The Prime Minister and I episode 8

 On Monday, January 27, 2014  

Da Jung berusaha mencegah Woo Ri melarikan diri tapi gagal. Woo Ri justru benar-benar lari sampai ke seberang jalan. Da Jung nekad menyusulnya dan tidak sadar kalau lampu sudah berubah menjadi hijau.
Tiba-tiba ada truk yang lari ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Da Jung tidak bisa bereaksi. Untung saat itu, PM Kwon tiba-tiba muncul dan menarik Da Jung ke pinggir. Keduanya jatuh bergulingan di tepi jalan. woo Ri menoleh dan melihat keduanya. Ia tampak syok.

Da Jung terkejut melihat Kwon Yul. Jong Ri-nim, bagaimana anda bisa disini?
Kwon Yul membentak Da Jung, bagaimana kau bisa lari kesana?! Kwon Yul menghela nafas dan menyuruh Da Jung berdiri. Tapi ia meringis kesakitan, sepertinya tangannya terkilir.

Hye Joo sedang mengadakan jumpa pers, mereka akan mengadakan acara Tahun Baru untuk para reporter di kediaman Perdana Menteri. Seorang petugas mendekat dan membisikkan berita kecelakaan pada Hye Joo.
Hye Joo terkejut dan segera mengakhiri jumpa persnya karena Perdana Menteri kecelakaan dan sekarang ada di RS. Hye Joo bergegas pergi.

Para reporter langsung ribut. Hee Chul langsung telp Da Jung, tapi Da Jung juga ada di RS dan tidak bisa bicara di telp. Hee Chul tampak cemas, Da Jung noona terdengar panik, dia pasti sudah ada di RS.
Editor Go membenarkan, mana mungkin dia bisa tenang saat suaminya ada di RS. Editor Go kelepasan bicara dan menyinggung soal PM Kwon yang memasukkan Da Jung ke penjara dengan tuduhan menguntit.

Reporter Byun mencuri dengar dan ia tampak puas karena mendapatkan informasi penting.

Hye Joo tiba di RS, ia kelihatan panik sekali. Da Jung dan In Ho menunggu Kwon Yul selesai diperiksa. Da Jung tampak cemas. In Ho menenangkan Da Jung, meskipun mereka masih harus menunggu hasilnya, tapi tidak akan ada sesuatu yang serius.
Da Jung : Apa yang harus kulakukan?
In Ho : Apa kau cemas?
Da Jung : Tentu saja, dia terluka karena diriku.

Hye Joo lari masuk, mana Perdana Menteri? Dimana Perdana Menteri sekarang? In Ho menjawab, dia sedang diperiksa dengan sinar X, sebentar lagi dia akan kesini.
Hye Joo ingin tahu apa yang terjadi. Kwon Yul jalan masuk, ia tanya kapan mereka datang.

Hye Joo langsung tanya kondisi Yul. Kwon Yul menenangkan Hye Joo, kakiku sakit karena terkilir, aku harus istirahat dan urat jariku tertarik sedikit. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Selama itu Da Jung terlihat menyesal dan cemas, In Ho mengamati ekspresi Da Jung. Sepertinya sadar kalau Da Jung mulai menyukai Kwon Yul.

Hye Joo heran bagaimana jari PM Kwon bisa terluka. Kwon Yul melirik Da Jung, ingat bagaimana tubuh Da Jung menggilas jarinya. Kwon Yul menjawab, ceritanya panjang. Katakan saja ada balok 50 kilo melindas jariku.
Da Jung spontan protes, berat badan saya tidak sampai 50 kilo. Hahaha..

Hye Joo sadar, apa anda terluka karena menyelamatkan Nam Da Jung? Hye Joo melirik Da Jung dengan kesal. Kwon Yul membela Da Jung, tidak seperti itu, tapi..kenapa diluar berisik sekali?

In Ho menjelaskan, para reporter berkumpul setelah mendengar tentang kecelakaan mobil Perdana Menteri. Kwon Yul berkata ini bukan kecelakaan mobil. Ia minta Hye Joo menyingkirkan para reporter di lobi RS dan minta In Ho membatalkan pertemuan Kabinet hari ini, ditunda sampai besok. Keduanya mengerti dan keluar.

Hye Joo jalan keluar, ia tidak mengerti kenapa Perdana Menteri sampai terluka saat menyelamatkan Nam Da Jung. In Ho menjelaskan, ini karena Woo Ri.
Hye Joo : Woo Ri?
In Ho minta Hye Joo tanya pada PM Kwon cerita selengkapnya nanti. Hye Joo heran, kenapa dengan Woo Ri?

Da Jung tinggal berdua saja dengan Kwon Yul. Ia sudah minta Woo Ri pulang ke rumah lebih dulu. Kwon Yul mengangguk. Lalu tanya apa Da Jung baik-baik saja.

Da Jung sudah melakukan pemeriksaan dan katanya ia baik-baik saja. Kwon Yul tampak lega, itu bagus. Da Jung minta maaf, PM Kwon terluka karena dirinya. Kenapa anda datang menarik saya dan jadi terluka?

Kwon Yul : Jadi, apa seharusnya aku membiarkanmu tertabrak truk itu?
Da Jung : Maksud saya, pagi tadi anda berkata kalau saya bukan istri anda yang sesungguhnya jadi saya seharusnya tidak ikut campur.

Kwon Yul membenarkan, tapi meskipun ini pernikahan kontrak, aku sudah berjanji untuk memenuhi kewajibanku sebagai suami. Apa kau sudah lupa?
Aku memikirkan kenapa kau tidak mengatakan soal Woo Ri padaku. Kau melakukan itu karena sudah berjanji untuk memenuhi kewajiban sebagai istri dengan sebaik mungkin. Benar kan?

Da Jung tersenyum, itu..bukan satu-satunya alasan. Kwon Yul heran, apa maksudmu?
Tapi Da Jung tidak bisa menjelaskan perasaannya lebih lanjut karena ada ketukan di pintu. Perawat RS masuk dan memberikan tagihan RS pada Kwon Yul.

Kwon Yul membaca tagihan itu dan terkejut, apa ini? Pemeriksaan kanker payudara, tiroid, kanker servik/leher rahim. Da Jung panik dan ingin mengambil tagihan itu tapi tidak bisa.
Kwon Yul ingin tahu kenapa Da Jung melakukan semua pemeriksaan itu. Da Jung sudah menolaknya, tapi para dokter memaksa, anda tahu pemeriksaan yang penting untuk wanita yang sudah menikah. Jadi..saya tidak punya pilihan.

Kwon Yul pusing, hentikan. Kalau kau bicara terus, aku mungkin membutuhkan pemeriksaan test tekanan darah. Yul memerintah Da Jung segera ganti baju, lakukan dalam satu menit! hahaha

Kwon Yul dan Da Jung jalan pulang. Keduanya memaksakan diri tersenyum di depan para reporter. Da Jung merangkul lengan Kwon Yul. Kwon Yul protes, apa memang harus seperti ini?
Da Jung : Apa anda tidak melihat para reporter? Dan lagi, dokter berkata anda tidak boleh banyak bergerak. Anggap saja saya tongkat penyangga dan bersandarlah pada saya.

Kwon Yul : Tongkat penyangga? apa ada tongkat penyangga yang tidak nyaman seperti ini? Jika kau ingin melakukannya, lakukan dengan benar.
Da Jung kesal, itu karena anda bersandar dengan tidak benar.


Kwon Yul akhirnya mengubah posisi tangannya dan sekarang ia merangkul lengan Da Jung.
Gerakan ini membuat wajah Da Jung berubah, sepertinya jantungnya mulai deg-degan. Kwon Yul jalan tapi Da Jung berhenti. Ia heran, kenapa kau tidak jalan?

Da Jung tampak grogi, saya..saya jalan. Keduanya jalan bersama dan tampak mesra. Hye Joo dan In Ho tampak muram.

Keduanya jalan melewati para reporter tanpa mengatakan sepatah katapun. Hee Chul dan Editor Go teriak2 memanggil Da Jung, tapi Da Jung sama sekali tidak mendengar mereka sampai rombongan PM Kwon masuk ke dalam lift. Editor Go kesal sekali dan kelihatan tidak terima.
Reporter Byun mencoba cara lain dalam menggali berita. Ia pergi ke kantor polisi dan memberikan minuman berenergi untuk petugas.
Byun mengenalkan dirinya dan mencoba mengorek informasi soal Perdana Menteri Kwon Yul.


Man Se muncul di kamar Woo Ri lewat pintu kecilnya, ia mengabarkan kalau ayah sudah pulang. Tapi Woo Ri hanya menoleh dengan pandangan tajam ke arah adiknya.
Man Se menunduk dan pergi, selamat malam Hyung.  Woo Ri menghela nafas, ia kelihatan lega dan menyesal sekaligus.

Kwon Yul dan Da Jung masuk kamar mereka. Da Jung tanya apa Kwon Yul tidak akan menemui Woo Ri. Kwon Yul tampak lelah, ia akan bicara dengan Woo Ri nanti saja.
Da Jung melihat Kwon Yul yang kesulitan membuka jas, ia langsung inisiatif membantu Kwon Yul. Yul menolak, tapi Da Jung tetap ingin membantu, anda terluka gara-gara saya.

Da Jung bahkan ingin membantu melepaskan dasi Kwon Yul. Yul berkata ia bisa melakukannya sendiri, tapi Da Jung tetap ingin membantu. Tidak apa-apa.
Sampai saat Kwon Yul ingin membuka kancing kemejanya, ia benar2 menolak dibantu. Keduanya jadi berebut membuka kancing kemeja haha dan akibatnya kancing kemeja Yul lepas.

Keduanya syok sendiri. Da Jung jadi malu sekali, ia berbalik. Saya tidak melihat apa-apa. Kwon Yul langsung menutupi tubuhnya hahaha
Kwon Yul ngamuk, aku sudah bilang jangan menyentuh tubuhku! Kenapa kau tidak mau mendengar! Kwon Yul menuduh Da Jung genit.

Da Jung tidak terima, ia balik menuduh Kwon Yul berpikiran kotor. Kwon Yul tidak percaya, pikiran kotor? Ia segera menutupi tubuhnya dan mengusir Da Jung.
Da Jung dengan senang hati akan keluar. Saya memang akan ke kamar Man Se! Saya cuma ingin membantu anda. Hehehe ada-ada Tuan dan Ny. Kwon ini.

Hye Joo minum sendiri di bar, ia kelihatan terganggu karena Kwon Yul nyaris celaka gara-gara Da Jung. Hye Joo tidak ingin minum sendiri dan telepon In Ho.

In Ho tidak bisa menemui Hye Joo karena dia sedang ada pertemuan malam ini. Ternyata In Ho bertemu Park Jun Ki.
In Ho merasa kecewa pada Menteri Park yang menyeret mereka sampai seperti ini. Jun Ki tersenyum, kalau ia tahu bahwa Kepala Staf Kang akan datang sendiri, maka ia tidak akan melakukan hal seperti ini.

Jun Ki ingin tahu kenapa In Ho membantunya. Apa alasan kau melakukan ini?

In Ho tersenyum dan berkata, saya sudah mengatakannya. Saya punya alasan pribadi. Apa anda tidak mempercayai saya?
Jun Ki minta bukti. Bahwa Kwon Yul yang kukenal tidak menikahi Nam Da Jung karena ia benar-benar mencintai wanita itu. Bawakan bukti kalau pernikahan Kwon Yul adalah kebohongan.

In Ho tidak bisa melakukannya karena sasarannya adalah Kwon Yul dan bukan Nam Da Jung. In Ho balik tanya, Menteri Strategi dan Keuangan, bukankah anda menikah demi keluarga anda? Hanya karena tidak ada cinta apa artinya tidak ada pernikahan?
Jun Ki : Apa sebenarnya yang ingin kau dapatkan?
In Ho : Saya akan "menutupi" mata Perdana Menteri. Anda, Menteri Strategi dan Keuangan, harus mengikat tangan dan kakinya. Agar dia tidak bisa bergerak seumur hidupnya, dalam kondisi koma. (In Ho ngeri sekali anak ini.)

Ny. Na berusaha mempelajari taktik merayu suami dari buku haha. Ia bahkan sengaja mengenakan lingerie dan parfum untuk Jun Ki. Jun Ki pulang dan heran melihat istrinya. Yoon Hee membuka jubahnya, apa tidak terasa panas disini?
Jun Ki tidak mengacuhkan Yun Hee. Yun Hee berkata ayahnya menyesal dengan semua perkataannya dan minta Jun Ki tidak marah lagi. Jun Ki ingin istirahat dan mengusir Yun Hee keluar.

Yun Hee spontan meneriaki Jun Ki. Jun Ki tanya apa dia harus ke ruang kerjanya. Yun Hee mengalah, baiklah aku keluar. Kasihan juga orang satu ini, pernikahannya juga sepertinya kontrak.
Setelah istrinya keluar, Jun Ki memikirkan kata-kata In Ho dan menghela nafas, dia bukan orang yang mudah dihadapi. Apa sebenarnya tujuannya?

Paginya, Kwon Yul mengamati foto ketiga anaknya. Terutama Woo Ri.

Kwon Yul jalan ke jendela, minum teh sambil merenung. Da Jung mengetuk pintu dan masuk, tapi anehnya Da Jung tertegun melihat Kwon Yul.

Kwon Yul memanggilnya, Nam Da Jung-ssi, kenapa melamun? Ada masalah?
Da Jung sadar, ia tampak grogi, ah tidak..saya memanggil anda untuk sarapan. Da Jung bergegas keluar. Diluar, Da Jung memegang dadanya sendiri, kenapa aku seperti ini?


Da Jung menjahit boneka kodok sambil mengamati Kwon Yul yang siap berangkat ke kantor. Tiba-tiba seperti ada aura cemerlang di sekitar tubuh Yul.
Da Jung mendadak jatuh cinta. Bahkan ada hati dimana-mana. Hahaha she's so cute.

Da Jung sampai tertusuk jarum tangannya karena tidak konsentrasi. Kwon Yul melihatnya. Da Jung tertawa gugup dan segera melarikan diri.

Da Jung pergi ke halaman belakang untuk latihan kendo. Ia mengayun pedang kayu kesana sini. Da Jung bicara sendiri, Nam Da Jung..kau harus fokus. Kau tidak bisa seperti ini. Tetap fokus.

Tiba-tiba Kwon Yul menahan bahu Da Jung dari belakang, bahumu tidak lurus. Yang terutama adalah posisimu, kalau posisimu benar, maka kau sudah belajar setengahnya.
Kwon Yul memperbaiki posisi Da Jung dan berdiri di belakang Da Jung. Ia membantu mengarahkan Da Jung. Gerakkan kakimu satu per satu dengan percaya diri. Da Jung jalan seirama dengan Yul, lalu pada langkah ketiga langsung menebas.  Da Jung harus berusaha menenangkan jantungnya :)

Kwon Yul senang karena Da Jung ingin belajar sesuatu dan meminta Da Jung ikut latihan pagi. Da Jung protes, di tengah musim dingin ini?
Kwon Yul : Apa hubungannya cuaca dengan olah raga?

Da Jung heran, ini hari Sabtu tapi kenapa Kwon Yul pergi kerja. Kwon Yul harus ke Blue House, ia dipanggil Presiden.

Presiden Kim merasa sulit menghentikan proyek pembangunan pelabuhan itu. Itu kan proyek Nasional. Kwon Yul berkata ia tidak minta Presiden membatalkannya, ia hanya minta tidak menghindar jika ada masalah.
Presiden tampak serba salah, aku tahu kalau pembangunan pelabuhan internasional itu menimbulkan banyak masalah, tapi apa yang harus kita lakukan sekarang karena bisnis itu sudah memakan dana miliaran Won...

Tapi bagi Kwon Yul, ada yang lebih penting dari uang. Yaitu kualitas hidup masyarakat. Presiden akhirnya tanya pendapat Kwon Yul sebagai Perdana Menteri.
Kwon Yul ingin memeriksa ulang proyek ini dan pengaruhnya pada lingkungan. Jika ditemukan kebocoran pajak setelah ia melakukan evaluasi ini, Kwon Yul berencana untuk mengalihkan dana pada bagian yang benar-benar membutuhkan.

Presiden : PM Kwon, saat aku mempertimbangkan untuk mengangkatmu ke posisi ini, aku tidak berharap kau membawa masalah ini ke tingkat seperti ini.
PM Kwon : Saya tidak bermaksud membuat masalah, tapi ingin menyelesaikan sesuatu yang salah.

Presiden : Apa kau pikir, saranmu tidak membuatku ada di posisi yang serba salah?
PM Kwon : Saya tahu ini keputusan yang berat untuk anda tapi meskipun demikian, saya sangat berharap anda membuat pilihan yang bijaksana dan tepat di depan sejarah dan masyarakat.

Kwon Yul dan Hye Joo jalan meninggalkan Blue House. Hye Joo tampak menyesal dengan pilihan Kwon Yul, apa menunggu keputusan Blue House adalah cara Perdana Menteri menyelesaikan soal ini? Kalau saja saya tahu..
Kwon Yul : Kalau kau tahu, Kepala Sekretaris Seo, kau tidak akan diam saja..

Hye Joo tanya bagaimana jika Presiden tidak setuju dengan Kwon Yul, apa yang akan anda lakukan?
Kwon Yul bercanda, aku tidak yakin...aku mungkin harus berkemas dan pergi.

Hye Joo mengundang Kwon Yul makan siang bersamanya. Tapi Kwon Yul menolak, ia ingin berkumpul dengan anak-anaknya. Salah satu anakku sedang bermasalah. Hye Joo mengerti.

Hye Joo tanya apa Yul ingin pulang ke rumah. Yul membenarkan dan ingin minta Da Jung menunggunya makan siang. Wajah Hye Joo sedikit berubah, bukankah Nam Da Jung pergi ke RS setiap Sabtu?
Kwon Yul baru ingat tentang itu. Sepertinya ia sedikit kecewa. Ha!

Da Jung menemui ayahnya bersama In Ho. In Ho libur hari ini dan ia datang menjenguk kakaknya jadi keduanya sekalian pergi. Da Jung memberikan makanan untuk Ayah.
Ayah Da Jung heran bagaimana menantu-nya bisa terluka jari kakinya. Da Jung berkata bukan jari kaki tapi jari tangan. Ayah juga cerita, menantunya itu sangat populer sampai ada seorang pria yang terus bertanya padanya bagaimana menantunya bisa bertemu Nam Da Jung dan sebagainya.

In Ho dan Da Jung terkejut. In Ho minta Ayah berhati-hati karena reporter mungkin datang untuk tanya ini atau itu.
Da Jung setuju, Ayah kalau ada orang yang tanya soal Jong Ri-nim dan aku, jangan mengatakan apapun. Ayah kesal, memangnya apa yang harus dirahasiakan? Da Jung minta Ayah mengikuti saja kata-katanya dan mengambilkan buah. In Ho yang membelinya untuk Ayah.

Ayah lupa lagi dan memuji In Ho, kau sempurna sebagai seorang menantu. Kalau kau belum punya pacar bagaimana kalau Da Jung-ku?
Da Jung kesal, Ayah! Ayah baru ingat, oh kau sudah menikah benar kan?

In Ho mengaku, ia tidak punya pacar tapi ada orang yang ia suka. Da Jung dan Ayah menggoda In Ho, benarkah? wanita seperti apa dia? Siapa dia?

Semua tidak sadar kalau tim Scandal News mengamati mereka. Editor Go terbelalak, whoa..sepertinya hubungan mereka bukan hubungan biasa. Editor Go curiga, Kepala Staf seharusnya mengikuti Perdana Menteri, kenapa dia mengikuti istrinya?
Editor Go sudah memikirkan judul yang pas untuk berita di tabloid gosipnya.


Kwon Yul makan siang bersama anak-anaknya tanpa kehadiran Da Jung. Ia melirik ke kursi Da Jung yang kosong dan menghela nafas.
Kwon Yul mencoba bicara dengan anak-anaknya, Kwon Woo Ri, apa kau belajar dengan rajin?
Woo Ri : Ya
Kwon Yul : Apa pelajaran yang paling sulit?
Woo Ri : Tidak ada.

Giliran Na Ra. Kwon Yul tanya soal PR bahasa Inggris yang ia berikan pada anak itu. Tapi Na Ra mengutip nasihat Da Jung, kata Ahjumma PR itu tidak penting. Katanya bagi anak-anak bermain lebih penting.
Kwon Yul syok, apa? Lalu ia menenangkan diri dan membenarkan, memang bermain itu penting, tapi kau harus bermain sambil tetap mengerjakan tanggung jawabmu.

Kwon Yul menoleh ke arah Man Se. Kwon Man Se, kau sedang mempelajari 1000 karakter klasik kan?
Man Se : Ahjumma berkata tidak perlu. Dia berkata kalau anak-anak hanya perlu makan banyak dan tumbuh kuat.

Kwon Yul tidak percaya ini, ia hampir marah. Apa makan hanya satu-satunya hal? Kalau begitu kau harus makan bermacam-macam banchan. Ayah lihat tidak satupun dari kalian menyentuh bayamnya. Semuanya harus makan sayur itu tiga kali. Mengerti?

Tiba-tiba Da Jung imajinasi muncul dan menegur Kwon Yul. Yang benar saja, Jong Ri-nim. Anda bahkan tidak boleh mengusik anjing yang sedang makan. Kalau anda terus saja mengomel seperti itu, mereka berkata itu akan membuat "anjing mengambek."
Da Jung imajinasi juga mengambilkan makanan untuk Kwon Yul. Kwon Yul tanpa sadar mengambil sayur sambil tersenyum. Anak-anak bingung melihat ayahnya. Hahaha

Kwon Yul sadar dan bersikap biasa lagi. Ia mengajak mereka latihan kendo setelah makan siang. Astaga...apa tidak ada kegiatan lain? latihan menari misalnya? (Ini gara2 lihat Lee Beom Seo menari ala Seo Taiji)
Anak-anak menolak ajakan ayah mereka. Woo Ri meninggalkan meja makan dengan alasan tidak enak badan. Na Ra juga menolak dengan alasan harus mengerjakan PR dan Man Se menolak karena tidak mau latihan kendo haha kasihan Jong Ri-nim.
Kwon Yul hanya bisa menghela nafas dan melirik kursi Da Jung yang kosong lagi.


Da Jung mendengarkan keterangan Dokter soal kesehatan ayahnya. Untungnya hasil kemoterapi Ayah tidak jelek. Da Jung tampak lega dan berterima kasih pada Dokter. Ia minta maaf karena tidak bisa sering datang untuk memperhatikan ayahnya.
Dokter juga berkata kalau Perdana Menteri sangat memperhatikan Ayah Da Jung. Dia sering menelepon dan mengetahui jadwal pemeriksaan. Da Jung baru tahu soal ini, ia senang sekali.

Kwon Yul duduk di tempat tidur sambil membaca buku. Ia mengecek jamnya dan bicara sendiri, kapan wanita ini akan pulang? Kwon Yul menghela nafas, kurasa ia akan pulang kalau dia pulang. PM Kwon mulai merindukan Da Jung :)
Editor Go dan Hee Chul kehilangan jejak In Ho, dia pergi kemana? Dia kan bukan hantu. Saat keduanya kebingungan, In Ho muncul di belakang mereka. Editor Go dan Hee Chul tertangkap basah.

In Ho menegur mereka, kalian berdua keterlaluan. Bukankah seharusnya Scandal News tidak boleh seperti itu? Editor Go berusaha menyangkal. Tapi In Ho tahu mereka sengaja menguntitnya dan Da Jung sampai ke RS ini dan bertanya-tanya apa mungkin ada sesuatu diantara mereka. Dia pernah bekerja bersama kalian, bagaimana kalian bisa melakukan ini?
In Ho berkata akan pura-pura tidak melihat keduanya, apa kalian mau perrgi? Atau aku harus memanggil Nam Da Jung?
Editor Go dan Hee Chul langsung pergi daripada berurusan dengan Da Jung haha

Hee Chul sempat berbalik dan minta In Ho merahasiakan ini dari Da Jung noona-nya. In Ho mengira reporter yang bicara dengan ayah Da Jung adalah tim Scandal News.


In Ho bertemu Da Jung diluar RS. In Ho mengambil salju dan melemparkannya ke Da Jung. Da Jung terkejut tapi ia tampak gembira. In Ho nyengir.
Da Jung tanya soal kakak In Ho. In Ho menjawab dengan serius tapi tidak memperhatikan Da Jung. Da Jung diam-diam mengambil salju dan membalas In Ho.


Keduanya jadi perang salju secara impulsif. Sementara itu Kwon Yul masih membaca buku sambil menunggu Da Jung. Ia terlihat bosan.
In Ho dan Da Jung masih asyik main perang salju. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang diam-diam memotret keduanya.
Siapa lagi kalau bukan Reporter Byun dari Goryeo Ilbo yang melakukannya. Jackpot!

Kwon Jong Ri-nim menghabiskan waktu menjahit boneka kodok, sampai jarinya tertusuk jarum karena tidak hati-hati. Kwon Yul sadar, ia heran kenapa ia melakukan ini. Kwon Yul melempar boneka itu.
Ia mengecek jam dan mengeluh karena Da Jung belum juga pulang.


Kwon Yul jalan keluar rumah, pura-pura olah raga padahal sebenarnya ingin mengecek Da Jung. Kwon Yul terkejut melihat Man Se juga berdiri di luar. Mereka benar-benar mirip.
Man Se tanya apa ayahnya keluar untuk menunggu Da Jung. Kwon Yul menyangkalnya, tidak. Aku keluar untuk menghirup udara segar.

Da Jung akhirnya tiba di rumah. Man Se langsung lari memeluk Da Jung. Kwon Yul juga terlihat lega tapi ia heran waktu melihat Da Jung pulang diantar In Ho.

In Ho menemui Kwon Yul dan membungkuk. Kwon Yul heran kenapa Da Jung bisa pulang bersama Chief Kang. In Ho menjelaskan kalau sebenarnya kakaknya juga dirawat di RS yang sama dengan ayah Da Jung. In Ho minta Da Jung pulang bersamanya.
Kwon Yul terkejut, ia baru tahu soal ini. In Ho mengerti dan permisi pulang.

Setelah In Ho pergi, Da Jung tanya kenapa Kwon Yul menunggu diluar seperti ini.

Kwon Yul langsung menyangkal, apa kau pikir aku menunggumu? Sama sekali tidak. Tanya saja pada Man Se, aku keluar untuk menghirup udara segar. Benar kan, Man Se?
Man Se terlihat bengong, ia merasa ayahnya menunggu Da Jung. Kwon Yul langsung masuk ke dalam rumah. Da Jung tampak geli, memangnya aku mengatakan sesuatu?

Kwon Yul dan Da Jung jalan masuk ke kamar mereka. Kwon Yul heran kenapa In Ho tidak cerita kalau kakaknya juga dirawat di RS. Da Jung merasa itu bukan berita bagus, kenapa Chief Kang harus mengatakannya? Ia juga baru mendengarnya dari ayahnya.
Kwon Yul : Benarkah?

Kwon Yul sadar sudah meninggalkan beberapa dokumen di ruang kerjanya. Da Jung yang merasa berterima kasih pada Kwon Yul langsung dengan senang hati mengambilkannya. Ia juga menyiapkan coklat hangat, mengganti tisue di toilet dan membersihkan boneka dari atas tempat tidur. Da Jung melakukan semuanya dengan senang hati.
Kwon Yul heran kenapa Da Jung bersikap patuh sekali kepadanya. Ada angin apa sampai kau patuh sekali padaku?

Da Jung : Saya hanya...ingin bersikap baik pada anda mulai sekarang!
Kwon Yul : Apa?
Da Jung : Saya bercanda. Saya hanya...sedang senang. Apa lagi yang harus saya lakukan, Jong Ri-nim?

Kwon Yul tidak perlu apa-apa lagi, ia ingin tidur dan minta Da Jung keluar. Da Jung ingin membantu Kwon Yul tidur lalu pergi. Kwon Yul terkejut, apa?  membantuku tidur?
Maksud Da Jung, ia ingin membacakan buku untuk Kwon Yul sampai tertidur. Kwon Yul menolaknya dan minta Da Jung keluar saja.

Da Jung mendekati Kwon Yul, anda ingin berbaring sendiri atau saya yang harus membantu anda?
Kwon Yul syok, ia sampai jatuh terduduk di tempat tidur, oh..aku berbaring, aku berbaring. Kwon Yul langsung berbaring dibawah selimut.
Da Jung : Tunggu, apa anda tidak akan ganti baju?

Kwon Yul tidak mau ganti baju, ia menarik selimut dan memilih tidur dengan baju lengkap. Kau bisa mulai.

Da Jung meraih buku di meja seberang dan mulai membaca kisah 1001 Malam untuk Kwon Yul. Kwon Yul mengamati Da Jung dan beberapa saat kemudian, Kwon Yul benar-benar tertidur.

Da Jung berhenti membaca, ia tersenyum lebar melihat Kwon Yul tidur. wah..dia benar-benar tidur. Ini benar-benar efektif. Da Jung mengambil spidol dan menulis pesan di atas perban tangan Kwon Yul.
Da Jung mendekat dan berbisik, terima kasih Jong Ri-nim, karena sudah memperhatikan ayah saya. Selamat malam. Da Jung turun dari tempat tidur lalu jalan berjingkat-jingkat keluar kamar.

Setelah Da Jung keluar, Kwon Yul membuka matanya. Ternyata ia sama sekali tidak tidur. Kwon Yul membaca pesan Da Jung di tangannya lalu tersenyum geli.
Kwon Yul menghela nafas. Sorot matanya lebih serius, ia sepertinya mulai menyukai Da Jung, tapi tidak bisa mengatakannya.

Paginya, Kwon Yul berangkat kerja dilepas oleh Da Jung dan anak-anaknya kecuali Woo Ri. Man Se merentangkan tangan, Appa! tangan Man Se hampir jatuh!
Kwon Yul menghela nafas dan berlutut untuk memeluk Man Se. Da Jung tersenyum melihatnya. Tapi Na Ra tampak cemberut.

Kwon Yul melihat ke arah Na Ra, tapi Na Ra menolak dipeluk. Tidak perlu, peluk saja Man se. Ayah juga hanya pergi ke pertunjukan Man Se. Ayah tidak peduli padaku.
Da Jung langsung menegur Na Ra, Kwon Na Ra, kenapa bicara seperti itu pada ayahmu? Na Ra diam saja wkk

Kwon Yul tanya soal Woo Ri. Da Jung menjawab Woo Ri ada di kamarnya, dia sedang masuk tahap pubertas, anda tahu kan?
Da Jung minta anak-anak memberi salam dengan resmi dan keduanya membungkuk sambil tersenyum, Ayah ..sampai nanti. Kwon Yul tersenyum tipis lalu masuk mobil untuk mulai menjalankan tugasnya. Da Jung memberi semangat pada In Ho juga.

PM Kwon ternyata melakukan sidak pasar. Ia turun ke jalan dan blusukan menemui para pedagang. Kwon Yul mengecek kondisi pasar, bagaimana bisnis anda?
PM Kwon menerima macam-macam laporan masyarakat. Ia sibuk mencatat masalah mereka dan berkomunikasi dengan pedagang.

Kwon Yul melihat pedagang asesoris. Ia mendekat dan membeli sebuah bando pink. Berapa harganya? Bibi itu mengatakan harganya tapi melarang Kwon Yul membayarnya. Kwon Yul tersenyum, tidak..bagaimana saya bisa melakukan itu? Anak saya kelas 5 SD, apa dia akan menyukai ini?
Bibi itu membenarkan dan membungkus bando lucu itu. Kwon Yul melihat jepit pita dan memikirkan Da Jung. Ia juga membeli jepit rambut itu.

In Ho menerima telp dan mengabarkan hasilnya pada Kwon Yul. Jong Ri-nim, Presiden memutuskan untuk mengevaluasi ulang proyek itu. Sepertinya Presiden menggandeng tangan anda. (Artinya Presiden mendukung Yul)
Kwon Yul tersenyum lega. Ia jalan ke mobilnya dan menyapa pers.


Kwon Yul bicara pada media, masyarakat harus menanggung kerusakan dan tanggung jawab akibat kebijakan negara yang salah. Presiden sudah membuat keputusan dan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengevaluasi kembali dengan adil. Kwon Yul bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi.

Park Jun Ki melihat siaran ini dari TV dan jelas tidak suka. Sekretaris Bae menemuinya, ada seorang reporter dari Goryeo Ilbo ingin bertemu.

Reporter Byun sudah ada di depan kantor Jun Ki. Ia menghubungkan semua informasi yang didapatnya. Mulai dari keterangan polisi waktu Perdana Menteri menyeret Da Jung ke kantor polisi, keterangan ayah Da Jung bahwa ia juga baru kalau putrinya kencan dengan PM Kwon dari media. Lalu adegan perang salju antara Da Jung dan In Ho.
Byun menyimpulkan kalau pernikahan PM Kwon dan Nam Da Jung itu penipuan atau ada affair. Ia akan membahas ini dengan Park Jun Ki.

Malamnya terdengar tangisan Man Se dari kediaman PM Kwon. Man Se marah-marah karena ayahnya lupa membelikan hadiah untuknya. Sementara Na Ra dapat oleh-oleh. Man Se lari masuk ke kamarnya sambil menangis. Na Ra geli dan minta ayahnya tidak mencemaskan Man Se.

Kwon Yul menghela nafas dan mengeluarkan jepit pita, ia tampak bingung. Na Ra tanya benda apa itu. Kwon Yul segera menyimpan jepit itu dan berkata bukan apa-apa. Na Ra tersenyum lebar, ia senang mendapat oleh-oleh dari ayahnya.

Da Jung keluar dan heran kenapa tiba-tiba Kwon Yul membelikan Na Ra hadiah. Kwon Yul menjawab, ia hanya jalan ke pasar dan membelinya. Da Jung komen, hadiah itu bagus tapi tolong kurangi pekerjaan rumah untuk anak-anak, mereka sudah memiliki banyak PR.
Kwon Yul minta Da Jung memikirkan tugasnya sendiri dan ingin mengecek laporan Da Jung. Da Jung cemberut, ia jalan mengikuti Kwon Yul ke kantor.


Da Jung menyerahkan jurnal hariannya sambil mengucapkan selamat karena Presiden setuju memeriksa ulang proyek pembangunan pelabuhan itu.
Kwon Yul minta Da Jung memanggil Hye Joo dan In Ho, ia ingin minum bersama mereka. Da Jung langsung semangat, minum-minum? oh, itu asyik sekali. Ia ingin menggabungkan So-Mek (gabungan Soju dan Bir) serta menyiapkan snack.

Kwon Yul berusaha memberikan jepit pitanya untuk Da Jung tapi ia merasa canggung. Kwon Yul menyinggung rambut Da Jung, apa Da Jung tidak kesulitan dengan rambutnya. Pa..pasti kau tidak nyaman memiliki rambut panjang.

Da Jung merasa rambutnya baik-baik saja. Kwon Yul merasa Da Jung harus merapikan rambutnya dengan jepit. Tapi Da Jung tidak suka mengenakan jepit rambut, apa saya masih anak SD?

Kwon Yul jadi tersinggung, ia marah-marah sendiri, sudahlah. Rambutmu mau rapi atau tidak, apa peduliku. Kau mau menjepitnya atau tidak, lakukan sesukamu! Kwon Yul mulai mencari kesalahan Da Jung dan menyuruhnya menulis ulang jurnal hariannya. Kwon Yul mengusir Da Jung.


Da Jung kesal, saya keluar! Da Jung jalan keluar dan ingin marah, tapi ia menenangkan diri. Aku harus sabar..harus sabar. Dia benar-benar aneh hari ini.

Kwon Yul menghela nafas. Ia mengeluarkan jepit pita itu dan heran dengan dirinya sendiri, sebenarnya apa yang kulakukan?
Jun Ki pulang dan memikirkan kata2 Reporter Byun. Byun merasa pernikahan Kwon Yul adalah bohong dan ia memiliki buktinya. Akan ada sesuatu yang menarik dalam konferensi pers besok.
Jun Ki tiba-tiba mendapat panggilan dari Cheong Wa Dae. Presiden ingin bertemu dengannya saat ini juga.

Kwon Yul bersulang bersama Hye Joo, In Hoo dan Da Jung. Kwon Yul memuji stafnya, ia menyesal seharusnya mengajak mereka minum lebih awal, tapi ia tidak terlalu bagus soal ini.

Da Jung komen, anda sadar juga.  Kwon Yul melirik Da Jung wkk.

Kwon Yul menuangkan alkohol untuk Hye Joo, ia minta maaf karena menolak tawaran makan siang dari Hye Joo waktu itu. Hye Joo berkata Kwon Yul tidak perlu minta maaf. Hye Joo melirik coretan tangan Da Jung di atas perban PM Kwon.

Kwon Yul juga memberikan alkohol untuk In Ho, kau sudah bekerja dengan keras Chief Kang. Sulit bekerja untukku kan? In Ho menggeleng dan menjawab sambil melirik Da Jung, sama sekali tidak. Justru sangat menyenangkan.

Da Jung juga mengajukan gelasnya, saya juga, saya juga. Tuangkan segelas untuk saya juga. Kwon Yul tersenyum dan hampir menuangkan alkohol untuk Da Jung. tapi ia berhenti, tidak bisa. Kau tidak boleh minum banyak-banyak. Kalau kau minum seperti ini dan mabuk, siapa yang akan mengurusnya? Benar tidak?
Da Jung : Apa anda pernah melihat saya mabuk?

Kwon Yul mendelik, hei kau. Apa kau sudah lupa kekacauan yang kau timbulkan waktu itu? Da Jung akhirnya mundur dan memilih makan cumi kering saja.


Kwon Yul jadi geli, ia tersenyum melihat Da Jung. Hye Joo melihatnya dan sadar ada sesuatu diantara keduanya. Kwon Yul memutuskan menuangkan alkohol untuk Da Jung setengah gelas dan minta Da Jung minum perlahan.
Da Jung langsung menerimanya dengan gembira.

Hye Joo mengajak Da Jung ke dapur untuk menyiapkan snack lagi. Da Jung terpaksa mengikuti Hye Joo.
Hye Joo tanya bagaimana rasanya hidup dengan Perdana Menteri. Da Jung merasa Kwon Yul adalah orang yang baik dan hebat. Meskipun dia sedikit sulit.

Hye Joo membenarkan, dia memang orang yang sulit. Sejak aku mengenalnya, aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Tidak dalam 20 tahun.
Da Jung terkejut, 20 tahun?

Hye Joo membenarkan, dia sudah kenal Kwon Yul sejak SMP. Sudah lama sekali kan? Meskipun ia seniorku, dia benar-benar sulit, tapi dia orang yang patut dihormati. Sepertinya kau Nam Da Jung, juga sangat menghormatinya seperti aku.
Da Jung : Apa? Aku memang menghormatinya.

Hye Joo : Kalau begitu kau tahu, kau tidak bisa lebih dari itu. benar kan?

Kwon Yul tanya bagaimana kakak In Ho bisa dirawat di Panti rehabilitasi itu. In Ho cerita, kakaknya kecelakaan mobil. Dia sedang bersama wanita yang ia cintai saat kecelakaan.

Kwon Yul tertegun, kecelakaan mobil. Lalu bagaimana dengan wanita itu? In Ho menjawab, wanita itu meninggal.

Kwon Yul : Kasihan sekali.
In Ho menahan tangisnya, saya masih menyesalinya. Saya tidak seharusnya membiarkan dia pergi menemui wanita itu. In Ho memberanikan diri tanya pada Kwon Yul, apa ada sesuatu yang anda sesali, selama anda hidup?
Kwon Yul tertegun, lalu membenarkan. Siapa yang tidak? Semua orang memiliki sesuatu yang tidak bisa disingkirkan.

In Ho ingin tahu apa itu. Kwon Yul tidak menjawab, ia tetap berkata semua orang punya rahasia yang tidak ingin dikatakan pada orang lain paling tidak satu.

Da Jung masuk ke ruangan mereka sambil membawakan snack lagi. Da Jung mencoba bersikap ceria dan minum alkoholnya, tapi pikirannya terganggu dengan kata2 Hye Joo.

Tadi Hye Joo berkata kalau Da Jung tidak boleh memiliki perasaan lebih dari rasa hormat pada Kwon Yul. Hye Joo mengatakan ini karena ia mencemaskan Da Jung. Karena Perdana Menteri tidak akan pernah bisa melupakan istrinya. Tidak peduli seperti apa seseorang mencoba memasuki hatinya, tidak peduli selama apa waktu sudah berlalu. Kau harus mengingat ini karena ini demi kebaikanmu.

Presiden bertemu Jun Ki, ia merasa tidak enak dengan Grup Myung Shim yang bertanggung jawab untuk proyek itu. Presiden minta Jun Ki bicara dengan ayah mertuanya soal masalah bisnis ini.

Jun Ki menenangkan Presiden, saya yakin Presdir Nam tahu kalau memang tidak banyak yang bisa dilakukan. Jun Ki berkata ada yang lebih mengganggunya, ia tanya apa Presiden tidak apa-apa kalau PM Kwon lebih populer di tengah masyarakat daripada Presiden.

Kembali ke kediaman Kwon. Da Jung sudah mulai mabuk dan berkata kalau ia berharap dia tidak harus mengerjakan PR lagi! Menulis tugas 5 lembar setiap hari itu benar-benar sulit. Apa anda bisa mengurangi beban PR saya, Jong Ri-nim?
Kwon Yul : Tidak bisa.
Da Jung cemberut, saya tahu anda akan mengatakan itu.

Da Jung tanya apa harapan Hye Joo untuk tahun baru ini. Hye Joo dengan terus terang berkata, ia berharap pernikahan kontrak ini akan bisa selesai dengan baik. Jadi Perdana Menteri bisa melanjutkan karirnya dan kau juga bisa melanjutkan hidupmu.
Da Jung : Astaga..harapan seperti apa itu? Tapi bagaimana kalau pernikahan kontrak ini tidak berakhir dengan baik? Apa yang akan kau lakukan?

Hye Joo terkejut, apa mungkin kau tidak punya rencana lain untuk masa depanmu? Kau tidak menganggap pernikahan dengan Perdana Menteri sebagai jaminan kan?
In Ho membela Da Jung dan Hye Joo merasa In Ho tidak perlu ikut campur.

Kwon Yul melerai keduanya, aku tidak tahu kapan, tapi setelah pernikahan ini selesai, apapun yang akan dilakukan Nam Da Jung-ssi, aku akan mendukung dan membantunya.
Kwon Yul menoleh ke arah Da Jung, jadi ..kau tenang saja dan temukan tujuanmu secara perlahan. Da Jung tersenyum dan minta Kwon Yul tidak mencemaskannya. Ia akan memikirkan soal itu nanti saja.

Da Jung : Saya akan benar-benar ada untuk saat ini. Mencemaskan hal yang belum terjadi, itu bukan gaya saya.

Da Jung mencoba mengembalikan mood dan tanya apa harapan Chief Kang mereka yang keren, baik dan pintar bahasa Spanyol.

In Ho menatap Da Jung, aku akan menyatakan perasaanku pada wanita yang kucintai. Hye Joo dan Kwon Yul menatap tajam In Ho. Tapi Da Jung dengan polos merasa kagum. Wow!

Hye Joo dan In Ho jalan keluar bersama. Hye Joo menebak, kau ingin mengakui perasaanmu pada Nam Da Jung-ssi, benar kan?
In Ho tertegun. Hye Joo tersenyum, tapi apa boleh buat..hati Nam Da Jung ada di tempat lain.


Da Jung jalan-jalan di halaman, ia merasa In Ho keren karena berani mengakui perasaannya. Da Jung ingat kata-kata Hye Joo bahwa Kwon Yul tidak bisa melupakan istrinya.
Da Jung bicara sendiri, aku tidak bisa mengaku. Tidak akan, aku tidak akan melakukannya.

Kwon Yul muncul, ia melemparkan jaket ke arah Da Jung. Apa yang kau lakukan disini? Kalau kau tidak mau mati membeku, kenapa kau tidak masuk ke dalam? Kwon Yul jalan masuk.
Da Jung memanggilnya, Jong Ri-nim! Apa anda masih mencintai istri anda? Kwon Yul tertegun. Da Jung tanya apa itu alasannya sampai Kwon Yul melarang orang masuk ke ruang piano dan melarang Woo Ri main musik. Dan apa itu alasannya, wajah Kwon Yul sesekali terlihat sedih. Apa karena anda memikirkan istri anda, apa saya benar?
Kwon Yul tidak menjawab. ia jalan masuk.

Da Jung menghapus air matanya. In Ho menemui Da Jung lalu keduanya olah raga bersama untuk menghilangkan pengaruh alkohol.
Da Jung berkata kalau wanita yang disukai In Ho itu sangat beruntung. Wanita itu bisa mendapatkan cinta pria sebaik In Ho.

In Ho ingin mengatakan soal wanita yang ia sukai pada Da Jung. Da Jung tertarik, siapa dia? Wanita seperti apa dia?
In Ho : Wanita yang kusukai itu aneh dan lucu.
Da Jung : Ah..itu mirip aku.

In Ho menatap Da Jung, sejujurnya aku tidak mempunyai alasan untuk tertawa setelah kecelakaan yang menimpa Hyung-ku. Tapi orang itu membuatku tertawa. Karena orang itu, aku sering tertawa dan karena orang itu aku merasa bahagia. Tapi anehnya aku tidak lagi merasa bahagia meskipun aku melihat orang itu. Hatiku terasa sakit.
In Ho ingin mengatakan identitas orang itu pada Da Jung. Orang itu..orang yang kusukai itu...

Da Jung mulai mengerti maksud In Ho dan berusaha melarikan diri, kalau dipikir..ini sudah malam. Aku akan mendengarnya nanti saja Chief Kang. Da Jung berbalik, ia ingin masuk ke dalam.
In Ho mengejarnya dan langsung memeluk Da Jung dari belakang. Orang yang kusukai adalah kau, Da Jung.

Da Jung lari ke dalam, ia minum alkohol untuk menenangkan diri.

Kwon Yul masuk ke ruang piano. Ia berdiri di dekat piano dan mengingat pertanyaan Da Jung soal istrinya.

Kwon Yul membuka tutup piano dan ingat saat ia menerima foto-foto istrinya bersama seorang pria yang ternyata kakak In Ho. Beberapa saat kemudian, Na Young mengalami kecelakaan mobil. Kwon Yul menghela nafas lalu jalan keluar.

Kwon Yul menemukan Da Jung tertidur di meja dapur, mabuk. Kwon Yul berusaha membangunkannya, Nam Da Jung-ssi, Nam Da Jung-ssi. Kwon Yul geleng kepala melihat Da Jung menghabiskan alkohol sebotol penuh.
Da Jung tidak bangun juga. Kwon Yul akhirnya menarik kursi dan duduk di seberang Da Jung. Da Jung bergumam, Jong Ri-nim...

Kwon Yul bicara dalam hati : Nam Da Jung-ssi, apa yang harus kulakukan dengan dirimu? PRku ....adalah kau.
PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7]


Notes :
Ep 7 dan 8 ditutup dengan kesadaran dalam hati dua tokohnya. Ok, Na Young ternyata punya hubungan rahasia dengan kakak In Ho. Sementara In Ho mengira Kwon Yul yang bertanggung jawab atas kecelakaan mobil itu, pasti In Ho salah paham.

Jong Ri-nim benar-benar populer hehehe
The Prime Minister and I episode 8 4.5 5 Beetlebum Monday, January 27, 2014 Da Jung berusaha mencegah Woo Ri melarikan diri tapi gagal. Woo Ri justru benar-benar lari sampai ke...


No comments:

Post a Comment