Mandate of Heaven episode 17

 On Tuesday, August 20, 2013  

Raja Jungjong menyatakan kebebasan Choi Won. Alasan kenapa aku harus bertemu denganmu sendiri hari ini dan menurut penyelidikanku yang menyeluruh, Choi Won ..bukanlah pembunuh.
Choi Won lega sekali sampai hampir menangis, Yang Mulia.

Jung Hwan dan PM Yi Ho tampak gembira. Sementara Ratu Munjeong syok. Raja mengakui bahwa Choi Won telah menderita ketidak-adilan dan menjadi kriminal, mulai sekarang Choi Won..kau dinyatakan tidak bersalah.
Choi Won menangis gembira. Jung Hwan menambahkan, Ampuni saya Yang Mulia, ada yang harus saya katakan. Raja memberikan ijin.

Jung Hwan : Choi Won bukan saja tidak bersalah, melainkan dia juga telah difitnah dan karena masalah ini, dia juga telah kehilangan ayahnya. Alasan kenapa ayah Choi Won juga dibunuh adalah karena dia melihat perintah rahasia bunga peoni untuk membunuh Jubu Min.
Raja terkejut, apa itu benar? Choi Won membenarkan.

Jung Hwan ingin mengambil kesempatan ini untuk menyelidiki dalang dibalik surat perintah rahasia bunga peoni. Agar tidak jatuh korban lagi dan tidak ada hal yang bisa mengancam keselamatan Yang Mulia Putra Mahkota.

Raja mengerti dan minta keduanya pergi dulu. Jung Hwan dan Choi Won menghormat lalu jalan keluar.

Choi Won masih kelihatan tidak percaya bahwa ia sudah bebas dan bukan pelarian lagi. Choi Won tampak limbung di halaman istana. Jung Hwan tersenyum dan menepuk punggungnya. Keduanya jalan pulang.

Di dalam, Raja masih harus menghadapi pledoi Ratu Munjeong. Yang Mulia..ini adalah konspirasi. Bagaimana saya bisa memerintahkan seorang tabib membunuh Putra Mahkota? Seperti apa Putra Mahkota itu bagi saya? Dibandingkan putra yang saya lahirkan sendiri, Gyeong Won, saya sudah membesarkan Putra Mahkota 15 tahun lebih lama.

Ratu berbalik dan memegang tangan PM Yi Ho, Putra Mahkota..anda harus mengatakan sesuatu. Sebagai ibu anda, bagaimana ibu telah membesarkan anda sejak kecil? Setiap kali anda sakit, bukankah ibu selalu merawat anda tidak peduli itu siang atau malam?

Saat anda masih sebagai Pangeran dan diangkat menjadi Putra Mahkota, saya memeluk anda dengan air mata penuh kebahagiaan. Saya masih belum melupakan tangan lembut anda menghapus air mata ibu sampai sekarang.
Oh..Ratu benar-benar manipulator hebat. PM Yi Ho tampak sedikit serba salah.

Raja akhirnya menghentikan drama itu dan minta PM Yi Ho pergi dulu. PM Yi Ho mengerti, ia menghormat dan pergi.

Tapi Ratu Munjeong tidak menyerah begitu saja, ia menyanyi lagu pengantar tidur yang biasa ia nyanyikan untuk PM Yi Ho saat kecil. (Oh ini mengerikan) PM Yi Ho tertegun dan berhenti. PM Yi Ho berbalik ke arah Ratu dengan pandangan tidak percaya.

Ratu menangis : Apa anda tidak ingat, Putra Mahkota? Saat anda tidak bisa tidur karena sakit, saya menyanyikan lagu itu untuk anda. Tapi saya tidak pernah menyanyikan itu untuk Gyeong Won Daegun sebelumnya. Saya hanya menyanyikan lagu itu untuk anda. Tapi bagaimana anda bisa berkata bahwa saya ingin membunuh anda? ini tidak adil.
Ratu memegang dadanya sendiri dan membuat PM Yi Ho cemas, ia kembali ke sisi Ratu, Yang Mulia Ratu..

Ratu berkata lebih baik ia bunuh diri untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Daripada saya dijebak dan difitnah, lebih baik saya mati saja.

Untungnya Raja Jungjong tidak terpengaruh, ia dengan dingin menyuruh Ratu melakukannya. Kalau begitu lakukan saja. Aku juga ingin percaya kalau kau tidak bersalah, karena kau sangat ingin membuktikannya, jadi lakukan saja.
PM Yi Ho terkejut. Ratu tidak percaya tanggapan Raja. Raja menantangnya, kenapa? Kau tidak bisa melakukannya?! Wow...keren. Ratu Munjeong tidak bisa mundur sekarang. Raja mungkin ingin melenyapkan Ratu untuk mengamankan PM Yi Ho.

Choi Won dan Jung Hwan jalan keluar istana. Jung Hwan heran melihat Won diam saja, ada apa? Choi Won mencemaskan PM Yi Ho, bagaimanapun bagi Putra Mahkota, Yang Mulia Ratu adalah ibu yang membesarkannya lebih dari 20 tahun. Sekarang Putra Mahkota ingin Ratu dihukum mati, bukankah ia akan menjadi bahan pembicaraan rakyat? Putra Mahkota pasti sangat terluka.

Jung Hwan berkata sekarang bukan saatnya mencemaskan Putra Mahkota, kau beruntung karena Baginda telah membuktikan bahwa kau tidak bersalah. Meskipun itu Ratu, kalau ia bersalah maka harus dihukum. Untuk selanjutnya, aku Setan merah akan melakukan yang harus dilakukan. Kau harus menikmati kegembiraan penuh hari ini. Putri dan adikmu pasti benar-benar bahagia. Jung Hwan tersenyum dan mengajak Won pergi.

Ratu Munjeong diantar ke kamarnya oleh para dayang. Ratu murka dan mengibaskan semua tangan mereka, lepaskan! lepaskan!
Dayang Kang langsung berlutut, Yang Mulia ampuni saya, ini adalah perintah Baginda. Sampai ada perintah lagi dari Baginda, Yang Mulia Ratu dilarang keluar dari Istana ini. Ratu murka, dia ingin mengurungku disini? Aku harus pergi menemui Yang Mulia lagi.


Gyeongwon masuk ke kediaman ibunya, Ibunda. Ratu langsung memintanya pergi menemui Raja, temui ayahandamu dan tenangkan dia. Kita harus berlutut dan menunggu penghukuman. Ratu mulai panik, benar kita harus melakukannya, jika tidak kita berdua akan mati di istana! Gyeongwon terlihat bingung.

Gyeongwon menghadap PM Yi Ho dan mengatakan harus berlutut serta memohon pada Raja untuk mengampuni Ibunda. Gyeongwon memohon PM Yi Ho juga bersedia mengampuni Ratu.
PM Yi Ho : Kalau aku mengampuni Ratu, apa ia akan berubah?

Gyeongwon : Saya akan mengubahnya. Jika ibunda tidak berubah, saya akan bunuh diri dengan menggigit lidah saya sendiri.
PM Yi Ho terkejut dengan kata2 adiknya. Tapi Gyeongwon sudah bertekad, meskipun ia harus mati ia harus menyelamatkan ibunya. Meskipun bagi Yang Mulia dia adalah Ratu, ibu yang bisa anda buang. Tapi bagi saya, tidak peduli saya suka atau membencinya, dia adalah ibu yang tidak bisa saya buang.

Ratu ingin membuat pengikut Jo Gwang Jo yang tertangkap untuk segera mengatakan keterlibatan Putra Mahkota dan harus segera menangkap pemimpin kelompok itu.

Da In dan Rang ingin menanam bibit bunga peoni di halaman rumah mereka. Da In tahu ibu Rang suka dengan bunga peoni. Rang senang sekali, lalu ia cerita kalau ibu tuan muda bertabiat jelek itu juga menyukai bunga peoni. Da In heran, tuan muda bertabiat jelek?
Tiba-tiba Choi Won pulang dan memeluk keduanya dengan gembira. Rang dan Da In ketawa, Ayah..! Tuan! Bagaimana?

Choi Won berdiri dan menirukan gaya bicara Raja, mulai sekarang..Choi Won..kau tidak bersalah. Da In dan Rang teriak gembira, apa itu benar? Choi Won membenarkan, untuk apa aku bohong? Rang sekarang semuanya akan baik2 saja. Ketiganya benar2 bergembira.

Jung Hwan datang mengantar Woo Young, ada orang lain yang harus bergembira juga.
Choi Won menoleh, ia tersenyum lebar, Woo Young-ah.  Woo Young lari ke arah kakaknya dan kedua bersaudara itu berpelukan. Woo Young menangis. Orabeoni.
Choi won menghibur adiknya, sekarang sudah tidak apa-apa.

Jung Hwan ngomel, dia (Woo Young) menangis terus sepanjang jalan dari Uigeumbu dan membuat orang2 melihatku dengan curiga.
Semua jadi geli. Jung Hwan minta Woo Young tidak menangis lagi, bukankah lebih baik memberi selamat kepada kakakmu? Jung Hwan juga sedang senang, ia bahkan berkata ke Rang untuk melakukan apapun yang ia sukai hari ini.

Rang tidak percaya, apapun yang kuinginkan? Matanya langsung bersinar, ada satu hal.

Rang ingin sekali main air (Bukannya di Uigeumbu dia suka mencuci baju? bukannya itu main air? hehe). Rang memohon pada ayahnya dengan mata memelas.

Woo Young langsung memarahi Jung Hwan, kenapa bicara sembarangan pada anak kecil? kalau Tuan berkata ingin membiarkan Rang main di air, kakak pasti akan marah.
Jung Hwan : Mana aku tahu?

Da In memutuskan untuk membasahi kaki mereka saja, ia langsung jalan sambil menggandeng Rang. Woo Young juga ikut bersama mereka.

Choi Won masih tampak cemas. Tapi Jung Hwan menahannya, sudahlah, bukankah kesehatan anak itu semakin membaik? Won membenarkan, tapi ia masih belum bisa santai.

Jung Hwan membujuknya, coba lihat betapa gembiranya anak itu, kau seharusnya mengijinkannya main. Dia (Da In) juga seorang tabib, dia akan menjaga anakmu.
Choi Won akhirnya teriak, Rang-ah! Kau bisa main sebentar.
Woo Young : Jangan khawatir, aku akan menjaganya.

Jung Hwan ketawa, ia meletakkan pedang dan membuka topinya. Cuacanya sangat bagus, aku juga ingin mencuci muka. Jung Hwan jalan ke tepi air, ia jongkok untuk cuci muka. Kesempatan ini tidak disia-siakan Woo Young. Ia langsung menyiramkan air ke arah Jung Hwan.
Da In dan Rang juga ikut menyerang Jung Hwan. Jung Hwan awalnya terkejut, tapi siapa yang bisa melawan tiga orang gadis? Jung Hwan akhirnya ikut main perang air. Seranggg...!! Choi Won ketawa melihat mereka.

Jung Hwan menjemur jubahnya yang basah dan duduk di samping Won. Choi Won mengaku sudah lama tidak melihat Rang dan Woo Young bergembira seperti ini. Jung Hwan tersenyum, mereka memang harus bersenang-senang.
Choi Won : Tapi masih terlalu dini untuk bersantai. Sampai perintah Yang Mulia Raja tiba di Uigeumbu..

Jung Hwan minta Won tidak cemas, ia sudah tahu informasi itu sebelum ke sini, perintah itu akan dikirim ke Uigeumbu besok pagi. Tidak ada yang boleh mengganggunya kali ini.
Choi won tersenyum. Jung Hwan juga tersenyum, kenapa kau ketawa?
Choi Won : Woo Young selalu berkata yang harus saya lakukan hanyalah percaya pada Setan Merah.

Jung Hwan nyengir, benarkah? dia punya selera bagus dalam memilih orang.

Jung Hwan mengamati cara Won memandangi Da In. Jung Hwan komen, percuma saja aku merasa cemas. Awalnya aku takut karena ayahmu, kau dan Hong Da In akan berpisah. Ini bukan salah Da In, benar kan?
Choi Won setuju, itu benar, putri musuh bukanlah musuh.

Jung Hwan menepuk bahu Choi Won, dan kalau kau meninggalkannya hanya karena ia adalah putri musuhmu, itu sayang sekali kan? Hong Da In adalah wanita yang terlalu berharga untukmu, ya kan? Choi Won hanya ketawa.

Jang Geum menghadap PM Yi Ho dan lapor bahwa kondisi kesehatan Raja Jungjong sangat buruk setelah insiden dengan Ratu.
PM Yi Ho tampak cemas, itu buruk sekali, kau harus merawat Ayahanda dengan ekstra khusus. Jang Geum mengiyakan.

PM Yi Ho tanya kondisi seseorang lagi, bagaimana kondisinya sekarang? Jang Geum berkata orang itu pulih lebih cepat dari yang diharapkan. Dia bisa menemui Yang Mulia dalam beberapa hari.
 

Flashback, Jang Geum terlihat melakukan moksibasi untuk seorang pria tapi tidak jelas siapa orangnya. Sepertinya Do Mun, karena yang terluka parah akhir2 ini adalah Do Mun.

PM Yi Ho tampak lega. Jang Geum berkata, awalnya ia juga tidak mengira orang itu bisa selamat, tapi pria itu sangat bagus kesehatannya dan ia memiliki kemauan keras untuk hidup, jadi ia bisa pulih dengan cepat. PM Yi Ho mengerti. Jang Geum keluar.

Kasim Hwang menghadap PM Yi Ho dan lapor kalau beberapa pengikut Chun Bong tertangkap tapi Chun Bong sendiri tidak. Ini benar-benar suatu keberuntungan.

Chun Bong sedang bersama Geo Chil sekarang. Geo Chil tampak mulai cemas dengan situasi yang terjadi, jangan-jangan tempat ini juga sudah ketahuan?

Chun Bong kesal, sudah kubilang tidak. Geo Chil tidak percaya, siapa yang bisa tahan menghadapi siksaan interogasi? Jika ia mengatakan sesuatu karena siksaan, apa yang akan kita lakukan? Chun Bong minta Geo Chil tidak cemas, orang2 itu tidak tahu tempat ini.
Geo Chil tenang, baiklah kalau begitu, ini adalah markas yang dibangun dengan susah payah. Geo chil juga berkata kalau Choi Won sudah pergi meninggalkan markas mereka karena tidak ingin membahayakan penghuni di perkampungan ini. Geo Chil menawarkan diri untuk membebaskan orang2 yang ditangkap di Uigeumbu.
Chun Bong melarangnya, ia harus bertemu dengan PM Yi Ho. Chun Bong tampak cemas, usia Yang Mulia Raja sepertinya tidak lama lagi.

So Baek tidak semangat, ia bahkan tidak mau makan. Kkeok Jung membujuknya, makanlah, kau akan mati kalau kau tidak makan.
So Baek tidak mau, aku tidak akan mati meskipun aku tidak makan.

Kkeok Jung menarik So Baek, ayo pergi. So Baek tidak mau. Kkeok Jung mengajak So Baek menemui pencuri kuda. So Baek mulai semangat, apa?
Kkeok Jung : Aku tidak bisa melihatmu mati. Pergilah dan temui si pencurikuda yang sangat ingin kau temui itu.
So Baek : benarkah?
Kkeok Jung : Saat matamu meneteskan air mata, hatiku juga berdarah. (wajah boleh sangar..hati puitis wkk)


Kkeok Jung menarik lengan So Baek lagi. Tapi So Baek tampak bimbang, lalu bagaimana denganmu Kkeok Jung? Apa yang akan kau lakukan dengan lukamu? Agar aku bisa bahagia, kau ingin terluka? Aku tidak mau itu. Aku tidak mau hatimu berdarah. Aku akan menahannya. Meskipun aku ingin bertemu pencuri kuda, aku akan menahannya. Agar bisa tahan, aku harus mengisi perutku dulu.

So Baek perlahan mengambil mangkuknya dan mulai makan sambil menahan tangis. Kkeok Jung juga hampir menangis melihatnya.

PM Yi Ho menemui Ratu dan tanya apa Ratu meminta adiknya berlutut dan menunggu hukuman dari Raja? Ratu pura2 terkejut dan baru mendengar soal itu. Apa Daegun masih berlutut memohon ampun?
PM Yi Ho tampak kesal, ia dengar dari Tabib Jang Geum, kalau kejadian itu membuat kesehatan ayahandanya memburuk.

Ratu tanya apa ini adalah salahnya. PM Yi Ho janji, kalau Ratu mengakui kesalahan-nya dan memohon ampun pada Raja, ia akan membiarkan Ratu hidup.

Ratu tersenyum dingin, anda akan mengampuni nyawa saya? Jika saya memikirkan nyawa saya, apa saya akan meminta Daegun, putra berharga saya untuk berlutut dan menunggu hukuman?
PM Yi Ho : Bukankah anda berkata belum pernah mendengar soal itu?

Ratu memutuskan tidak berpura-pura lagi, ia mengaku memang menyuruh Gyeongwon melakukan itu. Tapi anda hanya akan mengampuni nyawa saya? Tidak. Itu tidak cukup.

Raja Jungjong lemah sekali, ia bahkan menjatuhkan mangkuk obat yang tengah diminumnya. Jang Geum terkejut dan langsung membantu Raja. Yang Mulia, anda tidak apa-apa?
Raja : Aku tidak apa-apa, sudahlah.
Raja menghela nafas dan sedih karena putranya yang masih kecil Gyeongwon Daegun harus berlutut dan memohon hukuman, aku sedih, hanya karena keegoisanku, aku sudah melihat begitu banyak darah yang tertumpah. Aku takut akan melihat darah lebih banyak lagi.

Jang Geum mengingatkan Raja untuk istirahat dan menjaga kesehatan. Raja tetap curhat, meskipun aku merasa bersalah pada Putra Mahkota-ku, tapi aku ingin memberikan kesempatan pada Ratu-ku sekali lagi.

Ratu masih bicara dengan PM Yi Ho, ia tidak cukup dengan hanya diampuni nyawanya saja. PM Yi Ho minta Ratu memikirkan berapa banyak nyawa yang sudah dikorbankan, dan ia menawarkan pengampunan atas nyawa Ratu, bukankah ini sudah suatu kemurahan besar?
Ratu : Jadi, anda ingin saya turun dari jabatan ini?
PM Yi Ho : Ya. Itu yang saya inginkan.

Ratu berkata PM Yi Ho sudah menunjukkan karakter aslinya, untuk menjadi Raja, anda bekerja sama dengan para pemberontak dan memikirkan semua cara yang bisa anda gunakan untuk menyingkirkan Daegun dan saya. Bagaimana saya bisa membiarkan anda hidup? Hanya jika anda meninggal, maka Daegun dan saya akan hidup. Selama anda meninggal..

Tiba-tiba terdengar bentakan, tutup mulutmu! Raja Jungjong masuk ke kediaman Ratu dibantu oleh Jang Geum. Raja marah besar. Ia sekarang mendengar sendiri kata2 istrinya. Raja terhuyung karena emosi. Raja sebenarnya ingin mengampuni Ratu demi Daegun.

Ratu terkejut, Yang Mulia..ini kesalahpahaman.
Raja : Salah paham? Salah paham yang kudengar dengan telingaku sendiri? Kepala Kasim, dengar baik2! Aku ingin menurunkan status Ratu. Segera panggil semua anggota dewan ke kediaman Raja!
Kasim segera menjalankan perintah Raja.

Ratu Munjeong syok, ia segera berlutut. Saya diturunkan menjadi orang biasa? Tidak, anda tidak bisa melakukan ini pada saya Yang Mulia!
Raja marah dan berbalik pergi. Tapi Ratu menahan jubahnya, Yang Mulia. Saya akan memohon pengampunan dari anda sekarang. Raja tidak tahan lagi, mulai saat ini, aku tidak mempunyai Ratu lagi! Raja mengibaskan tangan Ratu Munjeong.

Ratu Munjeong jadi marah, ia tidak takut lagi dan teriak, beraninya anda! Yang Mulia adalah orang yang peragu dan berhati lemah. Sampai ketika terjadi pemberontakan, bukankah anda ingin bunuh diri? Jucho wiwang (Klan Jo akan menjadi Raja). Anda kalut dengan rumor bahwa Jo Gwang Jo akan menjadi Raja. Anda menghianati pendukung setia anda, benar kan Yang Mulia?
PM Yi Ho marah : Jung Jeon Mama!

Tapi Ratu terus saja bicara, dan bahkan setelah Kimyo Sahwa (Pembersihan/Pembantaian Sastrawan th 1519), anda sendiri telah membuat P. Bokseong dan Park Gyeong Bin ..putra dan selir Yang Mulia sendiri ke dalam pintu kematian. Apa sekarang anda juga ingin membunuh saya dan Gyeongwon Daegun?
Raja gemetaran karena marah besar, beraninya...kau!

Ratu : Benar, bunuh saja saya. Dari seorang Raja yang bahkan tidak bisa melindungi istri dan putranya sendiri, apa lagi yang bisa saya harapkan? Jika saya diturunkan semudah ini, mulai sekarang saya tidak akan ada di sisi Yang Mulia lagi!

Selama Ratu bicara, Raja Jungjong tampak sangat menderita, ia mencengkeram dadanya dan mulai merasa kesakitan. Raja tidak tahan, ia terjatuh dan pingsan. Jang Geum dan PM Yi Ho tampak panik. Yang Mulia..! Ayahanda!!
Ratu Munjeong hanya menatap dingin kejadian itu, mungkin memang ini yang ia harapkan. Beberapa saat kemudian, Jang Geum mengumumkan bahwa Raja Jungjong telah berpulang. PM Yi Ho syok, Gyeongwon Daegun mulai menangis. Para kasim dan dayang istana langsung berlutut dan menangisi Raja.

Ratu Munjeong juga akting dan menangisi Raja. PM Yi Ho benar-benar merasa marah serta muak melihat Ratu, ia berkata dengan dingin, Yang Mulia Ratu, silahkan bersedih sampai hati anda puas. Karena anda tidak memiliki banyak sisa hari lagi. Ratu Munjeong tidak begitu peduli, ia tetap berseru sambil menangis, Chonha..!
Kasim mulai melakukan ritual di atas atap istana. Yang Mulia, kami mohon kembalilah!

Ratu tampak resah memikirkan nasibnya. Dayang Kang masuk dan lapor sudah ada anggota kelompok terlarang yang bersedia bicara, dia bahkan berkata bahwa nama pemimpin mereka adalah Chun Bong. Ratu Munjeong seperti mendapat amunisi baru.

Mu Myeong mengikuti Chun Bong. Chun Bong menyadari kehadiran Mu Myeong dan menantangnya keluar. Mu Myeong langsung menyerang Chun Bong. Hanya dalam satu-dua jurus Mu Myeong berhasil mengalahkan Chun Bong.
Jung Hwan menemui Choi Won dan Da In dengan seragam berkabung. Choi Won merasa bersalah, ia merasa sudah membuat Raja terpukul karena masalahnya. Da In menghiburnya, penyakit Yang Mulia Raja sudah sangat parah, saya pernah menjadi tabib wanita yang merawat Yang Mulia. Tapi tetap saja Won merasa ini salahnya, aku sudah membuat Yang Mulia melihat surat pengakuan dan perintah rahasia itu.        
Choi Won mencemaskan PM Yi Ho, Yang Mulia harus berhasil naik takhta dengan aman.

Da In lebih mencemaskan Won, saya takut terjadi sesuatu dengan perintah yang dikirim saat Yang Mulia mangkat.

Jung Hwan menenangkan mereka, itu tidak akan terjadi. Hari ini aku sudah mengkonfirmasi itu di Sekretariat Kerajaan kalau perintah itu akan dikirim ke Uigeumbu hari ini.
Kata-kata itu membuat mereka menyadari sesuatu. Jung Hwan dan Won bergegas pergi.

Benar saja, Mu Myeong menghadang petugas Sekretariat Kerajaan yang ingin mengantar pesan dari mendiang Raja Jungjong. Dengan mudah Mu Myeong berhasil melumpuhkan mereka dan mengambil pesan itu. Tidak...!!
Jung Hwan dan Choi Won datang terlambat, keduanya hanya menemukan petugas yang sudah tidak bernyawa. Jung Hwan langsung mengejar Mu Myeong.

Mu Myeong memberikan pesan Raja pada Ratu Munjeong. Ratu kesal melihat perintah itu, seorang tabib biasa tapi berani melawanku secara terbuka. Sebelum Yang Mulia mangkat, beliau tidak memilihku tapi memlih tabib itu.
Ratu memerintah Mu Myeong untuk segera membunuh Choi Won, buat dia menemani Raja di perjalanan ke akhirat. Mu Myeong mengerti dan pergi.

Ratu tidak membuang waktu lagi, ia langsung membuang surat perintah Raja dalam perapian. Tepat saat itu, PM Yi Ho tiba di kediaman Ratu.

Tapi Ratu tidak repot-repot menyembunyikan perbuatannya, Ratu justru berkata PM Yi Ho datang terlambat.

PM Yi Ho murka sekali, bagaimana anda bisa melakukan ini sebagai seorang manusia? Bagaimana pesan ayahanda bisa..
Ratu dengan dingin berkata, hanya jika Choi Won mati, ia bisa hidup. Tapi sekarang, hanya jika ia mati, maka kita berdua bisa bertahan hidup.

PM Yi Ho muak, ia mengancam akan mengumumkan keputusan Kerajaan yang tidak bisa diumumkan Raja sebelum mangkat. Saya akan membuat seluruh dunia tahu kejahatan anda.

Ratu tidak gentar, lakukan saja. Sebelum itu...kejahatan yang direncanakan pemberontak bersama anda akan diumumkan terlebih dahulu. Apa anda belum tahu? Pemimpin pemberontak itu telah ditangkap. Lagipula, telah ada pengakuan bahwa dalangnya adalah anda. Intinya, saya akan mengembalikan patriot2 anda, anda melepaskan orang-orang saya. Tapi Choi Won harus dieksekusi sebagai kriminal penghianat.
Jika anda mengumumkan Perintah Kerajaan itu, pemimpin patriot dan semuanya akan mati. Lagipula, saya sudah tahu kalau orang dibelakang mereka adalah anda. Jadi, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, benar kan?  Saya bisa hidup dan anda juga bisa hidup. Ini adalah jalan yang bisa kita lalui bersama. Selama bukti yang melibatkan saya dan orang2 saya, perintah rahasia, resep, dan surat pengakuan itu semuanya dihancurkan, maka daftar nama para patriot, dan orang2 yang telah kutangkap, semuanya akan saya kembalikan pada anda.

PM Yi Ho tidak akan melakukan itu. Ratu Munjeong yakin, PM Yi Ho akan melakukannya. PM Yi Ho tampak sangat tertekan.

Choi Won dan Da In tampak resah, jika surat perintah Raja dicuri oleh Ratu, maka pembebasan Won jadi tidak sah. Choi Won mencoba menenangkan Da In, bahwa Jung Hwan akan membahas soal ini dengan PM Yi Ho. Kita tunggu saja.
PM Yi Ho benar-benar terdesak. Kasim Hwang berkata mereka harus mengikuti saran Ratu karena kalau tidak, ia mencemaskan keselamatan PM Yi Ho.
PM Yi Ho marah, aku tidak bisa melakukan itu. Bagaimana aku bisa menghianati Choi Won? Kalau aku menerima usul Ratu, maka dia tidak akan bisa membersihkan namanya.

Jung Hwan menemui PM Yi Ho. PM Yi Ho menyesal, ia sudah membiarkan Choi Won menderita terlalu banyak karena ia tidak bisa melindungi Won sejak awal. Aku tidak bisa membuatnya pergi lagi.

Jung Hwan bertemu Won lagi, Yang Mulia Putra Mahkota tulus ingin melindungimu. Jung Hwan menyesal karena tidak bisa menangkap Mu Myeong saat itu, sehingga pesan itu jatuh ke tangan Ratu.

Choi Won tanya apa benar Chun Bong telah tertangkap. Jung Hwan membenarkan, bahkan salah seorang anggotanya berkata bahwa PM Yi Ho adalah dalang di belakang kelompok itu. Yang Mulia Ratu sepertinya menggunakan itu untuk mengancam Putra Mahkota dan membuat kesepakatan. Di waktu sepenting ini, bagaimana bisa..
Choi Won ingin bertemu PM Yi Ho.

PM Yi Ho duduk di kamarnya, merasa marah dan tidak berdaya. Ia geram sekali pada Ratu.

Choi Won tenggelam dalam pikirannya sendiri, sampai ia tidak mendengar panggilan Rang padanya. Rang hanya mengangkat bahunya. Da In mengerti kecemasan Won.

Mu Myeong menemukan lokasi rumah Choi Won. Ia langsung menyerang Won. Won jatuh dan berusaha menghindar. Da In dan Rang berlindung.
Choi Won menggunakan apa saja yang bisa ia raih untuk dijadikan senjata melawan Mu Myeong. Tapi Mu Myeong terlalu tangguh untuk Won (Jung Hwan saja kalah beberapa kali dengan anak ini).

Untung disaat kritis, sebuah pedang menghalangi tebasan Mu Myeong. Do Mun muncul untuk melawan Mu Myeong. Hore..! Do Mun bertahan hidup.
Da In terkejut sekaligus senang melihat Jipsa Do. Do Mun teriak, agar Won segera lari bersama Da In. Do Mun berhasil menahan pedang Mu Myeong dengan perabot jerami.

Do Mun memaksa Mu Myeong bertarung tanpa pedang. Keduanya lumayan seimbang. Mu Myeong berhasil meraih pedangnya dan menjatuhkan Do Mun. Anak ini memang ajaib.

Jung Hwan tidak mau ketinggalan, ia muncul di depan Mu Myeong, aku benar-benar senang. Aku dengar kau muncul jadi aku bergegas kesini seperti ingin menemui kekasihku saja. (wkk, tapi Mu Myeong memang cantik)
Keduanya langsung beradu pedang lagi. Do Mun tidak mau berdiam diri, ia juga memiliki dendam pada Mu Myeong. Jadi ini pertempuran 2 lawan 1. Tiga bilah pedang saling menyerang, Jung Hwan berhasil melukai lengan Mu Myeong, tapi Mu Myeong juga berhasil menyabet perut Do Mun, ack! Mu Myeong melarikan diri lagi.
Do Mun tidak bisa mengejar, jadi Jung Hwan yang mengejarnya.

Choi Won dan Da In langsung lari ke arah Do Mun, kau tidak apa-apa? Won langsung mengecek luka Do Mun. Da In bingung, bagaimana kau bisa...Do Mun menjelaskan bahwa PM Yi Ho yang ternyata menyelamatkannya, setelah itu, PM Yi Ho memerintahnya untuk melindungi Won dan Da In.

Choi Won bicara pribadi dengan Do Mun, ia ingin tahu sesuatu, orang yang telah membunuh ayahku, apakah itu kau? Katakan padaku. Do Mun sedikit gemetar, lalu ia berlutut di depan Choi Won. Saya minta maaf untuk apa yang sudah saya lakukan. Saya tidak punya pilihan kecuali mengikuti perintah Tuan Jang. Ayah Tuan..sayalah orang yang...
Choi Won murka, ia mencengkeram baju Do Mun sambil teriak. Lalu mengusirnya, pergi dari sini! Jangan mengatakan ini pada Da In dan cepat pergi! Do Mun berkata ia gagal melindungi Tuan Jang, tapi ia ingin melindungi Da In. Choi Won menolaknya, tidak perlu. Aku yang akan menjaga Da In. Choi Won pergi dengan marah.

Da In mendengarkan percakapan mereka. Setelah Won pergi, Da In menemui Do Mun, apa kau benar2 membunuh ayah Tuan ?
Do Mun kelihatan serba salah, agassi..
Da In syok, kumohon katakan kalau kau tidak melakukannya. Katakan kalau aku salah dengar, kalau itu tidak pernah terjadi, kumohon katakan itu..! Do Mun tidak bisa berbohong, karena memang dia yang membunuh ayah Choi Won.

Da In tidak percaya, kenapa kau melakukan itu? Kenapa ..apa kau tidak takut dengan hukuman dari langit? Apa yang akan kulakukan sekarang? Bagaimana aku bisa menemui Tuan ? Kenapa...kenapa kau melakukan itu..? Da In menangis sampai terduduk di tanah.

Da In sdikit kikuk saat bertemu Won, keduanya ingin bicara tapi saling meminta yang lain bicara lebih dulu. Akhirnya Won minta Da In menjaga Rang karena ia harus bersembunyi dulu untuk beberapa hari. Da In tidak mengerti, tapi Choi Won janji akan mengatakan pada Da In detilnya nanti. Percayalah padaku dan lakukan saja apa yang kukatakan. Apa kau bisa melakukannya?
Choi Won minta maaf, belum lama ini aku bahkan berkata tidak akan melepaskan tanganmu. Da In memotongnya, ia yang seharusnya minta maaf. Lalu Da In heran, apa maksudnya itu? Choi Won tidak mau mengatakan apapun, tidak apa-apa.

Ternyata Choi Won menemui PM Yi Ho malam-malam, ia berniat mengorbankan diri untuk menyelamatkan Chun Bong dan yang lainnya. What?
PM Yi Ho juga tidak setuju, tidak bisa. Hanya demi membuktikan bahwa kau tidak bersalah, coba pikirkan betapa sulitnya kita sampai sejauh ini.
Jung Hwan juga membujuk PM Yi Ho untuk tidak membuat kesepakatan dengan pihak Ratu, bagaimana kita bisa membuat kesepakatan dengan kriminal itu? Kita pasti akan bisa menemukan cara untuk melindunginya dan mengeksekusi orang2 itu.

Choi Won tanya, cara apa tepatnya? tidak mudah baginya untuk membuat keputusan ini, tapi saat ini tidak ada cara lain. Choi Won meraih tangan PM Yi Ho, apa anda masih belum mengerti? Kalau Yang Mulia Ratu tidak bisa digulingkan dan jika anda tidak bisa naik takhta dengan aman, saya juga akan mati.
Saya hanya harus bertahan beberapa hari sampai Yang Mulia Putra Mahkota naik takhta, setelah anda naik takhta..anda bisa mengampuni saya.

PM Yi Ho masih tidak bisa melakukannya. Tapi Choi Won meyakinkan PM Yi Ho, Yang Mulia..saya akan bisa bertahan hidup, hanya jika anda bertahan. Jika Yang Mulia memang menganggap saya sebagai teman, maka lakukan saja apa yang saya katakan. Sebelum waktu itu tiba, saya akan menahan ketidak-adilan ini sedikit lebih lama lagi. Inspektur Lee akan melindungi saya dengan baik, jadi jangan mencemaskan saya.
Tapi dalam beberapa hari ini, saya harus mengandalkan anda untuk melindungi Rang dan Da In.

Jung Hwan mau tidak mau harus setuju, sampai Yang Mulia naik takhta, saya akan bertanggung jawab melindungi Choi Won.

Paginya, Choi Won harus berpisah dengan Rang dan Da In lagi. Choi Won janji akan segera kembali dan Rang ingin bersama ayahnya. Choi Won membujuknya untuk pergi bersama Da In dan Jung Hwan.
Rang akan disembunyikan di istana. Da In membujuk Rang, ayahmu akan segera kembali, jadi hiduplah dengan bahagia bersamaku di istana.
Choi Won minta Jung Hwan menjaga mereka. Jung Hwan mengerti dan minta Won sembunyi di tempat yang sudah ia siapkan. Mereka berpisah. Rang terus saja menoleh dan menangis, ingin ikut ayahnya.

PM Yi Ho membakar semuanya, resep2, surat pengakuan, surat perintah rahasia bunga peoni, dan bahkan daftar nama para patriot pengikut Chun Bong di depan Ratu.

Ratu Munjeong tampak puas, Putra Mahkota..sekarang semuanya telah kembali normal kan? Sesuai dengan perkataan Yang Mulia, saya bisa hidup dan anda juga. Orang2 saya bisa hidup dan orang2 Yang Mulia juga tetap hidup. Jika kita tetap mengikuti persetujuan kita dan membunuh Choi Won, maka hubungan kita akan berjalan dengan lancar.

PM Yi Ho benar-benar marah dengan sikap Ratu. Bagaimana Ratu bisa bersikap segembira ini padahal begitu banyak orang yang sudah menjadi korbannya.
Ratu : Bagaimana saya bisa begitu bergembira? Saya juga merasa dilema, tapi apa lagi yang bisa saya lakukan? Untuk mendapatkan posisi ini, saya harus belajar menikmati penderitaan. Putra Mahkota, anda harus segera naik takhta. Jangan terus bersedih karena mendiang Raja, anda harus segera bangkit.
Ratu pergi.

Kim Chi Young, Yoon Won Hyeong dan Gon Oh dibebaskan. Yoon puas sekali, Yang Mulia Ratu pasti akan membebaskan kita, benar kan? Yoon membanggakan kakaknya, dia memang bukan orang biasa. Jika dia terlahir sebagai pria, ia pasti sudah mengubah hukum di negara ini beberapa kali. Kim Chi Young minta Yoon diam, kita masih ada di Uigeumbu.
Ketiganya melihat Chun Bong dan anak buahnya. Gon Oh ingat pernah melihat Chun Bong bersama Choi Won. Kim Chi Young tahu kalau Chun Bong adalah ketua kelompok patriot. Orang itu yang dipercaya oleh Putra Mahkota? yang benar saja.

Jung Hwan bertemu ketiganya. Yoon Won Hyeong langsung memaki Jung Hwan. Beraninya kau menghalangi jalan Penasehat Kanan!

Jung Hwan dengan dingin menjawab : Tolong ingat tempat ini baik-baik, kalian akan segera kembali ke tempat ini.
Jung Hwan mencubit pipi Gon Oh dengan keras, kau harus kembali menjadi bawahanku lagi, tapi sebelum itu, kau harus memutuskan semua hubungan dengan orang2 busuk itu. Jung Hwan jalan pergi.

Da In menghadap PM Yi Ho dan berterima kasih karena diijinkan tinggal di istana bersama Rang. PM Yi Ho sudah berjanji pada Won untuk melindungi mereka, ia minta maaf karena membuat Choi Won berada dalam situasi seperti ini lagi.
PM Yi Ho : Aku merampas kekasihmu dan ayah Rang. Aku benar2 tidak tahu bagaimana menebus dosa dan membayar kembali hutang ini.

Da In memohon, Yang Mulia anda harus menebusnya. Anda harus naik takhta dengan aman dan menghukum mereka yang menyebabkan tuan Choi seperti ini. Anda juga harus memulihkan nama baik Tuan Choi.
PM Yi Ho janji akan melakukan permintaan Da In.

Kim Chi Young dan Yoon Won Hyeong juga menghadap Ratu dengan gembira. Tapi Ratu memotong kata2 adiknya dan berkata kalau posisi keduanya masih belum benar2 aman. Ratu tidak akan lagi menggunakan perintah rahasia dan ingin mereka mengadakan pertemuan malam ini.

Mereka tanya apa akan merencanakan revolusi dalam pertemuan ini? Ratu ingin menemukan justifikasi, sebuah alasan agar Putra Mahkota kehilangan hak untuk naik takhta. Tinggal tiga hari lagi sebelum PM Yi Ho naik takhta, Ratu ingin Mu Myeong dikirim untuk menangkap kembali pemimpin patriot Chun Bong dan mereka harus mengerahkan pasukan Uigeumbu untuk menangkap buronan Choi Won. Dia harus ditangkap, dia pernah melarikan diri dari penjara 2 kali dan dia adalah kriminal penghianat.

Choi Won bersembunyi di sebuah rumah yang disediakan Jung Hwan. Ia mendengar suara orang dan segera mengecek, tapi tidak melihat siapapun.
Sebenarnya Do Mun ada di sekitar rumah itu dan diam-diam menjaga Choi Won. Do Mun menyadari kesalahannya dan sekarang ia memutuskan berbalik menolong Won.

Gon Oh dengan berani minta Jung Hwan mengatakan dimana persembunyian Choi Won, kriminal penghianat yang tidak termaafkan itu.
Jung Hwan : Jika benar aku sudah menyembunyikannya, kecuali aku sudah gila, apa mungkin aku akan mengatakannya padamu?

Jung Hwan juga dengan tegas menolak perintah untuk menangkap Choi Won lagi. Atasannya marah, apa maksudnya tidak bisa? Apa kau tidak mau mematuhi perintah?
Jung HWan marah, perintah apa yang menyuruh saya untuk menangkap orang yang tidak bersalah? itu omong kosong namanya. Atasan Jung Hwan benar2 naik darah, kau ini..

Jung Hwan : Kriminal yang difitnah dengan tuduhan palsu bukan kriminal namanya. Bukankah mereka yang memfitnahnya adalah kriminal yang sesungguhnya?

Atasan Jung Hwan tidak kehabisan cara, Baik, kalau begitu pergi ke Yangju dan tangkap para bandit itu. Tidak mungkin tidak menyebut para bandit yang sudah menolong Choi Won kabur dari penjara sebagai kriminal kan? Mereka telah berkali-kali melanggar hukum dan menghina Uigeumbu. Bukankah mereka adalah kriminal yang sesungguhnya?
Jung Hwan tidak bisa membantah lagi kali ini. Karena itulah Jung Hwan, yang melanggar hukum memang harus ia tangkap, siapapun itu. Selama dia masih sebagai setan merah.

Jung Hwan pergi ke oase-nya. Danau dimana Woo Young berada. Jung Hwan diam saja, tapi Woo Young menyadari kehadirannya dan menoleh, ia terkejut melihat ekspresi Jung Hwan.
Woo Young tanya apa terjadi sesuatu.

Jung Hwan : Selama bertahun-tahun ini, aku selalu percaya tidak ada pengecualian untuk mereka yang melanggar hukum. Itulah mengapa aku menangkap penjahat demi penjahat. Untuk pertama kalinya, intuisiku salah, yaitu dengan kasus kakakmu. Dan ini akan menjadi yang terakhir. Karena para bandit itu membuat Uigeumbu jadi bahan tertawaan, bukankah aku harus menangkap mereka? itu benar, tentu saja aku harus menangkap mereka.
Setelah mengatakan itu, Jung Hwan langsung pergi. Tanpa menunggu tanggapan Woo Young.


Jung Hwan ingin menemui Won, tapi ia sadar telah diikuti Gon Oh. Jung Hwan tersenyum dingin dan berhasil lolos dari kejaran Gon Oh.

Gon Oh lapor pada Kim Chi Young dan Yoon Won Hyeong. Mereka kesal sekali kenapa bisa seperti ini. Kim Chi Young berpikir, kalau Setan merah menyembunyikan Choi Won, apa dia akan benar2 menangkap para bandit yang membantu Choi Won? Terutama ketua bandit itu, dia bukan orang biasa.
Yoon heran bagaimana Kim Chi Young bisa kenal dengan bandit itu, tapi Kim hanya berkata itu karena ia mendengar banyak rumor. Tapi mereka yakin, kali ini setan merah pasti akan menangkap mereka karena semua bandit itu melanggar hukum. Pemimpin pemberontak itu dan Choi Won keduanya terhubung dengan para bandit itu. Kim Chi Young ingin Gon Oh menangkap pemimpin bandit Geo Chil. Gon Oh mengerti.

Jung Hwan menemui Choi Won. Won langsung menghujaninya dengan pertanyaan, Tuan, apa Rang dan Da In baik-baik saja? Bagaimana Woo Young? Apa yang dilakukan Putra Mahkota?
Jung Hwan : Mereka baik-baik saja.
Choi Won lega, tapi heran melihat ekspresi wajah Jung Hwan. Jung Hwan menjelaskan, ia baru saja menerima perintah untuk membersihkan markas bandit di Yangju.

Choi Won syok, anda tidak boleh melakukan itu. Orang2 itu bukan orang jahat. Dibandingkan dengan orang2 itu, mereka adalah orang sederhana dan baik hati. Tuan tidak boleh melukai mereka.
Jung Hwan : Tapi mereka mencuri upeti untuk negara dan melanggar hukum.

Choi Won mencoba membela mereka, mereka mencuri upeti agar bisa bertahan hidup, ini semua adalah kesalahan penguasa.
Jung Hwan : Meskipun semuanya menyalahkan negara, mereka tidak harus menjadi bandit. Prinsipku adalah menangkap mereka yang melanggar hukum. Aku akan segera pergi ke markas di gunung.

Jung Hwan berbalik. Choi Won berseru, Tuan! Kalau begitu, kenapa anda mengatakan ini pada saya? Jung Hwan diam saja. Apalagi coba, ya agar Won memperingatkan Geo Chil dkk wkk

Mu Myeong tidak membuang waktu, ia memimpin pasukan pembunuh ke arah markas di gunung. Choi Won lari sendiri ke markas bandit diikuti Do Mun secara diam-diam
Jung Hwan memimpin pasukannya sendiri lari ke sana. Gon Oh dan pasukan juga ikut. Semua berlomba menuju markas bandit.

Geo Chil masih belum tahu pergerakan pasukan ke markas ini. Chun Bong mengatakan bahwa Kim Chi Young dibebaskan agar ia dan anggota patriot lain tidak dihukum mati.
Chun Bong : Aku berhutang pada tabib itu, demi membebaskanku, ia tidak bisa membersihkan namanya.
Geo Chil tidak senang mendengarnya. Kkeok Jung murka dan mencengkeram baju Chun Bong, jadi artinya Kim Chi Young tidak dibunuh dan tabib kami harus mendapatkan ketidak-adilan lagi. Apa itu maksudmu?

Chun Bong melepaskan tangan Kkeok Jung, ia minta mereka menunggu 3 hari lagi sampai PM Yi Ho naik takhta dan menyelesaikan semua ini.

Kkeok Jung ingin pergi sendiri tapi Chun Bong menahannya. Sejak Raja mangkat, ibukota penuh dengan konflik, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan situasi politik. Apa kalian ingin mati tragis disana?
Kkeok Jung : Kim Chi Young yang akan mati dengan tragis. Ayah dan ibuku, ibu So Baek, semuanya meninggal di tangan Kim Chi Young!

So Baek masuk dan mendengar kata2 Kkeok Jung, apa artinya itu? Ibuku meninggal di tangan Kim Chi Young? Ayah apa yang dikatakan Kkeok Jung itu benar? bukankah kata ayah, ibuku meninggal karena sakit?
Ayah So Baek panik, y-ya..itu benar, kau cuma salah dengar. So Baek menatap tajam Kkeok Jung, apa itu benar? Apa aku salah dengar?

Kkeok Jung memalingkan wajahnya. So Baek terpukul dan teriak pedih, lihat aku. Lihat mataku dan katakan lagi.
Kkeok Jung belum bisa menjawab, sudah terdengar jeritan dari luar. Geo chil bergegas mengambil palunya dan keluar bersama Kkeok Jung. Chun Bong ikut bersama mereka, tapi So Baek masih syok di dalam rumah.

Mu Myeong dan pasukannya tiba lebih dulu di markas itu. Ia mulai membantai anggota bandit satu per satu.  Kkeok Jung dan Geo Chil mengenali Mu Myeong. Kkeok Jung langsung menyerangnya.
Saat Choi Won tiba di markas bandit, ia hanya melihat kekacauan dengan mayat bergelimpangan. Bahkan Gae Pal Son terbunuh di depan mata Won. Hanya tinggal beberapa orang saja yang berusaha bertahan, termasuk para pemimpin bandit.

Mu Myeong berkelahi dengan Kkeok Jung di loteng kayu, sayang kaki Kkeok Jung terperosok di sebuah lubang. Mu Myeong mendekat dan siap membunuh Kkeok Jung.
So Baek keluar. Ia melihat Kkeok Jung dalam bahaya dan tanpa pikir panjang langsung menyerang Mu Myeong. So Baek bukan lawan Mu Myeong. Ia langsung terdesak. Mu Myeong mengangkat pedang untuk membunuh So Baek. Kkeok Jung teriak histeris.

Tiba-tiba Choi Won muncul dan menerjang So Baek. Keduanya terjatuh ke tanah. Mu Myeong mengincar Choi Won.

Mandate [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16]

Mandate of Heaven episode 17 4.5 5 Beetlebum Tuesday, August 20, 2013 Raja Jungjong menyatakan kebebasan Choi Won. Alasan kenapa aku harus bertemu denganmu sendiri hari ini dan menurut penyelidikanku yang menye...


No comments:

Post a Comment