Da Jung dan Hee Chul datang ke kantor Perdana Menteri lagi. Reporter Byun langsung mengejeknya, wah aku mengakui tekadmu, tapi kau benar-benar bodoh. Apa kau kesini agar diseret keluar lagi?
Da Jung tersenyum, maaf, tapi aku kesini untuk interview ekslusif. Tentu saja Byun tidak percaya, ia tertawa mengejek Da Jung.

Sampai akhirnya Kang In Ho keluar dan mengantar Da Jung menemui Perdana Menteri terpilih, baru Byun melongo dan tidak bisa bicara.

Saat di dalam lift, Kang In Ho menyindir Da Jung. Katanya kau tidak akan datang.
Da Jung tersenyum malu, yah apa boleh buat, Perdana Menteri benar-benar ingin diinterview oleh Scandal News. Jadi demi keingintahuan pembaca, aku meninggalkan perasaan  sebelum datang kesini.

Kang In Ho tampak kagum, wow..semangat pantang mundur seorang reporter. Itu tidak jelek.
Da Jung heran, tapi kenapa tiba-tiba Perdana Menteri melunak padaku? Karena ia merasa bersalah kepadaku? Man Se sudah mengatakan apa yang terjadi kemarin, kan? Aww..dia benar-benar anak yang manis. In Ho hanya tersenyum geli.

Da Jung dan Hee Chul menyiapkan peralatan untuk interview. Kwon Yul masuk bersama stafnya. Da Jung dan Hee Chul langsung membungkuk, apa kabar Perdana Menteri.
Kwon Yul protes, aku sudah bilang aku masih terpilih. Lupakan, kita segera mulai saja. Waktu kalian hanya 10 menit.

Hye Joo merapikan dasi Kwon Yul untuk interview ini. Da Jung melihatnya, ia membungkukkan badan sampai terjatuh. Membuat konyol dirinya sendiri.  Da Jung menutupi rasa malu dan berkata ia sengaja seperti itu agar Kwon Yul santai.
Kwon Yul dengan dingin minta Da Jung berhenti berbuat bodoh dan lakukan saja interviewnya.

Da Jung tanya apa kedua staf Kwon Yul akan tetap disini selama interview. Hye Joo memutuskan keluar ruangan, diikuti In Ho. Sebelum Hye Joo keluar, Da Jung tanya apa hubungan Kwon Yul dengan Sekretaris Seo Hye Joo.

Hye Joo menoleh untuk mendengar jawaban Kwon Yul. Kwon Yul merasa tidak perlu menjawab pertanyaan itu.

Da Jung : Karena orang ingin tahu soal itu. Apa anda tidak akan menjawabnya? Atau anda tidak bisa memberikan jawabannya?
Kwon Yul : Sekretaris Seo adalah adik kelasku.
Da Jung : Apa hanya itu?
Kwon Yul : Memang hanya itu.

Hye Joo terlihat kecewa dengan jawaban Kwon Yul. Ia keluar ruangan dan komen, seperti yang kita duga, hanya pertanyaan konyil yang keluar. Hye Joo jalan pergi.
Kang In Ho sepertinya tahu kalau Hye Joo diam-diam menyukai Kwon Yul.

Kasihan sekali KWon Yul, ia harus menjawab pertanyaan Da Jung yang konyol untuk seorang politisi. Misalnya, apa makanan kesukaan Kwon Yul.
Kwon Yul kesal sekali, ia menjawab es krim. Da Jung mengejarnya, rasa apa? Vanilla? Strawberry atau coklat?
Kwon Yul : Strawberry, aku hanya suka es krim strawberry.
Da Jung langsung senang, omo..saya juga! Rasa strawberry memang enak sekali.


Lalu pertanyaan seperti alkohol apa yang disuka, apa suka menyanyi waktu minum?
Kwon Yul tidak terlalu suka minum alkohol. Da Jung tanya apa yang dilihat Kwon Yul pertama kali pada seorang wanita? Dadanya?
Kwon Yul : Apa ada aturan yang mengatur apa yang harus dilihat pertama kali?

Da Jung merasa pria semuanya sama. Ia tanya siapa penyanyi favorit Kwon Yul. Saat dijawab Kim Gwang Suk, Da Jung terkejut sekali, omo! Kim Kwang Suk? Saya juga sangat menyukainya!

Kwon Yul tidak sabar, apa kau akan terus menanyakan pertanyaan konyol?
Da jung menggeleng, ada teori kalau anda diangkat sebagai Perdana Menteri untuk tujuan menenangkan situasi politik. Apa pendapat anda? Apa saya harus menanyakan pertanyaan seperti ini? Pertanyaan ini pasti sudah sering ditanyakan oleh reporter lain..

Kwon Yul ingin menghentikan interview. Da Jung langsung tanya, apa film kartun kesukaan Man Se?
Kwon Yul tiba-tiba tertegun, ia tidak tahu jawabannya. Da Jung mengerti, anda tidak tahu.

Da Jung tanya hal aneh lain, siapa idola negeri ini? Siapa nama teman terdekat kita? Kemana tempat yang paling ingin dikunjungi anak-anak? Harapan pribadi? Olahraga yang paling disukai anak-anak?

Kwon Yul tidak bisa menjawab semua itu dan Da Jung memberikan nilai nol padanya. Kkk..

Da Jung menyimpulkan, tidak ada yang diketahui Kwon Yul soal anak-anak. Ia mengerti karena ayahnya juga sendirian membesarkannya. Tapi paling tidak, anak ayah saya hanya satu, sementara anda memiliki tiga anak.
Kwon Yul ingin segera menyudahi wawancara, apa kau sudah selesai?

Da Jung mengajukan pertanyaan terakhir, kapan waktu terberat dalam hidup anda sejauh ini?

Kwon Yul tertegun dan tiba-tiba ingat kecelakaan maut yang merenggut nyawa isterinya. Lalu saat ia menangis diam-diam di balik pintu.
Da Jung mengamati Kwon Yul, Pak Perdana Menteri? Kwon Yul sadar lagi dan berkata waktu 10 menit Da Jung sudah selesai.

 Kwon Yul keluar ruangan diikuti tim dari Scandal News. Ia masih ingin bicara dengan Da Jung. Da Jung nyengir, oh anda ingin minta maaf soal kemarin?
Kwon Yul : Maaf apa? Jangan muncul di depanku lagi! itu yang ingin kukatakan.

Da Jung tetap tersenyum, ia berterima kasih untuk waktu interview hari ini dan memberikan hadiah untuk Kwon Yul. Kami dari Scandal News sudah menyiapkan ini.
Kwon Yul menerima kotak itu dan tanya apa isinya. Da Jung berbisik, ini adalah baju dalam Boxer (yang kaya celana pendek).



Kwon Yul melempar kotak itu kembali ke Da Jung, tidak perlu. Aku tidak mengenakan itu. Da Jung dan Hee Chul langsung cengar-cengir, kalau begitu anda mengenakan celana dalam? Wow..!(Brief, celana dalam pria biasa)
Da Jung langsung menyerahkan kotak itu pada In Ho. Ini untuk Tuan Kang saja. Kalau begitu, kami permisi. Da Jung dan Hee Chul langsung lari pergi sambil cekikikan, hei..dia pakai celana dalam segitiga. Kita akan membuat seluruh Seoul membicarakannya. Hahaha.

Kwon Yul geleng kepala. Sementara In Ho tersenyum geli. Kwon Yul menegurnya, apa itu lucu? In Ho langsung menghentikan senyumannya, tidak Pak.

Da Jung dan Hee Chul ketawa ngakak dan tos di dalam mobil. Ini luar biasa! Luar biasa!  Tapi Da Jung merasa Kwon Yul itu adalah orang yang apa adanya dan terus terang. Ada yang lain dari dirinya sebagai politisi.
Da Jung heran kenapa ia tidak bisa menjawab pertanyaannya yang terakhir.


Kwon Yul memikirkan pertanyaan Da Jung. Ia mengambil foto pernikahannya dan menghela nafas. Kwon Yul langsung menyimpan foto itu saat mendengar ketukan pintu.
Hye Joo masuk dan memberikan laporan untuk Kwon Yul. Hye Joo komen, anda terkejut dengan pertanyaan aneh itu kan? Itulah mengapa anda tidak perlu melakukan interview itu.

Kwon Yul : Tidak. Interview itu tidak seburuk itu.
Kwon Yul minta Hye Joo pulang dulu. Hye Joo mengerti lalu ia ingin tanya sesuatu tapi tidak jadi dan jalan keluar.

Hye Joo bersandar di dinding dekat pintu, ia menghela nafas dan bicara sendiri, benar..ini sudah cukup.
Malamnya, Da Jung menemukan artikel tentang kecelakaan mobil yang menewaskan istri Kwon Yul. Da Jung terkejut dan menyalahkan dirinya sendiri. Aneh juga, bukannya ia tahu isteri Kwon Yul sudah meninggal karena kecelakaan? Dia tidak menyimak keterangan bossnya pasti. Wkk
Da Jung marah dengan dirinya sendiri. Dasar bodoh, bagaimana kau bisa bertanya pada pria yang kehilangan isterinya, "kapan waktu paling berat untuknya?" Apa kau sudah gila Nam Da Jung?
Da Jung memutuskan untuk menulis artikel yang bagus tentang Perdana Menteri. Tiba-tiba Da Jung membayangkan Kwon Yul mengenakan celana dalam. Ia cekikikan sendiri dan menulis judul, Perdana Menteri yang mengenakan celana dalam.
Da Jung ngakak dan menghapus tulisannya, tidak, bukan itu.  Lalu ia membayangkan Kwon Yul dengan es krim. Akhirnya Da Jung menulis, Perdana Menteri yang menyukai es krim strawberry. Da Jung puas, ini bagus.

Berita Da Jung langsung menjadi hit secara online. Hee Chul lari-lari, Noona! Noona..! coba lihat ini, ini daebak! Artikelmu mendapat 500 ribu views! coba lihat, dari ranking 1 s/d 10 semuanya tentang Perdana Menteri.
Editor juga menemui Da Jung dengan segepok uang, Penulis Nam, aku bersalah kepadamu. Kau akan mendapatkan kenaikan gaji 100%. Semuanya dalam mata uang dollar. Tetaplah menjadi reporter Scandal News.

Kang In Ho masuk ke kantornya, Penulis Nam! In Ho langsung memeluk Da Jung. Kau benar-benar wanita yang luar biasa.

Dan terakhir, Kwon Yul sendiri datang menemuinya sambil membawa bunga. Penulis Nam, aku sendiri akan menarikmu ke dalam kantor administrasi pemerintah. Kwon Yul bahkan mengedipkan matanya, aku bersungguh-sungguh.
Ini tidak normal. Tentu saja, karena ini semua hanya ada dalam mimpi Da Jung. Da Jung senyum-senyum sendiri lalu ia terbangun. Itu hanya mimpi?

Rumah Da Jung digedor oleh Hee Chul, Noona..Noona! Da Jung Noona!
Da Jung turun tangga, ya..aku kesana sekarang! Ia membuka pintu dan melihat Hee Chul yang tampak panik. Ada apa pagi-pagi seperti ini?

Hee Chul membawa surat kabar, Noona! Sesuatu yang besar telah terjadi. Da Jung heran, ada apa? Lalu ia tampak gembira, aku tahu. Artikelku telah jadi populer kan?
Hee Chul : Yah, benar-benar populer.

Hee Chul menunjukkan koran. Bukan artikel yang ditulis Da Jung tapi artikel tentang Kwon Yul dan "wanita misterius" dalam posisi yang sangat intim. Da Jung syok, itu dirinya.
Hee Chul juga mengenalinya meskipun tidak kelihatan wajahnya, lihat. Ini kau kan?

Kwon Yul membanting semua koran yang membuat berita dirinya dan Da Jung. Siapa? Siapa yang melakukan hal bodoh ini?
Hye Joo akan mencari tahu bagaimana foto-foto ini bisa dimuat. Kwon Yul marah, apa gunanya hanya mencari tahu? Telp koran yang memuat artikel ini dan buat mereka menghentikan penyebaran beritanya.

Sayangnya berita itu juga sudah dimuat di tabloid online dan apa yang sudah di-upload, tidak akan benar-benar menghilang dari internet. Berita dan foto tentang Kwon Yul itu menyebar dengan cepat.
Mereka menyadari kalau wanita itu mengenakan seragam, apa dia seorang pelajar? Meskipun dia kesepian, bagaimana ia bisa dengan pelajar? Aku kecewa dengan Kwon Yul.

Sekretaris Bae tanya apa ia harus melaporkan wanita itu (Da Jung). Park Joon Ki melarangnya, tidak lama lagi akan terungkap. Kwon Yul sekarang sudah habis.
Pihak Kwon Yul juga yakin kalau Park Joon Ki ada di balik semua ini.  Hye Joo yakin hanya Joon Ki yang bisa melakukan hal seperti ini.
Kwon Yul tanya apa Hye Joo punya bukti. Kalau tidak, ia melarang Hye Joo mengatakan apapun. In Ho ingin mengungkap identitas Nam Da Jung.

In Ho berkata itu hanya soal waktu, lebih dari itu, ia adalah reporter tabloid scandal. Dia mendapatkan kesempatan interview semalam kan? Hye Joo tanya apa masalahnya.
In Ho menjelaskan, jika kita mengungkapkan identitas Nam Da Jung, pihak lain pasti akan memutar fakta menjadi hubungan yang tidak pantas, dan menggunakan artikel ini sebagai skandal.

Hye Joo merasa itu masuk akal, ia akan membuatnya seperti itu. Bagaimanapun orang-orang tidak menginginkan kebenaran. Jadi hanya ada satu cara. Hye Joo ingin membuat Nam Da Jung seolah berkonspirasi dengan Park Joon Ki untuk menjebak Kwon Yul.

Kwon Yul naik ke atap dan memikirkan usul anak buahnya untuk mengkambing hitamkan Da Jung. Hye Joo naik ke atap dan mendekati Kwon Yul. Tidak ada waktu lagi, tolong beri saya ijin.
Kwon Yul tidak setuju, aku tidak bisa mengijinkan itu. Hye Joo resah, jika mereka diam saja, maka kehidupan politik Kwon Yul akan berakhir.

Kwon Yul : Tapi kau tetap tidak bisa melakukan itu. Tidak ya tidak. Aku tidak bisa melakukan itu pada wanita itu hanya untuk menyelamatkan diri sendiri. Aku anggap tidak pernah mendengar ini darimu.
Kwon Yul pergi.

Reporter Byun menikmati popularitasnya, semua reporter berita politik mengelilinginya, bagaimana kau bisa mendapat scoop sebesar ini? Siapa wanita ini? Kau tahu kan?
Byun : Aku tahu, tapi tidak bisa mengatakannya pada kalian.

Byun sebenarnya juga tidak terlalu tahu siapa wanita itu. Lalu ia melihat Da Jung jalan mengendap-endap. Byun heran, kenapa penulis Scandal news seperti itu lagi? Lalu ia ingat baju Da Jung malam itu. Bajunya sama dengan wanita yang di koran! Aish.
Da Jung cepat-cepat masuk ke dalam lift. Byun lari menyusulnya, untungnya lift sudah tertutup.

Da Jung keluar lift dan jalan cepat ke arah kantor Kwon Yul. Ia melihat beberapa staf dan berusaha menghindar. Tapi ada Byun dibelakangnya. Byun belum melihat Da Jung.
Da Jung jalan cepat ke sebuah lorong. Tiba-tiba sebuah tangan menariknya untuk sembunyi dari reporter Byun. Da Jung mendongak, it's Kwon Yul!
Da Jung berusaha melepaskan diri tapi Kwon Yul menahannya agar tidak ketahuan Byun. Keduanya berpandangan.

Notes :
Hi all, aku tergoda oleh Lee Bum Soo dan Yoon Shi Yoon. Apa boleh buat..hehehe.
Ok, Yoona dan Lee Bum Soo mungkin jaraknya jauh sekali, tapi dua orang ini lumayan lucu juga.

Aku berharap Kang In Ho tidak berubah jadi jahat atau menikam Kwon Yul dari belakang. Lee Min Ho (93) lucu juga waktu teriak2 memanggil Noona..Noona ke Yoona. He just so cute.

The Prime Minister and I episode 1 4.5 5 Beetlebum Sunday, December 15, 2013 Also known as: Prime Minister Is Dating Genre: Romance, comedy Episodes: 16 (To Be Confirmed) Broadc...


No comments:

Post a Comment