Bridal Mask episode 13

 On Monday, October 1, 2012  

It's still in Chuseok's mood and I found Joo Won in pink hanbok. So I have to share it xixixixi

Gaksital dan Shunji bertarung. Mok Dan yang masih bebas mengambil pistol Shunji dan menembak ke udara. Shunji dan Kang To terkejut, keduanya diam.
Mok Dan jalan ke arah Gaksital dan keduanya melarikan diri. Shunji murka.


Gaksital menurunkan Mok Dan di tengah hutan. Mok Dan tiba-tiba memeluk Kang To (well..Gaksital tepatnya). Ia menangis.
Kang To membelai kepala Mok Dan, ia juga menangis.
Mok Dan : Saya sangat senang bisa bertemu anda sebelum pergi.

Dalam hati Mok Dan berkata, Tuan Muda, meskipun saya harus pergi saat ini karena ayah, saya akan berdoa. Berdoa..bahwa kita akan bertemu lagi satu hari nanti. Saat waktu itu tiba, saya akan melihat wajah anda, yang pasti sudah banyak berubah.

Kang To menjawabnya dalam hati : Boon, meskipun aku membiarkanmu pergi saat ini, kumohon tetaplah hidup. Tidak peduli dimana atau apapun yang kau lakukan. Aku pasti akan menemukanmu. Dan saat itu, aku akan melindungimu.


 Kang To melepaskan Mok Dan dan keduanya saling memandang. Kang To jalan pergi. Mok Dan menahannya. Kang to mencium dahi Mok Dan.
Saat Mok Dan membuka mata, Kang To sudah pergi.

 Shunji melihat surat Mok Dan untuk Gaksital dan ingat saat Mok Dan mengarahkan senjata padanya lalu memilih Gaksital. Lalu saat Gaksital membunuh kakaknya. Shunji meremas surat itu dan berdiri dengan marah.
Koiso masuk dan lapor mereka gagal menemukan Gaksital, meskipun mereka sudah mencari sampai ke gunung. Mereka tetap tidak menemukan Gaksital dan Mok Dan.

Shunji : Sato Hiroshi, apa tidak ada kabar darinya?
Koiso : Lee Kang To? Saya belum melihatnya sejak dari beberapa waktu lalu.

Shunji tanya apa Koiso masih belum menemukan Kang To. Koiso lapor ia mendengar kabar dari manager Song dari penginapan Gyeong Seong kalau Kang To pergi ke sana pagi ini.
Shunji terkejut, apa? pagi ini?

Koiso membenarkan, bahkan Kang To tidak mengijinkan satu anggota sirkus pun mendekat dan mengunci diri dengan Mok Dan dalam kamar. Mereka ada disana dalam waktu yang cukup lama.

 Shunji tampak bingung, ia ingat saat tanya darimana Kang To, Kang to menjawab ia dari Angel Club mencari pelayan yang ingin membunuhnya itu.
Shunji berkata akan ke Angel Club dan minta Koiso lapor kalau Kang To kembali.

 Kang To ternyata memang ada di Angel club, minum sendirian. Ueno Rie mendekat. Ia duduk di sebelah Kang To. Sato-san, berkat dirimu nyawaku selamat, jadi terima kasih. Aku sudah membayar hutangku, jadi aku tidak punya hutang lagi.
Kang To heran, hutang?

Rie berkata ia mengerti Kang To lupa telah menyelamatkan nyawa seorang Gisaeng, tapi bagaimana kau bisa lupa saat kau hampir mati?
Kang To : Aku ini orang yang biasa berkelahi, aku juga sudah sering hampir mati dan bukan hanya sekali atau dua kali.

Rie : Benar-benar tidak adil, aku tidak tahu kau hidup seperti itu. Pertama kali melihatmu, saat itu aku mengenakan baju berkabung...
Lalu melanjutkan dalam hati, sejak saat itu aku tidak bisa melupakanmu.
Kang To : Baju berkabung?

Lalu Kang To ingat saat ia menyelamatkan seorang Gisaeng dari pedang pengawal Ueno. Saat itu Gisaeng itu menolak menghibur mereka karena itu hari peringatan kematian ayahnya.
 

Kang to ingat, ah..paviliun Myung Wol. Gisaeng itu? Lee Kang To juga kehilangan semua giginya. Aku hampir membiarkan seorang wanita menghancurkan hidupku.
Rie : Apa maksudmu?
Kang to : Hari itu, saat aku membantumu, aku hampir dikeluarkan dari kepolisian dan dilucuti seragamku.
Rie : Untukmu, itu benar2 hari yang sial.
Kang to : Tapi karena kau mentalku semakin kuat.

Shunji masuk ke dalam klub dan Kang To mendengar Manager Bong memberi salam. Rie berkata ia tidak tahu Kang To merasa seperti itu, aku sudah tidak sopan.

Rie berdiri dan akan pergi. Tapi Kang to menahannya, ia menarik Rie duduk di dekatnya.

Kang to : Apa kau marah? Meskipun aku melupakan gadis dalam busana berkabung itu, aku tidak akan pernah melupakan ciumanmu, Lala.
Aku ingin tahu, bagaimana kau bisa menjadi Lala dan sekarang jadi penyanyi Jepang?

Shunji duduk dan ingin bertemu Madam Tasya. Tasya duduk di depan Shunji, apa matahari terbit dari Barat? Kapten Kimura benar-benar mencariku.
Shunji tanya apa Kang to datang kesini pagi ini.
Tasya : Kapan?

Shunji terkejut, jadi Kang To tidak datang kesini? Bukankah ada seorang pria yang mengenakan seragam pelayan mencoba membunuhnya? Dia tidak kesini untuk menyelidikinya?
Tasya : Karena dia tidak datang untuk menyelidiki, dia pasti sudah menyadari kalau orang itu mencuri seragam pelayan.

Shunji : Kau yakin? Dia benar2 tidak kesini pagi ini?
Tasya berkata kalau Kang To memang tidak kesini pagi ini, kalau tidak percaya tanya saja sendiri. Tasya melirik ke atas. Shunji melihat ke atas, ada Kang to yang sedang bersama seorang wanita.

Shunji naik ke lantai atas. Kang To melihatnya, ia sengaja merangkul Rie. Apa kau benar2 tidak akan mengatakan padaku bagaimana seorang Gisaeng Myung Wol menjadi Lala?
Rie : Bagaimana aku bisa mempercayaimu dan mengatakan padamu keseluruhan ceritanya?
Kang To : Kalau kau berpikir tidak bisa mempercayaiku, kenapa kau membuka identitas Joseonmu?

Rie : Kau tidak berpikir kalau kau sudah menemukan kelemahanku, kan?
Kang To : Bingo.

Shunji tiba di tempat duduk mereka dan duduk di depan Kang to, ia minta Lala pergi dulu. Kang To justru semakin memeluk Rie dan dengan santai tanya, apa ini? Kalau ada yang akan kau katakan, katakan saja.
Shunji : Letnan Sato, aku memerintahmu pergi ke Hotel Gyeong seong dan menangkap Oh Mok Dan, kenapa kau tidak pergi?

Kang to pura2 terkejut, kau tidak menangkapnya? Saat aku ke penginapan, mereka berkata ia sudah pergi ke sirkus. Kupikir kau sudah menemukannya.

Shunji marah, Sato Hiroshi! Apa kau tidak tahu bagaimana seharusnya petugas polisi Kerajaan bersikap saat ia menerima perintah dari atasan?
Kang To minta maaf. Seharusnya ia lapor ke Shunji. Shunji berkata Kang To juga harus lapor kenapa hari ini kau menemui Oh Mok Dan? Kau bohong dan mengatakan padaku kalau kau pergi ke Angel Club. Padahal kau bertemu Mok Dan. Kenapa? Apa alasannya?

Rie : Wanita itu mungkin kekasih gelapnya, kenapa anda tanya sesuatu yang sudah jelas?
Kang To marah, Lala jangan ikut campur.
Rie : Omo, karena kau marah, berarti ini pasti benar. Dia adalah kekasih rahasiamu. Itu sebabnya ia merahasiakannya dari anda, Kapten dan bertemu dengannya diam-diam, ya kan?

Kang To marah dan menarik tangan Lala, sudah kubilang jangan bicara omong kosong. Beraninya kau mengaitkanku dengan gadis itu. Aku ini Sato Hiroshi, aku ini orang Jepang sampai ke dalamnya.

Shunji mengamati Kang To dan ingat kata2 Koiso yang lapor bahwa Kang To dan Mok Dan ada dalam kamar untuk waktu yang cukup lama. Lalu ingat saat Kang To dan Mok Dan ada di sirkus.
Shunji berkata ingin bicara dengan Kang To diluar. Ia jalan keluar.

Kang To meraih dagu Rie, Kelak, gunakan saja bibir indah ini untuk menyanyi. Apa? Kekasih rahasia? Jangan omong kosong. Kang To melepaskan Rie dan jalan pergi.
Shunji menunggu diluar dan tampak kesal. Kang to mendekat, Shunji kau sepertinya salah paham.
Shunji minta penjelasan. Kang To masih belum mengatakan padanya kenapa tadi bohong dan bertemu Mok Dan? Kau tidak mengijinkan siapapun mendekat, hanya kau dan Oh Mok Dan, hanya kalian berdua.

Kang To berkata ia dalam perjalanan ke Angel Club dan ia tiba2 ingat kalau sepertinya ia melihat Damsari saat di club. Kang to berkata jika ia ke klub dia tidak  akan menemukan bukti lagi, jadi aku berpikir jika ayahnya ada di ibukota, mana mungkin putrinya tidak tahu, jadi aku pergi untuk menanyakannya.

Shunji : Kau bisa mengatakannya! Kenapa kau mencoba menyembunyikannya? Kenapa kau bohong dan mengatakan padaku kau datang ke Angel Club?

Kang To : Bukankah gadis itu adalah wanita yang kau cintai? Aku masih belum yakin apakah ayahnya memang sudah tiba di Gyeongseong. Jika aku langsung melaporkannya padamu, apa kau tidak akan lebih terluka?

Shunji : Tidak perlu mencemaskan hal seperti itu. Dia adalah gadis yang mencintai Gaksital. Gadis yang mencintai pembunuh kakakku. Jika kau bohong padaku lagi dengan alasan seperti itu, Letnan Sato..aku tidak akan memaafkanmu.
Shunji pergi.

Paginya, Konno Koji mengumpulkan semua anak buahnya. Ia marah karena semua koran tentang upacara peringatan penjajahan yang seharusnya disebar ke seluruh negeri dibakar. Bahkan Presdir Park juga dipermalukan. Koji tidak tahu apa yang akan terjadi dalam upacara hari ini.
Koji menyalahkan Taro dan Shunji yang berkata sudah berhasil menangkap Gaksital. Koji mengancam Shunji, kau tahu apa yang terjadi jika kau gagal memenuhi harapan kami kan?

Koji mengancam Taro, jika terjadi teror lagi dalam acara kali ini, kalian semua harus siap. Apa kalian mengerti?
Semuanya berdiri dan mengiyakan.

Taro dan Shunji kembali ke kantor. Taro mengeluh, ini sungguh merepotkan. Jika ada bom lagi di acara ini..
Taro tidak tahu apa yang terjadi. Ia tanya apa Shunji belum tahu rencana pemberontak itu.

Shunji minta maaf, tapi mereka akan menggunakan detektor logam dan akan menggandakan penjagaan. Jangan khawatir.
Belum selesai Shunji bicara, Koiso masuk dan tampak panik, ia lapor bahwa gudang senjata dan amunisi dirampok. Taro dan Shunji syok.



 Ketiganya langsung jalan ke gudang senjata. Koiso menendang penjaga gudang.
 Kang to berdiri di dekat gudang dan mengamati mereka.
Koiso lapor barang2 yang hilang, 10 granat tangan, 3 kotak amunisi, dan 4 senjata. Taro tidak mengerti, bagaimana mereka bisa dirampok.
Koiso : Kemarin hanya ada satu orang saja yang masuk ke kantor. Seorang tukang pos.

Taro ingat saat ia bertemu tukang pos kemarin yang katanya akan mengirim surat untuk Lee Kang To. Taro langsung minta Koiso mengambilkan foto Dam Sa ri.

Damsari, Jeok Pa, Mok Dan dan pasukan 36 menyiapkan untuk penyerangan.
Mereka memasukkan bubuk peledak dalam kotak bedak. Mok Dan menjahit granat tangan dalam topi dan menyembunyikan bom dalam kotak ginseng.

Damsari mengecek senjata. Mereka akan menyerang pesta malam ini.

Kang to duduk merenung. Lalu ia melihat Koiso minta foto Damsari pada Abe. Lalu lari ke atas lagi.
Kang to berpikir, itu artinya mereka tahu Damsari merampok gudang senjata.

Taro melihat foto Damsari dan meremasnya karena murka. Shunji berkata tidak peduli betapa beraninya dia, bagaimana ia bisa berpikir untuk merampok gudang senjata.
Shunji curiga, apa ada orang dalam yang membantunya?
Taro : Jadi kau pikir ada mata-mata di tengah kita?

Shunji : Saat Gaksital melarikan diri dengan orang yang mencoba membunuh Lee Kang To, dia tahu arah dengan baik. Saya sangat heran saat itu, bagaimana dia bisa tahu tata letak gedung dengan baik?
Koiso berkata hanya ada satu orang Joseon disini. Taro mengerti, Lee Kang To. Apa mungkin dia kerja sama dengan Damsari..

Shunji : Lee Kang To tidak mengenali Damsari, meskipun Damsari menyamar, seharusnya Lee Kang To mengenalinya.
Taro berkata Kang To tidak ada di kantor kemarin, apa dia tidak pergi bersamamu, Kapten Kimura?

Shunji sadar, Kang To tidak ikut ke RS. Koiso, dia jelas tidak ikut ke RS kan? Koiso membenarkan.

Shunji jadi ingat, saat Kang To muncul dan tanya apa yang terjadi. Shunji berkata mata2 ayahnya sudah memberi tahu soal penyerangan di RS dan mereka sudah yakin benar.
Shunji berpikir, Kang to tidak ke RS, bagaimana ia tahu kalau mereka salah informasi.

Taro minta Koiso merahasiakan masalah perampokan gudang senjata pada siapapun. Shunji juga berkata, rahasiakan ini dari Lee Kang To dan jangan katakan apapun padanya.
Taro tanya apa Shunji curiga pada Kang To.
Shunji : Saya harus mengawasinya.

Kang to minta daftar nama tamu VIP pada Abe. Kang To membaca satu persatu, lalu ia sampai pada nama Choi Tae Gun, Presiden Tambang Emas Gu Seong.
Kang to telp Kaneko, sekretaris Gubernur Jenderal. Kang to ingin tanya untuk memastikan keamanan acara peringatan malam nanti, Nama Choi Tae Gun ini sepertinya adalah nama yang asing, bagaimana dia bisa diundang?
Kaneko menjelaskan, Choi Tae Gun adalah Presdir Tambang emas Guseong dan dia diundang secara pribadi oleh Ny. Bangsawan Lee.

Kang to ingin minta nomor kontak Choi Tae Gun tapi Kaneko tidak bisa memberikannya. Kang to mengerti dan akan menghubungi Ny. Bangsawan Lee saja.

Shunji mendekat dan tanya apa yang dilakukan Kang To. Apa ini? 
Kang To berkata itu daftar nama tamu VIP. Ia hanya ingin mengkonfirmasi identitas para tamu. Shunji yakin kantor Gubernur Jenderal pasti sudah mengurus masalah ini sebaik mungkin. Apa mungkin dia ada disini?

Kang To : Bukankah akan jadi masalah serius jika ia ada di sana?
Shunji seolah tidak percaya, ia minta semua berkumpul.

Shunji membagi tugas, unit pertama menjaga pintu masuk, unit kedua, di pintu belakang, unit ketiga berjaga diluar. Unit empat di dalam ruangan.
Shunji berkata para pemberontak mungkin akan menyamar menjadi sopir, atau staf dari tamu VIP, jadi pastikan kalian memeriksa dengan seksama.

Shunji ingin memeriksa para undangan sendiri, tapi Kang To menawarkan diri. Shunji tidak mengijinkannya, aku yang akan melakukannya sendiri.

Kang to berkata Shunji tidak mengenal Damsari, orang yang menangkap Damsari di saat 5000 petugas lain tidak bisa adalah aku. Meskipun ia menyamar, dia tidak akan bisa menipuku.
Kang to minta Shunji menyerahkan ini padanya.

Shunji : Hanya orang yang sudah melewati pemeriksaan keamanan akan bisa masuk ke ruang perjamuan, dan petugas yang memeriksanya akan bertanggung jawab atas pemeriksaan itu. Apa kau tetap ingin bertanggung jawab untuk inspeksi itu?
Kang To bersedia tanggung jawab.

Shunji : Bagus. Kalau begitu Sato Hiroshi akan bertanggung jawab untuk pemeriksaan tamu. Operasi pembersihan tikus hari ini harus sukses. Mengerti?
Semua berdiri, Ya!
Shunji membubarkan mereka dan masuk kantor.

Kang to duduk dan mengamati Shunji yang membaca daftar nama tamu VIP, ia heran kenapa Shunji tidak menyinggung soal perampokan gudang senjata.

Sebuah mobil mewah berhenti di depan kastil Bangsawan Lee. Damsari keluar bersama Jeok Pa, keduanya mengenakan jas dan gaun untuk pesta.
Mok Dan keluar dari mobil, mengenakan gaun hitam. Ia menyamar jadi sekretaris Tuan Choi, tapi jelas itu Mok Dan dan kalau Shunji atau Kang To lihat pasti mereka tahu wkk.

Damsari minta putrinya tersenyum karena wajah Mok Dan tampak keruh. Mok Dan akhirnya tersenyum, Baik, Presiden.
Damsari minta Mok Dan menunggu di mobil. Mereka akan masuk dulu. Mok Dan mengerti. Ayahnya dan Jeok Pa masuk ke dalam.

Di dalam, Bangsawan Lee dan istrinya sama-sama mengagumi gaun yang dikenakan Diane. Lalu sekretaris berkata Tuan dan Ny. Choi sudah datang. Lee dan istrinya semangat menyambut mereka.

Damsari berkata mereka merasa terhormat bisa menerima undangan menghadiri perayaan ini, dan bahkan sekarang keluarga Lee ingin mereka datang bersama, saya sangat berterima kasih.
Bangsawan Lee berkata ini sama sekali bukan masalah dibanding ginseng pemberian mereka.

Jeok Pa juga memuji-muji Ny. Lee, keduanya diundang minum teh oleh pasangan Lee.

Kang to tiba di kediaman Bangsawan Lee. Dia tertegun melihat Mok Dan. Mok Dan menoleh dan terkejut, itu Lee Kang To.
 Kang To melihat langsung ke Mok dan, tapi pura-pura tidak kenal. Ia keluar dari mobil.
Mok Dan segera masuk ke dalam mobil. Kang To jalan melewati mobil itu tanpa menoleh ke arah mereka. Mok Dan dan anggota pasukan 36 itu tampak cemas.

Mok Dan : Apa yang harus kita lakukan? Lee Kang to baru saja masuk ke dalam. Orang lain mungkin tidak akan tahu tapi dia pasti mengenali wajah ayahku.

Anggota 36 itu minta Mok Dan tenang, kita percaya saja pada pemimpin dan tunggu sebentar lagi. Tapi kau yakin Lee Kang To tidak mengenalimu, Mok Dan?
Mok Dan yakin Kang to tidak mengenalinya, jika dia tahu dia tidak akan masuk begitu saja.

Lee Kang To diantar masuk. Damsari dan Jeok pa tampak tegang. Bangsawan Lee awalnya kesal, kenapa mendadak datang. Tapi Ny. Lee langsung terpesona dengan penampilan Kang To dan berkata Letnan Sato sudah bicara dengannya tadi di telp.
Lee akhirnya tanya ada masalah apa.

Kang To lapor, kami sudah menerima laporan intelijen, kalau Damsari dan anak buahnya akan mencoba menyerang dalam acara Peringatan hari ini.
Bangsawan Lee langsung syok, ttttteroris! Apa Gaksital saja belum cukup? Dan sekarang bahkan Damsari...(aku pikir bangsawan Lee pasti akan langsung meninggal kalau tahu Gaksital dan Damsari ada di kamar tamunya sekaligus wkk)

Bangsawan Lee langsung menolak hadir, ia menyuruh istrinya pergi sendiri. Istrinya kesal, sebagai bangsawan Lee harus hadir.
Lee tanya apa keamanannya terjamin. Kang To minta ijin menunjukkan peta keamanan pada mereka.

Damsari tampak heran, apa Lee Kang to benar tidak mengenalinya.
Bangsawan Lee minta Kang to segera menjelaskan pada mereka.

Kang To menunjukkan denah pesta dan mengatakan bahwa malam ini pemeriksaan akan ketat sekali. Kang to secara tidak langsung memberi peringatan pada Damsari.

Kang to : Titik merah ini adalah dimana para penjaga ditempatkan. Bukan hanya sekitar gedung Gubernur Jenderal, di dalam dan diluar ruang perjamuan tapi juga di jalan sekitar gedung akan dijaga ketat. Khususnya di aula makan, untuk melindungi para tamu VIP, polisi dengan senjata akan memenuhi tempat itu. Pemeriksaan juga akan dilakukan dengan ketat, semua orang yang mencoba masuk dengan senjata, akan segera ditahan.

Ny. Lee selama ini hanya memandangi Kang to saja, lalui berpaling ke suaminya, lihat..ini acara yang dilaksanakan oleh Gubernur Jenderal, jadi pasti keamanannya ketat.

Ny. Lee tanya kenapa Kang to mengatakan semua ini pada mereka. Kang To berkata ini adalah peringatan persatuan Jepang dan Joseon dan sudah menjadi tugasnya sebagai polisi untuk menjami keselamatan anggota Keluarga Raja.
Ny. Lee langsung terpesona, kau sungguh setia.

Kang to memberi hormat dan pergi. Ia berpikir dalam hati, Damsari harus mengerti pesannya dan menghentikan operasi.

Mok Dan mau keluar lagi dari dalam mobil, tapi bergegas tutup pintu saat melihat Kang To keluar.
Kang to jalan cepat melewati mobil Mok Dan lalu masuk ke mobilnya. Ia menjalankan mobil melewati mobil mereka, Kang To sempat melirik Mok dan, lalu pergi.

Tuan dan Ny. Lee masuk ke dalam untuk ganti baju.

Jeok Pa tanya apa Kang to tahu siapa mereka, Damsari yakin kalau Kang to tahu, ia bisa langsung menangkapnya saat ini, dan tidak pergi begitu saja.

Jeok Pa : Hanya untuk menyambut kita, mereka melakukan persiapan yang menyeluruh. Rasanya aku seperti menjadi bintang.
Damsari akan pergi ke perjamuan sendiri dan minta Jeok Pa pergi bersama Boon Yi meninggalkan Gyeong seong. Jika aku melakukan ini, aku akan bisa dengan mudah melalui pemeriksaan, ya kan?

Kaya bedak Rita wkk
Jeok Pa berpikir cepat, ia langsung mengambil bedak isi bom dan menukarnya dengan bedak Ny. Lee.
Damsari tertegun, Jeok Pa..
Damsari sudah membawa granat tangan dan siap mati. Tapi Jeok Pa juga sudah siap mati dan senang bisa pergi dengan Damsari.

 Damsari mengerti dan berkata akan mengucapkan selamat tinggal pada Boon Yi dulu.
Damsari keluar. Mok Dan keluar menyongsong ayahnya. Damsari minta Mok Dan masuk.

Mok Dan cemas, Ayah kau melihat Lee Kang to kan? Apa yang dikatakan penjahat itu padamu? Damsari berkata Kang to tidak mengenalinya. Ia minta Mok Dan tidak cemas.

Damsari minta Jang membawa Boon yi keluar Gyengseong. Mok Dan protes, mereka sudah sepakat. Mok Dan tahu kalau Kang To pasti mengenali ayahnya dan kau sudah memutuskan untuk ditangkap ya kan? Itu sebabnya ayah menyuruhku pergi.

Damsari : Boon, dengarkan ayah. Di depan Bangsawan Lee Shi Young, Lee Kang To memberikan laporan mendetil tentang keamanan di perjamuan, akan ada penjaga disekitar gedung dan di setiap lorong.
Tidak mungkin pasukan 36 dan kau menungguku di tempat pertemuan.

Damsari minta Mok Dan segera pergi meninggalkan Gyeong seong. Mok Dan tidak mau, lalu bagaimana ayah akan lari tanpa mereka.
Damsari berkata ia sudah berhasil melarikan diri 7 kali meskipun diborgol kaki dan tangannya. Jangan cemaskan ayah. Kau adalah putri Damsari, pemimpin pasukan kemerdekaan.

Damsari dan Mok Dan berpelukan. Mok Dan menangis. Damsari minta Jang segera pergi bersama putrinya.
Damsari mengambil ginseng berisi bom dan melepas Mok Dan.
Keluarga Lee keluar bersama Jeok Pa. Mereka  mengajak Damsari untuk segera berangkat.

Kang to bertemu Baek Gun. Baek Gun menyesal, kenapa Kang To baru mengatakan informasi ini sekarang. Jika saya bisa bertemu mereka, saya bisa meyakinkan mereka untuk menunda penyerangan.
Kang To berkata ia dengan tulus berharap mereka akan sukses dengan pemberontakan ini, sampai dengan kemarin, semuanya berjalan dengan lancar. Tapi, sejak pagi ini..

Baek Gun : Apa yang akan anda lakukan saat ini?

OMG! Joo Won in pink!


Kang To sudah mengatakan pada Damsari tentang bahayanya dengan jelas, aku hanya berharap mereka tidak akan muncul.

Baek Gun yakin mereka tetap akan muncul. Mereka bukan orang yang akan melepaskan kesempatan, meskipun mereka harus berkorban nyawa.

Kang To : Karena aku yang bertanggung jawab untuk pemeriksaan, aku bisa diam2 menyingkirkan bom tanpa diketahui petugas lainnya. Hanya itu satu-satunya cara menyelamatkan Dam Sari..
 Baek Gun mencemaskan Kang To, lalu bagaimana kalau anda tertangkap?
Kang To berkata meskipun ia tertangkap, ia tidak bisa membiarkan Damsari mati. (Karena dia ayah Boon Yi, dan Boon Yi pasti sangat menderita kalau Ayahnya meninggal.)

Baek Gun : Tuan Muda, saya juga sama. Saya tidak bisa melihat anda meninggal.

Acara Peringatan Penyatuan Jepang-Korea ke-22.
Shunji menempatkan semua anak buahnya dan memastikan semuanya beres.

Para tamu VIP berdatangan. Kang to bertugas memeriksa undangan dan barang bawaan mereka.
Damsari tiba bersama rombongan bangsawan Lee. Kang to sudah melihat Damsari. Damsari membuang muka. Kang To pasti mengeluh dalam hati, kenapa dia masih tetap datang.

Ny. Lee masuk bersama Jeok Pa. Ny. Lee lolos dari pemeriksaan karena Kaneko merasa segan memeriksa tas Ny. Lee.
Sementara tas Jeok Pa diperiksa, tapi tidak ada yang mencurigakan. Jeok Pa lolos. Ia menoleh ke arah Damsari dan tersenyum lega.

Rombongan Damsari akan melewati pemeriksaan. Kang To pura2 tidak kenal Damsari, ia mulai memeriksa bungkusan ginseng.
Shunji muncul dan mengamati Damsari, ia membandingkan foto Damsari dengan Choi Tae Gun.

Damsari membuka pembicaraan dengan Park In Sam dan Lee, saya dengar ada yang menjual tambang emasnya seharga 1,35 juta Won dan membeli kantor surat kabar. Jika saya menjual tambang emas saya seharga 1 juta Won, apa itu tidak terlalu murah?
Park dan Lee langsung ngiler mendengar jumlah uang yang besar itu. Apa benar itu?

Damsari membenarkan dan bicara soal harga tanah di Manchuria.
Kang to menemukan bom di bawah bungkusan itu tapi ia tidak bisa mengambilnya karena Shunji keburu mendekat. Kang To membungkus lagi ginseng itu dan menyerahkan pada Damsari.

Shunji tiba di dekat mereka. Kang To lapor, Kapten Kimura, saya tidak menemukan hal yang mencurigakan.
Shunji mengangguk. Lalu mengamati Damsari.

Damsari menyerahkan ginseng pada Park dan topinya pada Lee, karena tali sepatunya lepas. Ia membungkuk untuk menalikannya kembali.  Damsari tetap bicara, ia tidak tahu Presiden Park tertarik dengan tambang emas.

Shunji tetap menunggunya, maafkan kelancangan saya, tapi saya harus melihat identitas anda.

Lee protes, Kapten Kimura apa yang anda lakukan sekarang? Presiden Choi dan aku adalah teman yang..sangat dekat.
Damsari : Tidak apa-apa, Tuan, anak muda ini bekerja dengan keras.

Damsari memberikan kartu identitasnya. Shunji membandingkan identitas Choi Tae Gun dengan foto Damsari di tangannya. Sebenarnya mirip.
Shunji : Jadi kau adalah Presiden Choi Tae Goon dari tambang emas Guseong.

Damsari melihat ke arah Kang To, ia berpikir, Lee Kang to seharusnya tahu nama Choi Tae gun (Karena Damsari mengira Kang To sudah tahu identitasnya saat di hotel. Ia mengira Kang to sudah curiga kalau Choi Tae Gun adalah Damsari dan ingin menjebaknya, dia sama sekali tidak tahu kalau Kang to adalah Gaksital). Damsari jadi heran kenapa Kang to pura2 tidak mengenalinya.

Shunji mengembalikan identitas Damsari. Maafkan ketidaksopanan saya.
Damsari tertawa dan menepuk bahu Shunji, tidak apa-apa. Kau sudah kerja keras. Damsari bisa masuk ke ruang pertemuan dengan selamat. Kang to tampak lega.

Mok dan tidak tahan, ia tidak mau lari sendiri. Mok Dan minta Jang pergi saja bersama Yoon.
Jang menahan Mok Dan, apa kau tahu dimana Yoon saat ini? Dia menunggu sendiri di dekat gedung Gubernur Jenderal. Mok Dan terkejut, apa?

Jang : Meskipun perintah guru Yang Baek pada pemimpin Damsari adalah untuk meledakkan bom dalam acara peringatan penyatuan Jepang-Korea. Tapi perintah yang diberikan guru Yang Baek pada tim intelijen 36 adalah untuk membawa Pemimpin Damsari dan Jeok Pa kembali ke markas dengan selamat.
Mok Dan : Jadi..saudara Park, karena Lee Kang to pasti bisa mengenali Ayah, dia mencoba membunuhnya saat itu.

Jang membenarkan, ia harus membawa Mok Dan ke tempat aman agar ia bisa bergabung dengan Yun untuk menyelamatkan Damsari dan Jeok Pa. Mok Dan ingin membantu. Tapi Jang melarangnya, kalau kau ada di Gyeongseong, ketua akan ada dalam bahaya. Kau harus segera naik ke kereta arah luar kota dan pergi ke markas sendiri.

Mok Dan memohon, aku juga ingin membantu Ayah. Aku ingin menjadi seperti Ayah dan mempertaruhkan nyawaku serta berjuang. Aku tahu kalau dia pergi ke perjamuan untuk mati. Bagaimana aku bisa menyelamatkan nyawaku sendiri dan pergi?
Bukankah kau bilang membawa ayahku dengan selamat ke markas adalah tugas tim intelijen 36? Aku akan menggantikan posisi mendiang rekan Park dan menyelesaikan tugasnya. Komohon serahkan padaku.

Akhirnya Jang mengalah dan menyuruh Mok Dan masuk ke mobil.

Acara dimulai dan Gubernur wada masuk ke dalam. Semua menyambutnya. Wada Ryo pidato, saat ini Joseon menjadi sangat maju. Ekonominya, industri, dan pendidikannya telah berkembang dengan luar biasa, meraih pertumbuhan yang luar biasa.
Keputusan untuk penyatuan Jepang-Korea adalah untuk stabilitas negara ini dan memberikan kepada rakyat Joseon yang terbelakang dan bodoh sebuah dunia yang baru, ini semua berkat Yang Mulia Kaisar.

Gubernur Wada memimpin semua orang berteriak, Banzai! Banzai!
Damsari dan Jeok Pa juga terpaksa melakukannya.

Acara berikutnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Jepang. Kimigayo.
Semua menyanyi dengan semangat. Shunji terus mengamati gerak gerik Damsari dan Kang To. Kang to melirik ke arah Damsari.

Damsari memutuskan untuk bergerak saat itu juga. Ia mengambil topi dan mengeluarkan granat tangan dalam topinya.
Shunji langsung bergerak dengan cepat. Kang To juga, diikuti semua polisi. Semua undangan jadi terkejut dan tampak ketakutan. Taro tampak tegang.
 Shunji memukul lengan Damsari dan berhasil mengambil granat sebelum dibuka kuncinya.
 Kang To tidak bisa melakukan apa-apa, Damsari tertangkap tangan.
Shunji melempar granat ke Koiso dan langsung membuka kacamata Damsar, ia marah sekali dan langsung memukuli Damsari habis-habisan.
Gubernur Wada tampak marah sekali pada Konno Koji. Taro juga tidak percaya melihat ini.

Shunji seperti kesetanan, ia marah sekali. Jeok Pa tidak tahan melihatnya dan hampir maju tapi menahan diri dan mengambil tas Ny. Lee.
Jeok Pa diam-diam menyelinap keluar. Kang to melihatnya.
 Tapi seorang polisi lain juga melihatnya dan mengikuti Jeok Pa. Kang to keluar mengikuti mereka.
Jeok Pa jalan di lorong. Ia akan meletakkan bom di satu tempat.

Polisi itu masih mengikuti Jeok Pa. Kang To langsung melumpuhkannya dari belakang. Jeok pa tidak tahu kejadian itu.
Kang To langsung lari kembali ke dalam aula pertemuan.

Kang to tiba tepat saat Shunji sudah puas memukuli Damsari. Shunji memerintah anak buahnya menyeret Damsari.
Shunji melihat Kang to, Letnan Sato, Damsari menyamar sebagai pria yang menikah, cari wanita yang datang bersamanya.

Kang To mengiyakan dan segera mendekati Ny. Lee. Pasangan Lee tampak syok dan tidak mengira kalau tamu mereka adalah Damsari.

Kang To membantu mereka berdiri dan tanya, Nyonya, dimana wanita yang datang bersama anda? Ny. Lee bingung, aku tidak tahu...dia tidak disini..aku tidak melihatnya.

Kang to pura2 panik dan lari keluar seolah mencari Jeok Pa.
Kimura Taro mendelik marah kepada pasangan Lee. Bangsawan Lee dan istrinya berusaha menghindari tatapan Taro.

Mok Dan menunggu bersama Jang, ia gelisah dan beberapa kali melihat jam. Ada beberapa truk penuh berisi tentara menuju arah gedung Gubernur Jenderal, membuat Mok Dan semakin cemas.

Semua tamu tampak syok dan bingung. Gubernur Wada marah pada Konno Koji. Lala menuang champagne ke gelas Gubernur, ia minta Gubernur melakukan toast untuk mencairkan suasana.
Wada setuju, ia jalan ke depan dan mulai melakukan toast. Saat Wada mengangkat gelas Champagne, tiba-tiba gelas Gubernur pecah.

Semua terkejut dan panik. Gaksital muncul! Dia berdiri di tengah2 aula. Para tamu mulai menjerit dan lari menyelamatkan diri.
Kimura Taro tampak murka. Katsuyama Jun tampak waspada, ia mengamati Gaksital. Gaksital mulai bertarung dengan para polisi. 
Gubernur wada berusaha "menyelamatkan" Lala tapi Ueno Rie tidak bergerak sedikitpun dan bahkan tampak kesal.
Akhirnya Kimura Taro tidak tahan, ia merampas pistol anak buahnya dan mulai menembaki Gaksital. Sayang peluru Taro justru mengenai beberapa tamu sipil.

Shunji yang menggiring Damsari pergi terkejut saat mendengar keributan. Para tamu berlarian keluar dari dalam aula pertemuan. Shunji mendengar Gaksital ada di dalam. Ia langsung menyerahkan Damsari ke Koiso dan lari masuk ke dalam lagi.

Gubernur Wada yang sembunyi ketakutan justru tanpa sengaja wajahnya kena lilin. Ia panik, panas..panas. Rie kesal, ia mengambil air dan menyiramkannya ke wajah Wada. kkk..
Jun mendekat dan siap menghunus pedang, tapi Rie menahannya. Diam disini saja, ambil kesempatan ini untuk melihat kemampuan para petugas polisi Kerajaan. Jun mengerti.

Gaksital semakin mendekat ke arah Taro. Taro menembak lagi, tapi kena anak buahnya. Taro dan Gaksital bertarung.
Gaksital berhasil menjatuhkan pistol Taro, Taro hampir jatuh dan mengambil pedang, keduanya bertarung lagi.

Pedang Taro terlempar ke atas, Gaksital memukul tengkuk Taro dan berhasil merebut pedang Taro. Ia menggunakan pedang itu untuk memotong spanduk persatuan Jepang-Korea.

Taro marah sekali melihat spanduk itu jatuh. Ia berdiri ingin mengambil spanduk itu. Tapi Gaksital langsung mengarahkan pedang ke leher Taro.
Shunji lari masuk dan melihat ayahnya disandera Gaksital.
Shunji langsung mengokang senjatanya dan mengarahkannya ke Gaksital.

Taro teriak, tembak saja! Jangan memikirkan Ayah! Tembak saja!

BM [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12]
Bridal Mask episode 13 4.5 5 Beetlebum Monday, October 1, 2012 It's still in Chuseok's mood and I found Joo Won in pink hanbok. So I have to share it xixix...


No comments:

Post a Comment