The Heirs episode 2

 On Monday, October 14, 2013  

Kim Tan menawari Eun Sang menginap di rumahnya. Eun Sang ragu, apa disana lebih aman daripada disini?
Kim Tan mengaku tidak tahu, tapi paling tidak rumahku lebih baik daripada disini.
Eun Sang memutuskan untuk mempercayai Kim Tan dan ikut dengannya. Eun Sang hanya bisa melongo melihat rumah Kim Tan.
Eun Sang mencari keluarga Kim Tan, kemana keluargamu? Apa kau tinggal sendirian disini? Kim Tan mengiyakan.

Eun Sang terkejut, kau ini apa? Apa kau penjual obat terlarang? Eun Sang mengubah gaya bicaranya, apa anda mafia? wkk
Kim Tan : Apa kau yakin aku ini hanya penjual obat terlarang?
Kim Tan jalan semakin dekat ke arah Eun Sang, mendesaknya ke sebuah pintu, melihat Eun Sang dari atas ke bawah, Apa kau yakin kalau orang yang menyita paspormu adalah polisi sungguhan? Apa kau masih memiliki dua ginjal? Hahaha..

Eun Sang ketakutan. Kim Tan ternyata hanya menunjukkan kalau pintu di belakang Eun Sang adalah pintu kamarnya. Panggil aku kalau kau membutuhkan sesuatu. Hee..

Eun Sang istirahat di kamarnya, ia benar-benar kelelahan hari ini, dengan semua kejadian dengan kakaknya. Tapi Eun Sang lapar, akhirnya ia mengendap-endap ke arah dapur.
Kim Tan mendengar bunyi langkah Eun Sang.

Eun Sang mencoba mencari makanan dari kulkas, meskipun semua makanan Barat. Eun Sang makan di tengah kegelapan.
Kim Tan menyalakan lampu, apa yang kau lakukan di tengah kegelapan? Eun Sang tidak berani melihat ke arah Kim Tan, ia minta maaf karena makan tanpa ijin. Eun Sang hanya makan makanan yang sudah kadaluwarsa (what?) dan memberikan uang $5 untuk membayar makanannya.

Kim Tan heran, bagaimana Eun Sang bisa makan makanan seperti ini. Eun Sang jalan pergi. Kim Tan memanggilnya, apa kau tidak akan membersihkan ini?

Eun Sang kembali untuk membersihkan meja. Kim Tan memandanginya, lalu tanya siapa nama Eun Sang.

Eun Sang tidak ingin mengatakannya, ia hanya berterima kasih karena Kim Tan mengijinkannya menginap di rumahnya.
Kim Tan kesal : Namamu panjang sekali.

Kim Tan tidak mendesak Eun Sang lagi, ia minta Eun Sang tidak perlu berterima kasih, karena ia hanya menggantikan minuman bubuk kacangnya, kau akan memberikan itu untuk kakakmu kan?



Seoul
Kim Won ingin pergi ke AS. Sekretaris Yoon lapor, begitu ia pesan tiket, pihak Hotel Zeus langsung telp dan minta Kim Won tinggal di hotel mereka. Kim Won kelihatan kesal, kudengar ia bertunangan dengan CEO Ester Lee dari RS International. Apa dia mulai bersikap seperti pemegang saham utama?
Sekretaris Yoon terkejut dan terhenti. Kim Won menoleh, ada yang salah?

Sekretaris Yoon : Tidak, saya akan menolak tawaran mereka dengan sopan.
Sekretaris Yoon memberikan daftar tamu untuk acara pesta keluarga  Ada 11 orang dan mereka akan datang bersama keluarganya. Ia juga sudah mengirimkannya lewat e-mail.

Won tidak senang, kalau sudah mengirim lewat e-mail, kenapa harus membuang-buang kertas. Sekretaris Yoon berkata, ini kebiasaan yang ia pelajari dari CEO Kim. Ia juga sudah mengatakan perjalanan Won pada CEO Kim.

Won marah, apa kau pikir aku tidak bisa melakukannya sendiri? Itu sebabnya kau melakukannya? Sejak awal aku juga ingin tahu, sebenarnya kau kerja untuk siapa Tuan Yoon? Aku atau ayahku?
Sekretaris Yoon : Pasti untuk Jeguk Group.

Won memperingatkan Sekretaris Yoon untuk mengubah sikapnya, agar Yoon tidak perlu "dibunuh" jika CEO meninggal dunia. (Mengacu pada kebiasaan kuno, jika Raja mangkat, semua pelayannya akan dibunuh.)
Tapi Sekretaris Yoon tidak tampak terancam. Ini membuat Kim Won semakin kesal.

CEO Kim, ayah Kim Tan bertemu mantan istri ke-2nya. Ny. Jung Ji Sook. Tuan Kim minta mantan istrinya menjaga kesehatan, makan makanan sehat, jangan sampai sakit.

Ny. Jung minta Tuan Kim tidak terlalu baik kepadanya. Karena meskipun suaminya baik padanya, ia tetap tidak akan menyingkirkan namanya dari kartu keluarga. Tuan Kim ketawa, ia tidak pernah meminta Ny. Jung mengeluarkan namanya sendiri. Lagipula kau yang sudah membawa ibu Tan ke sini.
Ny. Jung : Apalagi yang bisa kulakukan? Kau membiarkannya bebas diluar, jadi aku harus membawanya masuk dan menyembunyikannya.

Ayah Kim Tan menghela nafas, aku tahu. Semua ini memang salahku.

Ny. Jung tersenyum, baguslah kalau kau mengerti. Aku tidak akan pernah mengubah kartu keluarga. Itu sebabnya aku mengundangnya (Ki Ae) masuk. Agar aku bisa memasukkannya dalam sangkar dan memastikan kalau ia tidak akan bisa melakukan apapun sampai ia mati.

Tuan Kim tersenyum, biasanya orang semakin tua akan semakin murah hati dan semakin terbuka pikirannya, tapi..kau tidak pernah berubah.
Ny. Jung tersenyum, mungkin ini karena aku tidak memiliki anak.

Han Ki Ae, ibu Kim Tan mencoba menguping dari luar, apa sebenarnya yang mereka bicarakan? Lalu ia melihat Won. Ki Ae tersenyum, mereka tidak membicarakan dirimu, hanya aku.
Kim Won tidak menjawab. Ia ingin mengetuk pintu, tapi Ki Ae mendahuluinya. Kim Won disini.

Ki Ae berkata ke Won, ibu Won ada di dalam. Kim Won dengan dingin berkata, ia tidak memiliki ibu di rumah ini. Ki Ae meralat ucapannya, benar, Ajumma yang membesarkanmu. Dan Ajumma ini akan pergi. Ki Ae bergegas pergi.

Kim Won masuk ke ruangan ayahnya, tapi ia tetap dingin. Ny. Jung akhirnya yang menyapa lebih dulu. Lalu ia mengeluh, kenapa kau tidak pernah menyapa lebih dulu? Aku membesarkanmu selama 10 tahun sampai kau berangkat ke AS.
Aku mungkin tidak membesarkanmu karena cinta, tapi aku jelas melakukan yang terbaik untuk membesarkanmu.

Kim Won dengan dingin minta maaf, sudah tumbuh seperti ini, padahal Ny. Jung sudah membesarkannya selama 10 tahun.
Ny. Jung kelihatan kesal dan Tuan Kim menghentikan mereka. Ny. Jung langsung pamit pergi.

Tuan Kim minta Kim Won juga mengajak Tan dalam pertemuan bisnis di Amerika, karena mereka sangat menghargai keluarga. Saat Won akan protes, ayahnya berkata kalau Jeguk belum menjadi perusahaan milik Won.
Ny.Han mendorong Ny.Jung untuk bicara berdua.  Ny. Jung melepaskan diri, apa yang kau lakukan? Aku sibuk.
Ny. Han ingin tahu soal pertemuan Ny. Jung dengan keluarga Rachel, mengapa mereka ingin bertemu? Ia harus tahu karena ini menyangkut keluarga calon besan-nya.

Ny. Jung : Besan? besan siapa? Apa kau lupa kalau Tan adalah putraku?
Ny. Han minta Ny. Jung menghentikannya. Ia yakin Tan akan merasa tidak senang kalau tahu ibunya diperlakukan seperti ini.

Ny. Jung tidak peduli, apa hanya karena kau dipanggil dengan sebutan Nyonya selama beberapa tahun maka sudah membuatmu berpikir kalau kau adalah istri sah dalam keluarga ini? Tapi, selama aku masih hidup, kau hanyalah wanita simpanan suamiku. Apa kau mengerti?
(Jadi sistem keluarga Kim adalah sistem Joseon, istri sah yang berhak disebut sebagai ibu dari anak-anak di keluarga ini.)

Ny. Han merasa terpukul dan ingin telp anaknya.

Kim Tan sibuk menulis lagi, tas milik wanita lain. Rumah wanita lain. Suami wanita lain. Seorang yang tidak bahagia karena ia selalu menginginkan milik orang lain, orang itu adalah....
Kim Tan melihat ponselnya, ada telp dari Ibu.

Eun Sang juga telp ibunya. Ia bohong dan mengatakan bahwa rumah kakaknya besar, dengan halaman rumput yang indah. Eun Sang tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada ibunya. Eun Sang minta ibunya tidak cemas.
Perlahan pintu kamar Eun Sang terbuka. Kim Tan mendengar pembicaraan itu, ia membawa makanan untuk Eun Sang. Kim Tan tertegun, ia kelihatan ikut sedih.
Kim Tan melihat Eun Sang menangis. Ia menghela nafas sebentar lalu memutuskan masuk. Eun Sang terkejut, hei..kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu?
Kim Tan mengetuknya. Eun Sang protes, ini memang rumahmu, tapi urutannya bukan seperti itu.

Kim Tan menyodorkan sepiring club sandwich. Eun Sang menerimanya, terima kasih. Kim Tan menggodanya, tidak perlu terima kasih, ini bagus untuk ginjalmu.
Eun Sang minta Tan tidak bercanda seperti itu lagi, karena mulai menakutkan. Kim Tan komen, Eun Sang pintar berbohong. Ia mengaku mendengar pembicaraan Eun Sang dan senang ada suara wanita dalam rumahnya.

Kim Tan tanya kenapa ada uang $1 di meja. Eun Sang menjawab, itu untuk biaya telp.
Kim Tan : Kau menghabiskan uang seperti air saja.

Eun Sang akhirnya memberikan hiasan gantung Indian-nya pada Kim Tan untuk sewa kamar. Awalnya aku ingin menggantungnya di kamarku, tapi ia memutuskan untuk memberikannya pada Kim Tan.
Kim Tan menerimanya, kau tidak membuangnya kepadaku kan?


Eun Sang ingin merebut hiasannya kembali, Kim Tan mempertahankannya, apa ini?

Eun Sang menjelaskan itu penangkap mimpi. Itu untuk menangkap mimpi yang buruk. Hanya mimpi indah yang akan masuk melalui lubang itu.

Kim Tan nyengir, apa gadis cantik juga termasuk? Eun Sang ingin mengambilnya kembali, tapi Kim Tan sudah merasa senang karena mendapatkan hiasan itu. Ia menyuruh Eun Sang istirahat dan menggodanya lagi, makanlah, itu bagus untuk ginjal.
Eun Sang kesal, hentikan.

Kim Tan benar2 senang mendapat hadiah (pertamanya?) ini. Ia mengambil sandwich bagiannya lalu menggantung hiasan Indian itu di pintu, dekat hiasan surfer boy. Kim Tan tersenyum memandang hiasannya.


Kim Tan jalan dan ingin makan diluar. Ia melihat Eun Sang membuat barikade di pintu kamarnya, tanpa sadar kalau Kim Tan bisa melihat dari sisi luar kamarnya.
Kim Tan awalnya kesal, hei..setelah aku bersikap baik dan memberinya makanan. Kim Tan mengamati Eun Sang.

Eun Sang mulai membuka kausnya, ia ingin ganti baju. Kim Tan jadi tersedak dan melarikan diri. Haha..padahal setiap hari melihat cewek-cewek berbikini, tapi tidak bereaksi. Giliran Eun Sang langsung salah tingkah dia. He's so funny.



Paginya, Eun Sang terbangun dengan kaget. Ia sadar sudah berada di AS. Eun Sang keluar dan menikmati cahaya matahari di California.

Kim Tan bersiap ke sekolah dan melihat Eun Sang. Ia keluar dan menatap Eun Sang dalam-dalam. Eun Sang menoleh dan melihatnya. Ia membungkuk lalu tersenyum pada Kim Tan. Kim Tan seperti blank untuk beberapa saat. I can't take my eyes of you ceritanya wkk.

Eun Sang tanya Kim Tan mau kemana dan lega setelah mendengar Kim Tan akan sekolah. Jadi kau ini siswa internasional. Eun Sang ingin tahu apa sekolah di AS seperti yang ada di film.
Kim Tan menggodanya, sekolah seperti apa? Hogwarts? Eun Sang tersenyum. Kim Tan komen, kau tersenyum lagi. Sepertinya kau biasa tersenyum.

Eun Sang minta Kim Tan menunggunya. Ia ingin ikut keluar bersama Tan, ia ingin mencari kakaknya lagi. Kim Tan mencegahnya, cafe tempat Eun Suk kerja belum buka. Ia minta Eun Sang di rumah saja, sampai ia pulang kuliah. Atau ikut dengannya ke Sekolah, karena Eun Sang pasti ingin tahu.

Eun Sang memutuskan ikut dengan Kim Tan. Kim Tan meminjaminya kacamata hitam. Iklan..iklan.
Eun Sang berkata akan mengulurkan tangan keluar jendela. Kalau Kim Tan merasa malu, katakan saja.

Kim Tan mengijinkan Eun Sang, satu menit saja. Eun Sang mengulurkan tangan keluar jendela dan tampak gembira. Kim Tan tersenyum melihatnya.

Kim Tan mendengarkan pelajaran tapi terus melihat Eun Sang di luar kelas. Profesor menyebut kata-kata dalam bahasa Inggris yang memiliki arti indah. Salah satu yang terindah adalah kata Ibu/Mother. Kim Tan menulis di catatannya, Mother.
Profesor tanya kata apa yang memiliki arti paling sedih. Kita tidak mendengar jawabannya. Kim Tan juga hanya memandangi kata Mother. Mungkin ibu adalah kata paling menyedihkan untuknya.

Eun Sang membaca catatan ibunya, dan disitu hanya ada kata-kata Dry Cleaning. Mungkin itu kata paling menyedihkan untuknya.

Kim Tan tidak mengumpulkan tugas lagi, meskipun Profesor dengan sabar berkata, mungkin saja kau akan menemukan tujuan baru jika kau menyerahkan tugasmu. Kim Tan diam saja.
Kim Tan keluar mencari Eun Sang, tapi Eun Sang tidak ada di bangku taman. Kim Tan tampak cemas. Akhirnya ia melihat Eun Sang memperhatikan dua gadis Korea, mahasiswi internasional dengan wajah sedih.

Kim Tan menemui Eun Sang, kau lihat apa? Eun Sang komen, mereka itu beruntung, anak-anak yang lahir dengan orang tua yang baik. Eun Sang menunjuk brosur pesta, apa siswa Korea mengadakan pesta?
Kim Tan meyakinkan Eun Sang, pesta itu tidak menyenangkan.

Eun Sang masih ingin mencari kakaknya dan ingin pergi sendiri. Kim Tan tidak bisa membiarkannya. Kim Tan memutuskan bolos dan mengantarkan Eun Sang. Kim Tan tidak suka dengan pelajaran berikutnya, Math.
Eun Sang : Aku suka Matematika.
Kim Tan : Kau pasti gila. wkk


Eun Sang dan Kim Tan kembali ke cafe. Ternyata Stella alias Eun Suk telah keluar dari cafe itu. Astaga..
Masalah berikutnya, pacar Eun Suk muncul dan mencarinya, Eun Suk juga sudah mengambil uangnya. Pacar Eun Suk marah pada Eun Sang.

Kim Tan menahan tangan pacar Eun Suk. Ketiganya ribut. Lalu muncul teman-teman pacar Eun Suk, mereka ingin membantu pria itu.

Kim Tan berkata ke Eun Sang, dalam hitungan ke-3. 1..2.. Eun Sang sudah menarik tangan Kim Tan dan lari sekencang mungkin. Kim Tan tampak heran sekaligus senang karena tangannya ditarik EUn Sang haha..

Pria Amrik itu tidak bisa mengejar Tan dan Eun Sang. Kim Tan heran, kenapa kita lari?
Eun Sang : Kau bilang pada hitungan ke-3..
Kim Tan : Aku ingin kau berdiri di belakangku pada hitungan ke-3.

Teman pacar Eun Suk masih mengejar, tapi karena tubuhnya besar, ia tidak bisa mengejar Tan dan Eun Sang. Kim Tan sengaja bicara dalam bahasa Korea pada pria itu.
Eun Sang heran, apa dia tahu bahasa Korea? Kim Tan menggeleng, tidak. Mereka tidak bisa mendengar suaraku. Aku mengatakan itu agar kau tidak ketakutan. Oh so sweet :)

Ponsel Tan berdering, dari Rachel. Kim Tan tidak menggubrisnya lagi. Eun Sang melihat teman pacar Eun Suk masih mengejar. Eun Sang menarik lengan Kim Tan lagi, tapi tanpa sadar Kim Tan mengibaskannya.
Eun Sang tampak malu. Kim Tan merasa bersalah. Ia berkata mendapat telp dari penjual narkotika. Narkotika organik.  Giliran Kim Tan sekarang yang menarik lengan Eun Sang untuk lari.

Rachel kesal karena Kim Tan tidak juga mengangkat telpnya. Begitu ada telp lagi, ternyata dari ibunya. wkk Rachel semakin kesal.
Dari percakapan mereka ketahuan kalau Kim Tan dan Young Do dulu adalah teman baik, tapi sekarang tidak lagi.

Choi Young Do bekerja paruh waktu di hotel ayahnya sebagai tukang cuci piring. Untuk belajar dari tingkat paling bawah. Tapi sikap Young Do jauh dari rendah hati, ia tidak terima saat ditegur managernya. Ia mengancam akan memecat manager itu kalau ia menjadi pemilik hotel ini kelak.

Young Do mendengar bahwa Komisaris Polisi Lee tiba. Ia melepas celemek dan sengaja keluar melayani mereka.

Kali ini adalah pewaris dari trah hukum, keluarga Lee. Keluarga yang terdiri dari Menteri, Kepala Jaksa, Kepala Polisi dan Pengacara. Lee Hyo Sin, pewaris berikutnya ada di situ untuk makan bersama Kakek, Ayah dan paman2nya. Hyo Sin tampak tertekan dan hanya bisa minum air saja. Sementara keluarganya membicarakan soal nilai-nilai Hyo Sin, kuliahnya dan yang lain.

Young Do menemui mereka, keluarga itu sudah saling mengenal. Mereka memuji Young Do.


Young Do sengaja menuang air sampai penuh ke gelas Hyo Sin. Kau kelihatan haus.

Young Do kembali ke kamarnya. Ia tinggal di hotel. Terdengar ketukan, ternyata Hyo Sin. Hyo Sin ingin ke kamar mandi untuk muntah. Hyo Sin stres. Keduanya satu sekolah, hanya saja Hyo Sin lebih senior dari Young Do.
Young Do heran kenapa Hyo Sin membiarkannya tahu soal kelemahannya ini. Hyo Sin membalas, ia tahu lebih banyak rahasia Young Do. (I love secrets)

Kim Tan menunggu Eun Sang membeli kopi. Eun Sang mentraktir Kim Tan Americano. Eun Sang merasa paling tidak harus memiliki kenangan indah saat di Amerika, seperti kopi Americano ini.
Kim Tan : Apa kau yakin kau hanya memiliki kenangan buruk?

Eun Sang : Ya kalau dipikir lagi...
Kim Tan menunggu dengan berharap. Eun Sang mengalihkan pembicaraan, oya, sudah berapa lama kau tinggal di Amerika? Kim Tan kesal. Dia berharap Eun Sang mengatakan kalau dia adalah salah satu kenangan bagus Eun Sang di AS. Hahaha..

Eun Sang melihat beberapa orang yang sedang chatting. Eun Sang sadar, ia bisa mengirim pesan pada Chan Young untuk membantunya. Eun Sang ingin pinjam ponsel Kim Tan, aku harus mengirim pesan pada seseorang yang bisa membantuku pulang.
Kim Tan : Pulang? maksudmu Korea?

Eun Sang mengangguk. Ia menadahkan tangan. Kim Tan seperti enggan mengijinkan Eun Sang mencari bantuan, tapi ia tidak punya pilihan. (mau bilang apa coba? Don't go home? just stay here with me ? wkkk)
Eun Sang langsung kirim pesan ke Chan Young. Id-nya Whitehacker Yoon haha. Eun Sang minta Kim Tan mengatakan padanya kalau temannya membalas.
Kim Tan jadi cemburu, siapa dia? pacarmu? Eun Sang menjawab, dia seorang pria dan seorang teman. Kim Tan usul untuk telp saja langsung. Tapi Eun Sang tidak tahu nomor baru temannya ini, ia juga akan pergi ke satu tempat. Aku tidak tahu dia pergi kemana.

Kim Tan tidak percaya, kau minta bantuan pada orang yang keberadaannya tidak kau ketahui?
Eun Sang : Dia ada di dalam hatiku. Ok? Apa?

Eun Sang memuji Chan Young sebagai teman yang ia hormati. Membuat panas Kim Tan, apa dia melindungi negara ini? Apa dia menemukan Hangul?  Rasa hormat diantara teman?
Kim Tan tanya bagaimana kalau orang itu tidak menjawab. Eun Sang yakin Chan Young akan menjawab. Keyakinan ini membuat Kim Tan kesal dan jalan pergi. Eun Sang mengikutinya, hei..kau mau kemana?

Keduanya pulang naik taksi. Eun Sang terus melirik ponsel Kim Tan, sudah ada jawaban belum? Kim Tan kesal dan menyodorkan ponselnya, belum! Kau yakin kalau kalian memang dekat?
Eun Sang : Kami berteman sejak setengah kehidupanku!
Kim Tan : Apa kalian pacaran?

Eun Sang marah, jangan menuduh yang bukan2 pada temanku. Eun Sang mohon, anggap saja kau membantu orang yang dalam kesulitan. Tolong cek pesanmu dan katakan kalau ada pesan. Dia adalah harapan terakhirku, saat ini. Ok?


Kim Tan mengantar Eun Sang pulang, ia melempar kunci rumahnya. Kau masuk dulu. Aku harus mengambil kembali mobilku karena kita tadi melarikan diri.  Aneh, kenapa tidak sekalian naik taksi ke lokasi cafe? Ambil mobil, baru pulang.

Kim Tan mengecek account sos-med Eun Sang. Kim Tan akhirnya tahu nama Eun Sang. Cha Eun Sang.
Kim Tan membaca semua status Eun Sang. Ia tahu Eun Sang suka film horor, punya banyak pekerjaan paruh waktu dan akhirnya tahu tentang Chan Young. Kim Tan komen, oh jadi kau orangnya? Lalu kelihatan kesal, tidak mungkin mereka hanya teman biasa.
Wajah Kim Tan berubah saat membaca sebuah status lagi, Aku benci melihat ibuku bekerja sekeras itu. Kuharap Jeguk Grup bangkrut.
Polisi mengetuk jendela mobil Kim Tan dan mengembalikan paspor Eun Sang.

Seoul
Lee Bo Na, Jo Myung Soo dan Choi Young Do adalah teman satu genk. Bo Na mengeluh karena Chan Young tidak juga mengangkat telpnya. Myung Soo menggodanya, mungkin Chan Young sudah terpikat cewek AS yang cantik-cantik.
Young Do datang ke markas mereka. Myung Soo menggodanya, hei..kau sudah menyelesaikan tugas paruh waktumu? Young Do membalas, kau beruntung. Sebagai keturunan pemilik firma hukum, kau tidak terlalu cerdas, jadi mereka tidak menuntutmu macam-macam.

Young Do menggoda Bo Na, bagaimana aku bisa berhenti tertarik padamu? Kau cantik sekali. Bo Na duduk tegak, benar. Aku masih memiliki modal kuat.
Bo Na langsung telp Chan Young. Ia lega setelah mendengar suara Chan Young.
Chan Young sengaja mematikan ponsel karena ia ingin belajar. Bo Na sudah mengirim foto selca, saat ia menangis. Ia mendesak Chan Young melihatnya.
Chan Young membuka accountnya dan melihat pesan Eun Sang. Ini memang sulit dipercaya, tapi aku di Amerika sekarang dan aku dalam kesulitan. Aku membutuhkan bantuanmu. Kontak aku saat kau mendapat pesan ini.
Chan Young terkejut dan segera telp Eun Sang, tapi tidak ada jawaban.


Eun Sang mengemasi barangnya dan bersiap pergi dari rumah Kim Tan. Ia mendengar suara orang. Eun Sang berpikir itu Kim Tan. Kau sudah pulang? Cepat sekali. Aku akan pergi sekarang. Tapi kata2nya terhenti saat ia melihat orang di depannya. It's Rachel Yoo.

Rachel tidak senang melihat Eun Sang di rumah Kim Tan, siapa kau? Eun Sang mengenali Rachel, kita pernah bertemu kan, di bandara kemarin.
Rachel : Lalu? siapa kau kenapa kau ada disini?
Eun Sang : Kau sendiri siapa?
Rachel : Aku adalah tunangan pemilik rumah ini.

Eun Sang tidak percaya, bukankah pemilik rumah baru anak SMA? Rachel membenarkan, mereka tunangan tahun lalu, saat berusia 17 th. Rachel marah, sekarang kau yang harus menjawab. Siapa kau? Berapa kali aku harus bertanya kenapa kau disini?

Eun Sang bingung menjelaskannya, ia mendapat masalah sehingga harus menginap semalam disini. Aku baru saja mau pergi.
Rachel : Jadi kau tidur disini?
Eun Sang menggaruk kepalanya, ini sedikit rumit. Di tangan Eun Sang masih ada kunci rumah Kim Tan. Rachel minta Eun Sang diam, lalu ia mendekat, kenapa kunci ini bisa ada di tanganmu?
Eun Sang : Aku menitip barang kepadanya.

Eun Sang ingin segera pergi. Tapi Rachel membanting koper Eun Sang sampai bergulingan dan jatuh ke dasar tangga. Eun Sang marah karena kopernya rusak, tapi Rachel tidak peduli. Eun Sang mengingat kebaikan Kim Tan dan memutuskan tidak akan mencari masalah dengan Rachel, ia hanya ingin pergi.
Rachel tidak membiarkan Eun Sang pergi, ia curiga Eun Sang mencuri sesuatu dan minta Eun Sang membuka kopernya. Eun Sang tersinggung, kalau sudah kubuka dan ternyata tidak ada apa-apa, lalu bagaimana?

Rachel tidak percaya, tidak mungkin tidak ada sesuatu di dalam sana, ya kan?
Eun Sang membuka kopernya. Rachel menumpahkan seluruh isi koper Eun Sang dan yakin tidak ada apa-apa. Ia mencibir melihat isi koper Eun Sang. Rachel yakin sekarang, memang tidak ada apa-apa.

Ia jalan melewati Eun Sang dan menendang sedikit barang milik Eun Sang, singkirkan sampah ini. Sebelum dia kembali. Eun Sang marah tapi tidak berdaya. Ia mengemasi barang2nya kembali dengan menahan tangisnya.

Eun Sang menenangkan diri di tepi pantai, memandang orang AS menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga dan teman mereka. Eun Sang bisa tersenyum sedikit.
Kembali ke Seoul. Bo Na marah karena Chan Young tidak juga meneleponnya, padahal ia sudah kirim foto. Young Do dan Myung Soo menggodanya, seharusnya Bo Na mengirim foto seksi.
Myung Soo berkata kalau Rachel ke AS menemui Kim Tan, seharusnya Bo Na juga. Nama Kim Tan membuat Young Do dan Bo Na kesal, entah kenapa tapi mereka tidak suka mendengar nama Kim Tan.

Eun Sang ingin beli tiket pulang ke Korea tapi ia ingat tidak memiliki paspor dan uangnya juga kurang.
Kim Tan pulang, tidak percaya Eun Sang sudah pergi begitu saja. Ia menginterogasi Rachel. Rachel marah, kita sudah tidak bertemu selama 6 bulan, tapi itu yang pertama kau katakan padaku?
Kim Tan menjawab dengan cepat: Kau bertambah cantik.
Rachel : Aku tahu.

Kim Tan tanya soal Eun Sang lagi. Apa kau mengusirnya? Rachel membenarkan, bukankah itu hak seorang tunangan?

Kim Tan : Kau bilang padanya kalau kita tunangan?
Rachel : Bukankah itu sudah jelas? Kau seharusnya mengatakan itu padanya.

Kim Tan : Kau seharusnya membiarkannya disini, paling tidak aku bisa mengenalkanmu padanya.

Kim Tan kesal, ia jalan ke sofa dan setengah berbaring. Rachel mengikutinya, apa kau tidak tahu aku datang? Kim Tan tahu. Lalu kenapa kau tidak menjemputku? Rachel tanya.

Kim Tan : Terlalu panas
Rachel : Kalau terlalu panas, kau seharusnya pulang ke Korea. Sekarang sudah musim gugur.
Kim Tan : Terlalu jauh.
Rachel : Apa kau tahu bahwa hari ini adalah setahun pertunangan kita?
Kim Tan : Ya.

Rachel tanya kenapa Kim Tan setuju bertunangan dengannya kalau ia bersikap seperti ini kepadanya?

Kim Tan dengan terus terang berkata : Agar aku tidak harus menikah denganmu nanti. Kurasa paling tidak aku harus bertunangan denganmu. (What?)
Inilah Kim Tan, ia selalu pura-pura menurut dan ikut keinginan keluarganya, tapi membelot di saat terakhir.  Tidak peduli meskipun Rachel akan menjadi korban.


Terdengar bunyi bel. Eun Sang datang lagi. Kim Tan langsung keluar. Eun Sang ingin lari saat melihat Tan, tapi Kim Tan mengejarnya. Ia menarik tangan Eun Sang. Kim Tan marah karena Eun Sang pergi begitu saja.
Eun Sang hanya ingin mengambil kartu nama polisi yang menahan paspornya. Rachel keluar dan berkata sudah membuangnya ke sampah di depan sana.

Eun Sang langsung mengibaskan tangan Kim Tan dan lari ke arah tong sampah.

Kim Tan marah pada Rachel, kau membuangnya? Rachel berkata ia bahkan tidak melihatnya. Kim Tan menjelaskan, aku tahu kau pasti kesal. Tapi dia tidak bisa kembali ke Korea gara-gara paspornya ditahan polisi dan ini karena aku.
Rachel : Apa hubungannya denganku?
Kim Tan : Tidak ada hubungannya denganmu, tapi ada denganku. Jadi kau tidak perlu ikut campur!

Kim Tan langsung pergi. Rachel tersinggung, ia masuk ke rumah dengan wajah kesal. Awalnya Rachel ingin pulang, tapi mendengar ada pesan dari ponsel Kim Tan.


Rachel membukanya, ada pesan dari Chan Young untuk Eun Sang, Amerika? Dimana? Aku ada di Amerika juga. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku bisa pergi kesana. Jadi kau harus meneleponku begitu kau mendapat pesan ini. Ini nomorku. Kau harus segera menghubungiku.
Rachel berpikir. Apa dia akan menghubungi Chan Young?

Eun Sang benar2 mengobrak-abrik sampah untuk mencari kartu nama itu. Eun Sang tampak frustasi dengan hidupnya. Kim Tan lari ke arah Eun Sang, tidak ada disana.
Eun Sang kesal dan terus mencari, tidak disini. Tidak ada. Kim Tan terkejut, apa kau menangis/

Eun Sang memang menangis, ia berusaha menahannya. Tapi situasinya  selalu berkembang dramatis. Eun Sang pergi ke AS untuk mencari hidup yang lebih baik tapi aku berakhir di tong sampah lagi. Hidup seperti apa ini?
Kim Tan minta maaf dan menyuruh Eun Sang berdiri. Ia menyerahkan paspor Eun Sang. Eun Sang lega sekali. Ada masalah baru. Ada tiga orang datang dengan taksi dan mencari Kim Tan. Apa-apaan ini, memangnya siapa mereka. Ampun.

Kim Tan menarik Eun Sang sembunyi, tapi tetap saja ketahuan dan harus lari. Preman2 itu mengejar keduanya sampai ke..jalanan Hollywood!
Astaga... ini kacau sekali. Ah sudahlah, anggap saja jaraknya dekat haha

Keduanya terus berlari dan masuk ke bioskop untuk sembunyi. Eun Sang tanya apa Kim Tan benar2 pengedar obat terlarang.

Kim Tan : Hidupku tidaklah seburuk itu sampai aku harus menyia-nyiakannya.
Eun Sang : Lalu kenapa kau dikejar-kejar?
Kim Tan : Lalu bagaimana denganmu?

Kim Tan minta Eun Sang nonton film saja, ia akan istirahat sebentar.
Eun Sang mencoba menonton film, tapi tidak tahu bahasanya. Kim Tan menerjemahkan kata2 wanita di film.

Kim Tan bicara lagi, jika aku ingin mempercayaimu, aku harus tahu siapa dirimu. Eun Sang menoleh, kau tidak tidur?

Kim Tan tidak menerjemahkan lagi : Tapi, kemarin aku bertemu seorang wanita. Namanya Cha EUn Sang.

Eun Sang : Bagaimana kau tahu namaku?
Kim Tan : Tapi sekarang dia ingin tahu soal Cha Eun Sang. Apa mungkin...aku menyukaimu?


Heirs [1]


Notes
Aku ingin tahu kenapa Young Do dan Lee Bo Na memusuhi Kim Tan. Padahal sepertinya dulu mereka berteman. Kehidupan para pewaris ini tidak seindah yang dilihat orang luar. Mereka memiliki segalanya tapi mereka juga dituntut banyak dan mengalami banyak tekanan. Jarang yang benar-benar bahagia.

Aku jadi ingat mendiang Lee Yoon Hyung, pewaris/putri bungsu  Samsung yang bunuh diri karena hubungannya dengan pacarnya tidak disetujui ortunya. Dia gantung diri di apartemen mewahnya di Manhattan. Padahal Yoon Hyung, lulusan Univ NY, cantik, terpelajar dan memiliki segalanya.
Kuharap tidak ada tokoh dalam drama ini yang berakhir seperti Lee Yoon Hyung.

Sementara Cha Eun Sang bagaikan oase di kehidupan Kim Tan. Semoga tidak ada adegan Eun Sang harus menjadi pelayan di rumah keluarga Kim. It just sucks.
The Heirs episode 2 4.5 5 Beetlebum Monday, October 14, 2013 Kim Tan menawari Eun Sang menginap di rumahnya. Eun Sang ragu, apa disana lebih aman daripada disini...


No comments:

Post a Comment