The Heirs episode 5

 On Sunday, October 27, 2013  

Kim Tan mendengar soal anak perempuan salah seorang pembantu yang ikut tinggal di rumah mereka karena keadaan yang mendesak dari ibunya. Ia juga mendengar cerita soal kakak perempuan anak itu yang akan menikah di Amerika dll.
Kim Tan ingin tahu apa gadis itu adalah Eun Sang-nya. Ia mengetik di account SNS Eun Sang. Kau sedang apa sekarang? Cepat jawab! Kim Tan stres sekali menunggu jawaban Eun Sang.

Akhirnya Eun Sang menjawab, aku sedang minum air.
Kim Tan langsung lari keluar kamar, menuruni tangga dengan cepat lalu berdiri di depan pintu dapur. Ia berhenti sebentar. Tampak ragu, apa yang akan ia lakukan kalau itu memang benar Eun Sang? Kim Tan akhirnya menggeser perlahan pintu dapur, ia mengintip dari celah pintu.

Gadis di dapur itu memang benar Cha Eun Sang. Eun Sang minum air sambil mengamati ponselnya. Kim Tan syok melihatnya.
Eun Sang komen, kenapa dia ribut sekali karena ini?

Kim Tan berbalik, ia benar-benar syok. Lalu mengamati Eun Sang lagi. Eun Sang menyimpan ponselnya, mengikat rambutnya lalu mulai membereskan daging untuk besok pagi. Ia membuang air rendaman daging lalu menggantinya dengan yang baru.
Setelah itu Eun Sang mematikan lampu dapur dan keluar dari pintu lain.

Kim Tan kembali ke kamarnya dengan perasaan kacau balau. Ia marah, kesal tapi tidak ada yang bisa ia lakukan. Kim Tan ingat status Eun Sang saat menulis, aku ingin Jeguk Grup bangkrut.
Eun Sang berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Kasihan mungkin sekolahnya jadi lebih jauh sekarang. Kim Tan mengamati Eun Sang, ia seperti meyakinkan dirinya sendiri kalau itu benar-benar Cha Eun Sang.
Kim Tan jalan ke kamar pembantu, ia mengetuk tapi tidak ada jawaban. Kim Tan membuka pintu dan menghela nafas melihat kamar mereka yang sempit dan sumpek penuh barang.
Kim Tan masuk dapur dan membaca pesan Hee Nam di pintu kulkas. Ny. Han masuk, meminta kopi pada ibu Eun Sang tapi terkejut saat melihat Tan, oh ..kau mengejutkanku! Kenapa kau disini?
Tan : Aku haus, Ajumma pergi ke pasar.
Ki Ae membaca pesan Hee Nam dan mengeluh, ia bisa pergi malam hari, apa dia memang pergi di pagi hari?

Kim Tan heran kenapa ia tidak melihat kakaknya beberapa hari ini. Ki Ae tidak mengatakan kalau Won menginap di hotel, ia berkata mungkin Won pergi karena urusan bisnis.

Kim Tan : Kupikir begitu aku kembali ke Korea aku akan bisa melihat kakak setiap hari.
Ibunya tampak geli, astaga..kau ini melankolis sekali. Dia itu sangat membencimu.
Tan : Tapi aku sangat menyukainya.

Ki Ae tanya kegiatan Tan hari ini, ia mengajak anaknya belanja bersamanya. Tan menolak, ia harus pergi ke satu tempat.

Kim Tan pergi ke SMA Jeguk menghadap Ny. Jung Ji Suk, ibunya secara resmi. Saya sudah menyelesaikan proses transfer.
Ny. Jung mengingatkan Tan, jangan bertingkah seperti waktu kau SMP dulu. Aku tidak akan diam saja. Tan mengerti.

Ny. Jung tanya siapa yang memutuskan Kim Tan kembali ke Korea, CEO atau ibumu?
Kim Tan : Ini keinginan saya sendiri.

Ny. Jung menyindir Tan, kau sudah besar sekarang, begitu kau kembali, kau tahu bagaimana mengusir kakakmu keluar. Kudengar kakakmu meninggalkan rumah.
Kim Tan terkejut mendengar ini.

Kim Won bertemu dengan Hyun Joo. Hyun Joo hanya memberi Won waktu selama 20 menit. Won tidak percaya ini. Lalu ia memberikan amplop kecil untuk Hyun Joo, aku menemukan sesuatu yang menarik saat melakukan perjalanan bisnis ke Amerika.

Hyun Joo mengeluarkan barang dalam amplop itu, sebuah tulang burung/ayam (wishbone, tulang furcula, tulang antara leher dan dada burung). Hyun Joo bingung, apa ini?

Kim Won : Wishbone, sesuatu yang disukai orang Amerika. Jika dua orang memegang tulang itu bersama lalu menariknya, orang yang mendapat bagian paling panjang akan mendapatkan apa yang ia harapkan.
Hyun Joo : Ini seperti ssang-ssang bar (es krimnya Park Shi On wkk)

Kim Won justru tidak tahu itu. Hyun Joo  menjelaskan, itu es krim batang yang dijual di supermarket. Hyun Joo minta Won menyimpan tulang itu untuknya, ia belum memiliki keinginan apapun.
Won heran, bagaimana kau bisa tidak memiliki keinginan? Hyun Joo sudah bisa kuliah dan memiliki tempat tinggal, ia juga punya tabungan, jadi..

Kim Won mengeluarkan hadiah yang sesungguhnya, baiklah, kalau begitu ubah saja menjadi jimat keberuntungan. Ini hadiahku yang sesungguhnya. Pakailah ini sebagai jimat keberuntungan.

Hyun Joo : Sepanjang hidupku, aku bertumbuh dengan dukungan dari keluargamu. Sekarang, aku memiliki pekerjaan yang cukup untuk menghidupi diriku sendiri.
Kim Won jadi kesal, dukungan? Apa ini tidak bisa dianggap saja sebagai hadiah?

Hyun Joo ingin segera pergi, kalau ia terlambat mengajar, ia bisa dipecat. Kim Won marah, apa aku buang saja kalung ini? Hyun Joo menghela nafas, ia akan menerima hadiah Kim Won dengan senang hati.
Kim Won : Kau hanya menerimanya dan tidak akan mengenakannya, benar kan?



Kim Won akhirnya berdiri dan mengenakan kalung itu sendiri untuk Hyun Joo. Hyun Joo diam saja, wajah keduanya tampak muram.
Hyun Joo tanya apa kalung ini cocok untuknya. Kim Won mengiyakan, ia mengeluh kenapa sulit sekali bagiku memberikan kalung untukmu?

Realita anak-anak konglomerat, mereka akan menyukai gadis2 biasa sesuai perasaan mereka. Tapi mereka harus menikah dengan pewaris juga, demi semua bisnis mereka.

Kim Won kembali ke hotel dan mendapat pemberitahuan, ada tamu yang menunggu di kamar anda. Won terkejut dan telp Sekretaris Yoon, ini aku. Kapan Ayah datang?
Sekretaris Yoon heran, apa maksud anda? Tuan di rumah saat ini. Kim Won tahu yang menemuinya adalah Kim Tan. Ia tanya pada manager hotel, siapa tamunya?

Manager berkata, katanya dia adalah adik anda. Kim Won marah, di hotel ini, apa kau bisa membiarkan setiap orang masuk ke dalam kamar tanpa penyewanya?

Manager terlihat serba salah, CEO Kim sendiri yang menelepon kami dan minta kami mengijinkan adik anda menunggu di dalam.
Won marah, apa ayahku sendiri yang menelepon? Manager itu membenarkan. Kim Won tidak sudi menemui Tan, ia pergi lagi.

Sementara Kim Tan duduk dalam kamar kakaknya. Ia tampak tegang, tapi Won tidak juga datang. Tan menunggu dan menunggu.
Kim Tan pulang dan makan bersama ibunya. Ki Ae tanya siapa yang ditemui Tan sampai terlambat makan malam. Jam berapa sekarang ini. Ibu Eun Sang masuk menyajikan makanan.
Kim Tan : Gadis yang tinggal disini, apa dia putrinya?

Ki Ae membenarkan, kasihan sekali mereka, jadi aku memperlakukan mereka dengan baik (yang benar? wkk, tapi Ki Ae tidak terlalu sadis memang. Dia juga sadar diri.)
Tan tanya sejak kapan mereka tinggal di rumah mereka. Ki Ae menjelaskan, ajumma sudah bekerja disini selama 3 tahun, tapi kalau putrinya baru saja pindah kesini. Untungnya putrinya bisa berbicara dengan baik.

Lalu Ki ae menyadari anggurnya habis, ia berseru memanggil Eun Sang. Kim Tan terkejut sekali. Saat ibunya berdiri, Tan panik dan sibuk mencari tempat bersembunyi. Hehe ini lucu juga.

Eun Sang masuk ke ruang makan, Ya? Ki Ae minta Eun Sang mengambilkan anggur dari gudang, lalu ia menoleh dan heran, Kim Tan sudah menghilang dari meja! Kemana dia? Eun Sang heran, siapa? Ki Ae menggeleng, sudah biarkan saja. Kau pergi ke gudang anggur dan bawakan aku anggur, apa saja.



Eun Sang jalan kembali ke rumah membawa anggur, karena gelap, ia jalan dengan bantuan senter kecil dari ponselnya.
Tiba-tiba air mancur di taman itu menyala dan semua lampu dinyalakan. Eun Sang heran, tapi ia bisa kembali ke rumah utama dengan mudah. Kim Tan memandangi Eun Sang dari balik pohon, ia menghela nafas.

Sekretaris Yoon minum sendiri di bar, ia memikirkan kata-kata Esther Lee. Lalu memesan alkohol lagi.
Won muncul : Dua gelas lagi, satu untukku.

Kim Won duduk di samping Yoon. Yoon menebak, orang yang menunggu anda di hotel, apakah dia Tan?
Kim Won : Kau dekat dengan Tan, benar kan? Kalau Tan besar nanti dan mengambil alih perusahaan, kau akan bekerja dengannya, benar kan?

Sekretaris Yoon membalas, kalau Tan besar, apa anda akan meninggalkan perusahaan agar Tan bisa mengurusnya?

Won : Kau tidak pernah lengah, baik saat kau sedang mabuk maupun tidak.

Esther Lee masuk ke bar itu bersama Presdir Choi, ayah Young Do. Esther tertegun melihat Yoon. Kim Won menyadari kehadiran mereka dan berdiri. Mereka saling bertukar salam.

Ke-empatnya memutuskan minum bersama. Presdir Choi langsung mengatakan kekesalannya, waktu Kim Won menolak menginap di hotel mereka saat di Amerika. Won berkata lokasi hotel Zeus sangat jauh dari pabrik tempatnya mengadakan pertemuan.

Esther mencoba bicara santai, sudah lama tidak bertemu. Kim Won berkata ia bertemu Rachel saat di Amerika. Esther sudah mendengar itu. Presdir Choi tanya siapa Yoon. Kim Won mengenalkannya dengan resmi, dia Kepala Sekretaris grup kami.
Yoon mengenalkan diri dengan resmi, senang bertemu anda. Nama saya Yoon Jae Hoo.

Presdir Choi langsung merendahkan Sekretaris Yoon, sepertinya kalian sedang tidak mengadakan pertemuan penting. Bagaimana kalau kita minum bersama, hanya diantara kita saja? (Kecuali Yoon)

Presdir Choi juga tanya setelah ekonomi Eropa runtuh, Won ingin melirik pasar mana. Kim Won berkata sebenarnya ia tertarik dengan pasar Afrika, tapi Sekretaris Yoon tidak setuju, terlalu beresiko. Situasi Afrika bisa saja tidak stabil seperti negara2 BRIC (Brazil, Russia, India, Cina. Aku bilang juga sekarang ini harapan satu2nya tinggal Indonesia wkkk)
Presdir Choi : Itu adalah hal-hal yang selalu dikatakan kalangan bawah, mereka tidak memiliki dorongan dan tidak mengambil resiko. Tidak seorang pun dari mereka yang memiliki sikap positif. Seorang karyawan bisa mengatakan seperti itu, berarti ia lancang.

Esther Lee kelihatan tidak enak dengan kata-kata Presdir Choi. Sekretaris Yoon juga tampak kesal. Ia minta maaf untuk keluar menelepon anaknya.
Presdir Choi masih bicara soal hirarki dalam perusahaan. Esther Lee tidak tertarik dan permisi keluar. Presdir Choi kelihatan kesal pada Sekretaris Yoon, dia itu apa sebenarnya? Kenapa dia tidak takut pada apapun?
Kim Won tersenyum, dia adalah orang yang membuat saya marah dan ..selalu melukai saya. Dia adalah orang yang bisa melakukan itu pada anda juga.
Presdir Choi tidak percaya, bukankah dia hanya Kepala Sekretaris? Apa yang bisa ia lakukan dengan posisi serendah itu?

Sekretaris Yoon telp Chan Young, ia akan pulang sebentar lagi. Lalu Yoon menutup ponselnya.
Esther Lee sudah dibelakangnya, ia berkata Presdir Choi memang bukan pria yang sopan. Maaf.

Yoon : Aku juga minta maaf.
Esther Lee heran, untuk apa? Tiba-tiba Yoon mencium Esther Lee.



Eun Sang mengikuti pelajaran bhs Inggris di sekolahnya, guru membahas sebuah text tentang Hollywood.
Eun Sang jadi ingat waktu ia pergi ke Amerika dan bertemu Kim Tan. Guru melihat Eun Sang melamun, ia langsung minta Eun Sang menjawab pertanyaannya.

Eun Sang langsung bisa menjawab dengan benar. Guru akhirnya menyudahi kelas dan keluar. Eun Sang tampak lelah. Temannya heran, apa kau sakit?
Eun Sang : Aku pindah, jadi membutuhkan 2 jam untuk tiba di sekolah dari rumah.  Bangunkan aku kalau guru sudah datang.
(ini seragam Dok Mi? mirip.)

Sekolah selesai dan Eun Sang jalan pulang. Teman-temannya tampak heboh, mereka berkumpul di depan gerbang sekolah. Eun Sang sibuk mengecek jam, ia harus kerja tapi Eun Sang ditarik temannya ke arah itu.

Siapa lagi kalau bukan Kim Tan yang membuat kehebohan. Ia berdiri di dekat mobil mewahnya, mengenakan kaca mata hitam dan melihat ke arah para siswi.
Eun Sang mendekat dan terkejut melihat Kim Tan.

Kim Tan membuka kaca mata hitamnya, semua langsung terpesona wkk. Kim Tan menunjuk Eun Sang, disana. Gadis yang kelihatannya memiliki ginjal sehat..apa kalian bisa mendorongnya kesini?
Semua temannya melihat ke arah Eun Sang dengan heran. Eun Sang akhirnya jalan mendekat ke arah Kim Tan.

Kim Tan nyengir, kelihatannya kau senang melihatku. Kurasa kau sangat memikirkanku.
Eun Sang meralatnya, aku tidak senang melihatmu, aku terkejut. Bagaimana kau bisa disini, apa kau baru datang ke Korea?

Tan berkata ia ingin tahu sesuatu. Ini bukan soal dirimu. Eun Sang tanya, lalu soal apa?
Kim Tan : Aku ingin tahu nomor telp Yoon Chan Young di Korea.

Eun Sang heran, Chan Young? Kenapa? Kim Tan menjawab, ia tertarik padanya.
Eun Sang : Itu sebabnya aku tanya, kenapa kau tertarik?
Kim Tan : Kenapa aku tertarik? Karena dia cantik. Aku hampir mati karena ia tidak juga meninggalkan pikiranku! Wkk

Eun Sang kesal, Jangan tertarik padanya, Chan Young sudah punya pacar. Kau juga mengenalnya, dia mantan pacarmu, Lee Bo Na. Aku pergi sekarang, aku sibuk.

Eun Sang jalan begitu saja melewati Kim Tan. Tan teriak, berhentilah saat aku memintanya dengan sopan.
Tapi Eun Sang terus saja jalan. Kim Tan teriak, hei, berhenti! Kim Tan mendesis kesal.
Eun Sang bekerja seperti biasa. Ia mendapat telp dari Chan Young. Chan Young heran, bagaimana Eun Sang bisa meng-update SNS-nya? Foto apa itu?
Eun Sang bingung, foto? tutup sebentar. Eun Sang langsung mengecek SNS-nya, ia melihat Kim Tan memposting fotonya sendiri, Kim Tan benar-benar tampan.

Eun Sang terkejut, ia kesal sekali. Eun Sang menyadari kalau Kim Tan ada di cafenya. Eun Sang langsung mencari Kim Tan, Kim Tan duduk di salah satu sudut, ia melambai pada Eun Sang.
Eun Sang mendekat, Kau belum keluar dari account-ku?
Kim Tan nyengir, apa kau akan keluar kalau kau jadi aku? Eun Sang marah, pria seperti apa kau ini!

Eun Sang : Sudahlah, tidak perlu keluar. Akan lebih cepat bagiku untuk menghapus account-ku.
Kim Tan berkata sudah siap untuk memesan. Eun Sang minta Kim Tan memesan langsung di counter-nya. Kim Tan pesan, tolong..berikan nomor telp Yoon Chan Young dengan es. Wkk

Akhirnya Eun Sang memberikan nomor Chan Young. Kim Tan heran, dulu waktu di Amerika katanya kau tidak bisa mengingat nomornya, sekarang kau sudah mengingatnya?

Kim Tan langsung menelepon Chan Young. Yoon Chan Young? Oh, ini aku Kim Tan. Ada yang harus kutanyakan padamu. berapa nomor telp Cha Eun Sang? Astaga..
Tapi Chan Young tidak mau memberikan nomor Eun Sang pada Kim Tan. Kim Tan protes, Cha Eun Sang dengan mudah memberikan nomormu padaku!

Eun Sang merebut ponsel Kim Tan, Chan Young-ah aku minta maaf. Nanti aku telp lagi. Eun Sang mengembalikan ponsel Kim Tan.
Kim Tan heran, waktu di Amerika kau sering mengucapkan terima kasih. Saat di Korea kau berbeda. Aku merasa aku mungkin harus mengontakmu, jadi aku ingin nomor telpmu. Eun Sang merasa mereka tidak perlu saling kontak.

Kim Tan : Siapa tahu? "Lihat ke lantai dua", "Berbalik dan lihatlah." Hal-hal seperti itu bisa terjadi.

Eun Sang tidak mengerti. Kim Tan berdiri, apa kau ingin tahu? Lalu dengan cepat Kim Tan merebut ponsel Eun Sang sambil jalan pergi. Eun Sang terkejut, apa yang kau lakukan? Eun Sang mengejar Kim Tan.

Kim Tan mengebel nomornya sendiri dengan ponsel Eun Sang. Ia akan menjelaskan kata2nya nanti pada Eun Sang. Ia janji akan keluar dari account SNS Eun Sang, kita impas sekarang. Aku pergi.
Eun Sang berusaha menghentikan Kim Tan, seperti cara Tan tadi. Berhenti! Aku minta kau berhenti!

Kim Tan langsung telp Eun Sang untuk mengetes, aku akan meneleponmu nanti. Hari ini aku harus menemui seseorang.
Eun Sang : Berapa lama kau tinggal di Korea?
Kim Tan : Kenapa? Apa kau berharap aku tidak pergi?
Eun Sang : Aku ingin mentraktirmu makan sebelum kau pergi.

Kim Tan nyengir, artinya kau adalah orang yang akan membuatku tinggal disini. Eun Sang kesal dan menutup telpnya. Ia jalan masuk ke dalam cafe.


Kim Tan ternyata menemui Sekretaris Yoon dan menemaninya belanja bahan makanan. Apa anda belanja bahan makanan sendiri?
Yoon : Ini jadwal pk 7:30 malam untuk Ayah tunggal sepertiku.

Tan mengeluh, ia ke hotel tapi tidak bisa bertemu kakaknya, ia pasti tahu aku disana. Yoon menjawab, Presiden bukan pria yang mudah. Tan minta maaf pada Yoon, anda pasti merasa tidak enak terjepit di tengah, benar kan?
Yoon berkata ia baik2 saja, lagipula ia bukan orang yang mengikuti perintah.

Kim Tan mengaku tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Yoon mengerti, karena itu bukan kesalahan Tan.
Kim Tan : itu juga bukan kesalahan kakakku.
Yoon : Benar, itu kesalahan ayahmu.

Kim Tan terkejut, lalu ketawa geli. Ayah seharusnya mendengar apa yang baru anda katakan!
Yoon : Tahan keinginanmu untuk melapor padanya, Chan Young masih di SMA Jeguk.

Kim Tan merasa Chan Young beruntung mendapatkan Sekretaris Yoon sebagai ayahnya.
Yoon : Bagi Chan Young, kau yang beruntung karena ayahmu adalah CEO Kim.

Kim Tan pulang, ia memberi salam pada ayahnya. Tuan Kim saat itu sedang menerima seorang tamu. (Ha! ini yang jadi Kepala Bagian Nana di CH.). Setelah Tan pergi, Tuan Kim minta Pak Jung mengeluarkan barang yang dibawanya.
Pak Jung adalah anak buah Tuan Kim yang mengamati Kim Won dan Kim Tan. Ia mengambil foto Won dan Hyun Joo, serta foto Kim Tan bersama Eun Sang di AS. Tuan Kim menghela nafas, aku hanya memiliki dua orang putra, tapi..kenapa mereka seperti ini?

Tuan Kim tanya pekerjaan Hyun Joo. Lalu minta penjelasan soal Eun Sang. Jung lapor, Kejadian di AS itu benar-benar kebetulan. Nona Cha Eun Sang tinggal selama beberapa hari di rumah putra anda.
Tuan Kim : Dia tinggal disana? Hanya mereka berdua?
Jung membenarkan. Lalu memberikan foto saat Kim Tan menemui Eun Sang di sekolahnya. Tuan Kim merasa malu kepada Asisten Jung. Aku tidak membesarkan anak-anakku dengan baik. (Maksudnya? hanya bergaul dengan kalangan atas gitu?)

Ibu Eun Sang membaca formulir untuk kuliah milik Eun Sang. Eun Sang sama sekali tidak memiliki keinginan bidang pelajaran tertentu dan juga tidak berniat kuliah, ia hanya ingin bekerja. Ibu jelas sedih sekali.

Kim Tan jalan-jalan pagi dan kebetulan Myung Soo lewat di depan rumah Kim Tan lalu melihatnya. Ia teriak, Kim Tan? ini benar kau? Hei, Kim Tan!
Kim Tan : Apa aku mengenalmu? Apa aku dulu suka menindasmu?
Myung Soo : Kau tidak ingat?

Kim Tan nyengir, kenapa aku tidak mengingatmu? itu hanya salam. Apa kabar, Jo Myung Soo? Myung Soo kesal, kau ini. Meskipun aku jadi semakin tampan, aku kesal sekali kalau kau tidak ingat aku. Kapan kau datang ke Korea? Apa kau akan disini selamanya?
Kim Tan : Ya, kau lihat aku masih terkena jet-lag dan masih menyesuaikan perbedaan waktu.

Myung Soo hampir terlambat ke sekolah jadi ia harus segera pergi. Myung Soo memastikan satu hal, kau tidak pindah rumah kan? Kim Tan heran, pindah?
Myung Soo : Waktu itu ada seorang gadis yang keluar dari rumahmu. Sudahlah, asal kau tidak pindah, semuanya baik-baik saja. Kita bicara lagi nanti!

Kim Tan jalan masuk ke rumah tepat saat Eun Sang keluar dari rumahnya. Kim Tan kelabakan dan berusaha menyembunyikan diri. Terlambat, Cha Eun Sang sudah melihatnya.
Eun Sang terkejut sekali, K-kau, apa yang kau lakukan disini?

Kim Tan pura2 baru melihat Eun Sang, Oh..Cha Eun Sang. Hei, bagaimana kita bisa bertemu seperti ini? Kau pasti bermimpi melihat naga semalam, benar kan?

Eun Sang : Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau tahu aku tinggal disini?

Kim Tan pura-pura terkejut, kau tinggal disini? Eun Sang panik dan menarik tangan Kim Tan menjauh dari rumahnya sendiri wkk "Kau pikir tempat apa ini? Ikut aku!"
Ada CCTV dimana-mana, mulai di pintu depan. Kim Tan geli, ia heran kenapa mereka harus melarikan diri.

Eun Sang : Ini jam yang kurang tepat, kita mungkin bisa bertemu putra kedua yang tinggal disini. Kurasa ia akan kembali di jam seperti ini.
Kim Tan : Oh, putra kedua yang benar-benar tampan itu?

Eun Sang sadar ia masih memegang tangan Kim Tan, Eun Sang langsung melepaskannya.
Kim Tan geli, ia mengulurkan tangannya, kau bisa terus menyeretku pergi. Eun Sang tanya apa rumah Kim Tan ada di sekitar perumahan ini.
Kim Tan mengiyakan. Eun Sang terkejut, rumah yang mana?

Kim Tan nyengir, kenapa? Kau benar2 ingin tahu dimana rumahku? Kau akan terkejut kalau tahu.
Eun Sang menggeleng, sudahlah. Ia ingin menjelaskan kondisinya, kau sudah melihat kondisiku saat di AS, jadi aku tahu kau bertanya-tanya kenapa aku keluar dari rumah seperti itu.

Kim Tan tidak tertarik, aku tidak ingin tahu. Aku justru ingin tahu hal lain.
Eun Sang : Hal yang lain? Apa?

Kim Tan mencondongkan tubuhnya ke arah Eun Sang, kapan kau akan mentraktirku makan?
Eun Sang : Jika saatnya tiba..
Kim Tan : Kapan itu? Jangan mengatakan "di waktu yang tepat, dalam situasi yang tepat.'
Eun Sang : Katanya kau akan telp, tapi..kau tidak menelepon.

Kim Tan kelihatan sennag, sepertinya kau menunggu telp dariku. Eun Sang jadi malu dan bergegas pergi, aku sudah terlambat!
Myung Soo lari mencari Bo Na, hei, Lee Bo Na! Jangan terkejut. Kim Tan kembali ke Korea.
Bo Na syok sekali dan menutup mulutnya. Myung Soo tidak menyia-nyiakan momen itu dan langsung mengambil moment yang menentukan itu wkk.

Chan Young yang kebetulan ada bersama Bo Na heran, kau kenapa? Bo Na pura2 tidak ada apa-apa, ah aku hanya menyanyi di kepalaku.
Chan Young memancing, dia berkata Kim Tan kembali ke Korea.

Bo Na pura2 tidak kenal, siapa? oh..anak yang kau lihat di LA? Oh tapi aku tidak ingat judulnya, lagu yang kunyanyikan di kepalaku, aku benar2 stres, aku akan pergi dan tanya judulnya dulu, ok? Bo Na langsung lari.

Chan Young mengikutinya, lagu apa? Lie dari GOD? Lie dari Bigbang? atau Lie dari T-ARA? wkk Chan Young tersenyum geli melihat tingkah Bo Na.
Bo Na langsung mencari Rachel, hei, Yoo Rachel! Apa Kim Tan pulang ke Korea? Myung Soo berkata ia melihatnya.
Rachel juga baru mendengar ini, tapi ia pintar menutupinya. Rachel menjawab, memangnya kenapa kalau dia kembali? Jangan ingin tahu keberadaan tunanganku, dan perhatikan saja Yoon Chan Young. Di AS dia main2 dengan gadis lain.

Bo Na : Dia bukan gadis lain, dia teman Chan Young. Pacarku hebat soal telp dan melaporkan semuanya. Tidak seperti tunanganmu. Aku tahu semuanya.
Rachel : Sepertinya kau tahu banyak soal Kim Tan. Apa itu yang dilakukannya, saat ia kencan denganmu?

Bo Na marah karena Rachel mengungkit masa lalu, yang penting, Kim Tan disini atau tidak? Rachel merasa itu tidak ada hubungannya dengan Bo Na.
Bo Na : Apa begitu sulit bagimu mengatakannya kepadaku? Aku takut Kim Tan akan memukuli Yoon Chan Young. Jika aku diputuskan, aku akan menggunakan semua uangku untuk membalas dendam padamu!
Setelah Bo Na pergi, Rachel berusaha menghubungi Kim Tan, tapi tidak ada jawaban.

Rachel bertemu Young Do di dekat lokernya. Young Do tanya apa benar Kim Tan kembali? Rachel kesal, kenapa semua bertanya padaku soal dirinya? ini benar-benar menjengkelkan! Minggir!
Young Do menyindir Rachel, sepertinya adik tiriku juga tidak tahu. Jadi kau merasa kesal. Rachel membalasnya, sepertinya kau takut kalau posisimu dicuri.

Young Do : Tentu saja itu karena aku takut aku tidak akan bisa bertemu dengannya, karena temanku mungkin akan menghindariku.

Ponsel Rachel berdering, dari Kim Tan. Kau meneleponku? Aku kembali ke Korea. Jika kau telp untuk mengecek itu, kau tahu sekarang. Sudah ya.

Kim Tan langsung menyudahi pembicaraan secara sepihak. Rachel tidak mau kehilangan muka dan tetap bicara, jam berapa? Baiklah, kita bertemu nanti.
Young Do langsung tahu kalau Rachel berpura-pura. Rachel berkata akan bertemu Kim Tan sepulang sekolah, apa ada yang ingin kau sampaikan padanya?

Young Do mengejeknya, kurasa kau tidak akan bertemu dengannya. Tapi kalau kau bertemu dengannya, katakan ini, apa ibumu baik-baik saja?
Rachel terlihat bingung dengan kata-kata Young Do.

Tuan Kim minta ibu Rachel duduk sebentar bersamanya, ia tanya berapa lama Ny. Park sudah bekerja di rumahnya. Hee Nam mulai menulis saat Ki Ae masuk ke ruangan itu. Ki Ae panik, ia mengira Hee Nam mengadu soal dirinya.
Tapi Hee Nam menulis : Tuan hanya tanya berapa lama saya bekerja disini.

Ki Ae langsung menjawab, tiga tahun. Dia bekerja dengan sangat baik. Tapi kenapa?
Tuan Kim : Apanya yang kenapa? mengingat temperamen wanita dalam rumah ini, biasanya para pekerja tidak bisa bertahan setahun saja, tapi Ny. Park sudah bertahan begitu lama, dan aku ingin berterima kasih kepadanya untuk itu.

Tuan Kim tanya soal Eun Sang, dan tahu kalau Eun Sang kelas 2 SMA dan selalu ranking 5 di kelasnya. Tuan Kim tampak kagum,  Kau pasti memiliki putri yang pintar.

Tuan Kim ingin mengirim Eun Sang ke SMA Jeguk. Ki Ae langsung protes. Tuan Kim berkata ini hanyalah hadiah sebagai rasa terima kasihnya. Semakin sulit lingkungan anak itu, semakin besar anak itu harus memiliki impian.
Ibu Eun Sang langsung berdiri dan membungkuk berterima kasih.


Eun Sang terkejut saat tahu soal pindah sekolah. Apalagi ibunya sudah mengurus semua dokumen kepindahannya. Bahkan guru Eun Sang juga heran, bukankah sulit masuk ke SMA Jeguk tanpa koneksi? Bagaimana kau bisa masuk ke sana?
Eun Sang syok, SMA Jeguk? Saya? Saya dipindah ke sana? ke SMA Jeguk?

Eun Sang tanya apa yang terjadi pada ibunya dan kesal, meskipun dia masuk karena beasiswa dari CEO Kim, tapi Eun Sang tidak bisa membayar biaya untuk makan dan biaya lain. Kita mungkin tidak bisa membeli seragamnya. Ibu meminta Eun Sang mencari tahu harga seragam Jeguk dan ia akan mengusahakan uangnya.
Eun Sang stres, bagaimana ibu akan melakukan itu? kita tidak perlu membuang tenaga untuk bicara soal yang tidak mungkin.

Eun Sang ingin minta surat pindah yang diambil ibu, ia tidak mau pindah sekolah. Ibu marah dan memukul bahu Eun Sang, kenapa kau tidak mau pergi? Orang lain berusaha keras masuk sana! Dengan kondisi kita, kau tidak bisa masuk ke Universitas, tapi meskipun kau cuma lulusan SMA, jadilah lulusan SMA Jeguk. Katakan saja dulu kau kaya, tapi bisnis ayahmu bangkrut.
Agar orang-orang tidak merendahkan dirimu. Eun Sang ingin protes lagi, tapi Tuan Kim memanggilnya.



Eun Sang bertemu Tuan Kim. Eun Sang berterima kasih tapi ia merasa itu tidak sesuai dengan levelnya.
Tuan Kim minta Eun Sang tidak terburu-buru mengatakan di level mana ia seharusnya berada. Sementara orang lain berusaha untuk meraih sejauh mungkin dan setinggi mungkin, apa kau ingin menghabiskan masa mudamu di dalam kamar pembantu yang kecil dan gelap itu? SMA Jeguk juga memiliki sistem beasiswa yang bisa mengirim siswanya untuk belajar ke LN. Eun Sang tertarik mendengar ini. Belajar ke Luar Negeri?

Tuan Kim : Metode pemilihannya tidak hanya didasarkan pada nilai, dan penilaiannya biasanya pada hal-hal yang tidak terlihat. Melindungi impian generasi muda adalah tugas generasi tua yang memiliki uang lebih. Jadi serahkan padaku.
Young Do pulang ke rumah, ia langsung main dengan rottweiler-nya, hei..kau sudah makan? kapan kau akan bicara? wkk
Pembantunya keluar dan berkata kalau Young Do ada janji, jadi ia tidak menyiapkan makan malam. Sopir datang dan mengumumkan kalau mobilnya sudah siap dan Young Do bisa pergi sekarang. Young Do tidak tahu soal janjinya ini.

Young Do kesal, sepertinya hanya aku yang tidak tahu soal ini. Ia telp Rachel untuk konfirmasi, apa aku akan makan bersamamu?
Rachel : Jangan mengarang alasan dan pergilah tepat waktu. Aku kesal kalau harus menunggumu.

Young Do tidak mau diantar dengan mobil, ia ingin pergi sendiri dengan motor.
Sopir tetap ingin mengantar karena ini perintah Presdir Choi. Young Do mengancamnya, dia akan menggigit kalau aku menyuruhnya. Sopir mengerti dan pergi.

Young Do bicara lagi pada rottweilernya (aku gemes lihat rottweiler wkk), ayah memperlakukanku lebih buruk daripada dirimu, jadi aku seharusnya bersikap seperti dirimu.

Young Do menghadiri makan malam bersama Rachel dan ibunya. Ayah Young Do terlambat datang. Esther komen, ayahmu terlambat. Biasanya ia adalah orang yang tepat waktu.
Rachel : Aku tidak tahu ayah yang mana yang dimaksud.

Young Do menyindir Rachel, oh, jadi ayah biologismu selalu tepat waktu. Ester Lee menghela nafas. (Asal jangan tiba-tiba Rachel adalah anak Sekretaris Yoon saja wkk..just kidding.)

Esther memberikan hadiah untuk Young Do, sebuah kalung anjing mahal, aku melihat kau memiliki seekor anjing di rumahmu. Kudengar kau sangat menyayanginya. Apa kau menyukainya?

Young Do : Kapan ya..mungkin sekitar SMP. Saat ibu lari dan ayah mulai menemui para wanita itu..

 Esther tertegun, para wanita?

Young Do : Aku membeli anjing itu dengan uang yang kuterima dari wanita-wanita yang dikencani ayahku. Dia pintar. Saat aku menyuruhnya menggigit setiap kali para wanita itu datang, dia benar2 menggigit mereka. Bagaimana aku bisa tidak menyukainya?
Rachel marah, hentikan! Young Do menyambung, dia tidak menggigit orang yang memiliki saham kami, jika kau kesal, anda bisa berinvestasi pada saham kami. Rachel teriak lagi, kubilang hentikan!

Ayah Young Do datang, aku terlambat. Apapun yang kukatakan akan dianggap sebagai alasan, jadi kita makan saja dulu.
Esther Lee langsung berkata, bagaimana ini? Young Do ada janji hari ini, jadi kita tidak bisa makan bersama. Ayah Young Do kesal, janji apa? Apa kau tidak punya prioritas?

Rachel ikut membantu Young Do, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ia batalkan, saya juga harus pergi. Rachel berdiri dan mengajak Young Do segera pergi. Young Do menyeringai, ia mengambil kalung anjing dari Esther, aku menyukainya. Keduanya pergi.



Esther Lee tersenyum, bagaimana ini? Sepertinya kita seperti kencan. Baiklah, daripada menjadi Ibu aku akan menjadi seorang wanita. Esther langsung membuka blazernya.
Presdir Choi : Apa kau mau anggur?
Esther tersenyum mengiyakan.

Young Do siap pergi dengan motornya. Rachel menghentikannya, ia minta tumpangan ke butik yang menjual seragam, ia harus beli seragam baru. Young Do harus mengantarnya sebagai balas budi karena Rachel membantunya tadi.
Rachel minta helm. Young Do komen, kau ini mengejutkan. Ia memberikan helm untuk Rachel dan keduanya langsung pergi.

Eun Sang tanya harga seragam SMA Jeguk dan harus menahan nafas saat mendengar harganya, satu juta untuk seragam?
Staf butik meralat, 998 ribu Won (harganya mahal karena dijahit oleh tangan, jadi ingat Joo Won, satu jahitan demi satu jahitan wkk) seragam musim panas lebih murah, 448 ribu Won.
Eun Sang hanya bisa mengangguk lemas. Ia jalan meninggalkan butik dan bertemu Rachel Yoo.

Rachel langsung mendekati Eun Sang, kenapa kau tidak melarikan diri? Eun Sang merasa tidak memiliki alasan untuk lari.
Rachel : Apa kau gila? Kau tidak punya alasan menghindariku? Meskipun Kim Tan kembali ke Korea dan intuisiku jadi kenyataan?

Eun Sang diam saja. Rachel semakin panas, dari reaksimu, sepertinya kau tahu kalau ia kembali ke Korea. Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali, kenapa otakmu tidak bekerja?
Eun Sang : Kau sudah selesai? Kalau begitu aku bisa mengatakan yang kuinginkan sekarang? Jangan bergerak.

Eun Sang mencabut pin nama Rachel. Rachel marah. Eun Sang menegaskan, saat di pesawat, kau mengambil namaku, alamatku, dan telpku..semuanya. Tapi sekarang aku hanya mengambil namamu. Jika kau ingin mengambilnya, telp aku, kau sudah tahu nomorku.

Young Do mengamati keduanya dengan tertarik. Rachel marah besar. Eun Sang jalan pergi. Young Do berdiri di depan Eun Sang, Eun Sang sama sekali tidak berkedip, apa kau adalah pelindungnya?
Young Do mempersilahkan Eun Sang lewat.

Rachel kesal, kenapa kau tidak menghalanginya? Young Do minta Rachel mengakui kalau ia sudah kalah, sudahlah kau beli seragam saja. Pulanglah sendiri, sepertinya aku punya acara baru. Young Do langung pergi.

Eun Sang jalan di sekitar kediaman Kim Tan sambil mencoba telp ke Chan Young. Young Do berhenti di depan Eun Sang. Ia ingin tanya beberapa hal. Apa hubunganmu dengan Kim Tan?
Eun Sang : Tidak ada.
Young Do : Lalu bagaimana dengan Rachel Yoo?
Eun Sang mulai kesal, sama sekali tidak ada hubungan apa-apa. Young Do heran, lalu kenapa Eun Sang mengambil pin nama Rachel dan kenapa Rachel mengambil namamu, alamatmu, dan nomor telpmu?

Eun Sang merasa itu tidak ada hubungannya dengan Young Do.
Young Do : Apa aku terlihat seperti memintamu menjawabku?
Eun Sang : Apa itu dihitung sebagai pertanyaan baru?

Young Do ingin Eun Sang menjawab paling tidak satu dari pertanyaannya dengan benar, karena sepertinya kita di pihak yang sama.
Eun Sang merasa mereka baru saja bertemu tadi. Young Do tersenyum, Apa kau yakin? Aku sudah pernah melihatmu sebelumnya.

Eun Sang : Dimana?
Young Do : Jika aku mengatakannya padamu, apa kau ingin bertemu lagi?
Eun Sang : Tidak.

Young Do tertarik karena Eun Sang bisa membuat Rachel Yoo meradang hanya dalam waktu singkat, kau satu-satunya orang yang bisa melakukan itu selain diriku. Ini benar-benar keahlian yang langka, jadi..
Eun Sang memotongnya, maaf, tapi aku tidak ingin terlibat dengan kalian, jadi tolong, apa kau bisa minggir?

Young Do menoleh ke sekitarnya, aku menghalangi jalanmu?  bukankah kau bisa jalan saja?
Ia melambaikan tangan di sekitar mereka, Wow...jadi aku menghalangi jalan seluas ini. Hehehe...
Eun Sang mendelik kesal dan jalan pergi. Young Do teriak, aku bisa mendapatkan nomormu dari Rachel kan? Young Do memutar motornya dan pergi.

Eun Sang telp Chan Young, ia ingin bertemu Chan Young besok. Besoknya, Eun Sang minta nomor rekening Chan Young. Chan Young geleng kepala, kau ini..aku akan mengirim sms nanti. Kenapa dengan SNS-mu? Apa seseorang membajaknya? Apa kau ingin aku mengurusnya?

Eun Sang ingin Chan Young membantunya untuk hal lain, berikan infomasi tentang SMA Jeguk.
Chan Young heran, informasi apa? Eun Sang berkata ia akan masuk ke SMA Jeguk. Chan Young terkejut mendengarnya.

Eun Sang menjelaskan, majikan ibunya memutuskan memindahkannya ke SMA Jeguk. Ibuku sangat gembira sehingga ia langsung mulai melakukan proses transfer.
Chan Young tidak terlalu gembira mendengarnya, benarkah? 



Eun Sang sedikit kecewa, kenapa reaksimu seperti itu? Itu kan sekolahmu. Chan Young tanya apa Eun Sang ingin sekolah disana.

Eun Sang berkata sejujurnya ia pernah iri pada Chan Young yang bisa sekolah disana, itu adalah sekolah yang bisa menjelaskan semuanya hanya dari namanya saja.
Eun Sang merasa ini kesempatan yang bagus dan ia tidak bisa menolaknya. Tapi, apa aku tidak boleh menginginkannya?

Chan Young menghiburnya, tentu saja tidak apa-apa. Ada banyak hal yang akan berubah dan gagal, tapi tentu saja aku tidak bisa menyangkal, ada dunia yang lebih luas disana.
Selamat datang, Cha Eun Sang.

Eun Sang menghela nafas, sepertinya aku sudah mendapatkan ijin, terima kasih Chan Young.

Kim Tan melihat-lihat gudang anggur, ia menemukan kotak berisi barang-barang miliknya. Tan menemukan buku pemberian Bo Na untuk merayakan hari ke-22 mereka berpacaran wkk. Kim Tan tersenyum geli melihat buku itu.
Eun Sang masuk ke gudang anggur itu. Kim Tan panik dan bergegas sembunyi.


Eun Sang bicara dengan Chan Young di telp, ini aku. Aku sudah mentransfer uang tiket. Aku tidak bisa menambahkan bunganya, maaf ya. Sekarang benar-benar berakhir dengan Amerika, Hal itu benar-benar mimpi musim panas bagiku.
Chan Young sepertinya mengusulkan agar Eun Sang pergi ke Amerika lagi.
Eun Sang : Lagi? Bagaimana aku bisa pergi lagi? Amerika sepertinya terlalu jauh dari kamar pembantuku. Sudah ya, aku telp lagi besok.

Eun Sang menutup ponselnya dan merenung. Kim Tan juga berdiam diri di balik rak anggur.
Eun Sang jalan kembali ke rumah utama, ia melihat semua lampu di taman serta air mancur menyala. Eun Sang komen, apa keluarga ini tidak memikirkan tagihan listrik sama sekali? Mereka menyalakan semua lampu seperti ini lagi.

Ponsel Eun Sang berdering, dari Kim Tan. Eun Sang tersenyum sedikit, lalu mengangkatnya.
Kim Tan : Hello Sydney ..(film horor favorit Eun Sang)
Eun Sang : Apa untuk ini kau mendapatkan nomorku? Sama sekali tidak menakutkan.

Kim Tan minta Eun Sang melihat ke lantai dua. Eun Sang heran, lantai dua apa? Eun Sang melihat ke kamar Kim Tan dan tertegun, ia mengenali hiasan dreamcatcher Indian itu.
Kim Tan : Berbaliklah.

Eun Sang berbalik dan melihat Kim Tan berdiri di depannya. Eun Sang sepertinya bisa menebak, tapi berusaha menyangkal. Kim Tan jalan mendekat.
Eun Sang tanya bagaimana Kim Tan bisa disini.
Kim Tan : Coba pikirkan itu.
Eun Sang : Apa mungkin kau..putra kedua keluarga ini?
Kim Tan membenarkan. Eun Sang syok, ia tanya lagi untuk menegaskan, kau ..kau adalah putra kedua Grup Jeguk? Kim Tan membenarkan.

Eun Sang : Jadi, saat kita bertemu di depan gerbang rumah ini, apa kau tahu bahwa aku tinggal di rumah ini?
Kim Tan : Ya.
Eun Sang : Apa kau tahu, kalau aku tinggal di kamar pembantu di rumah ini? Apa kau tahu?
Kim Tan seperti akan menangis, ya.

Eun Sang langsung berbalik, ia menahan tangisnya sendiri. Eun Sang mulai jalan pergi. Kim Tan memanggilnya, Cha Eun Sang, apa mungkin, aku merindukanmu?
Eun Sang tidak menjawab, ia jalan cepat ke arah rumah sambil menangis. Eun Sang menangis di kamarnya, ia merasa malu, marah, tidak berdaya, putus asa.
Kim Tan juga merenung di kamarnya. Ia juga tidak bisa terus bersembunyi dan menghindari Eun Sang, cepat atau lambat Eun Sang harus tahu bahwa dia memang putra kedua keluarga ini.

Ki Ae masuk membawa seragam SMA Jeguk untuk Kim Tan. Ayahmu berkata kau harus masuk sekolah mulai besok. Ki Ae ingin Kim Tan sungguh-sungguh dalam belajar, putri pembantu kita paling tidak selalu ranking 5 di sekolahnya. Sekarang ia akan pindah ke sekolahmu. Apa kau mau dikalahkan oleh anak itu, sebagai pemilik rumah?
Kim Tan terkejut, apa? Ki Ae menjelaskan, Eun Sang akan masuk ke SMA Jeguk dengan beasiswa dari ayah Kim Tan. Kalau kau melihatnya di sekolah, abaikan saja dia. Saling mengucapkan salam juga harus dilakukan oleh orang dengan status setara.

Kim Tan : Cha Eun Sang...akan dipindah ke SMA Jeguk?

First day at school
Eun Sang tiba di SMA Jeguk, ia melongo melihat deretan mobil yang memasuki halaman sekolah. Rata-rata murid SMA itu datang diantar sopir keluarga. Eun Sang datang dengan baju biasa, ia belum bisa membeli seragam.

Eun Sang mendengar percakapan murid2 Jeguk, gara-gara Jaksa mulai melakukan penyelidikan, sekarang harga sahamku jatuh. Temannya tanya, berapa kerugianmu?
Murid A : 2 Milyar Won.
Eun Sang terbelalak saat mendengar jumlahnya, 2 Milyar Won?



Eun Sang jalan ke dalam sekolah, ia mendengar beberapa siswa bicara dalam bahasa Inggris. Seorang gadis melihatnya, oh my gosh! Why is she not wearing our school outfit? Is she a new student?
Rachel Yoo menyadari kehadiran Eun Sang, ia terkejut. Bo Na dan temannya juga datang, apa yang kau lakukan disini?
Eun Sang : Aku pindah ke sini.
Bo Na terkejut : Pindah? tidak mungkin, bagaimana kau bisa?

Rachel juga mendekat, kau tidak datang untuk mengembalikan badge namaku? Apa pekerjaan keluargamu?
Eun Sang : Keluargamu sendiri, apa pekerjaan mereka?

Rachel Yoo tidak percaya ini. Jo Myung Soo mendekat, oh ada siswa baru. Ia menyambut Eun Sang dengan ramah, halo aku siswa paling keren di Jeguk, Jo Myung Soo.

Eun Sang baru akan menjawabnya saat siswa lain mulai ribut dan lari keluar. Oh siapa itu? Dia kembali ke korea? Benarkah? Dia bahkan mengenakan seragam, sepertinya ia akan kembali sekolah.

Bo Na dan Rachel tukar pandang. Bo Na tampak syok. Rachel membenarkan. Myung Soo langsung lari mencari Young Do. Semua akhirnya keluar, meninggalkan Eun Sang sendiri. Eun Sang kelihatan heran, kenapa kalian..siapa memangnya? Tapi tidak ada yang menggubris Eun Sang, semua keluar.

Kim Tan berdiri di depan gerbang sekolah. Semua siswa keluar mengamatinya, memastikan bahwa itu benar-benar Kim Tan.
Rachel, Bo Na dan Chan Young juga ada. Kim Tan menyapa semuanya, ia melihat ke arah Bo Na, apa kabar, lama tidak ketemu.
Kim Tan ke Rachel : Meskipun kau tidak melotot seperti itu, semua sudah tahu kalau kita bertunangan.

Kim Tan melihat Chan Young : Pacar mantan pacarku, kenapa kau disini? Beasiswa karyawan?
Bo Na kelihatan marah, dia memang seperti itu.

Jauh di atas atap sekolah, Hyo Sin mengamati mereka. Ia tersenyum, Lucifer hadir di sekolah setan. Menarik.
Young Do melihat Tan dan jalan mendekat. Keduanya akhirnya bertemu.  Mereka saling menatap dengan tajam dan berdiam diri, sampai Jo Myung Soo lari ke arah Young Do. Lalu terhenti karena menyadari keduanya sudah bertemu, oh kalian sudah ketemu. Myung Soo mundur.

Kim Tan buka suara, aku merindukanmu, temanku.
Young Do tersenyum dingin, selamat datang.
Kim Tan : Santai saja, aku tidak akan melakukan apapun sekarang.
Young Do : Kita saling menyapa saja, kau akan membuat anak-anak ketakutan.

Tiba-tiba Cha Eun Sang jalan di tengah mereka, ia tidak menyadari sekitarnya karena sibuk mengirim sms ke Chan Young. Chan Young, kau dimana? Aku di sekolah sekarang.
Rachel, Bo Na dan Chan Young tidak percaya melihat ini.

Eun Sang berhenti lalu menoleh, ia melihat Kim Tan dan Young Do berdiri berhadapan. Sementara dia ada tepat di tengah mereka. Ia baru menyadari sekelilingnya. Suasana jadi semakin tegang.

Notes
Astaga, bisa masuk sekolah unggulan seperti Jeguk memang asyik (jadi inget ingredient of a cool class wkk) tapi kalau terjebak di tengah pertempuran para harimau, ngeri juga.


Choi Young Do ternyata lucu, sepertinya karakter Young Do lebih kuat dari Tan.


Aku berharap ada adegan, Eun Sang menjadi guru les Kim Tan. Sepertinya asyik. Ayo Ny. Han Ki Ae, paksa Eun Sang jadi guru les Kim Tan, agar Tan masuk ranking di sekolahnya. Ok?
Lebih bagus lagi kalau tiba2 Eun Sang tinggal bersama Hyun Joo eonni saja, itu akan memudahkan Kim Won dan Kim Tan bertemu. Oh khayalanku, apa akan jadi kenyataan..haha.
The Heirs episode 5 4.5 5 Beetlebum Sunday, October 27, 2013 Kim Tan mendengar soal anak perempuan salah seorang pembantu yang ikut tinggal di rumah mereka karen...


No comments:

Post a Comment